NovelToon NovelToon
Endless

Endless

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Marisa Canon

Andrea Pricillia, gadis berusia 22 tahun. Dia di tipu oleh kekasihnya sendiri dan terjebak dengan sejumlah hutang yang sama sekali tidak dia lakukan. Untuk bisa melunasi semua hitang itu, Andrea harus menjadi pelayan dan mengabdikan diri pada pria yang menjadi tuannya.

Malvin, pria yang di juluki dewa kematian itu adalah pimpinan klan paleng berbahaya di Italia.
Dengan dendam masa lalu, hatinya hanya di isi dengan kekejaman dan penyiksaan.

Sayangnya, wanita yang dia pikir adalah penyebab kematian adiknya malah membuat dia jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marisa Canon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23.

"Seret dia kehadapanku."

Sella tersenyum. "Tentu saja Nona."

Sesaat, Andrea terlihat bingung dngan apa yang terjadi. Namun, melihat Sella yang sepertinya sangat bahagia membuat dia menyadari sesuatu. Perasannya mulai merasa tidak enak.

Di saat tangan Sella dengan keras menarik lengannya, Andrea menepis dan berlari ke arah Garilla. Wanita Dengan postur tubuh lebih tinggi darinya itu pun kaget dengan yang terjadi.

"Apa yang ingin kau lakukan padanya Sella?"

Kali ini tatapan jahatnya kembali, bibirnya menyeringai sambil menyilangkan tangan di dada. "Aku akan melakukan apa yang di perintahkan majikanku."

Detik itu juga Andrea melebarkan mata, sama seperti Andrea, Garilla pun kaget. Dan Arsula dia mendesah pelan sambil tersenyum senang.

"Majikanmu di sini adalah Signore Malvin, untuk apa kau mematuhi perintah wanita itu."

Sella yang mendengar ucapan Garilla pura-pura tidak mendengar. Dia mendekat ke arah kedua perempuan itu dan kembali menarik Andrea dengan paksa.

"Sial, ini agak sulit," gumam Sella yang seperti sedang bermain tarik ulur bersama Andrea dan Garilla.

"Tinggalkan dia Sella, atau kau akan ku laporkan pada Demetrio karena melakukan kekerasan terhadap Andrea," ucap Garilla memperingati.

Sella tertawa hambar. "Kau pikir aku takut dengan ancaman mu."

"Kau sama gilanya dengan majikanmu, menjauh dari kami atau kau akan menyesal setelah Demetrio datang."

Sella melakukannya, dia menarik dengan kerasa Andrea yang bersembunyi di balik tubuh tinggi Garilla menyeretnya untuk ikut. Sedikit susah bagi Sella, karena Garilla terus saja mengganggu, membuat Arsula menunggu dengan kesal dan akhirnya menghampiri.

"Pekerjaan kecil seperti ini saja tidak bisa kau selesaikan. Dasar payah!"

Arsula mendorong Sella agar menyingkir. Wanita berambut perak itu menangkup dagu Garilla dan menatapnya dengan sinis. "Jika kau masih ingin hidup, sebaiknya menyingkir dari hadapanku."

"Tidak Nona. Kau tidak di ijinkan menyakiti siapapun di sini."

Ucapan Garilla sontak membuat Arsula naik pitam, dia beralih menjambak rambut wanita paruh baya itu dengan sangat keras. "Beraninya kau menantangku wanita tua!"

"Yang kalian inginkan adalah aku, jadi lepaskan dia." ucap Andrea dengan keras, Hatinya begitu sakit melihat Garilla yang umurnya sudah terbilang tua di jambak dan di perlakukan tidak senonoh oleh wanita yang umurnya jauh dia bawa Garilla.

Melihat kesungguhan Andrea, akhirnya Garilla melepaskan jambakkannya. Dia mengisyaratkan Sella untuk melanjutkan tugasnya, dan dengan angkuhnya wanita dengan rambut perak itu duduk.

"Berlututlah!"

"No! Andrea jangan melakukannya," teriak Garilla mencegah.

Andrea menggeleng pelan. "Aku tidak bisa membiarkanmu di siksa olehnya."

"Umurku sudah tua Andrea, jika aku mati itu tidak masalah."

"Apa yang kau bicarakan." Wanita itu menatap dengan duduk memohon kepada Arsula agar melepaskan Garilla. "Aku mohon, jangan libatkan dia. Lakukan apapun yang kau inginkan asal biarkan Garilla pergi.

