NovelToon NovelToon
Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Utusan Benua Langit Coba Membeli Gerobak Lin Mo Secara Paksa

Sorak-sorai kemeriahan perayaan di Lapangan Utama Istana Aethelgard masih bergema, namun Lin Mo sudah tidak berada di tengah panggung pualam tersebut.

Setelah menerima [Plakat Emas Kelulusan Langit] dari Utusan Gao Feng yang kini bersikap sangat sopan dan penurut, Lin Mo bersama Vex, Kaelen, dan Lilia memboyong gerobak terbang mereka menuju area Lahan Utama Permanen di pusat Ibu Kota—sebuah kawasan megah seluas puluhan hektar di distrik terdepan yang dianugerahkan langsung oleh Raja Utama Aethelgard.

Di lokasi inilah, ribuan tukang batu dan penyihir konstruksi kerajaan bekerja cepat membangun fondasi Cabang Utama Angkringan Dewa Mo Ibu Kota.

Namun, fokus utama Lin Mo saat ini bukan pada bangunan megah di atas tanah tersebut.

Di area halaman belakang lahan yang sangat luas dan steril dari gangguan publik, Lin Mo berdiri tegap menatap gerobak kayu kesayangannya yang masih mengapung tenang. Panggangan Besi Emas Mistik memancarkan pendaran hangat, menyatu dengan pendaran keemasan dari Plakat Emas Kelulusan Langit yang diletakkan di atas meja gerobak.

"Master Lin Mo..." panggil Lilia lembut, telinga kelincinya berdiri tegak karena penasaran. "Apakah kita benar-benar akan terbang menembus awan menuju Benua Langit bulan depan?"

Vex menepuk dada zirahnya yang tegap, matanya berkilat penuh semangat. "Mau ke Benua Langit, Benua Neraka, atau Ujung Dunia sekalipun, saya siap memotong kayu arang Mistik terbaik untuk panggangan Master!"

Kaelen juga mengangguk mantap sambil memegang sikat pencuci piring ajaibnya. "Saya juga sudah menyiapkan piring-piring pualam tercanggih yang tahan guncangan angin badai awan, Master!"

Lin Mo tersenyum lebar menatap ketiga pengikut setianya. Ia memutar Kipas Bambu Ilahi di jemari tangannya dengan gerakan lincah.

"Bagus! Tapi sebelum kita melintasi Lautan Awan menuju Benua Langit, gerobak kecil kita ini harus kita persiapkan dulu," kata Lin Mo terkekeh santai. "Lautan Awan itu penuh angin badai sihir, tekanan udara tinggi, dan monster-monster terbang. Masa Koki Agung Ilahi Benua jalannya cuma pakai gerobak kayu biasa?"

Lin Mo melangkah maju, memusatkan pikirannya dan memanggil antarmuka transparan dari Sistem.

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: Membuka Fitur Upgrade Utama!]

[Syarat Fitur: Poin Arang di atas 100.000 Poin (Terpenuhi: 105.950 Poin)]

[Opsi Upgrade: 'Gerobak Terbang Level 3' -> 'Kapal Angkringan Terbang Level 4 (Bahtera Ilahi)']

[Biaya Upgrade: 80.000 Poin Arang + Plakat Emas Kelulusan Langit + 10.000 Kristal Sihir Hitam/Murni]

Lin Mo menyunggingkan senyuman tipis. "Sistem, konfirmasi upgrade sekarang juga! Gunakan simpanan kristal sihir hadiah Raja Utama dan Poin Arang!"

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: Upgrade Diproses!]

[Memotong 80.000 Poin Arang & Material Terkait...]

[Sisa Poin Arang: 25.950 Poin!]

BZZZZZZZZTTTTTTT!

Seketika itu juga, langit di atas Lahan Utama Ibu Kota berguncang dahsyat!

Pilar cahaya keemasan yang sangat besar meluncur turun dari angkasa, mengurung Gerobak Terbang Lin Mo dalam lingkaran energi Ilahi yang berkobar-kobar! Panggangan Besi Emas Mistik meledak dalam pendaran Api Arang Ilahi, menyerap kayu cendana Mistik, kristal sihir, dan struktur batu pualam sekitar!

"Uwoooogh! Apa yang terjadi?!" jerit Utusan Gao Feng yang baru saja tiba di lokasi bersama dua pengawal tuanya. Matanya melotot lebar menyaksikan fenomena langka tersebut.

Gerobak kayu sederhana milik Lin Mo secara ajaib membesar dan bertransformasi di tengah gulungan api keemasan!

