NovelToon NovelToon
Suamiku Tajir & Arogan (Season 1)

Suamiku Tajir & Arogan (Season 1)

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Delia Laros terpaksa harus menikah dengan pria tajir dan arogan yang tidak dikenalinya. Pernikahan itu bermula dari sebuah ancaman akan reputasinya.

Pria yang bernama Rafael Widjaja tersebut berniat memanfaatkan Delia Laros untuk membatalkan pertunangan yang tidak diinginkannya, namun siapa sangka ternyata tanpa sadar pria itu sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Akankah Rafael Widjaja mampu menaklukkan hati istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XXIII

Rafael dengan sigap mengurus semuanya. Ia dan Delia sudah selesai membantu kedua orang tuanya mengemas barang-barang mereka. Dari rumah sakit, mereka langsung berangkat menuju bandara Soekarno Hatta. Sesampainya di bandara, Delia seketika memeluk ayah dan ibunya. Wanita itu melepaskan tangisannya saat memeluk ibunya. Emili pun tidak kuasa menahan air matanya.

"Maafkan Delia bu. Delia pembawa masalah buat kalian," ujar Delia.

"Tidak sayang... ini bukan salahmu," jawab Emili.

"Iya nak... kami yang tidak bisa menjaga diri sampai semuanya menjadi sulit. Ayah semakin tua sampai tidak bisa menjaga ibumu," kata Derry.

Delia menggelengkan kepalanya, "semua salah Delia, karena waktu sekolah telah menyakiti hati Bethran dengan menolaknya. Delia tidak tahu jika perasaannya begitu dalam terhadap Delia sampai berbuat nekat seperti ini."

"Itu sudah benar," celetuk Rafael kesal, "penolakanmu itu hal yang tepat, jika menerimanya, bagaimana aku bisa menjadikanmu sebagai istriku," imbuhnya.

Derry dan Emili akhirnya tertawa mendengar perkataan menantunya. Terlihat sangat jelas jika Rafael sedang cemburu pada Delia.

"Maksudku bukan seperti itu Raf, tapi..."

"Tidak ada kata tapi sayang. Aku bersyukur karena kau menolaknya. Jangan berkata yang aneh-aneh lagi, ayah dan ibu sekarang sudah selamat. Aku akan melindungi mereka mulai dari sekarang. Kau tak perlu khawatir, karena aku sudah membayar orang untuk menjaga mereka di Lampung."

"Itu tidak perlu nak, di Lampung banyak keluarga kami," ujar Derry.

"Benar nak Rafael, kami aman di kampung kami sendiri," sahut Emili.

"Ayah dan ibu jangan terus menolak apa yang aku lakukan. Keselamatan kalian adalah kebahagiaan Delia. Dan aku bisa tenang saat Delia bahagia," jawab Rafael.

"Baiklah... kami tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jaga putri kami dengan baik. Kami serahkan ia padamu," kata Emili sambil memeluk menantunya.

Rafael menganggukkan kepalanya, "tentu saja bu, Delia akan aman bersamaku."

Derry pun memeluk Rafael, "aku percaya padamu nak. Delia sangat beruntung memiliki suami sepertimu."

Rafael menyunggingkan senyumnya, "akulah yang sangat beruntung karena mendapatkan istri seperti Delia," ucapnya seraya menggenggam tangan Delia, "sudah waktunya naik pesawat. Kami akan mengunjungi kalian jika ada waktu," imbuhnya.

Derry dan Emili menganggukkan kepala mereka. Keduanya pun berpamitan pada anak dan menantunya. Air mata Delia kembali tumpah saat ayah dan ibunya meninggalkannya. Rafael hanya bisa memeluk pundak istrinya dan menenangkannya. Setelah pesawat lepas landas, keduanya pun meninggalkan bandara dan kembali ke rumah besar Widjaja.

*****

Hartanto Widjaja sangat terkejut melihat berita di televisi, diberitakan dengan jelas bahwa Delia hanya di fitnah sebagai wanita simpanan, bahkan tersangka penculikan keluarga Laros sudah tertangkap, mereka adalah Bethran Markes dan Katrina Dowell.

Hartanto juga diberi kabar oleh orang kepercayaannya tentang pengalihan perusahaan PT. Andalas yang dilakukan Rafael Widjaja. Ia begitu bangga akan putranya yang sangat menguasai bidang bisnis. Jabatan CEO yang telah dicabutnya tidak menggoyahkan pemikiran putranya sama sekali untuk mengembangkan perusahaan miliknya. Hartanto memang hanya ingin memberi putranya pelajaran agar lebih menurut padanya.

Rafael dan Delia sampai di rumah Widjaja, ketika Hartanto masih menyimak berita di televisi tersebut. Hartanto mendongakkan kepalanya, saat keduanya masuk dan ingin menaiki tangga.

