Cerita ini merupakan cerita fantasi yang berunsur kisah manusia serigala di dalamnya. Mengisahkan seorang wanita bernama Elleona yang hidupnya selalu menemui masalah, dari pack tempat tinggalnya hancur, keluarganya habis di serang, ia di-reject mate-nya sendiri, hingga masalah-masalah yang selalu saja ia temui seakan kebahagiaan enggan untuk menghampiri.
Lalu, apakah Elleona akan berakhir bahagia?
atau
Elleona tidak akan pernah bahagia hingga akhir hidupnya?
Silahkan baca novel gratis ini dengan perlahan. Akan bosan di awal dan semoga tidak di akhir, selamat membaca :)
Salam kenal,
ptrmyllln
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ELLEONA 22
Yo, yo, jempolnya janagn ketinggalan yessss!!!
***
"Sudah siap, Sayang?"
Elle mencebikkan bibirnya. "Aku tidak tau memegang pedang, Raina!" kesalnya. Setelah malam tadi Raina menceritakan hadiah itu, keesokannya wanita itu langsung membawa Elle ke tempat pelatihan.
"Ini adalah hal yang paling mudah, Elle! Sungguh kau tidak tau?" tanya Raina tak percaya. Sungguh! Manusia serigala tidak bisa memegang pedang? Mustahil!
"Aku sungguh tidak mengetahuinya, Raina!" kesal Elle. Kenapa wanita di depannya ini tidak percaya padanya? Dia benar-benar tidak tau.
"Ok, baiklah. Aku percaya kau adalah wanita terlugu yang pernah kutemui," ujarnya. "Ini mudah saja, kau hanya perlu memegang gagangnya seperti menggenggam sesuatu." Rain mempraktekkan ucapannya.
"Begini?" tanya Elle.
"Ya, seperti itu. Tapi jangan menggenggamnya terlalu kuat, longgarkan sedikit, lenturkan tanganmu. Yang paling penting adalah jangan sampai pedang itu terjatuh dari tanganmu," peringat Raina.
Elle mengangguk, ia memegang pedang itu dengan lemah tetapi tidak akan lepas dari tangannya. "Oh, ini mudah sekali," ujarnya tertawa.
Raina menyeringai. "Ini belum termasuk pelatihan berpedang, Sayang, tentu saja ini mudah."
"Aku akan mendengarkan mu."
"Setelah tau cara memegang pedang, ada beberapa hal yang harus kau ketahui sebelum memulainya. Yang pertama, kau harus mencabut pedang terlebih dahulu sebelum bertarung. Pastikan pedangmu mudah untuk dikeluarkan dari sarungnya.
Yang kedua, kau harus percaya dengan firasatmu. Meskipun menggunakan hati, kau harus menggunakan logika untuk mempercayai firasatmu itu. Yang ketiga, waspadai ancaman. Kedua dan ketiga ini sangat berkaitan, jika kau memiliki firasat tentu saja kau harus waspada." Raina menjeda ucapannya. Ia memandang Elle lalu berkata, "apa kau mengerti tiga poin tadi?"
Elle mengangguk. "Lanjutkan."
"Yang keempat, amati lingkungan. Seperti, sinar matahari. Sinar matahari yang terang bisa membutakan mata seseorang, maka dari itu kau harus bisa memposisikan lawan menghadap sinar matahari. Jika bertarung dalam keadaan malam, kau harus bisa berada di tempat gelap agar musuh tidak terlalu melihatmu.
Yang kelima, tekuk sikumu dan posisikan dekat tubuh, jaga tubuhmu agar tetap seimbang sehingga kau bisa menyerang dan menangkis tanpa terpukul. Ketika menangkis jagalah pedangmu agar selalu berada didekat tubuh sehingga tidak perlu merentangkan tangan untuk menangkis serangan."
Elle menghela napasnya. "Mengapa banyak sekali, aku tidak yakin akan mengingatnya."
"Dasar bodoh!" Raina mengetuk kening Elle. "Jika kau ingin yang mudah, tidur saja!"
Elle mengusap keningnya yang baru saja diketuk oleh Raina itu. "Tidur juga tidak menyenangkan, Raina." Elle mencebikkan bibirnya.
