NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Yang Dihukum ( Anak Pelakor)

Kenapa Aku Yang Dihukum ( Anak Pelakor)

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Dunia Isani seakan runtuh saat Yumi, kakak tirinya, mengandung benih dari calon suaminya. Pernikahan bersama Dafa yang sudah di depan mata, hancur seketika.

"Aku bahagia," Yumi tersenyum seraya mengelus perutnya. "Akhirnya aku bisa membalaskan dendam ibuku. Jika dulu ibumu merebut ayahku, sekarang, aku yang merebut calon suamimu."

Disaat Isani terpuruk, Yusuf, bosnya di kantor, datang dengan sebuah penawaran. "Menikahlah dengaku, San. Balas pengkhianatan mereka dengan elegan. Tersenyum dan tegakkan kepalamu, tunjukkan jika kamu baik-baik saja."

Meski sejatinya Isani tidak mencintai Yusuf, ia terima tawaran bos yang telah lama menyukainya tersebut. Ingin menunjukkan pada Yumi, jika kehilangan Dafa bukanlah akhir baginya, justru sebaliknya, ia mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Dafa.

Namun tanpa Isani ketahui, ternyata Yusuf tidak tulus, laki-laki tersebut juga menyimpan dendam padanya.

"Kamu akan merasakan neraka seperti yang ibuku rasakan Isani," Yusuf tersenyum miring.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Sani memasukkan pakaian serta barang-barang pribadinya ke dalam koper dan beberapa kardus. Ia sudah memutuskan, hari ini pindah dari rumah yang telah ditempatinya selama 20 tahun ini. Sebenarnya sejak bekerja, ia ingin keluar dari sini, namun Yuka selalu berhasil membujuknya untuk tetap tinggal. Adik laki-lakinya itu satu-satunya orang yang selalu ada untuknya dan membelanya. Sekarang, Yuka sudah tak ada, laki-laki itu tinggal di Bandung sejak tahun lalu mulai kuliah, jadi tidak ada lagi alasan ia tetap tinggal disini.

"Kamu jadi pindah?" tanya Fatur yang baru masuk ke kamar Sani, tatapannya tertuju pada dua buah kardus yang sudah dilakban.

"Gea bilang, kamar di sebelahnya kosong, jadi aku akan pindah ke sana," jawabnya sambil memasukkan satu persatu buku yang ada di rak.

"Papa sudah mentransfer uang ke rekening kamu," Fatur yang sudah rapi dengan setelan kerjanya, berdiri di samping Isani, membantunya.

"Makasih," sahut Isani datar.

Fatur meraih bahu Sani, memeluknya, mencium keningnya. "Maafin Papa," matanya mulai berkaca-kaca. "Kamu harus jadi korban dari perbuatan Papa," mengecup puncak kepala Sani sekali lagi. "Papa harus kerja, jadi gak bisa bantu kamu pindahan, tapi nanti malam, Papa akan mampir ke kos kamu. Jadi kalau ada barang-barang yang gak bisa bawa, biar Papa aja yang bawa."

"Apa aku boleh bawa motor pemberian Papa?"

"Tentu saja, itu milik kamu."

Motor tersebut adalah kado ulang tahun Isani yang ke 20, namun Sani jarang sekali menggunakannya. Gara-gara motor itu, Papanya dan Tante Farah bertengkar hebat, padahal saat Yumi ulang tahun ke 20, dia diberi hadiah mobil.

Dengan dibantu Bi Dini, Sani memindahkan barang-barangnya ke teras. Satu persatu, kardus yang sudah dilakban, diangkat ke depan. "Maaf ya Bi, ngerepotin."

"Cuman gini doang, gak repot," Bi Dini mengusap lengan Sani. Wanita paruh baya tersebut tiba-tiba menangis. "Bibi pasti kangen banget sama Neng Sani."

Sani memeluk Bi Dini, ikut meneteskan air mata. Bisa dibilang, wanita itu sudah ia anggap seperti ibu. Bi Dini yang selalu makan bersamanya di dapur sejak kecil, wanita itu juga sering diam-diam memberinya jajan saat ia sedang menangis karena dimarahi Tante Farah. Saat sakit, wanita itu juga yang merawatnya. Andai saja ia bisa memilih ibu, pasti ia lebih memilih dilahirkan Bi Dini daripada Erna.

"Neng, Bibi mau minta maaf," Bi Dini melepas pelukan Sani, menggenggam kedua tangannya. "Maafin Bibi."

