NovelToon NovelToon
Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Komedi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: @Alyazahras

Kisah ini dibumbui dengan air mata, emosi, kesabaran, perjuangan, kecerdasan, dan permainan otak.

Berawal dari dilecehkan calon suaminya, hamil, lalu keguguran, dijebak sampai terkena sindrom trauma pelecehan seksual dan dikhianati orang-orang kepercayaan sampai gagal menikah di hari-H. Tidak hanya disitu, setelah dia menikah dengan pemuda kaya nan rupawan dari Negeri Ginseng yang telah menyelamatkan hidupnya, wanita ini harus menghadapi beberapa wanita pengganggu yang sering kali ingin merebut suami berharganya. Namun, saat ini tidak mudah untuk berhadapan dengannya, karena dia wanita tangguh, cerdik dan pandai bersilat lidah.

Aku sarankan jangan mengusik ketenangannya, apalagi sampai berniat merebut suaminya! Kalau tidak, hidup kalian akan dibuat merana seperti para pelakor yang ada di dalam cerita ini. Yuk, simak, cerita yang bikin greget gemes degdeg serrr ini...

...

Mampir juga ke karyaku yang lainnya, 'Istri Kecil Yang Nakal' sangat direkomendasikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Alyazahras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan

.

Alice mematikan pendengarannya, ia benar-benar ketakutan saat itu. Keringat dingin mulai bermunculan, yang ada di pikirannya hanyalah, bagaimana? bagaimana? dan bagaimana?

Kadita beranjak berjalan mendekati Alice yang sedang mematung memunggunginya.

"Hey, Alice?" panggilnya lagi sambil memutar paksa tubuh Alice.

Alice hanya tertunduk ketakutan, wajahnya sangat pucat, pinggangnya pun terlihat membengkak, tidak selangsing biasanya.

"Duduklah. Ayo, bicara jujur padaku," katanya sambil terus menatap curiga.

Dag, dig, dug.

Jantung Alice serasa hampir copot. Ia benar-benar panik, entah harus beralasan apalagi, karena sudah benar-benar terpergoki.

Alice pun duduk di tepi ranjang, sambil memainkan jari tangannya.

"Alice, apa kau hamil?" tanya Kadita yang saat itu tengah berdiri dengan tangan yang dilipat di atas perutnya.

Deg.....

Kedua bola mata Alice terbelalak, keringat dingin semakin membasahi tubuhnya, tangannyapun sudah dingin membeku. Ia mati kutu saat ini.

"Jawab dengan jujur, Alice ! Apa kau hamil?" tanya Kadita yang mulai kesal dengan kebisuan Alice.

"Ya !" ucapnya singkat. Seketika air mata Alice mengalir. Kadita terkejut, matanya membulat dengan sempurna. Percaya tak percaya, tapi itulah pengakuannya.

Ingin sekali ia mencaci maki Alice atas perbuatan tercelanya itu, tapi melihat tubuh Alice gemetar hebat ketakutan, Kadita merasa kasihan padanya.

Kadita menghela nafas yang terasa berat, ia menepuk jidatnya. Kemudian, Kadita menutup dan mengunci pintu kamar rapat-rapat.

"Siapa? ... Siapa laki-laki yang sudah berani menghamilimu?" tanyanya, dengan raut wajah sangat marah.

Alice hanya menangis terisak isak di tepi ranjang. "Aku tidak bisa mengatakannya pada Kakak," ucapnya pilu.

Kadita semakin emosi. "Apa kau mau, aku memberi tahu ayah dan ibumu tentang kehamilan ini?" ancamnya.

Alice mendongakkan wajahnya, ia menatap takut. "Tidak !" Kemudian, ia berlari menjejakan kedua lututnya di hadapan Kadita. "Tidak, Kak. Jangan beritahu ayah dan ibu... aku mohon jangan." Air mata Alice mengalir semakin deras.

Kadita pun merasakan sedih yang Alice rasakan. Ia mengangkat tubuh Alice untuk berdiri.

