NovelToon NovelToon
Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Balas dendam pengganti
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Jas Hitam dan Undangan Gala

​Javier Enrique masih terpaku di tepi kolam. Matanya menatap lurus ke arah koridor kosong tempat Bellamy baru saja menghilang. Rahangnya mengeras, ekspresinya campur aduk antara amarah dan kebingungan yang teramat sangat.

​"Dia... dia baru saja mengancamku?" Javier bersuara, nadanya terdengar tidak percaya. "Bellamy Guinevere baru saja mengataiku kerikil kecil?"

​"Javier, kurasa otaknya benar-benar kemasukan air kolam," timpal Damian, berjalan mendekat sambil menggelengkan kepala. "Sejak kapan wanita manja itu bisa menatap orang seperti ingin menguliti hidup-hidup?"

​"Tapi aktingnya lumayan juga," sahut Tobias, melipat tangan di dada. "Dia sengaja berpura-pura sombong agar kau merasa kehilangan, Javier. Strategi baru."

​Di sudut ruangan, Lucianna Francesca meremas ujung gaun sederhananya. Matanya perlahan berkaca-kaca, memancarkan kesedihan yang amat mendalam. Ia melangkah maju dengan tubuh yang agak bergetar, seolah membawa beban rasa bersalah yang teramat besar.

​"Ini... ini semua salahku," bisik Lucianna, suaranya parau dan bergetar. "Jika saja aku tidak menyetujui ajakan kalian untuk datang ke mansion ini, Nona Bellamy tidak akan cemburu. Dia tidak akan nekat melompat ke kolam... Aku memang pembawa sial."

​"Lucianna, jangan bicara seperti itu," Tobias langsung mendekat, menyentuh bahu gadis itu dengan lembut. "Kau tidak salah apa-apa. Bellamy saja yang gila kontrol."

​"Tapi Tuan Muda Tobias, Nona Bellamy sangat mencintai Tuan Muda Javier," air mata Lucianna akhirnya luruh, membasahi pipinya yang mulus. "Melihatnya pulang dengan kondisi basah kuyup dan penuh kemarahan seperti itu... hatiku sangat sakit. Aku merasa menjadi perusak hubungan mereka."

​Javier membalikkan badan, menatap Lucianna dengan sisa-sisa kekesalannya. "Jangan menangis, Lucianna. Kau tidak merusak apa pun karena dari awal aku memang tidak pernah sudi berhubungan dengan wanita egois itu. Biarkan saja dia pulang. Paling-paling malam ini dia akan merengek pada ayahnya untuk menekan bisnis keluargaku lagi."

​Sementara itu, di gerbang luar mansion Enrique, Livana melangkah dengan sisa-sisa kekuatan tubuh Bellamy yang rapuh. Angin sore berembus, membuat tubuh yang basah kuyup itu menggigil hebat.

​"Ck, tubuh ini benar-benar selemah ampas tahu," umpat Livana, memeluk dirinya sendiri untuk menghalau dingin. "Bagaimana bisa dia bertahan hidup sampai bab pertengahan dengan fisik sekonyol ini?"

​Tin!

​Sebuah mobil sedan hitam mewah memotong jalurnya, berhenti tepat beberapa meter di hadapannya. Pintu belakang terbuka, dan seorang pria dengan postur tubuh tegap dan tinggi melangkah keluar.

​Pria itu mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku, dipadukan dengan jas hitam formal yang membalut tubuh atletisnya. Wajahnya pahatan sempurna, namun matanya... matanya begitu dingin, menyimpan sejuta rahasia yang tak tertebak.

​Dallas Enrique.

​Livana menghentikan langkahnya. Di bawah rintik hujan yang mulai turun tipis, kedua pasang mata itu bertemu.

​Ada kilat keterkejutan di mata Dallas saat melihat kondisi Bellamy yang berantakan, basah kuyup, dengan bibir yang mulai membiru karena kedinginan. Namun, keterkejutan itu hanya bertahan satu detik sebelum kembali digantikan oleh topeng dinginnya.

​Dallas tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia membalikkan badan ke arah asisten pribadinya yang baru saja keluar dari kursi kemudi. Tanpa mengalihkan pandangan dari Bellamy, Dallas melepas jas hitam mahalnya, lalu menyerahkannya pada sang asisten.

