NovelToon NovelToon
Damar (Bukan) Untuk Wulan

Damar (Bukan) Untuk Wulan

Status: tamat
Genre:Badboy / Perjodohan / Cintamanis / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:43.2k
Nilai: 5
Nama Author: Black_queen

Berebut barang diskon membuat Damar dan Wulan harus saling adu mulut agar barang tersebut menjadi miliknya. Mereka berdua tidak mau kalah sampai-sampai pertemuan pertama mereka membuat ricuh outlet fashion yang ternama mendapatkan sorotan dari orang-orang yang berbelanja.

Pertemuan kedua mereka juga tidak disengaja.
Di suatu acara, Damar dan Wulan dikenalkan oleh keluarga masing-masing. Mereka tidak percaya akan bertemu kembali dengan kondisi yang seperti itu. Ternyata, keduanya sudah dijodohkan sejak kecil. Apakah mereka akan menolak perjodohan tersebut? Atau mengiyakannya karena harus berbakti kepada orang tua masing-masing?


Damar dan Wulan mempunyai karakteristik yang bertolak belakang. Damar, seorang perfeksionis dan suka menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang. Sementara Wulan, seorang yang selalu hidup berhemat selama hidupnya.

Ikuti kisahnya si Mr. Boros dan Mrs. Hemat dalam mengarungi kehidupan sehari-hari yang tak biasa. Akankah Damar benar-benar tercipta untuk Wulan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black_queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karakter Wulan

Tubuh ini di dorong oleh Lena yang ada di dekatku.

"Iiiy-iya ... saya Wulan, Bos." Sial, aku malah gugup.

"Damar!" Kulihat Tante Iren menarik lengan anaknya pelan.

"Wulan, ke sini kamu!" panggilnya.

Aku mendekat padanya, kami berdua berdiri saling berhadapan.

"Balik arah! Lihat rekan kerjamu satu persatu!" titahnya.

"Hentikan, Damar!" Suara Om mulai berat.

"Ya sudah, kembali ke tempatmu!" Aku berjalan mundur, mendekati Lena dan Cindy.

"Kita semua sudah berkenalan dan saling tahu nama masing-masing. Saya harap kerja sama ini akan berlanjut sampai cabang coffe shop ini dibuka di tempat lain. Kalian bekerja lah sebaik-baiknya, satu orang yang beruntung akan saya naikkan jabatannya di tempat yang baru. Mengerti?" tegas Damar.

"Baik Bos." Kami menjawab kompak.

"Ya sudah, lanjutkan pekerjaan kalian! Sudah sepuluh menit lebih kita tutup tempat ini. Buka kembali dan selama bekerja." Aku bisa bernapas lega.

"Yang namanya Wulan, tunggu di sini! Ada yang ingin saya bicarakan." Aku terperangah mendengar perintah Damar.

****** juga nih orang, mentang-mentang udah jadi Bos, aku malah di panggil terus.

Mereka meninggalkan aku di ruangan rapat ini bersama Damar dan keluarganya.

"Damar, kamu ngapain panggil-panggil Wulan terus?" Tante Iren cemas.

"Tenang saja, Mam! Damar cuma ingin memastikan satu hal penting padanya." Alis ini bertaut.

"Sudahlah, kami ke luar saja." Kak Mutiara dan suaminya melangkah pergi.

"Selena di sini ajah deh, kayaknya seru nih." Gadis itu menyengir lebar. Umurnya tidak jauh berbeda, paling beda tiga tahunan saja. Tapi, tingkahnya seperti remaja yang selalu saja ingin bersenang-senang.

Tante dan Om menggeleng cepat melihat kelakuan dua anaknya. Mereka kini duduk di kursi yang ada di ruangan sempit ini.

"Wulan."

"Iya, Pak."

"Yang bener dong jawabnya!" Nada suaranya meninggi.

"Saya Wulan, Pak Bos."

Pengen aku tendang tuh mulutnya, kurang ajar sekali kelakuannya, mentang-mentang aku karyawan di tempat usahanya.

Aku hanya mampu membatin, dongkol diperlakukan spesial olehnya. Ya, spesial karena selalu saja memanggil namaku. Semoga saja aku betah bekerja di sini. Kalau aku sudah tidak tahan, aku akan mencari kerjaan lainnya demi kewarasan mental dan pikiran.

"Kamu dilarang menyebarkan rumor tentang perjodohan kita!" Aku terbelalak menatapnya.

"Tunggu dulu ... Saya yakin Bapak Damar salah menebak. Saya juga tidak mau kalau sampai mereka tahu tentang perjodohan ini." Hidungku kembang kempis, mencoba menahan emosi.

