NovelToon NovelToon
My Hottest Man

My Hottest Man

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Balas Dendam / Playboy / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:261.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Cewen

Takdir, secara kikuk menari di atas lembaran putih. Ujung pena menggurat kisah perjumpaan dua insan yang tak bisa menolak kebetulan.

Adik perempuannya yang sedang hamil menerima tindak kekerasan kemudian sekarat di ranjang rumah sakit, Raymundo Alvaro oleh kemurkaan brutal bersumpah akan jebloskan semua yang terlibat ke dalam penjara. Tidak terkecuali, seorang wanita muda yang pernah secara terang-terangan berikan peringatan padanya juga mengancam adik perempuannya.

Raymundo yakini Bellova Driely adalah nama teratas dalam daftar hitam yang paling bertanggung jawab atas segala hal buruk yang menimpa keluarganya.

Sedangkan, Bellova Driely tak menyangka ia akan terseret kasus yang kemudian menghilangkan nyawa bayi Hellena Alvaro.


Raymundo kemudian putuskan menghukum Bellova Driely dengan caranya sendiri. Ia bebaskan Bellova dari penjara dengan banyak syarat dan sengaja ciptakan kegelapan untuk Bellova. Bellova tak berdaya membalas ketidak-adilan yang menimpa karena sebuah janji yang harus ditepati. Bellova menyimpan rahasia besar yang bisa akhiri kesalah-pahaman tetapi ia telah dituntut sumpah untuk pengorbanan berdarah.

Apa yang terjadi ketika akhirnya masa lalu terkuak dan masa depan kehilangan ketenangan? Akankah cinta yang hadir mampu kalahkan kebencian?!

***

Ditulis oleh Senja Cewen

Ja'o Mora Ne'e Masa Miu (Aku Mencintaimu)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Cewen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22. Ms. Beauty & Mr. Beast

Bellova tersadar suatu waktu merasa kedinginan dan ketika ia buka mata, Tuan Alvaro di sisinya. Tentu saja tak mungkin pria itu tidur di sofa pendek atau akan pegal-pegal. Meskipun lelap, raut Raymundo Alvaro tampak sangat serius. Seakan otak tak beristirahat, bekerja keras.

Berbaring bersama di satu ranjang, tanpa pemisah tetapi tak bersentuhan. Raymundo Alvaro ciptakan jarak berarti.

Apakah di usia matang, Tuan Alvaro belum pernah bersama seorang wanita? Sepertinya tak sulit temukan kekasih, karena beberapa wanita cenderung sukai pria-pria primitif seperti Raymundo Alvaro. Apakah tak punya hasrat? Tak butuh pelampiasan? Ketertarikan biologis? Di negara berisi banyak wanita cantik ini?

Bellova menyipit pada Raymundo Alvaro yang nyenyak.

"Apa Anda masih perjaka?" Bertanya sangat pelan, hanya desisan.

Berdecak.

"Bellova, sialan kau. Apa yang ada dalam pikiranmu di tengah malam begini?" gumannya hembuskan napas keras.

"Apakah kamu ingin kita bercinta, Bellova?" Raymundo Alvaro tiba-tiba bersuara berat.

Bellova segera tersentak kaget, temukan mata Raymundo Alvaro separuh terbuka. Tatapan tajam dan sedikit sensual pada wajah kejam itu bikin Bellova menggigil.

"Kamu bisa mencoba aku!"

Bellova menguap lebar-lebar. Menganga terlalu lebar hingga rahang kram lalu berderak dan ia meringis. Buru-buru berbalik punggungi Raymundo Alvaro. Mengatur napas juga detak jantung berirama aneh.

Mengapa heran Bellova?

Jika sikap dan peringai Tuan Alvaro datar dingin, bengis dan angker, para wanita akan berpikir ribuan kali melangkah di sisinya sekalipun pria ini mungkin bisa buat seorang wanita beruap-uap di atas ranjang.

Memaksa tidur.

Rasakan napas hangat berhembus di tengkuk. Oh sial, Bellova berharap bisa memutar jarum jam ke pukul 7 pagi. Lingkupi tengkuk dengan jemari, Bellova akhirnya tertidur.

Bangun di pagi hari oleh aroma kopi. Menyapu loteng asing sampai pada ranjang, temukan ia sendirian. Mende**** begitu teringat kecerobohannya semalam.

Gara-gara gelisah Raymundo akan menyentuhnya, Bellova tidur sangat lelap, sampai-sampai tak sadar hampir pukul 6 pagi.

Aneh Bellova. Harusnya kamu mawas diri.

Tergopoh-gopoh bangun dan rapikan ranjang, pergi ke jendela kecil dan nikmati geliat pagi di pesisir Lisbon.

