"Aku pernah membaca sebuah deretan kata yang mengatakan bahwa Menikahi laki-laki cuek adalah setengah dari penderitaan hidup.
Aku sepenuhnya setuju pada pernyataan itu" - Adhara Cellia.
Kehadiran cinta masa SMA nya semakin memperkeruh hidup Dara. Ia ragu mampu menahan diri dari godaan pria di masa lalunya dan mempertahankan pernikahannya yang memang telah rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Tiga
Setelah pembicaraan antara Dara dan Reynand beberapa hari yang lalu, pria itu kembali menciptakan jarak dengan Dara.
Mungkin Dara bisa sedikit bersyukur karena pak Hartono belum menyetujui ajuan Reynand untuk kembali ke kantor cabang sampai menemukan pengganti yang sesuai dengan keinginan pak Hartono.
Meski tak tau sampai kapan namun setidaknya Dara masih bisa melihat Reynand untuk beberapa waktu ke depan.
"Rey, bisa nggak sebelum kamu pindah kamu bersikap seperti biasa sama aku? toh lambat laun kita juga nggak akan ketemu lagi kalo kamu jadi pindah? masa kamu mau ninggalin kenangan buruk diantara kita?" minta Dara suatu kali saat tidak sengaja berpapasan dengan Reynand.
"Kenangan apapun tetap akan menyakitkan buat aku Cell, nggak ada bedanya. Mau indah atau pun buruk tetap saja namanya hanya kenangan" ucap Reynand yang berhasil membuat Dara terdiam. Sepertinya Rey tak ingin lagi membuka celah kedekatan di antara mereka.
"Baiklah Rey, aku minta maaf atas permintaan aku yang ternyata memberatkan kamu" Dara meninggalkan Reynand. Pria itu mengepalkan tangannya dengan rahang mengetat.
Sangat sulit baginya harus bersikap acuh pada Dara. Mengabaikan Dara sama seperti menikam hatinya berulang kali. Begitu sakit dan pedih, namun tetap harus ia lakukan karena tak ada pilihan lain bagi mereka. Ia melakukan semua ini karena memang suatu keharusan baginya meski jauh di dalam lubuk hati Rey sama sekali tak menginginkannya.
Reynand mengutuk masa lalu yang memaksanya terikat dengan Alexa, ia menyesali diri yang tak berani mengambil keputusan tegas untuk menentukan jalan hidupnya. Ia meratapi keadaan yang membuatnya harus kehilangan Dara.
Rey kira seiring berjalan nya waktu ia akan bisa melupakan Dara, namun ia salah. Setiap helaan nafasnya hanya ada wanita itu. Tak sedetikpun Reynand mampu menghilangkan Dara di hatinya.
Di satu sisi Rey begitu ingin memperjuangkan Dara hingga titik terakhir, namun jika perjuangannya hanya akan menyakiti Dara mungkin lebih baik ia melukai dirinya sendiri dengan mengikhlaskan Dara. Walaupun Reynand sudah mampu menebak akhirnya, ia tetap tak akan mampu melupakan Dara yang terlanjur mengakar kuat di jiwa nya.
🍁🍁🍁
Alexa menatap wajah suaminya yang terlelap. Wajah tampan dengan segala sikap baiknya serta rasa nyaman yang selalu pria itu tawarkan membuat ia rela melakukan segala cara untuk mempertahankan pria itu agar tetap berada di sisinya.
Tak peduli meski ia tau ada nama wanita lain yang terukir dalam hati Reynand. Alexa tak akan melepaskan pria itu walaupun Rey tak pernah menatapnya penuh cinta seperti yang selalu Alexa lihat saat suaminya menatap wanita pujaan nya.
Alexa tau Reynand masih sangat mencintai Dara, tapi tak ada kata menyerah baginya untuk menaklukkan hati Reynand dan merebut cinta yang ia rasa adalah haknya.
Ia jauh lebih berhak atas diri Reynand, ada sebuah ikatan kuat yang ia miliki meski dibangun tanpa cinta, dan Alexa yakin ikatan itu tak akan pernah putus ketika berhadapan dengan Dara meski cinta antara Dara dan Reynand seluas dunia sekalipun.
Siapa sangka kejaduan yang menimpanya dan Rey bertahun-tahun yang lalu adalah jalan baginya untuk memiliki Reynand dan membuat pria itu menetap di hidupnya.