"Sekarang jujur padaku. Katakan siapa ayah dari bayi ini?" tanyanya dengan suara lirih.

Alice mengusap air matanya. Wajahnya sudah sangat merah karena kesedihan dan ketakutan yang teramat dalam dirasakan.

"Dia ... dia adalah Kak Leo," ucapnya sambil tertunduk ketakutan.

Kadita membatu dengan kedua mata yang membulat. "Apa ! Leo? Leo yang mana yang kau maksud?" Kerutan di dahinya sudah bukan main.

"Direktur utama Mord Grup,"

Brak...

Kadita menghentakkan tubuhnya ke dinding, dengan tatapan kosong melompong.

"Leomord? Ba-bagaimana mungkin?" Mata Kadita melirik cemas. "Bagaimana mungkin kau dan dia ...." Kadita Menyengkram keras rambutnya sendiri. Ia benar-benar tak habis pikir bagaimana hal itu bisa terjadi.

"Alice ! Kau tahu kan, Leo itu tunangan Esmeralda, dan Esme adalah sahabatku. Mereka akan menikah beberapa hari lagi !" kecamnya penuh emosi.

Tangisan Alice semakin menjadi. Ia benar-benar telah pasrah dengan keadaannya saat ini.

"Satu tahun yang lalu, aku bertemu dengan Kak Leo. Aku memang sudah tahu, dia memiliki kekasih di Amerika, dan dia sudah berjanji akan memutuskan hubungan dengan kekasihnya. Tapi, aku tidak tahu kekasihnya itu ternyata adalah Kak Esme," jelasnya dengan deraian air mata.

"Kalau sudah tahu dia memiliki kekasih, kenapa masih bersamanya? ... Alice, aku kira kau adalah wanita yang bermartabat. Bisa-bisanya kau menjadi wanita yang seperti ini sekarang !" geram Kadita dibalut emosi.

"Ya, aku mengakui kesalahanku. Lalu, sekarang aku harus bagaimana Kak? Aku tidak menginginkan anak ini ! Kakak harus membantuku menggugurkan kandunganku," ucap Alice tanpa sadar.

Kadita langsung menoleh tajam ke arahnya.

"Apa? Dasar gila ! Apa kau sadar, dengan yang kau ucapkan itu? Kau mau membunuh bayi yang tidak berdosa ini?... Alice, kau harus mempertanggung jawabkan atas semua tindakan yang telah kau perbuat !" Kadita semakin memanas.

"Tapi, sebentar lagi aku akan lulus sekolah. Aku tidak mau berhenti begitu saja !" katanya dengan air mata yang tak kunjung mereda.

"Arrgh !! Sudah tahu kau masih sekolah, sudah tahu kau akan lulus sebentar lagi, apalagi kau ini adalah anak seorang Gubernur. Tapi, kenapa kau melakukannya dengan Leo bahkan sampai hamil seperti ini? Apa kau tidak berpikir panjang sebelum melakukan itu dengannya? Apa kau tahu, yang kau lakukan itu adalah sebuah dosa besar?" ucap Kadita sedikit meninggi.

Tubuh Alice semakin bergetar hebat, ia menggigit jari jemari tangannya. Tangisannya kembali mengguyur deras.

"Aaaa... 😭 Kakak, aku mohon. Jangan terlalu menyudutkan aku, aku sudah sangat membatin karena semua ini. Aku tahu... aku sudah menyadari kesalahanku. Tapi, aku ingin menuntaskan sekolahku dulu."

Kadita menyapu kasar wajahnya.

"Berapa bulan usia kandunganmu?" tanyanya tergesa-gesa.

Tubuh Alice bergetar, nafasnya terengah-engah.

"A-aku sudah telat datang bulan sekitar tiga bulan."

Kadita terbelalak. "Apa? Tiga bulan? Itu... itu sudah lumayan besar. Lalu, berapa bulan lagi kau lulus sekolah?" tanyanya lagi.

Alice menghapus air matanya. "Ujian Nasional akan di adakan dua bulan mendatang," jawabnya gugup.