Bunyi perkakas saling bersentuhan dari dapur, ia penasaran. Bellova kemudian hampiri dapur dan temukan Tuan Raymundo Alvaro sedang memasak sup dalam panci dari aroma kentang dan memanggang dadar di atas tungku lain. Raut kejam berubah sedikit lembut ketika berada di dapur. Apa pria itu bisa masak? Pertanyaan bodoh. Tentu saja bisa. Bellova tak menyangka Tuan Alvaro sukai dapur. Penampilan luar Raymundo tidak cocok dengan nuansa dapur, Bellova mengganti sudut pandang sangat cepat.

Mangkuk diisi sup dan pria itu menatap mangkuk beruap mengepul seakan ingin mengenang sesuatu, tertangkap melankolis. Menghela napas kuat. Lanjutkan mengiris buncis lalu cabe, taburi di atas dadar tahu.

Bellova berdehem, tetapi pria itu tak terkejut seakan tahu Bellova berdiri di pembatas ruangan sedang amati dirinya.

"Apakah tidur Anda nyenyak?" tanya Bellova.

Raymundo tak menggubris pertanyaan Bellova, sibuk menggulung dadar.

"Aku akan mandi," kata Bellova lagi. Benar-benar pria sulit. Bicara jarang, diajak bicara pun susah. Banyak menuntut. Ketika akan dipenuhi pria ini menghindar. Jadi, Raymundo Alvaro tak tertebak.

Mandi dan segarkan pikiran, Bellova segera melayang kemana-mana. Mengapa ia rasakan Belliza seakan-akan tak terjadi sesuatu pada Belliza? Apakah pertanda Belliza akan kembali dan bahagia?

Bellova awasi pantulan wajah di kaca cermin kamar mandi. Napas berat dihela di antara kegelisahan karena ia akan lepaskan tanah di Miradoura pada Raymundo Alvaro padahal ia sangat mencintai tempat itu. Dari ketinggian, pantai Calheta terlihat indah dan menawan. Bellova pejamkan mata, ia bahkan bisa melihat barisan hortensia di sisi kemah camping sederhana yang ia bangun sebagai tempat tujuan weekend.

"Aku akan kehilanganmu, ini menyedihkan," guman Bellova pelan. "Janji adalah utang dan aku mengkhianatimu," keluh Bellova.

"Kami selesai mandi dan bertapa di kamar mandi," tegur Raymundo hingga Bellova terkejut, buka matanya.

Tak sendirian di cermin. Raymundo Alvaro melekat di belakangnya. Punggung Bellova segera diselimuti handuk. Seakan pundak mulus bisa sebabkan kebutaan permanen. Raymundo Alvaro lepaskan kaos, biarkan atas tubuh polos, meraih cream pencukur, ciptakan busa dan baluti pada leher. Bellova ingin bergerak pergi, tetapi ia benar-benar terpenjara.

Jadi, apa yang pria ini inginkan?

"Ya, aku mencontoh Anda semalam," jawab Bellova sangat halus berisi sedikit ejekan.

Raymundo meraih pencukur gunakan tangan kanan, sedang tangan kiri berpegangan pada westafel. Otomatis, Bellova hanya bisa lolos lewat sisi kanan, tetapi Raymundo menutup sedikit jalan dengan tubuh besarnya.

Pria ini juga sulit di mengerti. Bellova punya banyak kekasih. Saat masih di sekolah menengah, ia berpacaran dengan cowok idola sekolah dan patahkan hati para playboy, itu karena ia adalah gadis sanguin populer dan suka taklukan pria. Raymundo Alvaro tercipta berbeda dari karakter para lelaki yang pernah ia kencani.

Semalam Raymundo Alvaro kabur darinya. Meskipun, Bellova sangat syukuri dan terus saja berterima kasih. Ia hanya ingin berbagi hal-hal intim darinya dengan seorang pria yang sungguh-sungguh mencintainya. Tak habis sesali mulut yang lebih cepat bekerja dibanding otak hingga lontarkan janji yang rugikan diri sendiri. Berpikir ia bisa temukan cara menguasai Raymundo Alvaro. Semalam itu sukses.

"Bisakah aku pergi? Aku harus berganti pakaian."

"Apa kamu dingin?"

"Tidak."

"Lalu?"

"Ya?"

Tatapan mata mereka bertemu di kaca.

"Mari kita bicara harga tanah. Berapa kamu menjual Miradoura?"

Bellova sedikit berpikir.

"Harga yang pantas untuknya, Tuan Alvaro. Alasannya jelas, tak ada tempat di dunia ini bagiku seindah Miradoura."

"Beritahu aku harganya Bellova."