"Berhenti... Rafael kemarilah," perintah Hartanto.

Rafael menghentikan langkahnya seraya menyuruh Delia agar naik terlebih dahulu.

"Tidak... bawa kemari istrimu juga," kata Hartanto.

"Untuk apa?" tanya Rafael, "kau belum puas untuk menghinanya, apa kau masih mencari cara untuk memisahkan kami lagi?" sambungnya.

"Tak bisakah kau berbicara baik baik denganku, aku hanya ingin bicara Raf," jawab Hartanto.

Rafael menatap Delia, ia tahu istrinya sangat ketakutan saat ini. Pria itu menggenggam tangan Delia.

"Kau tenang saja, ada aku," bisik Rafael.

Delia menganggukkan kepalanya, keduanya pun menghampiri Hartanto Widjaja.

"Duduklah..." perintah Hartanto.

Mereka duduk saling berhadapan.

Hartanto menatap keduanya bergantian seraya menarik nafasnya dalam dalam.

"Baiklah... pertama aku harus minta maaf karena telah menghinamu sebagai wanita simpanan dan murahan. Aku tidak bermaksud untuk melakukan itu. Karena aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk putraku," kata Hartanto pada Delia, "tapi aku tetap tidak menyetujui pernikahan kalian, karena bagaimanapun kau bukan dari keluarga yang setara dengan kami. Kau sebut saja berapa uang yang kau pinta..."

"Cukup pak Widjaja...!!!" sergah Rafael, "Delia sekarang istriku yang sah, suka atau pun tidak itu adalah kenyataannya. Dan aku tidak meminta persetujuan dari anda," bentak Rafael.

Rafael beranjak dari tempat duduknya, ia menarik Delia agar ikut berdiri.

"Jangan pernah menghina istriku lagi. Jika kau berani mengganggunya, maka aku akan membalasnya lebih pada istri simpananmu itu," ancam Rafael.

"Anak yang tidak tahu balas budi, kau berani mengancam ayahmu sendiri. Aku melakukan ini demi kebaikanmu. Wanita miskin seperti istrimu pasti hanya menginginkan harta keluarga Widjaja saja," celetuk Hartanto.

Mata Delia mulai berkaca kaca. Sangat sakit rasanya penghinaan yang ia dengar dari mulut mertuanya. Dulu murahan dan sekarang miskin, namun apa yang dikatakan pria itu memang benar, ia dan Rafael memang tak setara.

"Anda harusnya berkaca. Istriku memang dari keluarga sederhana tapi harga dirinya sangat tinggi. Helena dari wanita simpanan menjadi istri anda. Ia bukan hanya miskin tapi juga tak memiliki harga diri. Harusnya kau yang malu," bentak Rafael.

Hartanto beranjak dari tempat duduknya, ia mengangkat tangannya untuk memukul Rafael. Seketika Rafael menangkap tangan ayahnya.

"Jangan pernah memukulku lagi Hartanto Widjaja. Aku bukan anak yang dulu lagi, yang kau perlakukan kasar setiap kali aku melihatmu berselingkuh dari ibuku," ujar Rafael.

Rafael melepaskan tangan Hartanto dengan kasar. Ia pun membawa istrinya dan meninggalkannya begitu saja. Terdengar ucapan ucapan kasar dari Hartanto, tapi Rafael tidak perduli lagi. Ia terus membawa istrinya menuju kamar mereka.

Sesampainya di kamar, Delia langsung melepaskan tangisannya. Seketika Rafael memeluknya dengan erat.

"Maafkan aku sayang... Aku tak menyangka ia akan menyakitimu lagi, seharusnya ia lebih menghargaimu setelah berita tentangmu di siarkan secara langsung di televisi. Aku mohon bersabarlah sebentar lagi, aku akan membuatnya sadar. Aku akan terus melindungimu," ujar Rafael menenangkan Delia.

"Apa yang dikatakan ayahmu memang benar Raf, aku memang miskin, aku tidak pantas berada di kehidupanmu, aku tidak setara dengan keluargamu. Derajat kita sangat berbeda. Seharusnya kau bisa bersama wanita yang sederajat denganmu," jawab Delia.

"Omong kosong... tidak ada yang lebih pantas darimu, tidak ada yang bisa memisahkan kita. Kau adalah wanita terbaik pilihanku. Aku minta maaf karena tidak bisa membawamu keluar dari rumah ini. Karena masih ada satu masalah yang harus aku urus yaitu Helena. Aku akan membuat papi sadar siapa sebenarnya istri dan anak tirinya itu," jawab Rafael.

Delia melepaskan pelukannya, "aku sama sekali tidak menyuruhmu untuk pergi dari sini Raf, harusnya aku yang pergi dan kau tidak usah mengikutiku lagi. Aku ingin bersama orang tuaku saja. Jakarta sepertinya tidak cocok untukku. Jadi lepaskan aku, aku..."