"Baguslah kalau begitu ... sekarang, lanjutkan pekerjaan kamu!" Aku melangkah tanpa menatap wajah di depanku ini.

Dengan rasa dongkol, aku menghentakkan kaki dan bergabung bersama karyawan lainnya.

"Pengen aku solder ajah tuh mulut." Geram mendengar perkataannya yang selalu percaya diri. Padahal, bukan dia saja yang menolak perjodohan ini.

POV Damar

Aku melihat tampang Wulan yang merengut ketika ke luar dari tempat ini. Kini, aku melangkah menuju kursi kosong dan bergabung dengan Mami dan Papi.

"Damar, kamu itu keterlaluan banget ya. Padahal sebulan lebih kalian berdua akan bertunangan." Mami masih saja mengungkit hal itu.

"Tunda dulu, deh Mam! Damar harus melakukan pembenahan pada sistem coffe shop ini." Aku menolak tegas.

"Alah, tunangan doang kok. Kalian kan gak serumah, tenang saja, gak bakalan mengganggu pekerjaan kamu." Mami membalikkan ucapanku.

"Tapi, Mam ... tetap saja--,"

"Banyak omong, lebih baik sedikit bicara banyak bekerja!" Papi mulai mengoceh. Sebaiknya aku diam kalau Papi sudah mulai bicara. Bisa-bisa jatah bulanan dipotong, ya, itu yang selalu beliau jadikan ancaman untukku kalau membantah ucapannya.

"Damar pulang dulu, mau ngurusin berkas untuk mengajar besok." Sebaiknya aku pergi dari sini. Toh acara perkenalan tadi sudah selesai.

"Mas Damar, gue ikut ya! Gue bosen nih lihat orang kerja." Selena menghampiri.

"Kalian berdua gak mau pulang bareng Mami, Papi dan Kakak kalian?" Mami seketika berdiri.

"Kalau masih lama, terpaksa Damar pulang duluan Mi. Ayo Sel, kalau kamu sudah mau pulang." Adikku satu-satunya itu mengangguk cepat.

"Kita pulang duluan ya, Mam, Pap. Oh iya, tanya tuh sama Kak Mutiara, sepertinya ada yang dia tutupi dari kita." Selena menyalami punggung tangan orang tua kami bergantian dan berlalu pergi. Dia membuat kami penasaran dengan ucapannya barusan.

"Ngomong apaan sih tuh anak." Mami menggerutu.

"Bye, Mam!" Aku menuju pintu ke luar.

Aku menarik kerah baju Selena, menariknya agar dia menunggu sejenak. Aku harus memastikan mereka bekerja dengan baik sebelum meninggalkan tempat ini. Aku berkeliling, melihat pelanggan yang datang dan pergi. Para karyawan juga bersikap ramah pada pelanggan. Pelayanan mereka sama seperti aku ketika nongkrong di coffe shop ini sebelum mereka mengenalku sebagai Bos baru. Pelayanan mereka sama, sejak dulu sampai sekarang, tetap ramah dan hangat pada konsumen.

Aku menghampiri Selena, mengajaknya pergi dari tempat ini. Kami melangkah beriringan, memasuki kendaraan yang ada di pelataran parkir. Seperti biasa, mobilku ini bukan merek mahal, tapi, tetap bisa mengaung di jalanan.

Di tengah perjalanan, "Mas Damar, gue lupa mau ngasih tahu ini sama Elu." Konsentrasiku buyar seketika.

"Elu ngagetin orang ajah, Sel." Kucubit pipinya menggunakan tangan kiri.

"Sorry, Mas. Gue cuma mau bilang ini sama Elu." Sesekali aku melirik ke arahnya sambil menyetir.

"Emang mau bilang apaan?"

"Waktu makan malam kalian tuh. Kak Wulan memberontak sebelum pulang. Mami lho, ngotot banget nyuruh Kak Wulan nginep. Dengan garang kak Wulan membentak Mami. Mami langsung syok, gue juga diem gak tahu harus bilang apa."

"Hah ... yakin? Elu gak salah ngomong, kan? Kenapa baru ngasih tahu gue sekarang?" Aku menepikan kendaraan.

"Sorry, Gue lupa. Tapi, ya ... Elu tahu kagak apa yang Mami bilang ke gue?"

"Apaan emangnya?" Entah kenapa aku begitu tertarik dengan pembahasan Selena. Apalagi ini tentang Mami yang dibentak seorang gadis yang tidak lama dikenal. Aku harus mengambil kesempatan ini, akhirnya keberuntungan berpihak padaku.