Flashback On
Reynand dan Alexa sudah berteman sejak kelas 2 sekolah menengah pertama saat Alexa yang sebelumnya tinggal di luar negeri kembali ke Indonesia. Mereka berdua berdekatan rumah dan kebetulan orang tua mereka adalah teman lama, karena Alexa yang masih baru dan belum memiliki teman akhirnya Reynand diminta untuk menjadi teman Alexa.
Sejak awal, Alexa begitu senang berteman dengan Reynand. Untuknya yang masih asing dengan lingkungan dan sekolah yang baru keberadaan Rey membuatnya aman, pria itu begitu sabar dan penuh perhatian. Rey mengenalkan dan menjelaskan semua hal yang ingin ia ketahui dengan baik.
Kedekatan dua orang yang berlainan jenis sangat jarang sekali jika tidak terdapat bunga-bunga cinta di dalam nya. Minimal dari salah satu pihak.
Tidak terkecuali dalam hubungan pertemanan antara Alexa dan Reynand. Diam-diam Alexa menyimpan perasaan terhadap Reynand, namun sebagai perempuan ia tak berani mengungkapkan perasaan nya lebih dulu.
Alexa sebisa mungkin memberikan perhatian lebih pada Rey agar pria itu bisa merasakan perasaan yang ia miliki, Alexa selalu berada di sisi Rey agar tak ada teman-teman perempuannya yang menaruh harap pada Rey. Alexa seolah memberikan kesan pada semua orang bahwa Reynand adalah miliknya meski belum ada status apapun selain persahabatan diantara mereka.
Cinta Alexa bersambut. Di akhir masa putih biru mereka tepatnya di hari kelulusan, Reynand meminta gadis itu untuk menjadi pacarnya. Tentu saja Alexa menerimanya, gadis itu sangat bahagia. Semakin tertanam di dalam hati bahwa Reynand adalah miliknya dan akan selalu seperti itu hingga akhir hidupnya.
Alexa dan Reynand melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, keduanya semakin dekat dan tak terpisahkan. Alexa adalah dunia Reynand begitupun sebaliknya. Seantero sekolah tau bahwa mereka adalah pasangan tak terpisahkan.
Namun Perhatian Reynand mulai teralihkan pada sosok teman sekelasnya yang bernama Adhara Cellia saat mereka sudah duduk di kelas 2. Gadis itu berhasil menghadirkan getaran berbeda di hati Reynand. Berawal dari mengerjakan tugas kelompok, Rey dan Dara mulai dekat. Mereka sering terlibat obrolan meski hanya seputar pelajaran.
Alexa merasa kehadiran Dara mulai mengancam hubungannya dengan Reynand apalagi ia dan Reynand terpisah kelas karena mengambil jurusan yang berbeda. Ia mulai takut Rey akan meninggalkannya demi Dara.
Suatu kali saat mereka baru pulang sekolah, Alexa menolak untuk diajak langsung pulang ke rumah.
"Kamu lupa ya Rey, ini ulang tahun aku" ucap Alexa dengan nada merajuk. Mendengar ucapan Alexa Reynand menepuk kening nya pertanda pria itu benar-benar lupa. Alexa tak bisa menutupi kekecewaan nya.
"Maafin aku Al. Aku lagi banyak banget tugas makanya jadi lupa" Ucap Rey dengan penuh rasa bersalah.
"Aku maafin tapi aku mau jalan-jalan dulu, nggak mau langsung pulang" Ucap gadis itu. Akhir-akhir ini mereka jarang bertemu selepas pulang sekolah. Rey beralasan mengerjakan tugas padahal biasanya Rey akan selalu datang ke rumah Alexa setelah berganti pakaian.
"Iya, mau jalan ke mana?" tanya Rey yang berhasil memancarkan binar bahagia di mata Alexa.
"Ke pantai" Jawab gadis itu antusias.
"Nggak kesorean kalo ke pantai sekarang, ini uda jam 2 lebih Al?" Rey melirik jam tangannya.
"Nggak Rey, ke pantai cuma berkisar 30 sampai 45 menit. Kita bisa pulang sebelum gelap"
"Mama kamu marah nanti, kita ke mall aja ya? kamu boleh pilih hadiah apa aja yang kamu mau" Rey berharap Alexa berubah fikiran.
"Aku nggak mau hadiah dari kamu Rey. Soal mama kamu tenang aja, aku uda izin sama mama sebelum berangkat sekolah tadi pagi." ucap Alexa. Reynand tak bisa lagi menolak, mau tidak mau pria itu menuruti keinginan Alexa.
🍁🍁🍁
ahhh mumet