Arsula tersenyum manis. "Baiklah." Dia menoleh ke arah Sella. "Biarkan wanita tua ini pergi."

"Sì, Signora."

Garilla menatap kasihan kepada Andrea sebelum menghilang di balik dinding pembatas antara dapur dan ruang makan. Setelah di rasa keadaan cukup aman, wanita itu merogoh saku baju pelayannya, meraba dengan tangan yang gemetar mencari benda pipih miliknya. Garilla dengan cepat menekan berapa nomor dan menghubungi seseorang.

•••

Arsula berdiri dari duduknya dan berjalan sampai kaki yang di hiasi heels hitam itu berhenti tepat di depan wajah Andrea. Dia berjongkok dan memainkan jemari di wajah cantiknya.

"Beraninya yang menggoda My Baby Malvin."

"Aaaaaah." Andrea menahan teriakan rasa sakitnya, saat heels tajam itu menginjak ujung jemarinya.

"Kau menyentuh kekasihku dengan tangan kotormu ini bukan?" Arsula berdiri tegak agar pijakan heelsnya lebih menekan jemari Andrea.

"Aaaa .... Ampun Signora! Ampun!"

"Kau menyentuh milikku lagi Andrea!"

"Aku tidak tahu apa yang kau bicaran, Sìgnora."

"Kau merebut lagi milikku," ujarnya dengan penuh penekanan. "Dasar wanita penggoda!"

"Aku tidak pernah mengambil apapun darimu Signora. Sekarang ataupun sebelumnya."

Kalimat itu berhasil membuat Arsula tertawa menggila. Di ikuti oleh Sella yang selalu berada di sampingnya. "Jadi kau belum menyadari apa yang telah kau ambil sebelumnya dariku Andrea Pricillia? Kalau begitu mari kita lihat, apa kau mengingat ku atau tidak."

"Aaakh." Jeritan Andrea terdengar semakin kuat, saat pisau yang di pegang Arsula melukai lengannya. Apalagi saat benda yang tajam itu kembali menembus lapisan kulitnya yang lain. Terasa cukup menyakitkan saat sayatan pisau itu masuk dan merobek perutnya dengan begitu dalam, Andrea menarik napas lalu mengeram dengan penuh kesakitan. Wanita bermata abu-abu itu mengeluarkan air mata dan menjerit tiada henti.

Seperti merasakan dejavu, Andrea kembali di masa saat dia sedang berlibur bersama Marco dan seorang wanita tiba-tiba datang menyerangnya dan melukai tangannya sama seperti yang di lakukan Arsula. Namun bedanya kini bukan hanya lengan, tetapi bagian perut Andrea pun terluka. Samar-samar, wajah wanita itu mulai dia ingat.

"Kau!"

"Apa kau sudah ingat siapa aku?"

Andrea menggeleng berulang kali dengan cepat.

"Kau wanita berambut perak itu?"

1
Marcella Lantang
happy ending...
Marcella Lantang
senangnya..mereka akhirnya bersatu
Marcella Lantang
Sedih ya Andrea harus pergi padahal dia sdh membuka hatinya utk Malvin.
Marcella Lantang
Malvin jahat banget sih...
Marcella Lantang
jahat banget ya si Malvin ini. tega sekali banting2 badannya Andrea
Marcella Lantang
waduhhh jangan2 perempuan yg Andrea bicarakan si Arsula....
Marcella Lantang
jahat ya Arsula itu. sebagai perempuan kayaq tdk punya hati👊👊👊
Marcella Lantang
ha...ha...ha...Arsula cemburu nich yè dgn Andrea. merasa Andrea sbg ancaman utk hubungannya dgn Malvin ya...🙈🙈🙈
Marcella Lantang
Andrea...kasihan ya. masa depannya hancur di usia mudanya.
Syafrida Yani
zigo
Dyah Oktina
hah... semester k 3 berarti dah 7bln an thor... wah dah besar dong...
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂.. iya lari sana...
Dyah Oktina
eh...dasar sepupu gemblong... minta d tembak ya
Dyah Oktina
Luar biasa
irda sembiring
singgah...aku
Adeena clarissa
Kecewa
Marisa Canon: kenapa?
total 1 replies
ACIMAKALA
bener" greget🥹😍😍😍
ACIMAKALA
wah wah😍😍😍
ACIMAKALA
ayii
ACIMAKALA
arsulaaa ulat keket eee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!