Tahap Revisi 🙏
Jihan Shafira (22tahun)adalah seorang wanita yang Keras kepala,tangguh dan mandiri.Dia sudah bekerja di perusahaan Royal Garden selama 5th.Proyek yang dikerjakan nya tidak pernah gagal.
Namun,kesialan itu muncul ketika perusahaan milik tempat Jihan bekerja di ganti dengan CEO baru,yang super higenis,dan juga dingin.
Apakah Jihan akan bertahan di Royal? perusahaan yang telah membuat nama nya menjadi di kenal banyak orang,atau memilih mundur ketika di hadap 'kan dengan seorang CEO yang menurut nya super aneh.
Ikuti cerita Jihan ini sampai end!
Alur nya London-Inggris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBM-Curiga
Agnes duduk di depan Jihan,melihat sahabat nya itu yang tengah sibuk.
"Apa yang Kalian liat,kembali lah ke meja kalian!"Ketus Jihan,menatap tajam ke arah Agnes.
"Katakan,kenapa Kalian sering bersama?"Tanya Agnes lagi.
"Tentu saja karena Pak Arnav harus memeriksa proyek yang sedang Ku kerjakan.Agar tidak terjadi kesalahan"Imbuh Jihan,Agnes melirik ke arah Kevin.
"Oooo"Agnes kembali melihat ke arah Kevin.
"Aku dapat mengerti jika belakangan ini Kamu terlalu sibuk menyiapkan beberapa dokumen,dan menyelesaikan pesanan pada customer!"Lanjut Agnes.
"Tapi,Jihan.Barusan Aku melihat mu membawakan kotak makan siang ke ruangan nya"Sambung Kevin,Jihan membulatkan mata nya,mendengar ucapan Kevin.
"Eeemm,Aku curiga profesi mu dari sekretaris menjadi calon istri Bos!"Sambung Agnes,Jihan segera berdiri dari tempat duduk nya.
"A-apa yang Kalian katakan,kenapa Kalian tidak kembali ke meja kalian !"Cetus Jihan,yang mencoba mengelak,dari sahabat nya itu.
Agnes mendekatkan wajahnya dekat Jihan,wanita ini mundur.
"Katakan,apa yang sedang Kau rencanakan ?"Bisik Agnes.
"A-Aku melihat dia dalam kondisi yang tidak baik,Aku hanya membantu menyiapkan makan siang saja,apa salah nya sih?"
"Tidak ada yang salah,jika hanya mengantar makan siang saja.Namun,sebelumnya kau sangat membenci nya,apa sekarang berubah menjadi rasa suka?"Agnes tersenyum ke arah Kevin,Pria ini mengangguk nya,membuat Jihan tidak dapat berkata-kata lagi.
"Kenapa Kalian berdua suka sekali mencurigai orang !"Jihan kembali duduk di kursi nya.
Agnes menompang ke dua tangan nya di meja kerja Jihan.
"Sampai kapan Kau akan bertingkah seperti ini?"Tanya Agnes lagi,
"Sampai dia kembali normal!"Sahut Jihan,melanjutkan membuka laptop nya.
"Atau....."Agnes melirik ke arah Kevin yang sedang tersenyum ke arah nya.
"Atau tiba saat nya dia kembali bersikap menyebalkan dan membuat mu kembali kesal dan membenci nya?"
Jihan menatap Agnes,saat mendengar pertanyaan itu.
"Heeeemm"Jihan tersenyum kecut ke arah Agnes,
"Beberapa hari ini dia tidak menganggu Kita,ku rasa sikap nya mulai berubah!"Jihan melanjutkan memeriksa proyek baru.
"Selama peraturan konyol itu masih berlangsung,Kita tidak dapat membantah dan melakukan apapun yang ingin kita kerjakan,menyukai dan berpacaran saja kita tidak bisa?"Agnes menaikan alis nya.
"Pada akhirnya,kita hanya di hadapkan pada dua pilihan saja.pertama,kita harus mengundurkan diri dari Royal!"Ujar Jihan,
"Mengundurkan diri?kenapa dari sekarang,jika kita ingin pergi,kenapa enggak dari dulu saja!"Sambung Kevin.
"Tidak terlalu buruk untuk Ku,Aku bisa kembali ke asal Ku,membantu ibu ku berjualan di warung!"Timpal Agnes yang kesal.Kevin menyenggol Agnes.
"Baiklah,katakan apa pilihan kedua?"Sambung Agnes lagi.
"Ke dua,Kita harus membiarkan Bos meninggalkan tempat ini,dan kita mendapatkan bos baru!"
