Semua dendam harus terbalaskan.
Pembantaian yang terjadi membuatnya bertekat menjadi kuat, lika-liku perjalanan hidupnya sebelum akhirnya membalaskan dendam orang tuanya menjadi cerita tersendiri.
Magara walau membenci manusia dia tidak pernah berpikir akan membunuh dan menyakiti manusia yang tidak bersalah, walau dirinya adalah siluman dirinya berbeda dari yang lainnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Kota Cahaya - Penjahat di lindungi.
Magara berjalan ke halaman belakang dan langsung masuk ke dalam pondok, tidak ada jendela dan pintu membuatnya sangat nyaman. Magara yang sudah lama tidak merasakan kenyamanan tanpa sadar berbaring menutup matanya dan tidur dengan pulas.
Hari mulai malam kin sebagai seorang pelayan hanya bisa menuruti perintah sang majikan, Badannya terus gemetar sepanjang langkahnya ke halaman belakang dan berjalan menghampiri pondok yang terlihat sangat gelap itu.
" Apa benar dia ada di dalam pondok itu, kenapa di sana gelap sekali " ucap kin yang bergumam sendirian.
" Tuan muda nyonya besar menyuruh ku kemari, ada yang bisa ku bantu " kata kin yang hanya berdiri di depan pondok yang sangat gelap.
Magara yang mendengar suara seseorang di depan pondoknya langsung membuka mata, magara tidak menyangka hari sudah mulai malam dan sangat gelap.
" Masuklah " ucap magara dari dalam pondoknya.
Kin merasa sangat ragu dengan gelapnya pondok itu, apa benar tuan muda yang memanggilnya berada di dalam. Kin yang masuk ke dalam pondok merasa sangat terkejut, dia tidak menyangka di dalam pondok itu ternyata sangat terang tidak seperti yang di lihatnya dari luar.
" Tidak perlu terkejut seperti itu " ucap magara yang duduk dengan santainya.
" Tuan muda menyuruh ku kemari apa yang bisa ku bantu " sahut kin dengan nada lemah lembutnya.
Magara berjalan mendekati kin dan berdiri di belakangnya, pikiran kin menjadi sangat kacau mungkinkah pemuda di depannya ingin dia melayani nafsunya. Magara yang berdiri di belakang kin perlahan mengelus rambut kin dan mengikatnya, magara berpikir dengan begitu wajah kin akan terlihat sangat jelas.
" Lebih rapi seperti ini " ucap magara sambil kembali ke tempat duduknya semula.
Kin tidak menjawab ternyata dia berpikir terlalu berlebihan, lalu sekarang apa yang di inginkan pemuda di depannya itu kin terus menebak nebaknya di dalam hati.
" Tidak perlu takut aku hanya ingin bertanya tentang kota cahaya saja " ucap magara dengan santai.
" Apa yang ingin kamu ketahui " tanya kin dengan gugup.
" Aku merasa ada yang aneh dengan kota sebesar ini, kenapa tidak ada satu pun kejahatan di kota cahaya " sahut magara.
" Penjahat di sini sangat berbeda, lebih baik kamu tidak mencari tahu " kata kin yang masih menundukan kepalanya.
" Aku baru di sini aku hanya ingin mengetahui lebih banyak tentang kota ini " sahut magara sambil menatap wanita di depannya.
" Kalau tuan muda hanya ingin bertanya tentang itu maaf aku tidak bisa memberitahu" ucap kin.
" Bagaimana jika aku akan membantu mu menyelesaikan masalah mu " kata magara sambil tersenyum.
Kin yang mendengar apa yang di katakan magara merasa sangat terkejut, dari mana dia tahu kalau dirinya sedang dalam masalah.
" Bagaimana " tanya magara.
" Apa tuan muda yakin bisa membantu ku " tanya kin balik.
" Tentu " jawab magara.
" Sebenarnya kota cahaya kota yang paling banyak penjahatnya dari pada kota lainnya, perampokan pembunuhan sangat sering terjadi di kota ini " kata kin mencoba menjelaskan.
" Lalu kenapa seperti tidak terjadi apa apa di sini " sahut magara yang merasa sangat penasaran.
" Sebenarnya semua yang berbuat kejahatan itu berada di kediaman pejabat besar salah satu contohnya keluarga perdana menteri " bisik kin yang langsung mendekati magara.