"Harusnya Sani yang minta maaf, Sani yang selama ini selalu ngerepotin Bibi."

Bi Dini menggeleng, "Ini soal Neng Yumi dan Mas Dafa. Sebenarnya... Bibi sudah lama tahu tentang hubungan mereka, tapi bibi gak berani bilang sama Neng Sani," wanita itu makin sesenggukan, tangannya sibuk menyeka air mata. "Bibi diancam Neng, Bibi gak boleh ngasih tahu Neng Sani."

Sani kembali memeluk Bi Dini. "Sani gak marah kok sama Bibi. Sani ngerti posisi Bibi."

"Jaga diri baik-baik. Nanti kapan-kapan, Bibi bolehkan, main ke kos Neng Sani? Bibi pengen bawain ayam cabe ijo kesukaan Neng."

Sani mengangguk, mengeratkan pelukannya. "Aku pasti kangen masakan Bibi."

"Ya kalau kangen kan bisa masak sendiri, lawong rasa masakan Neng Sani sama Bibi sebelas dua belas."

Sani tersenyum, melepas pelukannya. "Ya karena gurunya Sani masak, Chef Dini," mengecup kedua pipi wanita yang sudah tampak tua meski usianya belum terlalu tua tersebut. "Makasih ya Bi, udah nurunin skill tangan dewanya ke Sani."

"Ilmu itu harus dilestarikan. Gak bisa tranfer uang, jadi Bibi transfer ilmu aja," keduanya tertawa bersama.

Setelah urusan memindahkan barang selesai, Sani menghampiri Tante Farah yang ada di ruang keluarga. Sebenci-bencinya ia pada wanita itu, ia masih punya adab, tidak main pergi begitu saja. "Sani pergi dulu, Tan," Sani meraih tangan Farah, menciumnya.

"Hem," Farah hanya berdehem, matanya tetap fokus pada televisi, tak mau menatap Isani. Sejak dulu, ia memang paling benci melihat Isani, anak itu terlalu mirip dengan Erna.

Isani masuk ke dalam kamar untuk terakhir kalinya. Banyak sekali kenangan disini, bisa dibilang, kamar inilah saksi bisu ratapannya selama 20 tahun. Membaringkan tubuh di kasur sambil memejamkan mata, menikmati terakhir kalinya ia berbaring nyaman disini. Setelah merasa cukup, Sani bangun, mengambil tas di atas nakas lalu berjalan ke arah cermin yang ada pada almari. Ia tersenyum menatap diri sendiri di cermin. Seperti yang dikatakan Arif kemarin, dibalik semua luka yang dia alami selama ini, ia masih harus bersyukur, karena meski lahir dari rahim seorang pelakor, ia dianugerahi wajah yang cantik.

"Mungkin satu-satunya hal yang bisa bikin aku berterima kasih pada Mama, adalah warisan kecantikan yang Mama turunkan. Selebihnya, tidak ada. Bahkan, aku tidak akan pernah berterima meski telah Mama lahirkan kedunia."

Sani memesan taksi online untuk mengangkut barang-barangnya, sementara dia menaiki motor. Sesampainya di kos, dengan dibantu driver, Sani memasukkan barang-barangnya ke dalam kamar. Ukuran kos tersebut tak terlalu besar, namun terasa luas karena kemana pun mata memandang, ia tak perlu melihat Yumi atau Tante Farah.

"Makasih, Pak," Sani memberi tip yang lumayan banyak untuk driver yang telah baik hati membantunya tersebut.

Sani mengunci pintu kamar, merebahkan tubuh di atas ranjang. Bodo amat dengan barang-barang yang masih belum disusun, siapa juga yang peduli, mending tidur. Namun sebelum mata benar-benar terpejam, ia mengambil ponsel di dalam tas. Sejak tadi pagi, Yusuf terus meneleponnya, tapi tak dia jawab. Dan sepuluh menit yang lalu, laki-laki itu ternyata juga meneleponnya lagi. Hari ini, ia memang tak minta izin cuti.

[ Kenapa gak kerja? ]

[ Kamu sakit? ]

[ Isani, jawab telepon saya ]

[ Isani, jawab telepon saya, ini perintah ]

Itu empat dari pesan Yusuf yang Sani baca, masih banyak pesan yang lainnya lagi. Ada juga pesan dari Irene yang menanyakan sesuatu, juga pesan dari Gea.

Sani mematikan ponsel, lalu tidur.