Kayu-kayu di tubuh gerobak berubah menjadi [Kayu Cendana Suci Surgawi] berwarna cokelat keemasan yang melapisi lambung kapal raksasa sepanjang lima puluh meter. Roda-roda kayu berubah menjadi empat buah [Pendorong Pusaran Api Arang], sementara panggangan besinya bertransformasi menjadi [Anjungan Panggangan Otomatis Raksasa] berhiaskan ukiran naga dan phoenix di bagian depan kapal!

Tirai-tirai sutra merah bersulam benang emas terbentang anggun di sepanjang geladak, dan di bagian atas kapal, berkibar megah sebuah panji raksasa bergambar seikat sate emas dan kipas bambu [Bahtera Angkringan Dewa Mo Level 4]!

BUMMMMMMM!

Hawa aura keagungan yang sangat dahsyat terpancar dari Kapal Angkringan Terbang tersebut, membuat atmosfer di seluruh Ibu Kota Kerajaan Aethelgard terasa penuh kehangatan dan vitalitas murni!

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: UPGRADE BERHASIL!]

[Selamat! Anda Kini Memiliki: 'Bahtera Angkringan Terbang Level 4 (Bahtera Dewa Mo)']

[[Fasilitas Baru]]

[Anjungan Panggangan Otomatis Level 4 (Sanggup memanggang 500 tusuk sate secara bersamaan dalam 3 detik)]

[Kulkas Es Mistik Ruang Tiga Dimensi (Kapasitas Bahan Baku Tanpa Batas)]

[Perisai Api Arang Pemurni (Tahan Terhadap Serangan Sihir Tingkat Dewa & Badai Awan)]

[Ruang Makan Geladak Mewah (Kapasitas 100 Meja Pelanggan)]

[Kamar Tidur VIP & Ruang Khusus Staf]

"L-Luar biasa..." gumam Utusan Gao Feng gemetaran, dadanya naik turun melihat kapal megah di hadapannya. "Ini bukan sekadar kapal terbang... Ini adalah [Bahtera Kuliner Ilahi] yang bahkan lebih megah dari Kapal Kerajaan Penguasa Benua Langit!"

Lin Mo melompat ringan naik ke atas geladak kapal barunya, mengibaskan Kipas Bambu Ilahinya dengan sangat puas.

"Wah, tempat jualan kita sekarang makin luas dan nyaman nih," kata Lin Mo terkekeh ramah. "Lilia, Vex, Kaelen! Ayo naik! Kita uji coba fasilitas baru kapal ini!"

"Siap Master!" jerit ketiga pengikutnya gembira melompat naik ke geladak.

Namun, saat Lin Mo sedang mengagumi interior kapal barunya, dari pintu gerbang Lahan Utama, berlari masuk seorang prajurit pengawal istana dengan wajah panik dan napas terengah-engah.

"Master Lin Mo! Celaka, Master!" teriak prajurit itu berlutut terengah-engah.

Lin Mo menoleh, menaikkan sebelah alisnya. "Ada apa, Paman Prajurit? Kenapa panik begitu?"

"I-Ibu Kota bagian Timur... Sisa-sisa Faksi Sekte Bintang Gelap yang bersembunyi di hutan batas kota melepaskan [Monster Kelabang Purba Beracun Tingkat Bintang]!" jerit prajurit itu panik.

"Monster itu mengamuk dan merusak gerbang timur! Racun hijau busuknya membakar benteng dan membuat ratusan prajurit terinfeksi racun mematikan! Jenderal Valerie dan Kapten Boris sedang menahan mereka, tapi monster itu terlalu tangguh!"

Mendengar laporan tersebut, Utusan Gao Feng langsung melangkah maju dengan wajah serius.

"Master Lin Mo," kata Gao Feng cepat. "Sekte Bintang Gelap adalah musuh bebuyutan seluruh Benua! Biarkan hamba dan pengawal hamba terbang ke sana menggunakan Kapal Terbang Suci kami untuk memusnahkan monster itu!"

Namun, Lin Mo justru tersenyum santai sambil menepuk-nepuk panggangan raksasa di anjungan kapal barunya.

"Eits, tidak usah repot-repot pakai Kapal Terbang Suci kalian, Mas Gao Feng," kata Lin Mo mengedipkan sebelah matanya.

"Kapal baru kita ini baru saja selesai di-upgrade. Bukankah ini momen yang sangat pas buat melakukan tes terbang sekaligus 'memanggang' monster mengganggu itu?" ujar Lin Mo terkekeh.

Gao Feng membelalak terkejut. "M-Memanggang monster Kelabang Purba Beracun?!"

