Nick, usia 24 tahun. Memiliki wajah tampan, otak encer dan karir cemerlang. Namun semua itu tak membuat hidupnya bahagia. Hidupnya mulai terasa indah ketika bertemu dengan seorang gadis bernama Azizah.
Bersama Azizah dia merasakan artinya cinta. Namun sayang, orang tua Azizah tak merestui hubungan mereka. Demi bisa bersama, keduanya nekad melakukan hal terlarang yang berbuah petaka.
Nick dan Azizah berpisah dengan cara tak terduga. Kecelakaan tragis yang menimpa dirinya juga Azizah telah mengubah hidup pria itu seratus delapan puluh derajat.
Mampukah Nick menata hidupnya kembali? Apakah dia akan bersatu kembali dengan Azizah atau menemukan tambatan hati yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Adrianz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honestly
“Nick.. maaf nih sebelumnya. Aku tanya ini ngga ada maksud apapun. Aku cuma mau tahu aja. apa mommy-mu sekarang lagi menjalin hubungan dengan seseorang?”
DEG
Wajah Nick menegang, hal yang ditakutkannya terjadi. Iza menanyakan perihal Diah padanya. Nick menundukkan kepalanya, tangannya meremat rambut dengan kencang, batinnya bergejolak. Dia ingin menjalani hubungan berlandaskan kejujuran, tapi dirinya juga takut Iza memandang buruk pada Diah dan meninggalkannya.
“Maaf kalau pertanyaanku mengejutkanmu. Kamu tidak perlu menjawabnya kalau tidak mau. Aku mengerti kalau ini bersifat pribadi, lupakan saja Nick.”
Nick mengangkat kepalanya, menatap Iza dengan penuh kebimbangan. Pria itu memejamkan matanya sejenak kemudian membukanya kembali. Ditariknya nafas panjang beberapa kali untuk menenangkan hatinya. Kemudian Nick mengambil ponselnya lalu membuka galeri foto.
“Apa kamu pernah bertemu dengan mommy-ku dengan seorang pria?”
“Iya.”
“Apa salah satu dari mereka?”
Nick menyodorkan ponselnya, meminta Iza untuk melihat foto John Smith, salah satu pria yang menjadi kekasih Diah. Iza melihat foto tersebut lalu mengangguk pelan. Nick kemudian menscroll layar dan menunjukkan foto Sakurta, lagi-lagi Iza mengangguk. Selanjutnya Nick menunjukkan foto Burhan. Pria itu tercengang ketika Iza lagi-lagi mengangguk.
“Kamu bertemu dengan mereka semua?”
“Iya.”
Nick mengesah panjang, ternyata Tuhan telah menyiapkan skenario lain untuknya. Baru saja dia mulai mempelajari agama lagi, Iza telah melihat semua kekasih sang mommy. Tadinya dia ingin meminta Diah memilih salah satu dari kekasihnya saja. Dengan begitu, dia bisa tetap menjaga nama baik Diah di mata Iza. Namun kini terlambat sudah.
“Yang mana kekasih mommy?”
Pertanyaan Iza membuyarkan lamunan Nick. Cukup lama pria itu terdiam, kemudian sambil menatap lekat manik hitam Iza, pria itu mulai bersuara.
“Semuanya. Semua laki-laki yang kamu lihat bersama mommy adalah kekasihnya.”
Kali ini giliran Iza yang ternganga. Berarti benar tebakannya kalau Diah memiliki hubungan dengan ketiga pria itu. Kepala Iza seketika berdenyut, bayang-bayang penolakan Rahardi akan Nick kembali melintas di pikirannya.
“Aku akan menceritakannya padamu semuanya. Aku lakukan ini karena ingin memulai hubungan serius denganmu, hubungan yang dimulai dengan kejujuran. Apa yang akan kuceritakan mungkin akan mengejutkanmu. Tapi aku harap kamu bisa berpikiran terbuka dan melihat semua ini dari sudut pandang yang berbeda. Jika setelah mendengar semua ceritaku kamu memilih untuk mundur, aku akan terima.”