"Tunggu dulu!" Aku menutup mulut Selena. Tangannya mencubit punggung tanganku.

"Apaan sih, Bang. Mau Selena gak bisa napas ya?" Dia menonjok dadaku.

"Gue tebak dulu reaksi Mami karena udah dibentak Wulan." Sudut bibir ini tersenyum.

"Coba ajah tebak!"

"Gampang itu, Elu dengerin gue baik-baik!" Kami berdua saling berpandangan.

"Pasti Wulan di bentak balik sama Mami. Elu tahu sendiri, kan kalau Mami gak pernah dibentak." Aku mengerjapkan mata berulang kali.

"Sok tahu, Mas Damar nih," Dia mencibir.

"Pasti Mami mengumpat dan membentak Wulan balik, kan? Ngaku ajah deh!" Senyum ini semakin lebar.

"Eum, eum ... salah besar Mas!"

"Gak mungkin, Elu ngada-ngada."

"Iya ... gue juga kaget awalnya karena Kak Wulan berani banget membentak. Mami syok, setelah Kak Wulan ke luar kamar hotel, Mami tertawa terbahak-bahak seperti ada yang lucu."

"Hah? Gue gak salah denger nih?" Aku tidak menyangka dengan respon Mami yang diluar dugaan."

"Beneran, Mami bilang Kak Wulan itu ...

1
Sulaiman Efendy
ENDINGNYA GANTUNG, TU SI DIMAS & LAURA GK ADA KPUTUSANNYA
Baya Azka
yg semangat thor sukses selalu ya thor💪💪💪🌷🌷🌷☕
✨ĐⱤ₳₥₳: 🆀🆄🅴🅴🅽 🅱 👑
Maafkan Author karena sudah 3 hari gak update 🥺 jari jemari Author tremor karena harus update tiga judul di tiga platform yang berbeda. Author usahakan untuk tamat bulan ini juga. Terima kasih banyak atas waktunya untuk membaca karya tulis Author di Noveltoon ☺️☺️🤩🥰
Baya Azka
lanjut thor💪💪💪💪🌷🌷🌷🌷🌷☕
Surya Hasiholan
aku tau pasti kedua orang itu Dimas sama Laura.
Baya Azka
lanjut thor moga Wulan masih utuh ya💪💪💪💪🌷🌷🌷🌷🌷
Baya Azka
lanjut thor semoga Wulan secepatx ditemukan💪💪💪💪🌷🌷🌷🌷🌷☕
Surya Hasiholan
wah pasti kerjaan Dimas sama loura nih..
Baya Azka
lanjut thor' mungkin itu suruhan dimas dan sepupunya' damar dimana kamu cepat tolongin wulan💪💪💪🌷🌷🌷🌷
✨ĐⱤ₳₥₳: 🆀🆄🅴🅴🅽 🅱 👑
Mohon ditunggu ya kak, dari semalam bab baru masih direview sistem Noveltoon. Entah kenapa sangat lama, biasanya hanya memakan waktu dua-tiga jam.
Baya Azka
apa yg terjadi lanjut thor🌷🌷🌷🌷🌷
Baya Azka
lanjut thor menuju akad❤❤❤❤❤🌷🌷🌷🌷🌷☕
Baya Azka
lanjut thor moga lancar acara nikahannya❤❤❤👍👍🌷🌷🌷🌷🌷
Baya Azka
lanjut thor akhirnya sedikit demi sedikiy masalah sdh teratasi👍👍👍👍❤❤❤👍🌷🌷🌷🌷🌷
Baya Azka
semangat thor💪💪💪💪🌷🌷🌷🌷🌷☕
Baya Azka
apa sebenarnya yg terjadi pada keluarga Wulan ya thor 'lanjut donk upnya💪💪💪💪🌷🌷🌷🌷🌷
Baya Azka
lanjut thor' semoga berhasil ketemu kakek nenekx ya wulan❤❤❤❤🌷🌷🌷🌷🌷💪💪💪
Baya Azka
lanjut thor 👍👍👍👍☕🌷🌷🌷🌷
Baya Azka
lanjut thor aq jg penasaran kerjaan damar apa saja selain usaha kafe dan dosen❤❤❤❤❤👍👍👍👍
Surya Hasiholan
paling akad nikah duluan.. hehehe...
✨ĐⱤ₳₥₳: 🆀🆄🅴🅴🅽 🅱 👑: Damarnya gak sabaran ya, Kak 😂
Terima kasih banyak Kak sayang karena telah meluangkan waktunya untuk membaca, like dan komen 😍🥰 sehat selalu ya, Kak 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!