NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.14. Caca Hilang!

Kara menceritakan semua keanehan yang dia alami pada Usi, hanya pada Usi saat Caca sudah tidur. Usi yang memang peka tentu tidak bia tidur, dia memang bukan seorang indigo.. tapi Usi cukup peka. Mendengar itu.. Usi pun semakin yakin dengan apa yang dia rasakan.

"Keluar aja Ra, dari rumah ini." Usi memberi saran pada Kara karena Usi merasa rumah kakek nya Kara sangat berbahaya.

"Nggak bisa, nanti ayahku marah." Ucap Kara, Usi pun hanya bisa menelan ludah nya.

"Aku Ra.. baru kali ini aku dateng ke satu tempat tapi yang ada di pikiran aku dan pandangan aku itu darah." Ucap Usi, Kara tertegun..

"Darah?" Gumam Kara dan Usi mengangguk.

"Yah.. darah. Aku nggak tau yang aku liat ini apa, tapi aku liat nya darah." Ucap Usi, Kara terdiam mendengar itu.

Kara jadi teringat dengan kejadian dimana dia melihat ada genangan darah di dapur, entah kenapa Kara jadi berpikir bahwa apa yang di lihat Usi dan apa yang di lihat nya di dapur tentang darah itu, ada hubungan nya satu sama lain.

Tak sadar sudah lama mereka mengobrol, mereka sampai kaget saat tiba - tiba mendengar ding dong jam tua yang ada di lantai satu berbunyi yang artinya sudah jam 12 malam. Kara menarik tangan Usi untuk menghampiri jendela, Kara ingin memperlihatkan pada Usi apa yang dia lihat setiap malam sejak dia tinggal di rumah kakek nya.

Dan ya.. beberapa detik setelah jam itu berbunyi, tak lama setelah nya Kara dan Usi melihat ada orang yang menggunakan pakaian serba hitam sedang berjalan menghampiri pintu di bangunan sebelah dan membuka nya. Kara dan Usi melihat itu, lalu tak lama setelah nya terdengarlah suara perempuan yang berteriak dengan keras dan putus asa.

"AAAARRGGHH!!!"

"AAAARRGGHH!!"

Kara menatap Usi, seolah dia memberi tahu pada Usi bahwa itulah yang dia dengar setiap malam. Usi juga hanya bisa terdiam saat mendengar itu, teriakan perempuan itu seperti orang yang sedang di siksa tanpa henti. Kara dan Usi kemudian melihat Nurma yang berjalan ke atah halaman, melihat itu.. Kara menarik tangan Usi agar mereka tidak di pergoki oleh Nurma.

"Ra.. beneran ada yang nggak beres di sini." Ucap Usi, Usi ketakutan sampai dia menangis gemetaran.

"Udah Us, ayo kita ke ranjang aja." Ucap Kara dan dia kemudian menggandeng Usi yang gemetaran.

"Besok kamu minta Putri dateng bawa ustad aja, Ra.. siapa tahu ustad bisa bantu." Ucap Usi, sambil dia mencoba menenangkan diri nya sendiri.

"Iya." Jawab Kara.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Dan keesokan harinya.. saat Kara, Usi dan Caca sudah bangun.. mereka tidak menemukan Nurma ada di manapun.. dan yang lebih aneh lagi adalah, jendela rumah yang Kara minta agar di tutup.. tidak di tutup oleh Nurma. Kara, Caca dan Usi malah di kagetkan dengan ada nya darah yang menggenang, tapi kali ini bukan di dapur seperti yang Kara lihat kemarin.. tapi di dekat pintu belakang rumah.

Mereka bertiga  yang kemarin ceria di rumah itu, hari ini menjadi saling ketakutan.. Sampai akhir nya Putri datang dan Kara pun menanyakan usulan Usi yang meminta agar di datangkan ustad di sana.

"Ustad, teh??" Tanya Putri dengan kebingungan.

"Iya, kamu bisa bantu panggilkan ustad?" Tanya Kara, mendengar itu.. Usi malah menatap Kara dan Usi secara bergantian.

"Kata ayah nya Putri teh.. nggak akan mempan meski rumah ini di doain." Ucap Putri tiba - tiba, mendengar itu tentu semua orang terkejut.

"Kok bisa, kenapa?" Tanya Usi. dan di angguki oleh Kara dan Caca seolah mereka berdua juga menanyakan hal yang sama.

"Mm, Putri juga nggak tau teh.. pokok nya mah itu yang di bilang sama ayah nya Putri." Ucap Putri, tapi Kara tidak puas dengan jawaban itu.

"Oiya teh, hari ini Putri nggak bisa sampai sore ya.. Putri ijin, ada urusan." Ucap Putri, Kara pun manggut - manggut.