"Delia... Kau istriku yang sah..." sergah Rafael. "sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu. Aku mohon tetaplah bersamaku sayang," pinta Rafael.

Seorang Rafael Widjaja yang sangat arogan itu membuat Delia sangat terkejut karena terus memohon padanya.

"Kau yakin tidak menyesal menikah denganku?" tanya Delia

"Demi Tuhan, aku sangat bahagia Delia. Penyesalan terbesarku adalah memaksa dan menyeretmu ke dalam masalahku. Hanya kau istriku untuk selamanya, walaupun aku belum bisa menjadikanmu istriku yang sebenarnya."

Wajah Delia merona, ia tahu apa yang dimaksud oleh Rafael.

"Saat aku memintamu untuk tidak menyentuhku, mungkin karena aku belum mengenalmu. Tapi setelah aku mengenalmu, bahkan aku tahu perasaanmu, aku..."

Rafael terkejut karena Delia mengingatkan kembali pengakuan cintanya.

"Lalu setelah kau mengenalku dan mengetahui perasaanku, apakah syarat itu sudah tidak berlaku lagi?" tanya Rafael.

Delia mundur dari jangkauan Rafael, "katakan lagi apa yang kau rasakan. Baru aku akan mempertimbangkannya lagi," godanya.

Rafael terkejut mendengar permintaan istrinya, "Oh tidak nona cantik, cukup satu kali saja kau mendengar pengakuanku. Setidaknya sekarang aku bisa mendapatkan ciu man darimu," ujarnya.

Rafael menarik tengkuk leher Delia lalu menci umnya dengan penuh hasrat. Delia mendorong Rafael karena kesal tidak mendengar pengakuannya lagi dan memastikan perasaan suaminya.

"Dasar pria mesum," ujar Delia kesal.

Rafael terkekeh geli, "pria mesum itu sekarang suamimu. Sudah berapa kali aku ingatkan itu sayang."

"Ciiiih... tetap saja..."

Rafael kembali membungkam mulut Delia, kali ini ciu mannya penuh kelembutan yang bisa membuat wanita manapun akan meleleh dibuatnya. Setelah puas, pria itu menghentikan ciu mannya lalu menatap wajah Delia yang memerah.

"Apa aku bisa melewati batas malam ini?" pinta Rafael.

Delia menggelengkan kepalanya, "katakan sekali lagi, apa susahnya?"

Rafael menghela nafasnya, ia bukannya tidak ingin, tapi pengakuannya begitu memalukan baginya.

"Delia Widjaja, lebih baik aku mandi saja. Kau membuat moodku menjadi buruk sayang," kata Rafael.

Delia menyunggingkan senyumnya, ia tak ingin mengalah pada suaminya. Ia akan menjadi istri sesungguhnya, jika Rafael kembali mengakui perasaannya. Ia sangat siap jika suaminya benar benar mencintainya.

*****

Jika banyak typo, mohon dimaklumi... Revisi ulang pun terkadang melelahkan...

Happy Reading All...

1
Reza Muna
Luar biasa
Andariya 💖
dellia laros
Bunda Rizky
unboxink
Bunda Rizky
kenap ga punya masion sendri
Bunda Rizky
mantap
Bunda Rizky
asyik
𝕸y💞𝕄𝕆𝕆ℕ🍀⃝⃟💙
awal nya pura2.. eh kok enak ya, lanjut aja, nikah beneran aja lah 😂
𝕸y💞𝕄𝕆𝕆ℕ🍀⃝⃟💙
😂 sa ae mas rapael
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
what did kan harus nya? kan udah tadi past
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
lanjut
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
next
𝕸y💞 Ree🍏
kenapa pap bawang ikut di part ini mamiii🤧 tissu mana tissuuu😭😭
Ree 3💚
disini ada typo mamiiiq sayang🥰
𝕸y💞 Ree🍏
congkel mata, robek mulut firdaus😒
𝕸y💞 Ree🍏
elaa raaf, sabaarr dikit atuh kan masih dirumah camer masa main sosor² aja weh🙊🚶‍♀️🚶‍♀️
𝕸y💞 Ree🍏
sipp langsung minta restu camer
gasskeun✈✈
Ree 1💚
baru ketemu udah ngajakin merid aja😌
hmmm mungkin ini memang takdir dari mami otor pernikahan pada pandangan pertama😄
lanjuutt bacaa
𝐙⃝🦜ᵇᵃˢᵉ
weh seru nih mom miss cerita nya
𝐙⃝🦜ᵇᵃˢᵉ
aku baru baca
𝕸y💞Sarinande ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
keren Thor... menarik banget pastinya recommended 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!