Lin Mo berbalik menatap Vex dan Kaelen. "Anak-Anak! Nyalakan Mesin Pendorong Pusaran Api Arang Level 4! Target: Gerbang Timur Ibu Kota!"

"Siap dilaksanakan, Master!"

BZZZZZZZZTTTTTTT!

Empat pendorong panggangan di bagian bawah Bahtera Dewa Mo meledak dalam gulungan api keemasan! Kapal raksasa sepanjang lima puluh meter itu melesat ke udara dengan kecepatan luar biasa, membelah angkasa Ibu Kota Aethelgard bagaikan kilat keemasan yang sangat megah!

Beberapa saat kemudian... [Gerbang Timur Ibu Kota Aethelgard.]

Suasana di benteng timur sangat mencekam dan kacau.

Asap hijau pekat berbau busuk membumbung tinggi ke udara. Sebuah monster kelabang raksasa sepanjang lima puluh meter dengan sisik hitam legam beracun dan ratusan kaki tajam bagaikan tombak Kelabang Purba Beracun Bintang Tiga sedang meraung murka sambil merobohkan dinding batu benteng!

Brak! BAMMMMM!

"Tahan! Jangan biarkan racun hijau itu menyebar ke pemukiman warga!" raung Jenderal Valerie dengan zirah emasnya yang sudah ternoda jelaga hitam. Ia mengibaskan pedangnya, memuntahkan tebasan sihir api, namun tebasan itu hanya menimbulkan goresan tipis pada sisik keras sang monster.

Di sampingnya, Kapten Boris memegang kapak raksasa, terengah-engah menahan gempuran ribuan anggota Sekte Bintang Gelap bersenjata racun.

"Khaha! Mampus kalian semua!" raung pimpinan Sekte Bintang Gelap cabang Timur—seorang pria bertopeng tengkorak berjanak racun. "Perdana Menteri Vane boleh gagal di istana, tapi kami akan menghancurkan Ibu Kota ini dari gerbang luar!"

Monster Kelabang Purba mendongakkan kepalanya yang mengerikan, membuka mulutnya yang penuh taring beracun, dan siap menyemburkan gelombang

[Lautan Racun Hijau Pembakar Jiwa]

ke arah Jenderal Valerie dan puluhan ribu rakyat di balik benteng!

"Awas! Banting perisai!" jerit Valerie cemas.

Namun, tepat sebelum semburan racun hijau itu meletus—

FWOOOOOOOOSHHHHH!

Bayangan raksasa yang sangat megah meluncur turun menutupi seluruh angkasa di atas Gerbang Timur!

Sebuah kapal kayu cendana raksasa berhiaskan panggangan naga emas membelah kabut racun hijau, berdiri melayang dengan gagah tepat di antara monster kelabang dan pasukan benteng!

"A-Apa itu?!" jerit pimpinan Sekte Bintang Gelap melotot terperanjat. "Kapal raksasa dari mana itu?!"

Dari atas anjungan kapal megah tersebut, berdiri Lin Mo yang sedang santai memutar Kipas Bambu Ilahinya. Di sampingnya, Lilia, Vex, Kaelen, dan Gao Feng menatap ke bawah dengan pandangan penuh percaya diri.

"Halo Jenderal Valerie! Halo Paman Boris!" sapa Lin Mo ramah dari atas geladak sambil melambaikan tangannya. "Sori ya agak terlambat, tadi baru selesai modif kapal jualan!"

Jenderal Valerie dan Kapten Boris membelalak tak percaya. "M-Master Lin Mo?! Kapal raksasa itu... milik Anda?!"

Monster Kelabang Purba merasa terganggu oleh kehadiran kapal Lin Mo. Ia meraung murka, memutar tubuh raksasanya dan menyemburkan gelombang racun hijau pekat langsung ke arah anjungan Bahtera Dewa Mo!

"Master Awas!" jerit Gao Feng cemas.

Namun, Lin Mo hanya tersenyum tipis. "Perisai Api Arang Pemurni, Aktifkan!"

PING!

BZZZZZZT!

Lingkaran pelindung api keemasan transparan membungkus seluruh Bahtera Dewa Mo! Begitu semburan racun hijau busuk itu menyentuh perisai api Lin Mo

Cusssssssss!

Racun mematikan itu seketika menguap hancur menjadi asap harum beraroma jeruk nipis manis, sama sekali tidak sanggup menembus kapal Lin Mo sedikit pun!

"M-Mustahil! Racun Bintang Tiga dikalahkan begitu saja?!" jerit pimpinan Sekte Bintang Gelap histeris.