" Penjahat penjahat itu di lindungi para pejabat yang bertanggung jawab di kota tersebut, salah satunya beberapa pengawal pribadi perdana menteri kiliu li mereka semua penjahat yang di lindungi, saat malam hari mereka akan merampok rumah para penduduk bahkan memperkosa anak gadis mereka " sambung kin yang masih berbisik.
" Lalu kenapa masalah sebesar itu tidak ada yang pernah membicarakannya " sahut magara.
" Para penduduk tahu siapa yang melindungi penjahat itu jika mereka salah bicara hukuman mati siap menunggu kedatangan mereka " kata kin.
" Oh ternyata begitu berarti semua penjaga keluarga perdana menteri kiliu li semua penjahat " sahut magara sambil menganggukkan kepalanya.
" Hampir semua " ucap kin.
" Apa yang bisa ku bantu untuk mu " tanya magara.
" Aku ingin keluar menemui keluarga ku tapi tidak pernah bisa, kami sebagai pelayan di sini di kurung tidak di perbolehkan bertemu keluarga kami hanya dengan kematian kami baru bisa kembali ke keluarga kami " jawab kin sambil menangis terisak isak.
" Baik karena kamu sudah menjelaskan pada ku, aku akan membawa mu keluar nantinya tapi sebelum itu jika siapa saja bertanya bilang saja kamu sudah melayani ku " kata magara.
Kin menganggukkan kepala dan berjalan keluar meninggalkan pondok magara, jika di lihat dari luar pondok itu memang sangat gelap berbeda jika sudah berada di dalam pondok itu.
Ternyata penjahat berpenampilan rapi di lindungi pejabat tinggi, sungguh menarik aku akhirnya mendapat mangsa baru " dalam hati magara.
Suara ayam membangunkan magara, magara yang sudah membuka matanya bergegas keluar dari pondoknya. Sampai di luar magara merasa sangat terkejut melihat eng li sudah berada di depan pondoknya sambil berlutut.
" Bangunlah tidak perlu seperti itu " ucap magara yang berdiri di depan eng li.
Eng li tidak menyangka ternyata magara tidak memarahi dirinya, bukankah seharusnya dia membalas dendam pada dirinya.
" Aku akan mengajarkan mu cara pernafasan yang benar, kamu hanya perlu memperhatikan dengan baik " ucap magara dengan serius.
" Baik kak " sahut eng li.
Magara memperagakan cara pernafasan itu dan menyuruh eng li mengikutinya dan mengulanginya. tanpa bertanya eng li menuruti yang di katakan magara dia terus menarik nafas dan membuangnya perlahan.
Mata magara tiba tiba tertuju pada sudut semak yang berada di samping kolam ikan, dia melihat seseorang terus memperhatikannya dari kejauhan.
Magara tersenyum dia tahu kalau orang itu adalah salah satu dari pengawal pribadi kiliu li.
Sesuai yang sudah di jelaskan kin, orang itu salah satu penjahat yang berada di bawah lindungan perdana menteri. Sudah pasti orang seperti itu yang wajib dia musnahkan dengan cara menyerap jiwanya pikir magara.
" Teruslah seperti itu, aku akan segera kembali " ucap magara sambil berjalan pergi.
Eng li yang merasa tidak curiga kembali melanjutkan pengaturan pernafasannya, magara yang sudah menjauh dari eng li langsung berubah ke wujud ularnya dan berjalan menghampiri orang itu.
" Tidak baik mengintai seseorang seperti itu " ucap magara yang sudah kembali ke wujud manusianya dan berdiri di belakang orang itu.
" Kamu kenapa bisa berada di sini " sahut orang itu yang merasa sangat heran.
Magara yang tidak ingin membuang waktu langsung memegang kepala orang itu dan menyerap jiwanya.
Arrrrrrrrrrkkkkkhhhh....
Suara teriakan membuat beberapa pengawal lainnya mencari asal suara teriakan itu.
Magara yang sudah berhasil menyerap jiwanya kembali ke wujud ularnya dan berdiri tidak jauh dari eng li, eng li yang juga mendengar teriakan menghentikan latihannya.
" Mengapa kamu berhenti " tanya magara sambil berjalan ke arahnya.
" Aku mendengar suara teriakan " jawab eng li.
" Itu bukan urusan mu tetap lah berlatih aku akan mencari tahunya " sahut magara sambil kembali pergi meninggalkan eng li.
Magara tersenyum puas sambil berjalan layaknya sedang mencari asal suara teriakan itu.