​"Bungkus dia," perintah Dallas pendek. Suaranya berat, rendah, dan penuh otoritas.

​Asisten itu, seorang pria paruh baya bernama Hans, dengan cekatan menerima jas tersebut dan berjalan mendekati Livana. "Nona Bellamy, silakan pakai jas milik Tuan Muda Dallas. Tubuh Anda sangat menggigil."

​Livana tidak langsung menerima. Otak cerdas mafianya bekerja dengan kecepatan penuh, membalik-balik memori ingatan Bellamy asli yang baru saja ia serap.

​'Dallas Enrique... Kakak tiri Javier. Kenapa dia ada di sini sekarang?' batin Livana bingung. 'Sial, di alur novel aslinya, karakter ini hampir tidak pernah muncul di awal. Dia adalah penguasa bayangan yang hanya dimanfaatkan otaknya oleh keluarga Enrique untuk mengurus bisnis haram mereka. Dia baru muncul di bab akhir... bab di mana dia... menangis di depan mayat Bellamy?'

​Ingatan visual tiba-tiba berputar di kepala Livana. Di dalam peti mati, tubuh Bellamy terbujur kaku. Semua orang bersukacita atas kematian si antagonis, termasuk Javier dan Lucianna. Hanya ada satu pria yang berdiri di kegelapan malam, memegang buket bunga mawar hitam, dengan air mata yang mengalir dalam diam. Pria itu adalah Dallas.

​'Jadi... pria ini mencintai Bellamy asli dari balik layar?' sebuah seringai tipis yang tak terlihat muncul di sudut bibir Livana. 'Menarik. Sebuah berlian tersembunyi yang disia-siakan.'

​"Nona Bellamy?" panggil Hans lagi, memutus lamunan Livana.

​Livana menatap jas hitam di tangan Hans, lalu beralih menatap Dallas yang masih berdiri tegap di dekat mobil, memperhatikannya dengan tatapan intens yang sulit diartikan.

​"Terima kasih," ucap Livana. Ia membiarkan Hans menyampirkan jas besar itu ke bahunya. Aroma parfum maskulin yang elegan—campuran kayu cedar dan tembakau mahal—langsung memeluk tubuhnya yang dingin. Hangat.

​Dallas mengangguk kecil pada Hans. "Antarkan dia pulang sampai ke dalam mansion Guinevere. Pastikan dia tidak pingsan di jalan."

​"Baik, Tuan Muda," jawab Hans patuh. "Nona, silakan masuk ke dalam mobil."

​Livana melangkah menuju pintu mobil yang sudah dibukakan. Namun sebelum tubuhnya masuk sepenuhnya, ia menoleh kembali ke arah Dallas. Pria itu masih berdiri di sana, membiarkan kemeja putihnya perlahan basah oleh rintik hujan.

​"Dallas," panggil Livana.

​Dallas sedikit menaikkan sebelah alisnya, terkejut mendengar Bellamy memanggil nama depannya secara langsung tanpa embel-embel manja seperti biasanya.

​"Sampai jumpa lagi," ucap Livana dengan tatapan mata yang tidak lagi kosong dan rapuh, melainkan tatapan tajam seorang ketua mafia yang baru saja menandai targetnya.

​Perjalanan menuju kediaman Guinevere berlangsung dalam keheningan. Livana bersandar di kursi belakang, menikmati kehangatan jas milik Dallas yang membungkus tubuhnya. Otak taktisnya terus menyusun rencana.

​'Javier mengira aku akan merengek. Lucianna mengira dia sudah menang,' batin Livana sambil terkekeh rendah, membuat Hans yang sedang menyetir sesekali melirik dari spion tengah dengan dahi berkerut. 'Kalian salah besar. Permainan baru saja dimulai, dan aku butuh bidak terkuat untuk meratakan kalian semua.'

​Mobil akhirnya berhenti di depan lobi megah mansion Guinevere. Hans segera turun dan membukakan pintu untuk Livana.

​Livana keluar dari mobil, namun ia tidak langsung masuk ke dalam rumah. Ia berbalik, menatap Hans yang berdiri sopan di hadapannya.

