Terlahir jelek? Tidak masalah, dengan satu usapan aku bisa merubah paras seseorang menjadi wanita cantik.
Tapi, tiba-tiba suatu hari dia harus berada di ruangan yang sama dengan CEO selama 24 jam. Siapa yang bisa membantunya untuk menyembunyikan fakta bahwa dia sebenarnya adalah gadis jelek?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira Sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejar
“Laura,” ucap Alana akhirnya dia menemukan perempuan yang telah membuat hidupnya sulit.
Pandangan Alana dan Laura bertemu saling bertatapan.
Untuk sepersekian detik Laura terdiam, namun tersadar jika itu adalah juru make up yang tahu semua rencana jahatnya.
“Perempuan licik,” kata Alana.
Alana lalu mengangkat tangan kanannya yang masih memegang kamera mulai membidik ke arah Laura.
Ya, dia harus memiliki bukti jika perempuan yang bernama Laura itu ada.
Arion yang berada di depan Alana mengening, apa maksud perempuan ini. Bukankah tadi istri sepupunya meminta fotonya.
Melihat tingkah Alana yang mengambil fotonya seketika Laura menjadi panik, gawat dia bisa ketahuan.
Dengan langkah cepat Laura berlari menjauh.
Alana gelagapan. Oh tidak, perempuan licik itu akan kabur lagi.
“Laura, jangan lari kau!” teriak Alana mencoba mengejar Laura meninggalkan Arion yang terdiam tak mengerti dengan tindakan istri sepupunya ini mengapa tiba-tiba berlari meninggalkannya.
Kali ini Alana tidak boleh gagal membawa Laura ke hadapan Zayn.
“Hei nenek sihir! Berhenti!” teriak Alana terus mengejar Laura tak peduli ke mana gerak kakinya melangkah saat Laura berlari terus kebagian belakang tempat acara yang merupakan sebuah mansion mewah nan besar yang ia tidak tahu seluk-beluknya bahkan menaiki anak tangga entah berlari ke mana hanya mengikuti Laura
Laura terus berlari mencoba menghindari Alana, napasnya telah terasa sesak menyusuri tempat ini ke mana lagi dia harus berlari. namun perempuan itu tidak bisa memberi jarak yang jauh pada gadis bertubuh mungil yang mengejarnya berlari dengan sangat kencang.
“Berhenti kau! Laura aku pasti akan mendapatkanmu!”
Alana mengeluarkan seluruh kekuatannya mengejar Laura. Dia harus mendapatkan perempuan itu lalu dia dan Gisel terbebas dari Zayn.
Napas Alana terasa sesak, keringat telah mengucur karena berlari. Alana pun berhasil mengikis jarak dengan Laura. Dan akhirnya.
“Akhirnya aku mendapatkanmu!” sergah Alana dengan tangan telah melingkar di tubuh Laura menahan tubuh tinggi itu agar tak bisa bergerak lagi.
“Lepaskan aku!” hardik Laura mencoba meronta.
“Melepaskanmu! Tidak akan! Setelah kekacauan yang kau buat. Dasar perempuan ular,” bentak Alana penuh amarah rasanya dia ingin mencakar-cakar perempuan yang membuat hidupnya menjadi budak Zayn.
“Kau mau apa! Bukankah kau telah menikmati keberuntungan menjadi istri Zayn! Kau seharusnya berterima kasih padaku,” cecar Laura.
“Keberuntungan katamu! Itu musibah!” berangnya.
Ahh, semakin kesal saja dia. Keberuntungan dia bilang, untung apanya yang ada dia hidup menderita dengan pemuda yang selalu memanggilnya dengan sebutan vampir China.
“Lepaskan aku!” Laura masih mencoba memberontak.
“Kau harus menyelesaikan kekacauan yang kau buat! Aku akan memanggil kak Zayn kemari dan menghukumu,” geram perempuan ini.
Uh, dia akan terbebas setelah ini.
Sebelah tangan Alana lalu mulai meraba layar ponsel.
Tidak .... wajah cantik Laura menyiratkan kecemasan, jika dia bertemu dengan Zayn riwayatnya akan tamat, semua rahasia di baliknya juga akan terbongkar.
Laura mengumpulkan kekuatannya untuk terbebas dari Alana sebelum perempuan ini memanggil Zayn. Dengan satu sentakan kuat dan bertenaga tubuh mungil Alana terhempas.
“Aduh, sakit!” pekik Alana yang terjatuh di lantai bersama dengan ponsel yang terlepas dari tangannya.
Lagi, sama seperti dulu Alana kalah tenaga dengan perempuan tinggi itu.
Laura telah terbebas dari belenggu Alana. Kembali berlari kini ia berlari ke arah keluar tempat acara. Dia harus pergi dari tempat ini.
“Hei Laura jangan lari kau!” teriak Alana mencoba untuk bangkit mengejar Laura.
Di sisi lain Zayn berdecak kesal sudah sejak tadi Alana pergi meninggalkan pesta, entah ada apa dengan perempuan itu.
Padahal ia hanya pamit ke toilet namun kenapa belum kembali.
Sebenarnya dia mencoba tidak peduli, tapi entah mengapa ada sedikit rasa cemas berdesir di hatinya.
