Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 MENCURIGAI!
Hendra yang ada di mobil memperhatikan rumah keluarga Ambarawa dari kejauhan. tampaknya tidak ada anaknya Vendra ada di rumah sana. kini Hendra bingung mencari anaknya kemana lagi kalau tidak ada di keluarga Ambarawa lalu pergi kemana. isi kepala Hendra bertanya-tanya bingung.. Hendra menghubungi saudara laki-laki nya yaitu Andreas
"Hallo. tidak ada di keluarga Ambarawa. aku khawatir dia ada dimana. coba kamu carikan anak itu! ". Minta Hendra panik
" tenang! anak mu bersama Luna anak dari teman aku. yaitu johan. ". Ucapnya
" hah? Untuk apa anak itu berada di sana!? ". Tanya Hendra bingung
" sepertinya anak itu mencoba ingin jadi teman dekat nya Luna. dan seperti nya lagi menyelidiki kasus Sofia lewat Luna ". Jelas nya
" Hah!? kenapa jadi Luna apa hubungannya! kejauhan. Aku harus jemput dia. tidak bisa seperti ini. aku khawatir ". Ujar Hendra
" Hendra!! tenang dulu! dengar... biarkan anak itu berjalan dengan caranya sendiri. anak itu akan membuka kejahatan kasus nya Luna serta Sofia juga. ini pasti ada hubungannya juga. percaya lah ,anak itu tidak bodoh. dia pintar! ". Ujar Andreas meyakinkan saudara nya agar percaya pada anaknya sendiri.
" Tapi ini bahaya untuk dia. aku tidak bisa. Vendra anak satu-satu nya tersisa. aku tidak mau kehilangan anak aku lagi. Andreas!! ". Ucap Hendra serentak emosi
" iya! tahu! aku akan mengawasi anak itu. dan aku akan minta pada johan untuk tetap jalan dengan berlahan. dengan cara kalau sewaktu nanti Vendra bertanya masalalu Luna dia akan menebak kemana arahnya. kita tunggu waktu! ok! aku akan mengawasi nya dari jauh! tenang Hendra!!". Ucap Andreas
"Jangan sampai terjadi sesuatu pada anak aku! kalau itu terjadi aku tidak akan pernah memaafkan dirimu! paham!! ". Kata Hendra dengan nada mengancam, dirinya pun memutuskan telepon dari saudara laki-lakinya itu.
Dari sejak itu Hendra hanya bisa berharap kalau anaknya, Vendra. baik-baik saja di sana, walaupun hati kecilnya berkata sangat takut dan khawatir. Hendra yang masih duduk di sofa tangan yang masih pegang sebuah foto, kini diletakkan di atas meja depan nya dengan ekpresi sedih dan merindukan anak-anaknya hanya terdiam.
*****
*****
*****
Di Rumah Ambarawa___
Terlihat Rajab melangkah menuruni tangan dengan mengenakan pakaian baju jas hitam kerjanya. Di meja makan hanya ada Kasih sendirian sedang makan isi roti sarapan paginya. Rajab menghampiri Kasih tarik kursi depannya.
"eummm! pagi kak! ". Sapa Kasih sambil mengunyah yang ia makan di mulut nya.
" Pagi juga!! ". Jawab Rajab duduk di kursi depan Kasih.
" Soal hubungan kamu sama Luna bagaimana! Maksudnya tunangan dulu apa bagaimana. kalau menurut aku lebih baik tunangan dulu. jangan langsung menikah orang-orang akan berfikir aneh-aneh kalau langsung nikah mereka berfikir kalian berdua menikah secara sirih tidak sah dalam Hukum negara, memang...sah....tapi tidak membuat keluarga kita jadi wibawa. Jangan mengikuti kemauan Nenek tua itu. Nenek tua itu tidak sabaran kalau soal pengen cicit dari kamu". Ujar Kasih mengingat pada Rajab agar memikirkan lebih matang lagi.
"Kakak.udah bicara, tapi kalau memang masalah nama baik keluarga kakak akan memikirkan lagi". Ucap Rajab
" iya... pikirkan lebih matang lagi... jangan buru-buru, jangan apa-apa di turuti kemauan nenek tua itu. dia tidak akan memikirkan masa depan kalian tapi yang dia pikirkan adalah anak laki-laki yang dia ingin kan untuk meneruskan perusahaan nanti. Kalau di pikir-pikir terlalu egois ". Kasih berkata menyetil ucapan nya.