Nick menjeda ucapannya. Iza menatap pria di hadapannya ini. Belum pernah Iza melihat keadaan Nick seperti ini. Pria yang selalu terlihat percaya diri itu seketika berubah menjadi insecure. Iza semakin penasaran tentang apa yang akan dikatakan pria itu.
“Mommy-ku adalah wanita simpanan ketiga pria itu. Pertama dia menjalin hubungan dengan Mr. Smith, hubungan mereka sudah berlangsung lama. Kedua adalah om Sakurta, salah satu pemegang saham tempatku bekerja. Mereka telah berhubungan selama setahun. Dan terakhir adalah om Burhan. Dengan om Burhan, mommy baru menjalin hubungan selama beberapa bulan. Mereka akan datang secara bergantian sesuai dengan jadwal masing-masing. Setiap bulannya mereka memberikan nafkah untuk mommy, seperti seorang suami. Bahkan Mr. Smith juga turut membiayai kuliah S2-ku.”
Nick menghentikan ucapannya kemudian tertawa sumbang. Sungguh lucu membicarakan tentang kehidupan mommy-nya yang seperti wanita penghibur saja. Iza sendiri tak kalah terkejut mendengarnya. Sepolos-polos dirinya tetap saja dia tahu apa yang dimaksud dengan wanita simpanan. Jika Diah menerima sejumlah uang, maka ada yang harus diberikan sebagai imbalannya.
“Sudah berulang kali aku meminta mommy untuk berhenti tapi mommy tidak pernah mendengarkanku. Aku tahu mungkin di mata orang lain dan juga kamu, mommy adalah wanita brengsek yang merusak rumah tangga orang lain. Tapi seburuk-buruknya mommy, dia tetap ibuku, wanita yang sudah melahirkan dan membesarkanku.”
Mata Nick nampak berkaca-kaca. Iza dapat merasakan kesedihan pria itu ketika membicarakan sang mommy. Nick menolehkan wajahnya ke arah lain seraya menghapus genangan air di matanya. Dia menghirup nafas panjang sejenak kemudian menatap Iza lekat-lekat.
“Aku sudah menceritakan soal mommy. Aku serahkan semuanya padamu. Kalau kamu masih berniat menjalin hubungan denganku, aku harap kamu tetap menghargai mommy. Tapi jika kamu tidak bisa menerimanya, aku akan mundur.”
“Katakan apa alasanku harus mundur dari hubungan ini?”
Iza menatap tajam ke arah Nick. Jika sebelumnya dia selalu menghindari bertatap mata dengan pria itu, tapi tidak kali ini. Dia terus melihat ke arah Nick yang terkejut mendengar pertanyaannya.
“Apa begitu penilaianmu padaku Nick? Apa kamu kira aku akan berpikir picik dengan semua penjelasanmu? Aku memang tidak menyukai perbuatan mommy, tapi bukan berarti aku harus membencinya kan? Membenci perbuatan dengan membenci pelakunya itu dua hal yang berbeda. Dari pada membenci dan memberikan penilaian buruk tentangnya, bukankah lebih baik kalau kita membantunya untuk keluar dari keburukan itu? Aku hargai usahamu untuk membantu mommy berubah. Apa kamu mau mengijinkanku berjuang bersamamu? Membantu mommy keluar dari perbuatan dosa yang dilakukannya.”
“Zi...”
Ucapan Nick terhenti begitu saja, seperti ada yang tercekat di tenggorokannya. Matanya menatap tak percaya pada Iza. Sungguh gadis itu senantiasa membuatnya terkejut dengan kata-kata dan sikapnya. Nick berdehem lalu melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti.
“Zi.. apa kamu ngga malu?”
“Apa kamu malu akan mommy-mu?”
“Ngga, bagaimana pun juga, dia mommy-ku.”
“Kalau begitu tidak ada alasan aku untuk merasa malu. Dibalik apa yang dilakukan mommy, aku percaya kalau dia sosok yang baik. Itu terbukti dengan adanya dirimu. Kamu adalah laki-laki baik, kamu bersikap jujur dan apa adanya. Ngga banyak laki-laki yang memiliki keberanian seperti dirimu. Andai abi bisa melihat sisimu yang seperti ini, aku yakin dia akan merestui kita.”
