NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Akan Menunggumu

Pagi hari menyelimuti mansion Ardhana dengan cahaya matahari yang hangat. Embun masih menempel di dedaunan taman ketika Nara membuka tirai kamar. Namun, kehangatan pagi itu tidak mampu mengusir kegelisahan yang memenuhi hatinya.

Semalaman dia hampir tidak tidur. Karena terus mengingat kejadian kemarin.

Setiap kali memejamkan mata, wajah Damian kembali muncul di benaknya. Ancaman pria itu masih terngiang jelas.

"Tiga hari. Jangan lupa."

Nara mengembuskan napas panjang. "Apa yang harus kulakukan, Bianca?"

Dia bergumam pelan, seolah berharap wanita yang pernah memiliki tubuh ini dapat memberikan jawaban. Karena dia sendiri masih belum mengerti kenapa pria itu terus mengejar Bianca.

Tok... tok...

Ketukan di pintu membuyarkan lamunannya.

"Mama!" terdengar suara Elora dari luar.

Nara segera membuka pintu. Balita kecil itu langsung memeluk kakinya. "Selamat pagi mama!" Elora mendongak sambil tersenyum ke arah Nara.

Nara membalas senyum anak itu, tidak lupa dia mencubit gemas pipi gembil Elora "Selamat pagi juga, Putri mama yang cantik."

Elora tersenyum lebar saat mendengar pujian dari mama nya. Dia langsung mengangkat tangannya ke arah wanita itu.

Tahu jika anak itu ingin di gendong, Nara langsung mengangkat tubuh Elora yang semakin hari semakin berat saja. Anaknya sudah tumbuh cukup banyak akhir-akhir ini.

"Sudah cuci muka?" tanya Nara yang membawa anak itu keluar dari kamarnya.

Elora mengangguk bangga. "Sudah mama."

"Sudah sikat gigi?"

"Sudah."

"Lapar?"

"Sangat lapar!" Jawaban polos itu membuat Nara tertawa.

"Ayo kita sarapan."

.....

Di ruang makan, Elvano sudah duduk sambil membaca berita di tablet. Ketika melihat Nara datang menggendong Elora, dia segera menutup tabletnya.

"Pagi." sapa nya duluan.

Nara sempat ragu menjawab sapaan pria itu karena dia merasa sedikit canggung karena masalah kemarin. "Pagi." cicitnya pelan.

Suasana sempat terasa canggung. Ini adalah pagi pertama setelah pertemuan mereka dengan Damian di taman. Nara masih merasa bersalah karena telah berbohong.

Sementara Elvano memilih tidak membahasnya.

"Mama." Elora menarik tangan Nara. "Duduk dekat Papa."

Nara tersenyum canggung. "Mama di sini saja ya." ucapnya memelas. Dia mencoba menolak secara halus.

"Tidak." Balita itu menggeleng keras. "Mama harus duduk di sini." Anak itu menepuk kursi kosong di samping Elvano.

Para pelayan yang melihat tingkah majikan kecil mereka menahan senyum. Dengan pasrah, Nara akhirnya duduk di samping Elvano.

Jarak mereka begitu dekat hingga lengan keduanya hampir bersentuhan.

Elvano menuangkan segelas susu lalu menyerahkan nya di hadapan Nara. "Buatmu."

Nara berkedip. "Terima kasih."

"Semalam kamu tidak tidur nyenyak?" tanya Elvano yang membuat Nara menatapnya heran.

"Kamu tahu?"

"Ada lingkar hitam di bawah matamu."

Nara spontan menyentuh wajahnya. "Sejelas itu ya?"

Elvano mengangguk pelan. "Istirahatlah kalau memang lelah."

Kalimat sederhana itu membuat hati Nara menghangat.

......

Setelah selesai sarapan, Elvano bersiap berangkat ke kantor. Namun sebelum masuk ke mobil, dia memanggil Raka.

"Mulai hari ini."

"Iya, Pak?"

"Tambahkan dua petugas keamanan di mansion."

Raka tampak bingung. "Apa ada sesuatu?" tanyanya heran.

Elvano terdiam sebentar. "Anggap saja untuk berjaga-jaga."

"Baik, Pak."

Nara yang mendengar percakapan itu langsung memahami maksud Elvano. Pria itu memang tidak bertanya apa pun. Namun diam-diam dia sedang berusaha melindungi mereka.

.....

Siang harinya, Elora mengajak Nara membuat kue kering. Adonan tepung kembali memenuhi meja dapur.

"Mama."

"Iya?"

"Kalau Papa pulang papa pasti senang." gumam anak itu yang menatap penuh binar kue yang dia buat bersama mama nya.

Nara tersenyum. "Iya. Kita kasih kejutan."

Dengan penuh semangat, mereka mencetak adonan menjadi bentuk hati, bintang, dan kelinci.