Pria itu selesai mencukur. Ada sesuatu yang salah di sini, pikir Bellova. Raymundo Alvaro memang campuran pria kejam, manipulatif, pemaksa, kuno, tetapi ada sesuatu lain. Bellova mencari kata tepat gambarkan aura menantang Raymundo Alvaro. Ia menelan ludah hingga tegukan bisa terdengar.

"Berapa?" tanya Raymundo Alvaro, kali ini tak berhenti berkedip menatapnya. Dua tangan Raymundo kini berpijak pada sisi westafel.

Mereka bicarakan jual beli tanah di kamar mandi? Apakah sertifikat kepemilikan tanah akan ditanda-tangani di atas ranjang?

Bellova balikan badan hingga mereka berhadapan kini, ia mendongak dan tanpa kedip menatap pada Raymundo Alvaro.

"Tak ternilai. Sama seperti diriku."

Raymundo sedikit lengkungkan senyuman sinis.

"Menjual padaku Miradoura dan dirimu berarti ada nilai jual ..., ada harga, Bellova. Ini tentang nominal."

"Mengapa Anda kabur semalam?" tanya Bellova abaikan Raymundo. "Aku tak mengerti Anda, mengapa Anda pergi setelah menagih utang?"

Raymundo balas tatapan Bellova yang selalu berani padanya, mengulas senyum tipis, misterius. Miringkan kepala ke kiri lalu ke kanan amati Bellova. Mendadak, merengkuh pinggang Bellova hingga Bellova terkejut.

"Bukankah kamu hanya harus bersyukur?"

"Ingin kendalikan aku?"

"Kamu beruntung, Bellova. Aku tak menyentuhmu karena seseorang. Jangan memancing aku saat aku lepaskan cengkeraman," ujar Raymundo. "Tapi, jika kamu menginginkan ..., kita bisa mencoba," tambahnya ketatkan pelukan hingga Bellova semakin rapat. Otot lengan kencang beritahu Bellova seberapa kuat rengkuhan.

"Hmmm?!"

Raymundo gunakan kedua tangan mengangkat tubuh Bellova, duduk di atas westafel hingga mereka sejajar kini. Lebarkan paha Bellova sampai-sampai Bellova terbelalak oleh tindakan senyap matikan niat untuk ambil alih kuasa. Acuh pada wajah panik Bellova lantaran simpul handuk di ujung tanduk dan tak bisa diperbaiki jika lepas.

Raymundo singkirkan handuk di punggung, begitu pula lilitan di kepala. Telusupkan jemari-jemari di rambut lembab Bellova, mencari pegangan.

Menutup bibir Bellova yang hendak ajukan gugatan gunakan bibirnya sendiri. Seperti musik rock and roll mengalir keras, Raymundo berikan satu ciuman panas. Bellova akan mengingatnya karena ia semenjak tadi mencari kata paling tepat bagi kepribadian sensual Raymundo dan ia temukan bahwa keseluruhan pria ini penuhi banyak aspek terpendam. Tubuh kecokelatan juga wajah kaku cacat malah wakili daya pikat. Bellova tanpa sadar mengerang, ia telah menggelepar oleh seorang pria eksotis.

Deru napas bertarung di antara gerakan menuntut. Aroma kopi, sampai di otak mengiring banyak rangsangan. Bellova terengah-engah, tak menduga pria yang disangka kuno ini berubah penuh gejolak.

"Bu ... kankah, Ki ... ta ha ... rus ...."

Dibungkam selama 1 menit, sebelum jauhkan kepalanya amati Bellova.

"Mengapa takut?" tanya Raymundo pura-pura heran, napas sendiri kejar-kejaran. "Kamu menggodaku semalam?"

Bellova sepertinya simpulkan sesuatu dari dua ciuman sepihak padahal Raymundo jelas tak membalas ciuman Bellova di bandara karena Bellova adalah wanita asing. Dan semalam ....

"Aku ...."

Tak ada waktu pembelaan diri. Bibir si pria malah majukan tempo, bersarang di lehernya. Jantung bertalu sangat cepat. Sesuatu ganjil merayap naik.

Tidak, Bellova. Jika kamu bersama Tuan Alvaro sekarang, kamu mungkin akan hamil dan punya bayi. Tidak, tidak, jangan! Itu mengerikan. Pria ini tak bisa diajak bekerja sama untuk apapun.

"Apakah ka ... mu ingin ber ... cinta untuk lupakan seseorang?" tanya Bellova tersendat-sendat karena meremang oleh buaian semakin menjadi-jadi, pudarkan sadar.