Tok tok tok

Isani terbangun karena suara ketukan pintu. Sambil mengumpulkan nyawa, mulai menebak-nebak, siapa kiranya yang datang. Apa mungkin Papa? tapi Papanya belum pulang kerja jam segini. Apa mungkin pemilik kos yang ingin memberi tahu sesuatu padanya? Bisa jadi.

"Sebentar," seru Sani sambil mengikat rambut. Ia lalu berjalan ke arah pintu lalu membukanya. "Pak Yusuf!" ia kaget melihat pria itu berdiri di depan kamar kosnya yang baru. Pertanyaannya, darimana Yusuf tahu dia pindah kesini.

"Untunglah masih hidup, kirain udah mati."

Sani langsung melotot mendengar ucapan sang bos.

1
LENY
NAMANYA NUH BENER KAN 😊🤭😊😊
LENY
KUPIKIR MINTA MAAF TERNYATA BUKAN GAK USAH DIMINTA BU ERNA YUSUF AKAN MENJAGA SANI DAN DIA SETIA🙏🙈
LENY
YA IKHLASKAN AJA MAMAMU SANI YUSUF GAK SALAH WAJAR DIA BERSIKAP DATAR KRN MIKIRIN KAMU DAN ANAK DLM KANDUNGANMU JGN SAMPE ADA APA2 KRN BOLAK BALIK LIHAT ERNA🙏🙏
LENY
SYUKIRLAH ERNA SADAR PERBUATAN JAHATNYA BINATANG AJA SAYANG ANAKNYA NAH DIA MANUSIA NINGGALIN ANAK MSH KECIL 😥😥🙈🙈
LENY
SANI INI TERLALU BNYK MIKIR NEGATIF JD STRESS SENDIRI PADAHAL SDH DIKASIH TAHU YUSUF IRENE ADA PACARNYA DAN LG HAMIL.🙏🙏🙈
LENY
KAN RUANG VVIP TINGGAL MINTA SUSTER YG ANTAR KE TOILET KL YUSUF LG MEETING🙏🙏
LENY
SANI JG LEBAY SUAMI CAPEK PULANG KERJA KAN YG PENTING SDH DIBELIIN COKLATNYA 🙈🙏🙏
LENY
SANI HAMIL NGIDAM KAYAKNYA
LENY
OH YA NNT DIKISAH YASA IVY ANAK SANI SI ALICE INI YG SUKA NGEJAR2 YASA. SOALNYA.BACA KISAH ANAKNYA DULUAN BARU ORANG TUANYA 🙏🙏
LENY
YUMI KAMU PUNYA HATI YG BUSUK DAN IRI HATI JG PERBUATAN JAHAT KAMU KE SANI SEKARANG TERIMALAH BUAH DARI PERBUATANMU. TUHAN TDK PERNAH TIDUR APA YG KITA TANAM ITULAH YG KITA TUAI
😡🙈🙏🙏
LENY
SDH DPT HUKUMAN JG YUMI MSH JAHAT. SDH DITINGGAL DAFA KAYAKNYA😡🙈
LENY
ASTAGA YUMI MULUTNYA JAHAT BENER JIJIK BANGET LAGIAN GAK USAH DITENGOK SANI SAMA YUSUF TERLALU BAIK SAMA IBLIS YUMI😡😡😡
LENY
PANTES YUSUF BENCI BENER SAMA ERNA BUKAN MANUSIA ERNA INI IBLISS DURJANA JAHATNYA GAK KETULUNGAN 😡😡😡😡😡😡🙈🙈
LENY
PANTAS DIHUKUM SEUMUR HIDUP WANITA JALANG JAHAT PEMBUNUH ERNA DUH GAK ADA BAIKNYA SEDIKITPUN ERNA😡😡😡😡
LENY
BAGUSLAH ERNA DI PENJARA ENTAH APA KESALAHANNYA😡😡
LENY
IBU DURJANA DURGAKA ERNA TAK PANTAS PUNYA ANAK SEBAIK SANI😥😥😥
LENY
😅😅😅DAFA BARU TAHU RASA KAMU MENGKHIANATI SANI DAPAT SAMPAH 😡😡
LENY
YUMI DASAR JALANG DAFA RASAKAN KAMU 😅😅😅
LENY
SUAMI KAMU SELINGKUH RASAKAN KARMA YUMI 😅😅😅😅
LENY
YUMI MAIN TUDUH AJA GILA BENER😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!