“Jadi kamu tetap akan menjalani ini semua denganku?”
“Iya, kita harus menjalani apa yang sudah kita mulai. Walau pun sulit dan berliku, tapi aku percaya Allah melihat usaha dan niat baik kita. Aku harap kita akan mencapai akhir yang bahagia.”
“Makasih Zi.. makasih sudah begitu percaya padaku. Aku janji akan berusaha lebih cepat untuk memantaskan diri bersamamu. Aku tidak akan memberikan celah pada abi untuk menolakku.”
“Hmm.. kamu harus lakukan itu, secepatnya.”
Nick mengangguk mantap. Kepercayaan dirinya telah kembali. Apa yang ditakutkannya tak menjadi kenyataan. Iza adalah gadis yang berpikiran terbuka. Dia tak mudah memberikan penilaian buruk pada seseorang. Membuat persasaan cinta Nick pada Iza semakin mendalam saja.
🍂🍂🍂
Setelah mengantarkan Iza pulang, Nick memilih untuk pulang ke apartemen. Sehabis berbicara dengan Iza, Nick bertekad untuk membujuk mommy-nya kembali. Dengan dua buah paper bag di tangannya, Nick masuk ke dalam apartemen. Seperti biasa, suasana apartemen selalu sepi.
“Assalamu’alaikum.. mom.. mom..”
Mendengar suara anaknya, Diah yang tengah mengeringkan rambut bergegas keluar kamar. Dengan wajah sumringah Nick menghampiri Diah kemudian meraih tangan wanita itu dan mencium punggung tangannya. Diah terhenyak melihat sikap anaknya.
“Assalamu’alaikum mom..”
“Mom.. dijawab dong salamku,” seru Nick kembali ketika Diah tak kunjung membalas salamnya.
“Wa.. walaikumsalam.”
“Mom.. nih aku beli sesuatu buat mom. Iza yang pilihin loh.”
Diah meraih paper bag di tangan anaknya. Nick kemudian merangkul pundak sang mama lalu membawanya duduk di sofa. Diah mengeluarkan isi dari paper bag. Wanita itu tercenung saat mengetahui sang anak membelikannya mukena dan juga pakaian muslim beserta hijabnya.
“Ini apa Nick?”
“Itu untuk mommy,” Nick menggenggam tangan Diah.
“Kita berubah ya mom, berubah menjadi lebih baik. Besok aku ingin menjadi imam shalat buat mommy.”
“Are you okay, son? What make you change like this? Is Iza behind all this things? (apa kamu baik-baik saja, nak? Apa yang membuatmu berubah seperti ini? Apa Iza penyebabnya?).”
“Iza mungkin pemicunya, tapi aku benar-benar ingin berubah. Aku dan mommy, kita harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bukan?”
“Ok, kalau itu keinginanmu, mommy akan lakukan.”
“Bisakah mommy lakukan sesuatu sebagai permulaannya?”
“Apa?”
“Tinggalkan semua yang mommy lakukan saat ini. No more Mr. Smith, om Sakurta dan om Burhan. Just you and me. Saat ini aku sudah cukup mampu membiayai mommy. Aku akan bekerja lebih keras lagi supaya mommy tidak hidup kekurangan. Can you do that mom? For me, please (dapatkah mommy lakukan itu untukku).”
Diah cukup terkejut mendengar permintaan Nick. Perlahan dia melepaskan tangannya dari genggaman sang anak. Dia sudah cukup nyaman dengan posisinya saat ini. Lima tahun menjalin hubungan dengan John Smith, ditambah dengan Sakurta juga Burhan membuat hidupnya sejahtera. Wanita itu tak berani membayangkan bagaimana dia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa uang tunjangan dari ketiga lelaki tersebut.
“Maaf.. mommy tidak bisa melakukannya.”
“Bahkan untukku mom?”
“Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini? Apa kamu malu dengan keberadaan mommy? Apa Iza yang membuatmu seperti ini? Kamu malu Iza mengetahui soal mommy?”
