NovelToon NovelToon
Takhta Berdarah Sang Don

Takhta Berdarah Sang Don

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Raven Alvaro dikenal sebagai Don Mafia paling kejam yang tak pernah memberi ampun pada pengkhianat. Dengan tangan berlumuran darah, ia membangun kekuasaannya di atas ketakutan dan kesetiaan mutlak. Bagi Raven, belas kasihan hanyalah kelemahan yang dapat menghancurkan seorang pemimpin.

Segalanya berubah ketika Aurora Valentia tanpa sengaja masuk ke dalam dunia gelap yang selama ini tersembunyi. Pertemuan mereka memicu rangkaian rahasia, pengkhianatan, dan perang antar keluarga mafia yang telah lama menunggu untuk meledak.

Di tengah hujan peluru dan lautan darah, Raven harus memilih antara mempertahankan takhta yang telah ia rebut dengan nyawa banyak orang atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang perlahan mencairkan hati beku sang Don. Namun, di dunia mafia, cinta memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Makam Tanpa Nama

Pagi yang kelabu menyelimuti pegunungan di pinggir kota.

Raven masih dirantai di dalam mobil hitam yang melaju di jalan berliku. Di kanan dan kirinya duduk dua pria bersenjata, sementara Black King berada di kursi depan dengan wajah yang sulit ditebak.

Tak seorang pun berbicara selama perjalanan.

Setelah hampir dua jam, iring-iringan mobil berhenti di sebuah kawasan hutan yang sunyi.

"Turun," perintah Black King.

Raven melangkah keluar. Di hadapannya terbentang sebuah pemakaman tua yang dipenuhi nisan berlumut.

Mereka berjalan hingga tiba di sebuah makam tanpa nama.

Hanya ada batu nisan sederhana tanpa tulisan.

"Kenapa membawaku ke sini?" tanya Raven dingin.

Black King berdiri di depan makam itu.

"Karena di sinilah ayah kandungmu dimakamkan."

Raven menatap makam tersebut dengan tatapan kosong.

"Mana buktinya?"

Black King mengeluarkan sebuah kalung perak dari sakunya.

Liontin itu berbentuk burung phoenix yang sedang mengepakkan sayap.

"Kalung ini ditemukan di tubuh Adrian Valerio saat ia meninggal."

Raven mengambilnya perlahan.

Entah mengapa, saat menggenggam kalung itu, dadanya terasa sesak.

Seolah ada kenangan yang tidak pernah ia miliki sedang memanggilnya.

"Kenapa aku harus percaya?"

Black King menarik napas panjang.

"Karena aku sendiri yang menguburkannya."

Raven langsung menatap pria tua itu.

"Kalau kau begitu peduli, kenapa tidak menyelamatkannya?"

Black King memejamkan mata sejenak.

"Aku terlambat."

Jawaban singkat itu terdengar penuh penyesalan.

Namun Raven tidak mudah percaya.

"Semua ini bisa saja sandiwara."

Black King tersenyum tipis.

"Kalau begitu, carilah sendiri kebenarannya."

Sementara itu, di mansion Alvaro...

Aurora masih belum menyerah.

Ia memeriksa kembali semua barang yang ditemukan di Gudang Nomor 9.

Di sela-sela jas Raven yang berlumuran darah, ia menemukan sesuatu yang sebelumnya terlewat.

Sebuah chip pelacak berukuran sangat kecil.

"Leo, lihat ini."

Leo mengambil chip tersebut.

"Ini bukan milik kita."

"Apa bisa dilacak?"

Leo segera memanggil ahli teknologi organisasi.

Beberapa menit kemudian, pria itu berhasil menghubungkan chip ke komputer.

"Sinyalnya masih aktif."

Aurora langsung berdiri.

"Di mana lokasinya?"

Pria itu memperbesar peta digital.

"Sinyalnya berasal dari kawasan pegunungan utara."

Leo mengepalkan tangan.

"Itu sekitar dua jam dari sini."

Aurora menatapnya penuh harap.

"Kalau begitu Raven masih hidup."

Leo mengangguk mantap.

"Siapkan semua orang."

"Kita jemput Tuan."

Di pemakaman tua...

Raven masih berdiri di depan makam tanpa nama.

Tiba-tiba ia melihat sebuah ukiran kecil di bagian belakang batu nisan.

Huruf P yang dibentuk menyerupai burung phoenix.

"Apa artinya ini?"

Black King menjawab pelan,

"Itu lambang keluarga Valerio."

"Sebenarnya..."

"...simbol phoenix bukan hanya sebuah lambang."

"Itu adalah warisan."

Raven mengernyit.

"Warisan apa?"

Black King belum sempat menjawab ketika suara tembakan menggema dari arah hutan.

Dor!

Salah seorang anak buah Black King roboh seketika.

"Tuan! Kita diserang!"

Puluhan pria bersenjata muncul dari balik pepohonan.

Mereka mengenakan seragam hitam tanpa lambang.

Baku tembak langsung pecah.

Dor! Dor! Dor!

Raven memanfaatkan kekacauan itu untuk melumpuhkan penjaga di sebelahnya.

Dengan cepat ia merebut pistol lawannya dan melepaskan rantai yang mengikat tangannya.

Black King menatapnya sekilas.

"Kalau ingin hidup..."

"...lindungi dirimu sendiri."

Raven mendengus.

"Aku tidak butuh perintahmu."

Mereka bertarung membelakangi satu sama lain, menghadapi musuh yang sama.

Di tengah baku tembak, seorang penembak jitu mengarahkan senjatanya ke Black King.

Raven melihat kilatan cahaya dari kejauhan.

"Merunduk!"

Tanpa sadar, Raven mendorong tubuh Black King.

Dor!

Peluru itu hanya menggores lengan Black King.

Pria tua itu memandang Raven dengan heran.

"Kenapa menyelamatkanku?"

Raven menjawab dingin,

"Hanya aku yang berhak membunuhmu."

Black King tersenyum kecil.

"Sifat itu..."

"...benar-benar sama seperti ayahmu."

Di saat yang sama, dari kejauhan terdengar deru puluhan mobil.

Leo memimpin pasukan Alvaro menuju lokasi.

Sementara Aurora yang berada di mobil paling depan melihat sosok Raven berdiri di tengah baku tembak.

Air matanya langsung mengalir.

"Raven..."

Tanpa menunggu mobil berhenti sempurna, Aurora membuka pintu dan berlari menuju pria yang selama ini ia cari.

Namun dari balik pepohonan, moncong senapan lain perlahan mengarah tepat ke punggung Aurora.

1
Sunflower_6520
Nurut ae Ra, dr pada nyawa lo melayang...
Sunflower_6520
Itu tandanya Aurora punya hati Raven... emang kayak elo? jangan kan hati, simpati aja kayaknya lo gak punya🗿
Sunflower_6520
Urusan Aurora lah, orang dia kan dokter? dimana" dokter itu tugasnya menyelamatkan, gak mungkin ada orang kritis dia biarin gitu aja
Sunflower_6520
Lama kelamaan sih Aurora bisa trauma...
Sunflower_6520
Tamu modelan apa? ini namanya penculikan 🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!