Putri langsung pergi dari sana dan menuju ke  pintu belakang dimana Kara dan kedua teman nya melihat ada genangan darah. Kara dan Usi yakin bahwa Putri kemungkinan mengetahui sesuatu tapi Putri tidak mau menceritakan nya.

"Masa iya ustad nggak ngaruh?" Gumam Kara.

Usi terlihat mengotak - atik hp nya, entah apa yang sedang dia lakukan tapi wajah nya sangat serius. Caca yang tidak begitu tahu detail apapun dari semua hal yang Kara ceritakan pada Usi hanya bisa diam saja duduk sambil melipat kedua kaki nya di sofa.. tapi tatapan nya kosong.

Dan pada siang harinya Putri sungguhan pamit pulang, dan kini hanya mereka bertiga lah yang ada di rumah itu.. dan juga saat itu hujan gerimis yang lumayan deras turun membasahi bumi, sehingga makin terasa kengerian nya. Kara, Usi dan Caca kini berdiri di depan pintu bangunan yang ada di sebelah dan mengintip apa yang ada di dalam nya.

Dan memang seperti yang Kara katakan, di dalam nya berdebu tapi rapih.. tidak ada jejak bahwa seseorang pernah masuk kedalam sana sama sekali, padahal semalam mereka berdua jelas melihat ada yang masuk kedalam.

"Kamu punya kunci nya nggak, Ra?" Tanya Usi, Kara menggeleng.

"Ayah cuma ngasih aku kunci rumah utama sama gerbang aja.." Ucap Kara, Usi manggut - manggut sambil kembali mengintip kedalam.

Dan saat Kara dan Usi sedang mengintip ke dalam itu lah, tiba - tiba Caca yang semula juga ikut sedikit mengintip kedalam itu ekspresi nya berubah menjadi datar dengan tatapan kosong. Tanpa bicara apapun, Caca berjalan pergi tanpa Kara dan Usi sadari. Dan saat Usi menoleh ke samping.. barulah dia terkejut menyadari Caca sudah tidak ada di sana.

"Eh! Caca mana, Ra?!" Ucap Usi yang panik karena teman nya tidak ada di sana.

"Loh! Tadi kan Caca di sini. Masuk ke dalam mungkin, Us." Ucap Kara, sambil menoleh kesana kemari.

"Ayo cari, Ra." Ucap Usi, dan Kara mengangguk.

Kara dan Usi mencari Caca, pertama tentu saja ke rumah utama.. tapi saat di cari di rumah utama bahkan sampai ke lantai dua dan kamar.. Caca tidak ada di sana. Mendapati itu, Kara dan Usi panik, mereka yang semula mencari berdua kini memencar.

"Ca!!" Teriak Kara sambil mencari Caca di kebun - kebun samping.

"Caca!!" Teriak Usi, dia mencari di sekitaran halaman depan.

Tapi tidak tahu apa yang terjadi, Caca tidak di temukan di manapun.. Caca seperti hilang begitu saja padahal gembok gerbang utama pun tidak terbuka, mustahil Caca keluar. Kara sampai menangis karena panik, dia yang meminta kedua teman nya datang dan kini teman nya malah secara tidak sengaja terseret kedalam bahaya.

"Ca!! Caca kamu dimana!!?" Teriak Kara lagi, dia sampai di pintu besi hitam yang ada di belakang rumah nya.

Kara sempat berpikir mungkin Caca masuk kedalam sana, tapi Kara tidak tahu di dalam sana itu ruangan apa.. Tapi karena Kara khawatir Caca masuk kedalam, akhir nya dia mendekat ke pintu besi hitam itu dan mengulurkan tangan nya untuk membuka nya.

"KLANG!"

Kara menelan ludah nya, sambil mendorong pintu besi itu, yang di dalam nya ternyata ruangan gelap.. Tapi betapa terkejut nya Kara saat dia mengamati baik - baik apa yang ada di dalam nya.

"Caca!!?"

1
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hadir kk aq ketingalan
di aku g ada notif lho kk
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sudah log out kayaknya mereka Ra 🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ayahnya bawa mayat meren 😱😱🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ottan bisa bahasa sunda juga?
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh serem nya 🥴
Teuing Saha🙃
Jadi, semua pohon yg ada di area rumah itu, sebenarnya adalah kuburan dari para korban..
Teuing Saha🙃
Bukan cuma dihabisi, tapi dimakan juga😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, semakin seru aja ceritanya, bisa jadi yang dibilang kara tadi kalau ada kuburan masal itu mungkin isinya para korban dulu 🙏🙏
SENJA
pasti beda2 cara pandang lah
SENJA
terus gimana?!?
SENJA
walau ngeselin nurma baik ternyata 🥺
Ayuk Witanto
bukan Rukmini kan
Ayuk Witanto
sepertinya ayahnya kara menyembunyikan sesuatu
Ayuk Witanto
kok ayahnya mau nikah anaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!