Takut perempuan gila berdandan itu. tersasar di tempat luas ini, Zayn pun mencoba untuk mencari gadis merepotkan itu.
Zayn terus melangkah, terkejut saat ada perempuan yang berpapasan dengannya.
“Kak kejar perempuan itu!” teriak Alana dari kejauhan.
Zayn menatap Alana yang berlari entah dari mana dia. Kejar? Apa yang di kejar.
Alana telah berada di hadapan Zayn.
“Dari mana saja kau?” sosor Zayn.
“Kak kejar dia,” ucap Alana dengan napas terengah-engah.
“Ada apa?”
“Perempuan bergaun merah itu adalah Laura,” jelas Alana.
“Laura,” ulang Zayn tak mengerti siapa Laura.
Perempuan berbaju merah, Zayn tak melihatnya.
“Dia yang mencoba menjebak kakak,” jelas Alana.
Perempuan yang di maksud Alana menjebaknya. Ada di sini?
Seketika Zayn lalu berbalik menatap arah yang di tunjukan oleh Alana. Terlihat punggung perempuan bergaun merah. Ah jadi itu dia.
“Ayo kejar dia!” seru Zayn.
Dengan langkah cepat Zayn mulai berlari mengejar perempuan yang di maksud. Bersama dengan Alana juga ikut mengejar.
Laura terus berlari hingga melalui tamu undangan, sedikit lagi perempuan itu keluar dari ruangan.
“Ayo cepat kejar dia!” Tangan Zayn lalu menarik tangan Alana agar lari bersama melewati keramaian tamu undangan, tak peduli orang menganggapnya mereka aneh, yang penting Zayn bisa mendapatkan keterangan dari perempuan itu.
Dan sialnya dia tak sempat melihat wajah perempuan itu saat berpapasan tadi.
Alana dan Zayn terus mengejar Laura hingga kini mereka telah berada di luar pesta.
“Ayo kejar dia pasti berlari menuju tempat parkir mobil.”
Ahh semakin panik saja Zayn. Zayn terus menarik tangan Alana. targetnya akan segera pergi.
Kan benar, Laura terlihat berlari mengarah menuju tempat mobil yang terparkir berusaha untuk kabur.
Langkah Zayn terhenti saat tangannya kepayahan menarik tangan Alana. Pemuda itu pun mengarahkan pandangannya pada Alana yang telah diam di tempat dengan napas terengah-engah.
Ya ampun perempuan ini berhenti berlari.
“Kenapa kau berhenti?” tanya Zayn apa yang telah terjadi pada Alana.
“Aku tidak bisa berlari lagi kak. Aku telah berkeringat, make upku bisa luntur,” ucap Alana.
Apa! Berhenti berlari karena make upnya akan luntur.
Jeduar ... bak di sambar petir ia mendengarnya, rahang Zayn seakan ingin jatuh mendengar ucapan Alana, di saat genting seperti ini perempuan ini masih memikirkan riasan di wajahnya.
Ini benar-benar gila.
“Vampir China!” teriak Zayn kesal. “Kau masih bisa memikirkan dandananmu itu!” emosi Zayn rasanya naik ke ubun-ubun.
“Maaf kak. Keringat di wajahku sudah kaya uap di panci dandang kukus,” jawab Alana bagaimana tidak sejak tadi dia mengejar Laura entah sudah seperti apa wajahnya.
“Kau ... Bisa-bisanya kau! Dasar Vampir China.” Tangan Zayn terkepal gemas ke arah Alana.
Ya ampun kenapa ada perempuan secentil dia. Masih memikirkan kecantikan wajah di saat seperti ini.
“Vampir China berhentilah dengan make up itu!” hardik Zayn, semakin panik saat menatap ke arah Laura telah masuk ke mobil.
Ken yang tadi melihat tuannya berlari di pesta menyusul sang tuan.
“Ada apa tuan!” sapa Ken.
“Bawa mobil ke mari dan kejar perempuan itu!” titah Zayn.
“Baik tuan.” Ken bergerak cepat.
Tak beberapa lama Ken telah membawa mobil di hadapan pasangan ini.
Dengan cepat Zayn membuka pintunya agar Alana masuk ke dalam mobil lebih dulu.
“Ayo naik,” titah Zayn pada Alana.
“Aku naik mobil.” Alana mulai panik wajahnya telah memucat.
“Kita harus mengejarnya!”
“Tapi kak, aku tidak bisa,” tolak Alana membayangkan mengejar Laura itu berarti kecepatan mobil itu akan meningkat. Tangannya mulai dingin jantungnya mulai memompa cepat.
“Ayo cepat masuk!”
Melihat Alana tak bergerak di tempat, Zayn mendorong tubuh Alana masuk ke dalam mobil, mereka harus bergerak cepat.
“Kak jangan!” suara Alana mulai serak terdengar menahan tangis.
Namun Zayn tak menghiraukan menyusul ke dalam kendaraannya lalu menutup pintu mobil.
“Jalan Ken, ayo kejar."
Tubuh Alana pun bak membeku, manik matanya mulai berkaca-kaca.
like
coment
vote
tapi kenapa sekarang kamu tidak pernah muncul lagi..