Gerakan berhenti sebelum usapan pelan dan halus, Bellova sangat cepat terbakar. Apinya merambat kemana-mana. Tubuhnya menuntut, buka dirimu! Namun, ada pikiran waras bekerja lebih keras dari hasrat.

"Apa ..., aku ingatkanmu padanya?" Bellova tanpa sengaja menyentil hal paling sensitif.

Volume napas cepat Raymundo menurun sebelum terkontrol, benarkan tebakan Bellova.

"Seseorang maksudku," ralat Bellova.

Raymundo menatap Bellova tepat di mata cokelat kehijauan, kening Raymundo sedikit terlipat.

"Kita saling pahami, Bellova."

"Aku bisa tidur denganmu. Aku yakin Anda menolak gunakan pengaman di pengalaman pertama Anda."

Raymundo menyimak Bellova saat wanita itu bicara, naikan satu sudut bibir.

"Ehem, aku mungkin hamil. Ini bukan tentang kita." Menarik napas. "Apakah Anda akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padaku? Tidak. Bukan itu masalahnya."

"To the point, Bellova!"

"Aku tak ingin pria sepertimu bagi anak-anakku. Jangan tersinggung, aku tak menyukai kepribadian Anda, Tuan Alvaro."

Itu menyakitkan untuk didengar meskipun Bellova benar. Raymundo sepikiran dengan Bellova, dirinya hanya seseorang dengan jiwa kosong, kasar dan jahat. Lebih dari itu, ia tak bisa melangkah ke depan dan melihat pada wanita lain karena ia menyimpan seseorang dalam hatinya.

"Begitukah? Pikiranmu panjang kali ini ..., jutaan mil jauhnya. Apa pikirmu kamu cocok untukku? Aku tak menyukai wanita yang selalu tergesa-gesa dan ceroboh."

"Kedengarannya bagus karena aku bukan tipe Anda. Jika kita bersama, mungkin akan ciptakan masalah."

"Mengapa tawarkan dirimu? Kamu tak berpikir ketika memelas padaku untuk tidur denganmu!"

Bellova tersudut, memandang Raymundo putus asa. Hanya ada dua tatapan Bellova padanya, berani dan putus asa.

"Anggap saja aku sedang bodoh. Aku akan berikan tanah di Miradoura padamu. Kamu tak perlu membayar satu sen-pun. Aku tak menjual Miradoura tetapi aku akan alihkan kepemilikan Miradoura padamu."

"Anda membuat banyak kesepakatan denganku, Bellova! Lalu, mengubah sesuka hatimu."

"Lepaskan kami!" sambar Bellova cepat. "Aku, Belliza dan Oskan, setelah kita kembali dari kencan pura-pura ini. Ambil Miradoura. Cukup, bebaskan kami."

Rahang Raymundo Alvaro bergerak-gerak.

"Akan aku pertimbangkan." Raymundo rapikan lilitan handuk Bellova, membawa wanita itu turun. Mendorong pelan. "Ganti pakaianmu!"

***

Tolong beritahu aku, apakah Anda menyukai chapter ini? Aku terlalu suntuk untuk menulis.

Anda akan susah bernapas di chapter-chapter mendatang karena angin sedang bertiup.

Jaga kesehatan ya dan selalu bahagia!

1
choirotun nisa
pait kaya antibiotik 🤣
choirotun nisa
kayaknya suka ngemilin es batu kali ya😄
choirotun nisa
Wes embuh lah ray.. karepmu 🤣🤣🤣
choirotun nisa
wkwkwkw.. kata2 kak ceine selalu bikin senyum2 lucu..
choirotun nisa
uuhhhh anda memang hot tuan raymundo 🤭
choirotun nisa
queenaass plis stop yaa.. nanti mr owl cemburu butong 😄
✨Susanti✨
hai-hai Thor
aku datang lagi
Elly Adisusetyo
puluhan kali baca cerpen ini..gak.bosan2nya,aq msh blm menemukan novel yg bagusnya sprti krya novel2..mksh kak senja
Ros Yusmiasih
meskipun agak sulit mencerna alur ceeitanya ,tapi ini novel yg bagus ....terimakah authir ....smkn sukses ....Gbu
Ros Yusmiasih
mati aja alfaro .......
Ros Yusmiasih
ini baru seru ceritanya
Rossida Sity
ini rencana BM unk ray bulan madu
Rossida Sity
ini Pat bm
Rossida Sity
mulai jahat LG rey
Rossida Sity
kasian belova ini semua Krn oskan,ya slh belova jg sih, tp oskan yg LBH slh
Rossida Sity
seru bgt AQ JD begadang dr kemaren bcx
Rossida Sity
susu 🐮🐮
Rossida Sity
kocak🤣🤣
Rossida Sity
bingung
bunga cinta
mantaap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!