Ketika harga diri seorang wanita tidak lebih dari selembar materai, mampukah ia bertahan di dalam lingkungan keluarga terpandang dan kaya raya.
Hidup dalam garis kemiskinan membuat Virgo harus digadaikan demi membayar hutang kedua orang tuanya. Bertemu dengan Dylan, seorang pemuda yang terkenal dingin dan ringan tangan membuatnya harus berjuang extra demi bisa bertahan hidup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. ROBBY BERULAH
Sejak Robby dipenjara ia menjadi susah. Ia tidak bisa mengkonsumsi obat-obat terlarang dan narkoba. Fisiknya menjadi lemah dan kurang bertenaga, tetapi ia tidak kehilangan semangat hidup.
"Kalau bukan karena anak dan wanita sialan itu, aku pasti tidak akan berada di sini!" ucapnya dengan penuh amarah.
Selama di dalam jeruji besi sama sekali tidak ada yang menjenguknya. Ia merasa terbuang, tetapi keinginan untuk balas dendam pada Virgo dan Lena tidak pernah surut. Masih teringat dengan jelas ketika malam itu ia sedang bersenang-senang dengan kekasihnya ia digerebek polisi.
Satu kesalahannya adalah meremehkan keberadaan Virgo saat itu. Sebelumnya ia mendapat laporan kalau Virgo berhasil melarikan diri, tetapi tidak sampai terpikirkan jika setelahnya ia akan digerebek polisi. Bahkan Lena yang sebelumnya sekarat sempat dilarikan ke Rumah Sakit menggunakan ambulance.
"Tapi siapa yang menolong mereka, bahkan orang itu bisa memenjarakan diriku sampai saat ini?"
Robby mengusap gusar wajahnya, ingin sekali ia melarikan diri dari penjara, tetapi ia belum bisa memikirkan caranya. Lamunan Robby terusik ketika ada seorang polisi yang mendatangi sel-nya.
"Kepada saudara Robby silakan keluar dari sel, ada yang mau bertemu dengan Anda."
"Baik, Pak."
Dengan penuh pertanyaan dan keraguan, Robby berjalan mengikuti polisi tersebut. Ia terkejut ketika melihat seorang lelaki yang dulu pernah ia maki dan tolak saat ingin melamar Virgo beberapa tahun yang lalu.
"Tomy," ucap Robby sedikit berbisik.
Lelaki itu tersenyum ke arah Robby. Lalu sesaat kemudian polisi tersebut meninggalkan mereka dengan sebuah pesan.
"Waktu Anda hanya tiga puluh menit, pergunakan waktu dengan baik."
"Terima kasih, Pak," ucap Tomy sambil tersenyum.
"Hai Pak Robby, masih ingat saya?"
"Iya, aku masih mengingatmu, ada apa kau mencariku?" ucap Robby dengan sombong.
"Masih ingatkah dengan pertemuan kita yang terakhir? Jika iya, saya ingin melakukan hal tersebut sekali lagi."
"Kau masih tertarik pada putriku?"
"Tentu, jika Anda tidak keberatan?"
"Ta-tapi aku bahkan tidak tahu di mana keberadaannya?"
Terlihat sekali jika Robby sama sekali tidak tahu keberadaan Virgo saat ini, lain lagi dengan Tomy yang bahkan bukan siapa-siapanya tetapi ia mengetahui segala informasi tentang Virgo.
Tomy tersenyum, ia tau segalanya karena tanpa disengaja, ia pernah melihat Virgo beberapa kali. Bahkan saat ini ia juga tau di mana keberadaannya saat ini.
"Aku hanya menginginkan restumu saja, selain itu kau tidak perlu memikirkannya."
"Maksudmu?"
"Setelah menikah, kau akan mendapatkan kebahagiaan seperti yang kau inginkan asalkan kau tidak mempersulit kami lagi. Bagaimana?"
Robby memandangi Tomy lekat-lekat. Sebenarnya ia tidak pernah rela jika Virgo menikah dengannya, karena sebelumnya Tomy sudah mempunyai istri dan sepertinya Virgo akan dijadikan istri kedua. Meskipun ia bobrok tetapi ia tidak rela jika putrinya sampai dijadikan istri kedua.
"Tenang saja, kalau Virgo menginginkan aku untuk bercerai dengan istri pertamaku, maka akan aku lakukan."
"Berikan satu jaminan kalau kau benar-benar mencintai putriku!"
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, tetapi sebelum itu terjadi silakan tanda tangan terlebih dahulu."
Tomy menyodorkan sebuah map kepada Robby. Di dalamnya sudah berisi surat-surat penting. Ia cukup yakin akan rencananya kali ini.
Dengan sedikit keraguan, Robby menggeser surat-surat tersebut ke hadapannya, lalu membacanya. Setelah di rasa cukup paham ia pun segera mengambil pena di samping map tersebut lalu membubuhkan tanda tangan di atas sana.
Melihat hal tersebut Tomy semakin melebarkan senyumnya. Ia sudah memprediksi hal ini akan terjadi. Lagi pula tidak ada hal lain yang perlu ia takutkan setelah ini. Hanya saja setelah ini ia akan berhadapan dengan Tuan Chryst. Namun, ia sudah memikirkan cara-cara supaya tetap bisa mendapatkan Virgo.
Apakah Tomy akan berhasil merebut Virgo dari tangan Dylan dan kekuasaan Tuan Chryst? Kita simak setelah ini ya, jangan lupa dukung karya teman literasi Fany.
Judulnya : Zafrina Mendadak Nikah
Ditunggu kedatangan dan dukungannya all😘
keegoisan novel ini
1, pemeran utama pria yang selalu salah dan terus salah dan akan dibuat menderita dan berjuang
2, karakter pemeran utama pri dibuat bodoh yang hanya mencintai pemeran utama wanita kayak tidak ada perempuan lain saja
3 pemeran utama tidak pernah salah tapi kenyataan nya dia banyak melakukan kesalahan, selingkuh, kontak fisik dengan pria lain, meninggalkan suami dan tidak dia tidak lebih baik dari wanita lain alias tidak ada spesialjya sama sekali, tidak pernah berjuang sama sekali
4, pria lain yang suka dengan pemeran utama wanita akan dipuja1 dan akhirnya dibuat bahagia
5 sedangkan wanita lain yang suka pada pemeran utama pria akan dicap pelakor dan akan dilaknat dan dibinasakan
6 kalau berpisah pemeran utama pria akan menderita, menyesal, dan sangat rindu, sedangakan pemeran utama wanita biasa saja dan malah hidup tenang dan bahagia dengan pria lain
7 kelakuan pebinor selalu dibenarkan
8 kelakuan pelakor dilaknat san tidak ada baik2 sama sekali
terus bapak si bayi tau gak kl rose kawin?
tp tuan chris gak bodoh 😏🙄🙄
apa yg terjadi dengan nurani kalian? 😢😢
masih muda tp kelakuan seperti mak pro🙄🙄🤬
tetaplah selalu baik yaaa
masih banyak laki-laki lain d luar sana rose🙄🙄
atw kau mau dylan krn hartanya?
palingan cara ampuh ya mencium dylan.. pasti luluh tuh 😁😁