Reina mentari seorang gadis pekerja keras, ceria, dan pantang menyerah. Kehidupannya berjalan normal sampai suatu hari ia bertemu dengan Saina putri kecil Revan yang mengubah seluruh alur cerita kehidupannya yang biasa saja.
"Menikah lah denganku" hal itu tentu menjadi kata paling bahagia untuk semua wanita yang ada di dunia, tapi tidak untuk Reina karena Reina tahu Revan tidak mencintainya. Namun demi Saina gadis kecil yang merindukan sosok seorang ibu di hidupnya sehingga mau tidak mau Reina harus menekan sedikit egonya untuk kebahagian Saina.
Perlahan alur kisah Reina mulai berubah, tabir rahasia yang ditutupi orang tuanya selama ini ikut naik kepermukaan meluluhlantahkan hatinya.
Akan kah Reina menerima Revan? Rumah tangga seperti apa yang akan dialami Reina? mampukah Reina melewati segala kesulitannya? ikuti terus kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Kamar rahasia
...Pagi itu setelah sarapan dan beres beres Revan langsung mengajak Reina dan Saina untuk langsung pindah ke mansion nya. Awalnya Lila menentang keras dan menolaknya karena Lila merasa kesepian jika hanya tinggal dengan suaminya di rumah sebesar ini, namun setelah mendengar bujukan Reina bahwa setiap weekend mereka akan mampir mengunjungi Lila sehingga mau tidak mau Lila akhirnya melepaskan kepergian Saina dan juga Reina yang kini sudah resmi menjadi menantunya....
" Pa mama sebenarnya gak rela melepas mereka." ucap Lila pada suaminya.
" Sudahlah ma Revan sudah besar dia pasti tahu langkah mana yang harus diambil, mungkin ia tidak terlalu ingin kita mencampuri rumah tangganya. Jadi biarkan saja ya." ucap Mahendra menenangkan sang istri yang tidak rela di tinggalkan cucu dan menantunya itu.
...Sepanjang perjalanan ke mansion di dalam mobil hanya di isi dengan celoteh khas anak anak Saina dan juga suara Reina yang sedang menyanyikan lagu anak anak untuk Saina....
" Perempuan ini suaranya not bad lah untuk ukuran wanita yang bar bar " puji Revan akan suara Reina dalam hati nya.
...Sampai tak terasa mobil kemudian memasuki area sebuah mansion dengan halaman rumah yang luas seperti lapangan bola dengan beberapa pohon hias yang tampak menghiasi di sisi kanan dan kirinya, sedang di sebelah kanan terdapat sebuah parkiran mobil luas yang di isi dengan 9 sampai 10 buah mobil mulai dari mobil yang unik sampai dengan mobil yang mahal keluaran terbaru semua terparkir dengan sangat rapi dan terurus di sana. Reina yang melihat hal itu sejenak terpukau akan keindahan mobil mobil yang terparkir di sana namun kemudian memandang Revan dengan dahi mengernyit....
" Apa di dalam sedang ada banyak tamu?" Ucap Reina pada Revan.
Revan yang di tanya hanya mengernyitkan dahinya dengan tatapan penuh tanya kepada Reina.
" Itu banyak banget mobilnya yang lagi parkir." Ucap Reina polos sambil menunjuk deretan mobil di parkiran.
" Itu semua koleksi ku, kalau kamu mau kamu boleh memakainya." Ucap Revan dengan santai.
Reina yang mendengar itu sontak tercengang sambil melihat lagi deretan deretan mobil tadi
" Apa semua orang kaya begitu, koleksi mobil berasa koleksi perangko. Buang buang duit kan sayang. " Ucap Reina dalam hatinya.
...Setelah mobil Revan berhenti, Saina menuntun Reina untuk segera masuk ke rumah dengan riang karena Saina ingin segera cepat cepat mengajak Reina melihat kamar nya namun belum sempat naik ke atas Revan menghentikan Saina....
" Sain masuk dulu ke kamar, dady ingin bicara dengan mami." Ucap Rehan pada Saina
" ya dady gak asyik deh." Ucap Saina kemudian naik ke atas dengan cemberut.
Setelah kepergian Saina ke kamarnya, Revan mengajak Reina untuk duduk di ruang keluarga.