"Lalu, saat ini dimana Leo?"

"Kak Leo dan yang lainnya sudah menuju ke pantai," jawab Alice tanpa sadar, sambil menggigit bibir bawahnya.

"Yang lainnya? Yang lainnya siapa?" Kadita mengernyit dibuat semakin penasaran.

"Mm... Ny.Hilda, Lolyta dan Balmond," ucapnya lirih sambil menutup kedua matanya.

"Mereka... bukankah mereka semua itu keluarga Esme?" Kadita semakin panik.

Alice pun mengganggukan kepalanya perlahan.

Betapa terkejutnya Kadita dengan semua kenyataan pahit yang menimpa sahabatnya itu. Lututnya bergetar hebat, Kaditapun terjatuh ke lantai dengan tatapan tak percaya.

"Jadi... keluarganya-pun tahu hubungan gelapmu dengan Leo?"

Mau tak mau Alice mengakui semuanya di hadapan Kadita. Ia mengangguk untuk jawabaannya. "Tapi, mereka tidak tahu kalau aku sedang hamil."

Kadita menyandarkan punggungnya ke dinding, tubuhnya tak kuasa mendengar semua pengakuan gila dari Alice.

Ternyata kehidupan Esme lebih menyakitkan dari kehidupannya.

Ya Tuhaannn !! Tidak bisa aku bayangkan jika aku menjadi Esme. Betapa sakitnya jika dia mengetahui semua ini. (Batin Kadita yang merasakan kesedihan yang begitu pilu untuk sahabatnya)

"Aku tak habis pikir. Ini benar-benar gila. Esme juga bagian dari keluarganya, tapi kenapa keluarganya malah menutupi itu semua dari Esme?" Kadita sudah tak bertenaga, pandangannya kosong melompong.

Alice menundukkan kepalanya. Ia benar-benar merasa sangat bersalah sekarang.

"Perusahaan ayahnya akan bangkrut. Kak Leo menyumpalnya dengan memberikan mereka jaminan hidup," jelasnya singkat. "Kakak, kau harus membantuku memutuskan hubungan Kak Leo dengan Kak Esme," pintanya tidak tahu malu.

Kadita lagi-lagi menoleh tajam ke arahnya.

"Memutuskan hubungan Leo dan Esme? Heh...." Ia menunggingkan senyumnya.

"Leo tidak akan mungkin melepaskan Esme begitu saja. Apa kau tahu penyebabnya?" Alice langsung menggelengkan kepalanya.

"Saat ini Esme adalah aset perusahaan yang berharga. Kinerjanya sangat bagus dan sudah terlihat nyata hasilnya. Dia bisa memulihkan kembali bisnis yang hampir bangkrut dalam waktu kurang dari satu bulan. Kehadiran Esme adalah sebuah keuntungan besar untuk bisnisnya, juga bisa memajukan perusahaannya. Jadi, aku berpikir Leo tidak akan melepaskannya dengan mudah."

Alice terkejut mendengarnya. "Lalu... bagaimana dengan nasibku?" Ia pun menjatuhkan tubuhnya ke lantai, perasaannya benar-benar sangat kacau berantakan. Merasa dirinya sedang berada di titik paling rendah.

"Kalian hanya di peralat saja olehnya. Aku tidak menyangka, Leo ternyata lelaki ******** yang seperti itu ! Tega sekali dia menyelingkuhi sahabatku dan membuat keponakanku hamil ! Dasar keparat !!!" Kadita beranjak sambil mengepalkan kedua tangannya. Amarahnya sudah terlihat sangat jelas diwajahnya.

"Cepat, kemasi barang bawaanmu. Kita kepantai sekarang !" katanya, dengan nafas yang terengah-engah penuh emosi.

"Aku ingin melihat ekspresi terkejutnya Leo, saat dia melihat kau dan aku datang bersama kesana." Kadita memendam kebencian yang begitu mendalam pada Leo.

...

BERSMABUNG !!!

Mana tanda penghargaannya nih, hikss...

