Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Tahun Ajaran Baru
Hari pertama masuk sekolah pun tiba. Desi dan anak-anaknya menyambut dengan suka cita. Apalagi si cantik Aqilla, dia senang sekali mulai bersekolah. Desi meminta tolong mbok Muna untuk mengantar jemput Aqilla. Apalagi seminggu pertama Aqilla sekolah, Desi meminta mbok Muna untuk nungguin Aqilla di sekolah. Alhamdulillah, mbok Muna mau, dia malah senang katanya masih dipercaya menjaga Aqilla.
Kegiatan hari pertama di sekolah TK Aqilla divideokan oleh guru nya sehingga para orang tua murid yang tidak bisa melihat pun bisa tahu dan melihat video tersebut. Desi senang bisa mengetahui kegiatan hari pertama di sekolah Aqilla.
Sekolah TK di tempat Aqilla sekolah cukup favorit. Muridnya pun banyak. Bayaran sekolah nya juga lumayan, karenanya Desi harus bekerja keras untuk bisa membayar uang bulanan sekolah nya Aqilla. Untung saja, kedua anaknya yang di SD tidak ada bayaran. Kalau SD gratis karena sudah ditanggung oleh pemerintah melalui dana BOS.
Kegiatan hari pertama di sekolah Desi adalah kegiatan MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ). Seluruh siswa dari kelas 1-6 harus mengenal lingkungan sekolahnya dengan baik. Terutama siswa kelas 1, harus mengenal dimana letak ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, ruang UKS bshkan letak kamar mandi pun harus tau. Karenanya selama seminggu ini, mereka dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan tentang sekolah mereka yang baru agar mereka lebih mengenal sehingga akhirnya lebih mencintai sekolah mereka dan mau menjaganya.
Kegiatan MPLS untuk siswa kelas 1 berlangsung selama 1 minggu, sedangkan untuk kelas 2-6 hanya selama 3 hari. Setelah itu, mereka belajar seperti biasa. Desi sebagai wali kelas 3 juga melakukan kegiatan MPLS untuk siswa-siswa yang dia pegang tahun ajaran baru ini. Apalagi peralihan dari kelas 2 yang sebelumnya jam belajarnya tidak full setengah hari, kini mereka di kelas 3 harus terbiasa dengan bertambahnya jam belajar dari pukul 7 pagi sampai pukul 12 siang. Sesuatu yang tidak mudah bagi anak-anak kelas 3 yang baru.
Akhirnya, kegiatan MPLS hari pertama selesai. Selama kegiatan ini berlangsung, anak-anak pulang nya masih lebih awal. Setelah memulangkan murid-muridnya, Desi mencari kedua anaknya. Setelah bertemu, dia mengajak anaknya makan bekal yang dia bawa. Karena jam pulang sekolah jam 2 siang jadi Desi selalu membawa bekal untuk dimakan sekitar jam 12 siang. Jadi nanti pas pulang, sampai di rumah tinggal istirahat karena sudah makan di sekolah.
Selesai makan siang, Desi menyuruh Bagas dan Rafi untuk solat zuhur. Kemudian habis solat baru boleh bermain kembali.
Akhirnya, jam pulang sekolah tiba. Desi dan anak-anaknya bersiap-siap untuk pulang. Seperti biasa, sebelum pulang Desi menjemput si cantik Aqilla di rumah mbok Muna. Saat Desi tiba, Aqilla langsung berlari keluar. Dia sepertinya sangat gembira hari ini.
"Mama....tadi aku sekolah. Aku seneng sekali ma di sekolah. Aku punya banyak temen." , ucap Aqilla gembira.
"Iya sayang. Mama juga sudah lihat video Aqilla di sekolah tadi." , jawab Desi.
"Emang ada videonya ma? Coba aku lihat ma." , tanya Aqilla.
"Iya, nanti di rumah ya. Sekarang kita pulang dulu. Sudah siang nie panas sayang." , jawab Desi.
"Iya mama. Aku juga mau bobo, ngantuk." , jawab Aqilla.
"Mbok...makasih banyak ya, saya pulang ya mbok." , ujar Desi.
Sebelum pulang, tak lupa Desi mengucapkan salam dan dibalas oleh mbok Muna.
Sesampainya di rumah, mereka langsung berganti pakaian dan langsung istirahat tidur. Sore hari, Desi dan anak-anaknya bermain dan bercanda di teras. Mereka tampak gembira. Apalagi Aqilla, dia tidak bosan-bosannya melihat video yang ditunjukkan oleh Desi.
