Sequel dari novel Oh! My Bodyguard
Dia mencintai seorang pria dengan begitu besarnya. Namun kaarena sebuah peristiwa, mereka tidak bisa bersama terpisah jarak dan waktu, tersiksa dalam kerinduan dan juga penantian.
"Biarkan ku genggam rindu ini sendiri. Sebagai bukti jika sampai saat ini aku masih sangat mencintaimu," lirihnya, sembari menatap punggung seorang pria yang baru saja melintasinya.
Follow IG: @thalindalena
Folloe FB; thalinda lena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membalaskan dendam
Ditempat lain. Cindy masih terbaring diatas tempat tidur dengan keadaan yang mengenaskan. Tubuhnya terasa remuk, ditambah lagi ada beberapa luka gigitan di beberapa bagian tubuhnya.
"Shhhh." Cindy mendesis sakit, saat akan mendudukkan dirinya di atas tempat tidur. Ia menatap sedih keadaan tubuhnya yang sangat memprihatinkan.
Cindy menangis sedih, meratapi nasibnya yang sangat buruk ini. Mungkin ini yang di ucapkan Raya waktu itu, jika karma akan menghampirinya. Dan apakah ini semua karma dari perbuatannya selama ini?
Ceklek
Mendengar suara pintu kamar terbuka dari luar, Cindy segera menghapus air matanya, seraya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih polos itu.
Aries memasuki kamar dengan santai, sembari menatap Cindy dengan sinis. "Buatkan aku sarapan!" titahnya dengan tegas. Ia membuka kaos yang membungkus tubuh kekarnya itu, dan melemparkan kaosnya ke sofa dengan asal.
Ia tersenyum sinis saat menatap Cindy, sembari memasukkan kedua telapak tangannya di kantong celananya. Aries terlihat sangat Sexy dan Hot, apalagi pria itu sudah bertelanjang dada, memperlihatkan tubuh bagian atasnya yang kekar dan roti sobek yang tersusun rapi, terlihat sangat menggiurkan. Perempuan mana pun akan tergila-gila saat melihat Aries, termasuk Cindy.
Ini Visual Aries ya, 🔥🔥
"Apa kamu tuli?!" sentak Aries, seraya berjalan mendekati Cindy yang masih duduk diatas tempat tidur. "Heum, aku tahu, kamu ingin mengulangi percintaan kita lagi 'kan?" Aries tersenyum miring saat mengatakkannya.
Cindy dengan cepat menggelengkan kepalanya berulang kali. Ia segera beranjak, menahan sakit di sekujur tubuhnya. Ia takut jika Aries menerjangnya lagi.
"Jangan munafik!" ucap Aries, menatap Cindy dengan penuh kebencian.
"Tidak! Jangan dekati aku!" teriak Cindy, sembari mendoroh tubuh Aries yang sudah berdiri di hadapannya. "Apakah kamu tidak punya hati?!" tanya Cindy dengan nada yang tinggi. Nafasnya tersengal dadanya naik turun tidak karuan.
"Hatiku sudah mati dan kamu pasti tahu sebabnya bukan?" jawab Aries, seraya menundukkan kepalanya, lalu mencengkram rahang Cindy dengan kuat.
"Karena kamu tidak berhasil mendapatkan Safira?" tanya Cindy, sembari meringis kesakitan.
Aries tersenyum setan mendengarnya. "Asal kamu tahu. Aku sudah mengikhlaskan Safira bersama Jeff sejak lama, dan aku tidak peduli dengan Safira lagi," jawab Aries, membuat Cindy mengerutkan keningnya, terkejut mendengarnya.
"Lalu apa maksudmu menyuruhku menggagalkan pernikahan Safira?!" tanya Cindy penuh emosi, geram dengan suaminya sendiri.
"Itulah kebodohanmu karena sudah menuruti semua perkataanku. Aku hanya ingin membalaskan dendamku kepadamu. Aku ingin semua orang terdekatmu membencimu dan juga menjauhimu!!! Agar kamu bisa merasakan, apa yang aku rasakan selama ini. Karena kamu menjebakku! Hidupku hancur, kedua orang tuaku membenciku, karena aku harus menikahi jallang sepertimu!!" ucap Aries menggebu-nggebu.
Cindy meneteskan air matanya, saat mendengar penjelasan Aries. Ia tergugu dan juga merasa gamang di hatinya. Ia tidak menyangka perbuatannya dulu membuat Aries seperti ini.
"Aries maafkan aku," ucap Cindy dengan susah payah. Ia merasa tenggorokannya tercekat dan dadanya terasa sesak sekali.
"Tidak semudah itu! Apa dengan kata maaf, kamu bisa mengembalikan semuanya?!"
"Kalau begitu kita bercerai saja! Bukankah kamu sudah membalaskan dendammu? Kamu sudah berhasil, keluarga Fadaei dan juga teman-temanku membenciku dan juga menjauhiku!" ucap Cindy, masih terus terisak dalam cengkraman Aries yang semakin kuat di rahangnya.
"Aku belum puas menyiksamu! Jadi jangan harap, kamu bisa lolos dariku!!!" sentak Aries, seraya melepaskan cengkraman tangannya dari rahang Cindy dengan kasar.
Jangan lupa like, komentar, vote, dan juga kasih hadiahnya❤❤
👍👍👍
👍👍👍
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
🤣🤣🤣
🤣🤣🤣