Lin Mo melangkah mendekati panggangan naga emas di anjungan kapal. Ia memutar Kipas Bambu Ilahinya dengan gerakan tari yang sangat anggun dan perkasa.

"Sistem! Analisis bahan baku dari monster Kelabang Purba itu!" perintah Lin Mo batinnya.

PING!

[Analisis Sistem Selesai!]

[Target: Kelabang Purba Beracun]

[Bagian Daging: Daging Kaki Kelabang mengandung protein Mistik sangat tinggi (Setara Daging Udang Lobster Surgawi)]

[Rekomendasi Resep: 'Sate Lobster Kaki Kelabang Panggang Bumbu Pedas Manis Taichan'!]

"Oho... Daging kakinya mirip lobster toh?" kata Lin Mo tersenyum lebar. "Wah, sayang banget kalau tidak dimanfaatkan jadi pasokan stok sate baru!"

Lin Mo mengacungkan Kipas Bambu Ilahinya ke arah monster kelabang di bawah.

"Vex! Gunakan [Jurus Pemotong Arang Ilahi]! Potong seratus kaki kelabang itu sekarang juga!" seru Lin Mo.

"Siap dilaksanakan, Master!"

Vex melompat dari geladak kapal, mengayunkan kapak pemotong kayunya dalam tebasan kilat keemasan!

Sret! Sret! Sret! Sret!

Hanya dalam sekejap mata, seratus kaki raksasa milik Kelabang Purba terpotong rapi dari tubuhnya tanpa merusak jaringan daging di dalamnya!

"GYAAAAAAARGH!" monster kelabang raksasa meraung kesakitan, tubuh raksasanya tumbang bergulingan di tanah!

Seratus potongan kaki kelabang raksasa itu melayang naik ke udara, ditarik oleh daya hisap [Kulkas Es Mistik Tiga Dimensi] milik kapal Lin Mo!

Sret! Sret! Sret!

Pisau dapur otomatis Sistem bekerja kilat menguliti sisik keras kaki kelabang tersebut, memunculkan potongan-potongan daging putih bersih yang sangat kenyal dan juicy bagaikan daging lobster kelas atas!

Lin Mo menyiramkan racikan bumbu Taichan Pedas Manis Ilahi perpaduan cabai petir Mistik, perasan jeruk nipis suci, dan minyak wijen Mistik ke atas potongan daging lobster kelabang tersebut, lalu menancapkannya pada puluhan tusukan bambu Mistik raksasa!

Lin Mo melemparkan tusukan sate raksasa itu ke atas Anjungan Panggangan Otomatis Level 4!

BREEESSHHH!

[Api Arang Ilahi Penakluk Segala Real] menyambar seluruh tusukan sate tersebut secara bersamaan!

Lin Mo mengibaskan kipas bambunya dengan gaya memutar yang sangat kuat.

"Jurus Angkringan Ilahi Level 4: Asap Taichan Lobster Pemurni Bumi!"

FWOOOOOOOOSHHHHH!

Gumpalan asap merah keemasan yang sangat tebal, wangi, dan memancarkan sensasi pedas gurih menyegarkan membumbung tinggi dari panggangan Bahtera Dewa Mo! Asap harum itu menyapu seluruh area Gerbing Timur Ibu Kota!

Sssttt... Sssttt...

Minyak gurih dari daging kelabang yang meleleh berdesir pelan di atas bara api arang. Keharuman pedas menyegarkan cabai petir bersatu dengan kelezatan daging lobster panggang yang gurih renyah menyapu atmosfer!

BUMMMMMMM!

Aroma dahsyat itu tidak hanya menggugah selera, namun uap [Api Arang Ilahi] di dalam asap tersebut membakar dan memurnikan seluruh asap racun hijau yang memenuhi area benteng!

"A-Aroma apa ini?!" jerit ribuan prajurit dan warga yang terinfeksi racun. Begitu mereka menyerap uap harum Taichan Lobster Lin Mo, rasa sakit dan racun di dalam tubuh mereka seketika lenyap musnah, digantikan oleh kesegaran tubuh yang luar biasa!

Bahkan pimpinan Sekte Bintang Gelap dan pasukannya mendadak berlutut di tanah, memegang perut mereka yang berbunyi nyaring karena lapar yang amat sangat!

"G-Gurih sekali... Pedasnya menyegarkan sekali... Aku... Aku mau makan sate itu!" jerit pimpinan Sekte Bintang Gelap menangis histeris kehilangan kehendak bertarungnya!