"Mama...bu guruku baik deh. Aku tadi disuruh maju perkenalkan diri. Temen-temen semua tepuk tangan pas aku maju. Aku seneng banget ma." , ucap Aqilla sambil cerita.
"Masya Allah, anak mama hebat. Sudah berani maju ke depan kelas. " , jawab Desi.
"Iya dong ma. Aqilla giti lho....siapa dulu dong mamanya..." , jawab Aqilla."Mama Desi....hehehe..." , jawab Desi.
Mereka berdua lalu tertawa tebahak. Bagas yang mendengarnya pun ikut tertawa.
Hari sudah larut malam, namun Desi belum bisa tidur. Dia masih kepikiran dengan suaminya saat ini. Rasanya terkadang timbul keinginan untuk berpisah, tapi dia masih menghargai 2 keluarga besar. Desi pun masih menyayangi anak-anaknya. Dia takut, jika bercerai justru dia akan berpisah dengan anak-anaknya.
Akhirnya, Desi bisa tidur juga. Dia mecoba melupakan semua masalah yang ada dalam rumah tangganya.
Di tengah malam Desi terbangun, dia habis mimpi buruk. Dia bermimpi, semua anaknya membenci dia karena bercerai. Semua ini semakin membuatnya takut. Akhirnya, Desi menepis jauh-jauh pikiran itu. Mungkin memang sudah takdir nya hidup seperti ini.
Keesokkan harinya, Desi bangun seperti biasa. Menjalani hari tanpa ada beban. Seolah-olah beban yang ada sudah plong. Hilang bersama dengan angin yang menerpa.
Desi merasa lebih baik pagi ini. Ya, kuncinya adalah kesabaran dan menganggap semua yang terjadi adalah takdir terbaik yang harus dia terima dengan lapang dada.
Hari ini, selesai memasak, Desi langsung bersiap-siap berangkat ke sekolah. Tidak lupa, dia membawa bekal yang tadi sudah dia siapkan. Seperti biasa, dia mengantar Aqilla ke rumah mbok Muna dulu baru setelah itu Desi dan kedua anaknya menuju sekolah.
Sesampainya di sekolah, Bagas dan Rafi lamgsung berlari ke kelasnya. Mereka mencari teman-temannya.
"Hai Bagas, gimana kabarnya?" , tanya salah satu sahabat Bagas.
"Baik dong. Nggak lihat nih, muka keren begini." , jawab Bagas membanggakan diri.
"Iya...iya...yang paling keren memang." , jawab temannya lagi.
Saat mereka berbincang-bincang., tiba-tiba terdengar bunyi bel sekolah. Anak-anak pun berlari berhamburan ke dalam kelasnya masing-masing.
MPLS hari kedua berjalan dengan lancar. Desi pun mengajak siswa-siswinya untuk berkeliling sekolah sambil menjelaskan ruangan apa yang mereka kunjungi saat itu. Anak-anak merasa lebih baik dan merasa lebih dihargai. Setelah semua ruangan termasuk kamar mandi dikunjungi, anak-anak pun diperbolehkan untuk beristirahat. Istirahat sekitat 15 menit saja. Habis itu, mereka melanjutkan pelajaran kembali.
Akhirnya, selesai sudah serangkaian agenda di hari kedua. Dan anak-anak pun diperbolehkan pulang. Mereka sangat antusias melaksanakan kegiatan MPLS di hari kedua itu.
Tidak terasa, sudah seminggu berlalu sejak pertama kali masuk sekolah. Dan putri bungsunya Aqilla semakin betah sekolah di TK. Setiap hari, ada saja ulah teman-teman nya yang dia ceritakan yang bikin dia tertawa kadang sampai tertawa terpingkal-pingkal.
Aqilla termasuk anak yang berani, Desi mengakui sifat nya itu. Aqilla cenderung tomboi, mungkin karena kedua abang nya laki-laki semua. Sejak kecil, dia sudah senang bermain bola, tembak-tembakan dan permainan cowok lainnya. Bahkan, ketika dibelikan boneka malah ditendang-tendang, dijadikan bola dan dimainin bersama dengan abangnya Rafi. Namun, Desi sangat menyayangi semua anak-anaknya dan tidak ingin berpisah dengan mereka.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.