Rajab pun terdiam sejenak, memang benar yang di katakan adiknya. kalau menikah langsung akan di sebut pernikahan sirih artinya nikah dua kali. apa mungkin oma hanya memastikan kalau Luna bisa memiliki keturunan anak laki-laki. kalau seandainya tidak bisa memberikan keturunan artinya oma meminta ceraikan Luna begitu saja. Rajab pun paham dengan isi pikiran Oma nya.
Kasih memang tidak terlalu dekat dengan Luna tapi sesama perempuan juga memiliki perasaan harga diri karena itu Kasih hanya menyarankan pada saudara laki-lakinya yaitu Rajab untuk tidak gegabah dalam ambil ke putusan.
Kemudian Rajab yang berjalan di lorong kantor, terlihat overthinking saat dirinya di ingatkan oleh saudara perempuan nya yaitu Kasih tadi di rumah. Rajab semakin kepikiran soal kehidupan Luna masa depan nya nanti. Walaupun Rajab belum memiliki perasaan dan juga jarang bertemu tapi sebagai laki-laki merasa bersalah atas perjodohan yang di buat oleh Oma.
Saat Rajab berjalan di lorong kantor tidak sengaja melihat Zurich yang sedang berbicara sama seseorang. Ekpresi heran Rajab terhadap Zurich yang sedang bebicara dengan seseorang. Rajab melangkah menghampiri Zurich
"Zurich!! ". Panggil Rajab di belakang tubuh punggung Zurich
Zurich berbalik melihat Rajab yang sudah berada di belakang nya.
" ohh!! hey!! Rajab ". Jawabnya langsung tersenyum bahagia
Ternyata Zurich berbicara dengan seorang wanita karyawan kantor nya. Tapi entah mengapa ekpresi wajah Rajab sangat pekat dengan tatapan mata tajam.
Sepertinya Rajab mencium sesuatu mencurigakan terhadap mereka berdua, tingkah laku Zurich yang tiba-tiba tersenyum membuat Rajab terheran-heran.
"Ada apa? ". Tanya Rajab datar namun rasa ingin tahu
" iya... kami sedang berbicara soal perkerjaan ". Jawabnya gegep senyum aneh
Seorang karyawan wanita itu hanya berdiri terdiam tertunduk malu seperti ekpresi sedih
Rajab yang memperhatikan wanita itu hanya dalam pikiran overthinking kemana-mana.
" yah... sudah aku harus ke dalam ruangan, kalian lanjut bicara nya". Ucap Rajab pamit pada mereka berdua.
"iya.. ya.. ". Jawab Zurich sambil menganggukkan kepala tersenyum gegep
Rajab pun melangkah pergi meninggalkan mereka.
Zurich tarik tangan wanita itu membawa nya pergi bersama nya dengan kasar.
Saat hendak pegang pintu ___ Rajab berbalik menoleh melihat Zurich tarik wanita itu dengan kasar. Rajab sangat penasaran hubungan karyawan itu sama Zurich sudah sejauh mana.
Zurich melangkah membawa wanita bersamanya di bawah tangan. lalu berhenti tarik di hadapan nya
"Dengar! jangan sampai orang lain tahu masalah ini! ". Ucap Zurich mengancam dengan tatap tegas
" Tapi...! cepat atau lambat akan ketahuan. kita tidak bisa menyembunyikan lebih lama". Ucapnya dengan ekpresi sedih
"Aaah lah... Pokoknya cukup diam!! ". Sentak Zurich tunjuk jari ke arah wajah wanita itu dengan tatapan mengancam.
Berdering....
Saat berbicara serius, ponsel Zurich berdering, ia pun berbalik mengeluarkan ponsel menghindar dari tatapan wanita itu. Ia pun mengangkat telepon menempel kan di telinga kanan dan menjawab___
"Hallo". Jawab Zurich terlihat ekpresi berubah menjadi takut dan gugup mendapatkan telepon dari seseorang.
" misi, bereskan sekarang!! ". Perintah nya di dalam telepon tampaknya nada bicara dari seorang pria
" Ba... baik!! ". Jawab Zurich bergetar.
Zurich yang tidak menyadari kalau Rajab sedang menguping bersembunyi di balik tangan di atas, Sepertinya Rajab mulai mencurigai Zurich yang bertingkah aneh.
(suara hati) " Zurich!! apa yang kamu sembunyikan dari ku! ". Rajab merasa kalau teman nya memiliki hubungan dengan wanita itu, dan kini Rajab melihat Zurich sedang menelepon seseorang yang membuat dia ketakutan. Rajab mulai curiga terhadap Zurich ada sesuatu yang tidak beres.