Lin Mo mengangkat lima puluh tusuk [Sate Lobster Kaki Kelabang Bumbu Taichan] yang sudah matang sempurna dagingnya putih kemerahan berkilat minyak bumbu yang sangat juicy.

Ia mengibaskan kipas bambunya ke depan. "Vex! Kaelen! Lemparkan sate ini ke bawah untuk para prajurit dan warga yang kelelahan!"

"Siap Master!"

Puluhan tusuk sate Taichan Lobster meluncur turun bagaikan hujan bintang keemasan, mendarat tepat di tangan Jenderal Valerie, Kapten Boris, dan para prajurit benteng!

Jenderal Valerie menggigit setusuk Sate Taichan Lobster tersebut.

Krikkk! Juicccy!

"UWOOOOOOOOGH!"

Kerenyahan daging lobster kelabang yang sangat kenyal bercampur dengan sensasi pedas asam menyegarkan dari bumbu Taichan meledak dahsyat di dalam mulut Sang Jenderal! Kekuatan sihirnya yang terkuras seketika pulih seratus persen, bahkan staminanya melambung tinggi!

"Enak sekali! Ini adalah sate paling renyah dan menyegarkan yang pernah ada!" jerit Valerie bahagia.

Sementara itu, monster Kelabang Purba yang tersisa tubuhnya tanpa kaki, menatap panggangan Lin Mo dengan mata melotot liar. Aroma gurih sate dari kakinya sendiri justru membuat monster itu lupa rasa sakitnya dan bergerak mendekati kapal Lin Mo sambil meneteskan air liur beracunnya!

Lin Mo menyunggingkan senyuman dingin.

"Masih mau minta dipanggang seluruh tubuhmu?" kata Lin Mo halus.

Lin Mo menghentakkan Kipas Bambu Ilahinya ke anjungan kapal.

"Pusaran Api Arang Level 4: Pemusnahan Total!"

BZZZZZZZZTTTTTTT!

Panggangan naga emas memuntahkan gelombang naga api keemasan raksasa yang meluncur deras menghantam sisa tubuh monster Kelabang Purba dan pasukan Sekte Bintang Gelap!

BUMMMMMMMMMMMMMMM!

Dalam satu gempuran api keemasan murni, monster kelabang purba dan sisa pasukan Sekte Bintang Gelap lenyap terbakar menjadi abu arang putih bersih tanpa meninggalkan jejak racun sedikit pun!

Ancaman terakhir di Ibu Kota Kerajaan Aethelgard berhasil dimusnahkan total hanya dalam hitungan menit!

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: PENUMPASAN SEKTAN BINTANG GELAP SELESAI!]

[Hasil: Pembersihan Total Wilayah Ibu Kota Aethelgard!]

[Menerima Hadiah Misi:]

[Poin Arang +20.000]

[Resep Baru Terbuka: 'Sate Lobster Kaki Kelabang Bumbu Taichan Ilahi']

[Reputasi MC di Benua Bawah: Murni 100% (Legenda Ilahi)]

[Total Poin Arang Saat Ini: 45.950 Poin!]

Seluruh prajurit, Jenderal Valerie, Kapten Boris, dan warga Ibu Kota bersorak-sorai histeris mengelu-elukan nama Lin Mo dari bawah benteng!

"Hidup Master Lin Mo!"

"Hidup Bahtera Dewa Mo!"

Utusan Gao Feng yang berdiri di samping Lin Mo di atas geladak kapal bersujud merapatkan dahinya ke lantai kayu cendana, matanya berbinar-binar penuh rasa hormat yang mutlak.

"Master Lin Mo..." kata Gao Feng dengan suara gemetaran tulus.

"Dengan Bahtera Dewa Mo ini dan keajaiban kuliner Anda... Perjamuan Para Dewa Kuliner di Benua Langit bulan depan tidak akan sekadar menjadi kompetisi biasa... Anda akan menjadi Penguasa Kuliner Tunggal di Alam Atas!"

Lin Mo mengibaskan Kipas Bambu Ilahinya santai, menatap ke arah lautan awan keemasan yang membentang tinggi di angkasa.

Ia menyunggingkan senyuman paling percaya diri dan hangat.

"Benua Langit... Siap-siap ya! Angkringan Dewa Mo datang membawa asap sate paling harum di seluruh benua!" seru Lin Mo mantap.

Bahtera Angkringan Terbang Dewa Mo memutar haluannya dengan megah, melayang anggun di atas Ibu Kota Kerajaan Aethelgard, siap memulai perjalanan legendarisnya melintasi lautan awan menuju Benua Langit!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!