NovelToon NovelToon
Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kultivasi
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEKTE KUNO 2

​"Ugh!" Zhao Jue menjerit saat energi petir menghanguskan meridian di lengannya, melempar tubuhnya jatuh bebas ke tanah hingga menciptakan kawah sedalam tiga meter.

​Di sisi lain, badai angin milik Lu Mingyue lenyap tak berbekas, tertelan oleh sambaran bayangan pedang petir yang bergerak terlalu cepat untuk ditangkap oleh mata telanjang. Pedang perak di tangan Lu Mingyue hancur menjadi ratusan serpihan logam. Tubuh sang Putri Suci terhempas ke batu besar, memuntahkan seteguk darah segar, wajahnya dipenuhi luka bakar akibat percikan petir langit.

​Hanya dalam satu pertukaran santai, dua kultivator terkuat dari penyerang tersebut tumbang dengan tragis.

​Mo Xuan Yu, yang sejak awal berdiri di belakang mengamati, merasakan seluruh bulu kuduknya berdiri. Keringat dingin mengalir deras membasahi punggung jubahnya. Sepasang matanya menatap Tianchen dengan ketakutan yang mendalam.

​Maharaja... Dia adalah seorang Maharaja! Bagaimana mungkin ada monster tingkat Maharaja di sekte yang sudah mati ini?! teriak Mo Xuan Yu dalam hatinya. Di benua ini, seorang kultivator tingkat Maharaja adalah legenda hidup yang bisa memusnahkan sekte kecil hanya dengan bersin!

​Melihat Tianchen yang mulai mengalihkan pandangan dinginnya ke arahnya, Mo Xuan Yu tidak berpikir dua kali. Ia tahu jika ia tidak bertindak sekarang, mereka semua akan terkubur di tempat ini.

​"Formasi Darurat, Pelindung Naga Pembalik Ruang!" Mo Xuan Yu berteriak histeris. Ia menggigit lidahnya, menyemburkan darah esensi ke atas jimat emas di tangannya. Jimat itu meledak, menciptakan tirai cahaya emas tebal yang membungkus dirinya, Zhao Jue, Lu Mingyue, serta dua murid yang terkapar.

​Bersamaan dengan itu, ia melemparkan sebuah bom asap spiritual beracun untuk menghalangi pandangan.

​"Li Tianchen! Jangan mengira kau sudah menang!" suara Mo Xuan Yu terdengar menggema dari balik tirai cahaya yang mulai memudar, tanda bahwa mereka sedang melakukan teleportasi jarak pendek. Suaranya bergetar, namun dipenuhi dengan kebencian dan ancaman yang mendalam.

​"Kau mungkin kuat, tapi kau hanya seorang diri! Sekte Pedang Langit tidak memiliki murid ataupun sekutu lagi! Tiga bulan dari sekarang, Aliansi Sepuluh Sekte Besar akan berkumpul! Kami akan membawa para Leluhur tingkat Maharaja kami untuk meratakan tempat ini dan merebut setiap jengkal tanah Perbukitan Wuji! Nikmati tiga bulan terakhirmu, Ketua Sekte Bodoh!"

​Wush!

​Cahaya emas itu meredup, dan kelima orang itu lenyap seketika dari lokasi, menyisakan tanah yang hancur berantakan, kawah yang menganga, dan sisa-sisa petir yang masih memercik di udara.

​Tianchen tidak mengejar. Ia hanya berdiri diam, membiarkan bayangan pedangnya menghilang satu per satu ke dalam tubuhnya. Angin malam kembali berembus lambat, memainkan ujung jubah abu-abunya.

​"Tiga bulan..." gumam Tianchen sambil menatap langit malam yang mulai dihiasi bintang.

​Wajahnya tidak menunjukkan rasa takut, melainkan sebuah kerutan tipis yang penuh pemikiran. Ancaman Mo Xuan Yu tidak salah. Ia memang sangat kuat, bahkan mungkin bisa menghadapi beberapa Maharaja sekaligus dengan warisan ilmu kuno yang dimilikinya. Namun, sebuah sekte tidak bisa disebut sekte jika hanya memiliki satu orang anggota. Jika Aliansi Sepuluh Sekte Besar menyerang bersama dengan ribuan murid, ia tidak akan bisa melindungi seluruh empat puncak gunung ini sendirian. Wilayah terlarang dan warisan leluhur akan terancam dinodai.

​Sekte Pedang Langit membutuhkan darah baru. Regenerasi yang telah terhenti selama lima ratus tahun harus segera dimulai kembali.

​"Apa yang harus aku lakukan dalam waktu sesingkat ini?" Tianchen menghela napas panjang, menatap gerbang batu kuno sektenya yang sudah ditumbuhi lumut. "Waktu tiga bulan... permainan ini baru saja dimulai."

​Di saat yang sama, jauh di sebuah desa kecil di kaki Perbukitan Wuji, seorang gadis berpakaian pelayan yang koyak sedang berlari terengah-engah di bawah guyuran hujan yang mendadak turun. Matanya yang indah dipenuhi ketakutan sekaligus dendam yang mendalam, sementara di dadanya, sebuah tanda lahir berbentuk pedang kuno mendadak bersinar redup dengan cahaya ungu...