"Diamlah, jangan mengeluh! Masih ada dua poin lagi yang harus kau ketahui," kata Raina. "Yang terakhir adalah hal yang paling penting, yaitu bersikap santai. Jangan tunjukkan kau ini bukan ahli pedang, santai saja, buat mereka tidak bisa menebak kemampuanmu. Sekarang apa kau paham?" tutup Raina.
"Untuk saat ini aku paham, tapi aku tidak tau kedepannya." Elle menyengir, menampakkan deretan giginya yang rapi.
"Gadis bodoh!" Raina kembali mengetuk kening Elle.
"Raina, jangan mengetuk keningku lagi! Aku bisa menjadi gadis yang bodoh nantinya!" kesal Elle.
Raina mengendikkan bahunya acuh. "Cepatlah berlatih, aku akan melihatmu dari sana sambil meminum wine milikku."
"Aku juga ingin minum wine!"
"Ya, ya, gadis kecil sepertimu apakah bisa meminum wine?" tanya Raina meremehkan.
Tiba-tiba Elle langsung teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu, di mana ia mabuk bersama Alpha Revanio.
'Itu memalukan!' teriak Lea.
'Kenapa?'
'Karena kau sangat bodoh!' kesalnya.
Lagi-lagi Elle mencebik. 'Kalian selalu mengataiku bodoh, jika aku sudah pintar aku akan membalas dendam!'
'Secara tidak langsung kau menyebut dirimu bodoh,' ejek Lea.
'Leaa!'
"Hei, Sayang. Cepat berlatih, hari sudah semakin terik aku tidak mau kulitmu kembali hitam," teriak Raina.
Ell mengacungkan pedangnya ke arah Raina. "Diam saja dan nikmati wine itu!"
Dari kejauhan Raina tertawa, ia mengangkat gelasnya tinggi.
"Aku akan bertarung denganmu jika aku sudah pandai!" teriak Elle kesal.
"Ya, ya, pergilah aku akan mengalah untukmu."
"Raina!" rengek Elle.
Tanpa Elle sadari seseorang sedang memperhatikan latihannya. Bibirnya tergerak membentuk sebuah senyum kecil.
***
Hari ini pembukaan pestival langsung dibuka oleh sang Alpha. Nyanyian, tarian, hujan warna, makanan, semuanya menjadi satu memeriahkan pestival tahunan di pack Blue Moon.
Banyak perlombaan yang diadakan dengan hadiah yang fantastis. Para orang tua, anak-anak sangat berbahagia apalagi bagi para dara dan bujang yang menemukan matenya saat pestival tersebut. Sanak keluarga yang tinggal berjauhan pun bisa berkumpul dalam pestival ini.
"Mama, Acel bisa jalan sendili," ucap Acel digendongan Elle. Bocah kecil itu merengek agar bisa dekat dengan mama Elle-nya.
"Tidak boleh, ini sangat ramai nanti Acel hilang jika tidak berada digendongan Mama," ucap Elle.
"Tapi Acel mau datang papa Nio."
"Papa Nio sedang menerima tamu, Acel dengan Mama Elle saja, ya?" tawar Elle.
Acel menghela napasnya, ia menyandarkan kepalanya ke bahu Elle.
"Elleona .... "
Suara lirih seseorang membuat mencari asal suara itu.
"Elleona ...," panggilnya lagi.
Elle mengerjapkan matanya, benarkah yang ia lihat ini?
"Be-Bella?"
Hup!
Bella langsung memeluk Elleona dengan Acel diantara mereka.
"Gadis bodoh! Kemana saja kau?! Aku dan James selalu mencarimu tapi kau hilang bak ditelan bumi!" ujaranya, jangan lupakan isakan yang ia keluarkan. Elle pun bersikap smaa seperti Bella, ia menangis setelah sekian lama ia bisa bertemu dengan Bella.
"Aku ... aku di sini, di Blue Moon pack," isaknya.
"Kau tau aku sangat merindukanmu! Aku hampir gila saat kau pergi dari pesta si4lan itu, Elle!"
"Maafkan aku, aku--"
"Mama, Mama! Acel sesak!"
"Astaga! Maafkan Mama, Acel." Elle lalu melerai pelukan mereka.
"Mama? Apakah dia putramu? Siapa papanya?" tanya Bella beruntun.
