Lily Seorang gadis muslimah harus merasakan beban berat membayar hutang yang di tinggalkan keluarganya. Ia hidup bersama paman dan bibiknya yang hanya ingin menguasai perusahaan mendiang ayah dan ibunya.
.
Dilain sisi Lily harus menikah dengan pria yang lebih dewasa dari usianya saat ini. Diseluruh pelosok negeri tak ada yang tak tahu bagaimana kehidupan pria misterius ini dan keluarganya.
Bagaimana ceritanya,,,,, ?
Ikutin terus yaa ceritanyaaa,
jangan lupa like dan komenny😁
(Sedang dalam Perbaikan )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah Muda 23
Lily kembali ke dapur dan melanjutkan aktivitasnya, didalam hati dan pikiran Lily sudah beribu bahkan berjuta pertanyaan tentang David, wanita itu dan juga siapa anak yang dibawanya. Apa hubungan mereka? Semua berputar-putar di pikiran Lily saat itu. Tak lama kemudian Aura turun menuju dapur.
"Hai, kamu pembantu ya disini?"
Lily hanya melihat Aura tanpa berkata apapun.
"Lagi masak apa??"
"Silahkan dilihat saja" jawab Lily datar
Aura melihat hidangan yang sudah tersedia di atas meja makan. Begitu banyak makanan enak yang tersaji disana. Aura mencicipi semur ayam buatan Lily
"Emm enak sekali, kau pandai memasak yahh. Nanti mau gak kamu mengajariku memasak? David begitu ingin aku bisa masak" Aura terkekeh kecil.
Mendengar ucapan Aura, rasa sakitt di hatinya semakin dalam. Kemudian David dan Keyra turun ke bawah menuju meja makan.
"Ma, Key lapar"
"Ayo sini sayang, bibi sudah masak untuk kita".
David yang hanya memandang Lily dan masih terlihat kesal. Sementara Lily yang hanya diam tak bersuara melihat kedekatan antara David dengan perempuan itu serta anaknya, Tak tahan lagi, Akhirnya Lily segera pergi ke kamar meninggalkan mereka.
"Ya Allah siapa perempuan itu?? kenapa begitu dekat dengan kak Dav. Apakah itu wanita yang selama ini ia cintai??? mengapa hatiku begitu sakittt melihatnya", tanpa terasa Lily menangis.
.
Beberapa saat setelah selesai makan, David menunjukan kamar Aura dan Keyra. Setelah Keyra tidur Aura mendatangi kamar Dav di atas.
Tok
Tok
Tok
David membuka pintu kamarnya dan melihat Aura sudah berdiri didepan pintu kamarnya
"Boleh aku masuk?"
"Yaa"Jawab David singkat
Aura langsung masuk ke kamar dyav dan mereka duduk di sofa.
"Kamu lagi sibuk ya?"tanya Aura
"Sedikit,,, Ada perlu apa??"Tanya David
"Aku hanya ingin ngobrol denganmu. Emm... boleh aku bertanya?" ucap Aura
"Tentu" jawab David
"Siapa gadis itu?"tanya Aura
"Ohh nama nya Lily. Jika kau perlu apa-apa beritahu saja dia". ucap David
"Emm baiklah, Aku kira dia kekasihmu. Tapi ternyata bukan. Oh iya aku seneng deh kita bisa bersama kayak gini" ucap Aura
David hanya diam dan tengah melamun memikirkan Lily
"Apa dia gak cemburu sama sekali sih??"batin David
"Dav...?"
"Dav....?"
"Eh iya, ada apa?? maaf aku gak fokus"
"Mikirin apa sih?"
"Soal kerjaan, aku lupa belum mengirim file kepada klienku. Maaf ya, aku tinggal sebentar".
David segera ke meja kerjanya dan membuka laptopnya. Aura melihat ada yang berubah dari sikap David, namun david mencoba menutupi nya.
" Dav, aku turun dulu yah, mau ke kamar keyra".
"Oke"
Aura keluar dari kamar David, dan bertemu Lily di anak tangga yang akan mengantarkan wedang jahe ke kamar David.
"Permisi mbak, apa kak David sudah tidur?"
"Belum, dia masih kerja. Kamu bawa apa?"
"Oh ini saya buatkan minuman penghangat badan untuk kk dav. Biasanya setiap malam dia selalu meminumnya".
"Ohh gitu... ya sudah antarkan saja". akemudian Aura meninggalkan Lily.
Tok
Tok
Tok
Lily membuka pintu kamar David, dan memberanikan diri masuk ke dalam. David melihat kedatangan lily, hatinya bersorak gembira ketika mengira Lily akan meminta maaf kepadanya
"Ada apa?" tanya David sedikit dingin
"Emm ini kak, Lily bawakan minuman untuk kak Dav". ucap Lily
"Memangnya aku menyuruhmu membuatkan aku minuman!" David meninggikan nada bicaranya.
Lily menahan perasaannya.
"Kak David, Lily mau minta maaf soal...."
"Sudahlah gak perlu bahas lagi soal itu!".
"Baiklah kalau gitu, Lily permisi".
Saat lily akan membuka pintu, dengan cepat David menahannya.
" Hanya itu usahamu untuk meminta maaf?" ucap David kemudian Lily membalikkan badannya,
"Jadi Lily harus bagaimana kak??" tanya Lily
David tidak menjawab pertanyaan Lily, malah ia langsung mencium Lily dengan begitu kasar, Lily hanya diam mematung tidak merespon apapun yang di lakukan david kepada nya. Lily merasakan amarah david terhadap dirinya. Setelah puas melampiaskan amarahnya David melepas ciumannya, dan terlihat bibir Lily nampak berdarah.
"Apa kak Dav sudah memaafkanku?" Tanpa terasa bulir putih jatuh dari mata Lily, hati dan fisiknya merasakan sakit.
"Pergilah....!!"
Lily pun segera pergi dari kamar David dan segera masuk kekamarnya sambil menangis.
Perasaan David campur aduk begitu kacau dengan sikap Lily yang hanya diam tak memberikan respon Apapun.
.
.
.
.
Bersambung.........
persaingan yg mantap...