NOTE: SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
Lala Kamila, seorang gadis berusai 17 tahun yang dinikahkan dengan Ilham Wijaya Saputra, pria tampan dewasa, berusai 32 Tahun, tepat setelah dirinya lulus sekolah SMA. Keduanya menjalani perjodohan. Menikah di usia muda, perlahan membuat Lala mau tak mau harus menjadi dewasa dalam bersikap, maupun memutuskan sesuatu di dalam menjalani pernikahannya. Terlebih, ketika begitu banyak hal tersembunyi dari Ilham yang akhirnya diketahui oleh Lala. Akankah Lala bertahan di tengah rumitnya masalah yang menimpa pernikahannya bersama Ilham?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahdania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Kehidupan lala terasa hancur seketika melihat buah hati kesayangannya itu celaka atas kebodohannya.
"Ga seharunya aku ninggalin bila sendirian, ga seharusnya bila menderita kaya gini" batin lala.
Kini lala sudah tak menangis lagi, namun rasa sesak didadanya sungguh menyiksanya. dia begitu rapuh saat ini, dia butuh ilham saat ini, dia ingin memeluk ilham, membagi segala rasa sesaknya yang terasa begitu seperti ingin membunuhnya perlahan.
sudah 2 jam bila didalam ruangan operasi, ada pendarahan diotaknya, beberapa pembuluh darahnya pecah, sungguh miris bukan anak sekecil itu harus menderita separah itu.
"mas dimana? bila butuh kita mas" batin lala.
Lala begitu rapuh saat ini, dia butuh ilham, sungguh sesak rasanya menanggungnya sendiri, dia butuh pelukan dari ilham saat ini.
Papa mama ilham sudah datang sejak tadi.
papa ilham begitu marah saat tahu ilham tak ada dirumah sakit dan bahkan sudah pergi sejak semalam, dan bodohnya ilham tak membawa ponselnya.
papa ilham menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tahu keberadaan ilham.
dan dia begitu murka saat melihat sebuah pesan masuk diponselnya yang dikirim oleh orang kepercayaannya.
papa ilham memutuskan untuk menunggu ilham dirumah saja, dan meminta mama ilham untuk mengabarinya apapun yang terjadi nanti.
"Ma, papa nunggu dirumah aja. Takutnya ilham pulang kerumah" ucap papa.
mamapun mengangguk.
lala hanya diam, pandangannya begitu kosong. difikirannya begitu banyak sesuatu hal yang negatif. ia sungguh takut saat ini. takut sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada buah hatinya itu.
Lala tak memakan apapun sedari pagi, dia bahkan lupa bahwa saat ini sedang mengandung.
mama yang sedari tadi membujuknya pun tak dihiraukannya. lala hanya ingin melihat bila baik-baik saja.
Waktu terus berlalu hingga menunjukkan pukul 14.00 wib, operasipun sudah selesai dilakukan dan bila masih belum sadarkan diri.
*****
ditempat lain ilham begitu kesal karena sedari tadi chia tak membiarkannya pergi. ilham mengumpat kesal dalam hati karena pemotretan itu tak kunjung juga selesai.
Ilham sudah muak dengan semua ini, ia ingin segera pergi dari tempat pemotretan itu dan ingin menemui anak dan isterinya.
sementara ilham sudah begitu bosan, tapi chia begitu bahagia. sedari tadi dia tak lepas dari senyumannya.
waktu menunjukkan pukul 15.00 wib dan akhirnya ilhampun bisa pergi dari tempat chia.
dengan perasaan bahagia ia pulang kerumah, bayangkan saja belum sehari ilham tak melihat anak isterinya, tetapi dia sudah sangat merindukan keluarga kecilnya itu.
setelah kurang lebih 40 menit perjalanan dari tempat chia akhirnya ilham sampai dirumahnya.
dia melangkah menuju pintu masuk rumah.
CEKLEK
Ilham terkejut melihat papanya yang tengah berdiri menghadap jendela ruang tamu dan membelakangi ilham.
"Papa..! sejak kapan papa disini?" tanya ilham mendekati papanya.
Papa ilhampun berbalik dan..
PLAK
1 tamparan mendarat dipipi kanan ilham.
wajah papa ilham sudah begitu merah padam menahan amarah sejak tadi.
bagaimana tidak? lala sejak pagi begitu menderita memikirkan keadaan buah hatinya, tetapi ilham justru bermain-main diluar sana.
Pesan yang papa ilham dapat dari orang kepercayaannya tadi adalah sebuah foto yang dimana difoto tersebut menunjukkan Ilham dan chia sedang berada disebuah resto saat jam makan siang tadi. difoto tersebut terlihat chia menyenderkan kepalanya dibahu ilham.
chia terlihat begitu bahagia difoto itu.
Ilham bingung karena papanya tiba-tiba menamparnya.
"Apa salah gue?" natin ilham.
"Maksud papa apa nampar aku?" tanya ilham.
"Itu untuk kebodohan kamu karena berani mengabaikan anak dan istri kamu" ucap papa ilham.
PLAK
1 lagi tamparan mendarat dipipi kiri ilham.
ilham pun menjadi marah karena tak mengerti apa yang papanya maksud.
"papa apa-apaan sih? kenapa papa nampar aku lagi? Tanya ilham.
"tamparan itu untuk pengkhianatan mu terhadap istrimu"ucap papa.
tubuh Ilham mengejang seketika mendengar ucapan papanya.
dan..
PLAK
1 lagi tamparan yang sangat keras mendarat dipipi ilham membuat sudut bibir ilham menjadi robek dan berdarah.
Ilhampun menjadi marah dan membentak papanya.
"SUDAH CUKUP PAH..! PAPA BAHKAN GA NGASIH TAU DIMANA LETAK KESALAHAN AKU MALAH JUSTRU NAMPAR AKU TERUS DARI TADI" geram ilham.
Papa ilham benar-benar murka karena ilham ini masih belum juga sadar akan kesalahan nya.
"Kamu pantas mendapatkan itu" ucap papa.
"itu semua untuk membalas rasa sakit Bila yang saat ini sedang sekarat dirumah sakit" ucap papa.
Ilhampun terkejut.
"Ada apa sama bila pah?" tanya ilham panik.
"kamu baru peduli sekarang? kemana kamu semalam? kamu bahkan meninggalkan ponselmu, apa kamu sengaja agar tak ada yang bisa menganggumu dengan jalang mu itu?" tanya papa ilham dengan geram.
Sekali lagi tubuh ilham mengejang.
"papa tau semuanya?" batin ilham.
"Bila sekarang kritis dirumah sakit, dia terjatuh dari tangga" ucap papa.
Ilhampun terkejut bukan main. wajahnya mendadak pucat, dan keringat dingin membasahi tubuhnya. Tubuhnya lemas seketika.
dan..
BRUKK..