"Papa Nio!" jawab Acel seraya menunjuk Alpha Revanio dari kejauhan.
"Be-benarkah? K-kau sudah menikah?" tanya Bella tak percaya.
"Tidak, Bella. Acel adalah keponakan dari Alpha Revanio, entah bagaimana tiba-tiba saja Acel memintaku untuk menjadi mamanya." jelas Elle.
"Aku belum mengerti, Elle."
"Ceritanya panjang, akan kujelaskan nanti. Kau akan menginap di sini bukan?" tanya Elle.
Bella mengangguk. " Ya, kami akan menginap di sini. Kau tau? Aku sudah memiliki seorang putri yang cantik sepertimu," cerita Bella.
"Benarkah, aku memiliki ponakan?! Siapa namanya?"
"Elleanor, aku ingin ia menjadi wanita sepertimu," ujar Bella.
"Oh, Bella. Aku bukan orang yang patut ditiru, kehidupanku tidak sebagus itu," ujar Elle.
"Tidak, tidak. Aku tidak sependapat dengan itu, kau adalah wanita berhati emas Elle aku mengagumi itu."
"Kau semakin ngelantur, Bella." Elle menggeleng, "ayo perkenalkan putrimu padaku, aku yakin dia sangat cantik!" ujarnya.
"Tentu saja, Elleanor adalah bibit unggul dari aku dan James!"
***
Tidak terasa hari ini adalah hari terakhir pestival yang diadakan oleh Blue Moon pack. Pestival hanya akan diadakan selama tiga hari dan hari terakhir merupakan jadwal perlombaan pedang.
Masing-masing peserta sedang menunggu antrian untuk mendaftar, begitupun dengan Elle dan Raina. Mereka berdua sangat antusias mengantri. Setelah mengantri, mereka akan dibawa ke lapangan pertarungan.
"Baiklah, aku sebagai wasit permainan ini akan memberi tahukan peraturannya." Beta Arnold yang menjadi wasit membuka sebuah gulungan kertas. "Yang pertama, silahkan berdekatan dengan mate kalian ... "
"Mate? Kau dan aku tidak memiliki mate, Raina. Bagaimana kita bisa mengikuti ini?" tanya Elle bingung. Ia tidak mengetahui bagaimana jalannya perlombaan ini, ia pun juga tidak bertanya pada Raina.
"... kalian harus mengikat tubuh kalian dengan tali yang sudah kami sediakan. Tujuannya agar kalian bisa kompak dan serasi dalam bermain pedang, tidak hanya itu tujuan dari berpedang dengan tubuh terikat satu sama lain bisa mengetahui sejauh mana ikatan mate yang tercipta diantara kalian," ujar Beta Arnold selaku pemimpin acara.
"Raina, bagaimana ini?" tanya Elle gusar.
"Tidak apa-apa jika tidak memiliki mate, peserta laki-laki yang ikut juga belum semua memiliki mate," jawab Raina.
"Tapi, mengapa kau tidak memberi tahuku? Aku tidak akan ikut perlombaan ini, aku akan membatalkannya," ujar Elle.
"Tidak, tidak, Elle. Kau harus ikut, kau sudah berlatih! Aku tidak mau latihanmu akan terbuang sia-sia," ujar Raina.
"Perlombaan ini harus mengikat sepasang mate dengan sebuah tali dan aku tidak memiliki pasangan, Raina!"
"Biar aku yang menjadi pasanganmu."
Suara seseorang yang berasal dari belakang tubuh Elle membuatnya menoleh. Alangkah terkejutnya ia melihat kehadiran orang itu, terlebih lagi ingin menjadi pasangan berpedang Elle.
***
Siapa orang itu????
Ayo tebaakkk ...
Saya akan jarang update mulai hari ini hingga tanggal 29 Juni (tnggl 29 Juni adalah DL laporan kuliah saya). Ingat, JARANG update bukan berarti TIDAK update. Saya update, cuma akan lama dari biasanya.
See you next time!!! yang belum baca Queen of the Earth, silahkan baca dulu sambil menunggu Elleona up.
Hrs'a ada keterangan dlm kurung apa itu pack, mate, alpa, rougu dll,,, bikin bingung di awal bc..
Cb lanjut lg..