Like, Komentar & Vote ❤

1
Eni Etiningsih
BEST POKOKE..!!
Eni Etiningsih
hadeehhh..🤦‍♀️
Eni Etiningsih
thor, menyunggingkan senyum, bukan nungging
Eni Etiningsih
jengkol...ooo.... jengkol..!!
Eni Etiningsih
jengkol berbentuk 🤎🤎🤎🤎
Eni Etiningsih
GOOD..!!
Eni Etiningsih
seh bengung aku nya..
Nurma sari Sari
apa alucard gk tau kalau Ara juga sdh hampir menjerumuskan Esme dengan memberii obat perangsang untuk diserahkannya pada Leo, seharusnya alucard tau seberapa jahatnya Ara ingin menghancurkan esme
Nurma sari Sari
hadeeew......yg katanya kuat bisa mengatasi segalanya ternyata oleng juga 🤭🤭
Nurma sari Sari
Esme sok jagoan kalau trauma lagi bisa2 langsung masuk rumah sakit jiwa
Nurma sari Sari
Esme bukan wanita yg pintar, cuma nasibnya aja yg lagi baik, seandainya gk ada Hanabi selesai sudah Esme disantap sama laki2 bangkotan, jadi Esme itu gk ada pintar sedikitpun kalau BODOH iyaaa......
Nurma sari Sari
sebenarnya Esme itu bodoh bukan pintar, cuma keberuntungan aja yg menyelamatkan dia.
Nurma sari Sari
apa mungkin Leo yg begitu mencintai Esme sanggup untuk menyakiti Esme, kalau hanya untuk merampas Esme dari alucard mungkin dia setuju
Nurma sari Sari
ya ampun sampai kering gigi ketawa,....
Nurma sari Sari
ya ampun dari bab diatas aku ngakak sampai GK bisa komen...🤣🤣🤣
Nurma sari Sari
nah begitu baru tegas, jangan terlalu kemah dengan pelakor, jangan dikasih hati nanti dia malah minta jantung, dikasih pundak semakin ngelunjak dia akan naik lagi nginjek kepala....
Nurma sari Sari
kok pelakor GK ada habisnya pelakornya itu2 juga, anak yg baru lulus SMA aja sdh pintar main trik mau jadi pelakor, Esme yg bodoh mau aja dikadali sama Loly, sdh tau penghianat masih juga dikasih hati.
Nurma sari Sari
Esme belagak seperti jagoan aja yg bisa mengatasi setiap masalah, kejadian pemerkosaan itu apa GK dijadikan sebuah pelajaran yg hampir membuat Dia gila, seharusnya kalau sdh pernah troika itu dia akan takut pergi kemana2 sendirian, berada didalam rumah sendirian pun Asti akan ketakutan, ini malah menantang ingin pergi sendiri tanpa pengawalan, berrti Esme ini bukan trouma dengan kejadian kemaren, aneh.....
Nurma sari Sari
Leo GK akan nyakiti secara fisik pada ismi, karena Leo juga sebenarnya sangat mencintai ismi, karena ambisi Leo yg ingin menjadi orang sukses dan kaya raya membuat dia menghalalkan segala cara secara tidak langsung menyakiti perasaan Esme juga, karena trouma Leo dikehidupan dimasa kecilnya yg hidup miskin disaat ada peluang dan kesempatan membuat dia lupa diri dan salah melangkah.
Nurma sari Sari
Leo percaya diri banget kalau dia menganggap Esme begitu ciinta matinya sama dia sampai dia menganggap Esme GK mungkin berpaling dari dia. seenaknya kamu menghianati Esme karena kamu merasa Esme begitu mencintai kamu, makanya kamu berulang kali menyakiti dan menghianati Esme, kamu anggap hati Esme terbuat dari batu karang yg gk akan hancur sekalipun berkali2 diterpa ombak, percaya diri banget Leo kalau cuma hanya dia yg bisa memiliki Esme. kamu pasti menyesal setelah Esme berpaling dari kamu Leo..,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!