" Ada beberapa peraturan yang harus kamu patuhi di mansion ini. Pertama jangan buka kamar di ujung lorong lantai satu apa pun yang terjadi dan jangan pernah untu merasa kepo tentang apa yang di dalam, kedua kamu boleh memilih kamar manapun yang kamu suka di sini tapi usahakan kamu masuk kamar ketika Saina sudah tidur sehingga anak itu tidak akan bingung kenapa mami dan dady nya di kamar yang berbeda dan yang ketiga soal bersih bersih rumah, mbok yem akan datang pada pagi hari kemudian pulang sorenya jadi kamu gak perlu repot repot bersih bersih." Ucap Revan dengan nada datar yang tentu saja memunculkan ke kepo an maksimal di benak Reina.
" Apa yang disembunyikan Revan ya dikamar itu, apa Revan menyembunyikan pesugihannya tentu tidak kan. Mana ada gitu gituan zaman sekarang, apa aku cari tahu saja ya tapi jangan kan dilarang yang ada aku habis nanti." Ucap Reina dalam hatinya.
" Oke deal, oh ya aku masih bisa mengurus toko kan? Lalu sekolah Saina bagaimana?" Ucap Reina pada Revan sambil menetralkan kebingungan yang sedang melanda akan peraturan yang Revan ucapkan.
" Kalau untuk toko itu terserah bukankah kita berjanji untuk tidak mencampuri urusan masing masing, sedangkan untuk sekolah Saina tak perlu khawatir akan ada guru privat yang datang setiap 3 kali selama seminggu untuk mengajari Saina." Ucap Revan
" Kenapa tidak di sekolahkan di TK saja bukannya bagus anak seusianya dapat berkumpul bersama teman temannya." Tanya Reina dengan penasaran.
" Saina itu anak yang introvert dia tidak mudah untuk bersosialisasi dengan teman teman sebayanya, aku pernah mencobanya sekali namun yang ada setiap jam istirahat Saina selalu berdiam diri di kamar mandi dan kemudian baru keluar lagi setelah pelajaran selesai. Melihat hal itu aku akhirnya memutuskan untuk memberinya guru privat dari pada pergi ke sekolah." Ucap Revan menjelaskan.
" Hem sepertinya ada yang aneh dengan anak itu." Ucap Reina dalam hati sambil ngangguk ngangguk.
...................
...Sementara itu Gerald yang mendengar berita bahwa Reina telah menikah dengan Revan membuatnya naik pitam....
" Kau bodoh, kenapa bisa kau kecolongan. Bukankah aku menyuruhmu harus tanpa kesalahan dan ini apa ha?" Ucap Gerald yang marah dan langsung menendang kaki asistennya tersebut.
" Maaf tuan kami benar benar bodoh tidak mengetahui itu. Tapi ada satu hal yang mungkin akan membuat tuan senang mendengarnya " Ucap asisten tersebut sambil memberikan sebuah map kepada Gerald.
...Gerald kemudian mengambil map itu dengan kasar lalu membukanya kemudian membaca dengan seksama dan melihat satu per satu foto yang terdapat pada map tersebut....
" Ternyata ada rahasia sebesar ini yang baru aku ketahui tentang mu Na, apa jadinya kalau aku memberitahumu. Tapi sepertinya lebih asyik jika aku main main dulu, bukankah aku terlalu melihatmu bahagia akhir akhir ini Na." Ucap Revan pada diri sendiri sambil terus memperhatikan foto itu.
" Apa aku salah memilih tuan untuk ku ikuti? Kenapa tuan begitu kejam terhadap seseorang yang ia cintai." Ucap asisten tersebut dalam hati ketika melihat Gerald bahagia kala menemukan mainan baru.
" Aku senang pekerjaanmu bagus, dan aku ingin kamu selidiki terus tentang hal ini sampai ke akarnya." Ucap Gerald dengan menepuk bahu sang asisten.
" Tentu tuan, sesuai dengan keinginan anda" ucap asisten tersebut kemudian berjalan pergi meninggalkan Gerald.
...Setelah asisten tersebut pergi keluar, ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang....
Call on
"Aku ingin kamu selidiki seseorang sampai ke akarnya dan aku menginginkan hasil secepatnya. Apa kau bisa?" Ucap asisten tersebut pada seseorang di seberang sana.
" Tentu, itu sudah menjadi pekerjaan ku setiap harinya. Namun kali ini aku ingin 2 kali lipat karena menyelidiki sampai ke akar tentu akan menguras tenaga." Ucap orang itu.
" Apa pun yang kau mau, asal kau bisa dapat hasil yang memuaskan." Ucap asisten Gerald lagi.
" Ok aku setuju." Ucap pria di seberang telpon kemudian memutuskan sambungan telponnya.
Call off
Bersambung.....