Sayangnya. Saat Nara hendak memasukkan loyang ke oven, sedikit adonan menempel di ujung hidungnya.

Elora langsung tertawa. "Mama jadi kelinci."

"Hah?"

Nara mencoba mengusap hidungnya, tetapi malah membuat adonan semakin berantakan. Melihat itu, para pelayan ikut terkekeh.

"Ada apa?" tanya Nara bingung.

Elora mengambil cermin kecil lalu memberikannya pada Nara. "Nih."

Begitu melihat wajahnya sendiri, Nara langsung menutup wajah sambil tertawa. "Ya ampun ini memalukan." mana para pelayan melihatnya.

......

Sore pun tiba.

Mobil Elvano sudah memasuki halaman mansion. Baru saja dia turun, aroma kue yang baru matang langsung menyambutnya.

"Aroma apa ini?" tanyanya sambil menghirup dalam-dalam aroma lezat itu.

Belum sempat melangkah masuk, Elora sudah berlari menghampiri. "Papa pulang horeee."

Elvano langsung mengangkat putrinya. "Ada apa?"

"Kejutan." Elora menutup kedua mata ayahnya dengan telapak tangan mungilnya.

"Papa jangan mengintip y."

Dengan dipandu Elora, Elvano berjalan masuk ke ruang makan.

"Nah. Buka."

Di atas meja tersusun sepiring kue kering dengan berbagai bentuk yang lucu. Sebagian bentuknya bahkan sulit dikenali.

Nara berdiri di samping meja sambil tersenyum malu. "Kami membuatnya siang tadi."

Elvano mengambil satu kue berbentuk bintang. Lalu menggigitnya sedikit. "Hm."

Nara mendadak gugup. "Bagaimana?"

"Enak." jawab pria itu jujur.

"Benarkah?" mata Nara mulai berbinar.

"Hm. Walaupun bentuk kelincinya lebih mirip kucing."

Nara langsung tertawa. "Aku juga berpikir begitu."

Elora mengangkat tangan. "Itu bukan kucing. Itu dinosaurus papa."

Ruangan langsung dipenuhi tawa.

.....

Malam harinya, setelah Elora tidur, Nara memberanikan diri mengetuk pintu ruang kerja Elvano.

"Masuk."

Nara melangkah pelan. "Ada yang ingin kubicarakan."

Elvano menutup laptopnya. "Duduklah."

Nara menarik napas panjang. "Maaf. karena aku berbohong kemarin." ucapnya sambil menunduk.

Elvano menatapnya tanpa menyela.

"Aku memang belum bisa menjelaskan semuanya. Tapi percayalah, aku tidak pernah berniat menyakitimu ataupun Elora."

Beberapa detik berlalu dalam keheningan. Kemudian Elvano berdiri, dia berjalan mendekati Nara. Pria itu berhenti tepat di hadapannya. "Aku tahu."

Nara mengangkat wajahnya perlahan.

Elvano melanjutkan, "Setelah kecelakaan, kamu berubah. Banyak orang mempertanyakannya. Aku juga."

Nara menahan nafasnya sejenak.

"Tapi setiap hari aku melihat bagaimana kamu memperlakukan Elora. Bagaimana kamu berusaha menjaga rumah ini. Dan bagaimana kamu rela menangis sendirian agar kami tidak khawatir."

Napas Nara tercekat.

Untuk pertama kalinya, seseorang benar-benar melihat perjuangannya.

Elvano tersenyum tipis. "Aku tidak akan memaksamu bercerita. Kalau memang ada rahasia yang belum bisa kamu katakan, aku akan menunggu."

Seketika mata Nara dipenuhi air mata. "Tapi..."

"Aku hanya ingin kamu tahu, apa pun yang sedang kamu hadapi, kamu tidak sendirian lagi."

Air mata yang sedari tadi ditahan Nara akhirnya jatuh. Nara menundukkan kepala. Di dalam hati ia berkata lirih,

"Maafkan aku, karena orang yang sedang kau percaya ini bukan Bianca."

Di balik pintu ruang kerja yang sedikit terbuka, seseorang diam-diam mengambil foto mereka menggunakan ponsel.

Kilatan kamera itu nyaris tidak terdengar. Orang itu segera berlalu meninggalkan mansion.

Sementara Nara dan Elvano sama sekali tidak menyadari. Bahwa mereka kini sedang diawasi oleh seseorang yang bekerja untuk Damian.

1
Wawasan Ilmu NgertiYuk
lanjut kk
meowww
ceritanya unik
meowww
next thor 💪
meowww
masalahnya ckp rumit ya thor
meowww
jadi kepo deh
meowww
jadi penasaran sama masalalu vano juga Bianca
meowww
jadi siska tu sp
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!