“Iza sudah tahu semuanya mom. Dia pernah melihat mommy bersama semua kekasih mommy. Aku juga sudah menjelaskan semua padanya. Jujur, aku malu mom tapi Iza justru bisa menerimanya, dia bahkan memberiku semangat untuk bisa berubah lebih baik lagi, bersama mommy tentunya. Jadi aku mohon mom, kita mulai hidup secara normal dari awal lagi. Hanya kita berdua, seperti dulu.”
Diah tak menjawab, wanita itu memilih mengambil rokok dari atas meja lalu membakarnya. Seketika kepulan asap mengelilingi dirinya. Nick menyandarkan punggungnya dengan tangan memijit pangkal hidungnya. Otaknya berpikir keras bagaimana membujuk sang mama.
“Beri mommy waktu, mommy akan mempertimbangkannya.”
“Jangan terlalu lama mom. Tak selamanya bangkai dapat disembunyikan. Hubungan mommy dan om Sakurta sudah menjadi rahasia umum di tempatku bekerja. Aku takut keluarganya akan tahu soal mommy. Sebelum terlambat, lebih baik mommy akhiri saja.”
“Kamu menakuti mommy?”
“Aku hanya mengatakan fakta mom. Apapun keputusan mommy nanti aku akan tetap menghargainya. Walau kita berada di jalan yang berbeda, aku akan selalu menyayangi dan melindungi mommy.”
Nick mencium kening Diah kemudian beranjak dari duduknya. Pria itu segera masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan Diah dengan segala pemikirannya. Diah kembali menyesap rokok di tangannya. Ucapan terakhir Nick cukup menggelitik pikirannya.
🍂🍂🍂
Seorang wanita paruh baya dengan langkah anggun masuk ke dalam restoran bintang lima. Walau usianya sudah masuk kepala lima, namun berkat perawatan mahal, kulitnya masih terlihat mulus ditambah semua yang melekat pada tubuhnya merupakan brand keluaran ternama, membuat sang wanita tampak begitu menawan.
Dia terus melangkah menuju meja paling sudut. Di sana seorang pria berpakaian casual tengah duduk menunggu seseorang. Sesampainya di meja tersebut, sang wanita melepas kacamata hitamnya lalu menarik kursi di hadapan pria tersebut.
“Apa yang kamu dapatkan?” tanya wanita itu tanpa basa-basi
“Tentang rumor yang tersebar, benar adanya. Ini data lengkap tentang wanita itu.”
Pria itu menyerahkan sebuah amplop coklat pada wanita tersebut. Sang wanita membuka amplop lalu mengambil kertas berikut foto-foto dari dalamnya. Foto kebersamaan Diah dengan Sakurta. Kemudian ada pula foto Diah bersama dengan John Smith dan Burhan. Bahkan foto Nick juga kebersamaan Nick dengan Iza juga ada di sana. Wanita itu tersenyum puas.
“Bagus, saya puas dengan pekerjaanmu. Saya akan mentransfer sisa uang sesuai perjanjian.”
“Terima kasih bu Widya.”
Perempuan yang bernama Widya itu mengambil ponselnya kemudian mentransfer sejumlah uang pada rekening pria di depannya. Setelah memastikan uang telah masuk ke ruangannya, pria itu undur diri. Widya masih diam duduk di sana seraya memperhatikan foto berikut informasi tentang Diah, Nick juga Iza.
“Diah.. lihat saja apa yang akan kulakukan. Beraninya kamu menyentuh milikku. Aku pastikan kamu akan kehilangan semuanya, termasuk anak kesayanganmu.”
Widya tersenyum licik. Dia memasukkan kembali kertas dan foto ke dalam amplop lalu memakai kembali kacamata hitamnya. Sejurus kemudian dia berdiri dan melenggang pergi dari sana.
🍂🍂🍂
**Kira² Widya itu siapa ya😱
Maaf baru bisa up kembali. Semoga besok bisa up seperti biasa**.
padahal nabila cuman baca.padahal cuman crita.
sampek anakku nanya di sampingku.
emak nangisi apa.nangis kenapa??
ini baca crita online.
heheheheh
arnav kasik jodoh pasangan juga donk .
nbila nangis trus bacanya ini.
😭😭