"Itu tidak semudah yang Kita bayangkan,jika Kita mendapatkan bos yang lebih buruk dari Pak Arnav,bukan kah,itu sama saja Kita menggantung 'kan diri kita?"Kevin terlihat lesu,dan duduk di samping Jihan.
"Tapi,ada satu hal yang harus Kita ingat,Jiak saat itu Pak Arnav,tidak membeli royal,mungkin saat ini Kita tidak disini lagi,dan royal sudah bangkrut sejak lama!"Ujar Jihan,Agnes menghela nafasnya.
"Jadi apa rencana mu untuk kedepannya?"
"Aku belum memikirkan itu,tapi Aku memiliki satu rencana yang ingin Ku katakan pada mu"Jihan segera berdiri,membuat Kevin dan Agnes ikut berdiri,saat melihat senyuman licik dari raut wajah Jihan.
"Apa kalian berdua benar ingin melawan Pak Arnav?Kita harus bisa membuktikan,kalau cinta itu penting dalam hidup kita,terutama untuk memberi semangat dalam pekerjaan kita!"Imbuh Jihan,yang tersenyum ke arah Agnes,
Agnes melirik Kevin,begitu juga sebalik nya,ke dua nya terlihat bingung dengan ucapan Jihan barusan.
"Kalian ingat,konsep proyek baru kita yang di terima Pak Arnav,berkaitan dengan cinta?menurut penglihatan Ku kalian berdua lebih cocok membantu Pak Arnav dalam mengerjakan proyek itu!"
"Kenapa harus Kami?"Kevin terlihat bingung,
"Kalian berdua adalah pasangan,bukan kah,kalian berdua akan memiliki ide-ide yang menarik untuk di katakan.Kalian berdua bisa katakan pada ku,nanti Aku akan sampaikan kepada Pak Arnav!"
"Tunggu!"Agnes menatap Jihan dengan menyempitkan mata nya,Jihan menaikan satu alis nya,saat melihat raut wajah Agnes.
"Kamu ingin Kita berdua menggunakan arti cinta kita untuk menyelesaikan proyek itu?"Sambung Agnes lagi,
"Setelah Kami membantu Pak Arnav dengan cinta Kami,tiba saat nya dia akan menghancurkan perasaan Kami untuk bersama,setelah dia sadar kalau Kami berdua berpacaran begitu maksud mu?"Sambung Kevin.
"Ini adalah pekerjaaan Kalian,dan cara ampuh untuk melawan peraturan konyol itu!"Timpal Jihan.
"Akan Aku pertimbangkan nya!"Agnes segera pergi meninggalkan meja Jihan,begitu juga Kevin.
"Heeemm..huf!"Jihan menghela nafas nya dengan lega,setelah memberikan pencerahan kepada ke dua sahabatnya itu.
Tepat sore hari,seperti biasa,Jihan segera membereskan barang nya.Lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut.Agnes hanya melihat nya dengan heran.
"Benar-benar mencurigakan !"Cetus Agnes yang mengambil tas,lalu menghampiri Kevin di meja nya.
Melihat Agnes yang sudah siap untuk pulang,Kevin pun segera berdiri dan mengajak sang pacar untuk pulang.
Di tempat lain,Jihan baru saja selesai berbelanja beberapa sayur yang bisa di makan oleh Arnav.
Jihan segera pulang ke apartemen.
Tiba di apartemen,ia melihat tempat itu masih sepi,dan benar saja,Arnav belum kembali dari kantor nya.Jihan segera menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
Selesai masak,Jihan lanjut mandi.Jihan menunggu Arnav di ruang tamu.Namun,tidak ada tanda-tanda kalau Arnav akan segera pulang.
Jihan memeriksa ponsel nya,sudah waktu nya makan malam.Namun,Arnav belum juga tiba di apartemen.
Dengan perasaan yang kesal,menunggu yang tak pasti,Jihan segera berjalan ke arah meja makan.
Jihan duduk di kursi,lalu menatap sayur yang ia masak sudah mulai dingin.
"Eemmm,kenapa Gue harus menunggu nya,bisa jadi,Pak Arnav sudah makan!"Ujar Jihan yang kesal.
Ceklek !
Suara pintu depan,Jihan melirik,ia tahu kalau Arnav sudah kembali.
"Sudah pulang Pak,Ayo,makan sama!"Ajak Jihan,ia belum melihat bayang Arnav yang melangkah masuk,lalu sedikit mengintip,Pria itu baru saja masuk,melepaskan sepatu nya di rak dekat pintu,lalu memakai sendal biasa.
"Aku masak banyak,dan semua bebas kacang merah,jadi aman untuk Bapak!"Sambung Jihan lagi.
singgah sini.👍
Permulaan yang baik
trimakasih thor 🤗
siap" patah hati nii