​"Paman Hans," panggil Livana, suaranya tenang namun menuntut perhatian penuh.

​"Ya, Nona Bellamy? Ada yang bisa saya bantu sebelum saya kembali?"

​Livana merapatkan jas hitam Dallas di tubuhnya, lalu tersenyum tipis—sebuah senyuman yang tampak sangat menawan namun menyimpan rencana besar di baliknya.

​"Sampaikan pesan ini pada tuanmu, Dallas Enrique."

​Hans mengeluarkan sebuah catatan kecil dari sakunya dengan patuh. "Silakan, Nona."

​"Katakan padanya... aku, Bellamy Guinevere, secara resmi mengundangnya untuk menjadi pasanganku di pesta gala konglomerat minggu depan."

​Hans langsung menghentikan gerakan penanya. Matanya membelalak syok. "Maaf, Nona? Tuan Muda Dallas? Bukan Tuan Muda Javier?"

​"Kau tidak salah dengar, Paman," Livana memundurkan langkahnya menuju pintu mansion, tatapannya berkilat jenaka namun tegas. "Katakan padanya, aku tidak menerima penolakan. Jika dia tidak datang menjemputku, aku yang akan menyeretnya keluar dari kantornya. Sampaikan itu padanya tanpa kurang satu kata pun."

​Tanpa menunggu jawaban Hans yang masih mematung karena syok, Livana berbalik dan melangkah masuk ke dalam mansionnya.

​"Javier, Lucianna... bersiaplah. Kerikil seperti kalian akan segera dihancurkan oleh sang penguasa bayangan," bisik Livana penuh kemenangan.

1
umie chaby_ba
ini novelnya bocor kemana-mana 🤭🤣
umie chaby_ba
waduh... takut james cepet mati nih..
umie chaby_ba
paman? berarti dallas dan bellamy sepupuan dong/Slight/
Ariska Kamisa: kita tunggu yuk kelanjutan nya 🤭🤣♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
wah emang si sistemnya yang ingin diane mati kayanya🤭
Ariska Kamisa: Harus nurutin alur sistem kak🤭
total 1 replies
Ariska Kamisa
Terima kasih untuk semua yang sudah meluangkan waktu membaca novel ini. Cerita ini saya tulis dengan sepenuh hati, menghadirkan perjalanan penuh emosi, konflik, dan perkembangan karakter yang saya harap bisa meninggalkan kesan bagi para pembaca. Semoga kisah ini dapat menghibur dan membuat kalian ikut tertawa, menangis, serta jatuh cinta pada setiap tokohnya. Selamat membaca, dan jangan ragu berbagi pendapat kalian di kolom komentar. Dukungan kalian adalah semangat terbesar bagi saya untuk terus berkarya. ❤️
umie chaby_ba
ondel-ondel nih jahat bae ga kapok kapok lah .
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
owalah... sahabat Javier kagak ada yang bener nih... mengambil kesempatan dalam kesempitan 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: iyah kasian javier yaa🤭🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
syukurin lu....
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan... dibuat semuanya bersangkutan,
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Diego costa lagi nih nambah..
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
nambah lagi aja nih nama dengan huruf depan D lagi.. Delara, Danila, Dallas siapa lagi hayo...
Ariska Kamisa: ayo siapa sebenarnya si D?🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
lucu sih ngelamar kok dua-duanya gitu,
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
bushet 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dew666
🔮
Ariska Kamisa: terimakasih love nya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
lanjut donk
Ariska Kamisa: otw ngedraft nih kak...
total 1 replies
falea sezi
D apakah dallas🤭🤣
Ariska Kamisa: stay read ya kak biar tau🤭.. soalnya banyak yang nama depannya D nih... 🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kesel banget sama javier ini/Right Bah!/
Ariska Kamisa: sabar kak..🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah danila di nikahi hanya untuk di jadikan babu? panggilannya aja tuan..
Ariska Kamisa: betul sekali dibawah ancaman Fernando sih kak
total 1 replies
umie chaby_ba
jangan-jangan D itu Dallas.. siapa sih thor... aku jadi penasaran inisial D nya ini namanya banyakan yang D nih 🤣
Ariska Kamisa: siapa ya???..🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
akan tiba nih malam yang ditunggu
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!