...****************...

Langkah kaki Li Tianchen bergema pelan di dalam Aula Leluhur Sekte Pedang Langit. Tempat itu begitu sunyi, hanya menyisakan aroma kayu tua dan debu yang mengendap selama berabad-abad. Di hadapannya, ribuan papan arwah kayu cendana berjejer rapi, membentuk undakan yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit aula. Setiap papan mengukir nama pahlawan, sesepuh, dan guru besar yang telah gugur demi kedamaian umat manusia dalam perang besar melawan klan iblis lima ratus tahun lalu.

Tianchen melangkah maju perlahan. Ia mengambil tiga batang dupa, menyulutnya dengan jentikan api kecil di ujung jari, lalu menancapkannya ke dalam wadah perunggu kuno. Asap tipis mulai membubung, memenuhi ruangan dengan aroma yang menenangkan.

Dengan jubah abu-abu murid luarnya yang masih melekat, Tianchen berlutut di atas bantal alas yang sudah usang. Ia menundukkan kepala, bersujud dengan khidmat ke arah deretan papan arwah tersebut.

"Para leluhur, guru besar, dan para sesepuh..." suara Tianchen terdengar parau di dalam keheningan. "Murid tidak berguna ini, Li Tianchen, menghadap. Tiga bulan dari sekarang, Aliansi Sepuluh Sekte Besar akan menginvasi Perbukitan Wuji. Mereka menginginkan tanah kita, energi Qi kita, dan sisa-sisa warisan kalian."

Tianchen menghela napas panjang, keningnya masih menyentuh lantai dingin. "Saya adalah seorang pendekar pedang, saya tahu cara membunuh dan bertarung. Namun, untuk memimpin sebuah sekte... merekrut murid... membangun kembali kejayaan yang runtuh... murid sama sekali tidak memiliki pengalaman. Saya memohon petunjuk dihadapan papan arwah kalian."

Hening. Detik demi detik berlalu tanpa jawaban. Tianchen tersenyum miris pada dirinya sendiri. Tentu saja, orang mati tidak bisa berbicara.

Wusss!

Tiba-tiba, angin kencang berembus di dalam aula yang tertutup rapat. Api lilin di sekitar ruangan bergoyang hebat, hampir padam. Salah satu papan arwah yang terletak di barisan paling atas mendadak bergetar hebat. Cahaya keperakan yang suci meledak dari papan tersebut, menerangi seluruh sudut aula yang gelap.

Tianchen mendongak dengan cepat, matanya membelalak.

Dari dalam pancaran cahaya tersebut, sesosok bayangan spiritual. Itu adalah seorang pria tua berambut putih panjang dengan jubah agung berlambang pedang kembar. Wajahnya dipenuhi wibawa yang tak tergoyahkan oleh sang waktu.

"Tianchen... muridku yang tersisa," suara sesepuh itu menggema, seolah datang dari dimensi yang jauh.

"Sesepuh Wen?" Tianchen terkesiap, langsung menegakkan tubuhnya namun tetap dalam posisi berlutut. Sesepuh Wen adalah salah satu tetua agung yang paling dihormatinya, sosok yang terkenal dengan kebijaksanaan dan ketegasannya di masa jaya sekte.

Jiwa spiritual Sesepuh Wen menatap Tianchen dengan pandangan penuh kelembutan sekaligus ketegasan. "Lima ratus tahun kau menjaga tempat ini seorang diri, menanggung beban kesepian yang tak terbayangkan. Kau telah mendalami jalan pedang hingga ke puncaknya, namun kau lupa bahwa sekte ini bukanlah tentang satu pedang tajam, melainkan tentang hutan pedang yang melindungi dunia."

"Sesepuh, sepuluh sekte besar telah mengusik wilayah terlarang. Mereka menuntut perang dalam tiga bulan," lapor Tianchen dengan suara berat.

"Aku tahu. Jiwa-jiwa kami di sini bisa merasakan riak energi di perbatasan," Sesepuh Wen mengangguk perlahan. "Jangan takut, Tianchen. Musuh-musuh di luar sana hanyalah semut yang melompat di atas sumur. Mereka mengira Sekte Pedang Langit telah habis, maka tunjukkan pada mereka apa arti sebenarnya dari fondasi seribu tahun!"

Sesepuh Wen mengacungkan jari telunjuk spiritualnya ke arah dahi Tianchen. "Rekrutlah murid-murid berbakat. Bangun kembali kekuatan yang sempat padam. Hari ini, aku atas nama leluhur Sekte Pedang Langit, akan membuka segel terakhir di dalam tubuhmu dan memberikan apa yang menjadi hakmu!"

BOOM!

Satu berkas cahaya perak murni melesat dari jari Sesepuh Wen, menghantam dahi Tianchen.

Seketika, seluruh tubuh Tianchen bergetar hebat. Lautan kesadarannya (Dantian) yang semula tenang bagai danau purba mendadak bergolak layaknya samudra yang dihantam badai. Energi Qi murni yang tersembunyi di dalam tulang dan meridiannya yang tersegel selama ratusan tahun kini pecah dan mengalir deras tanpa terbendung.

Riak aura di sekeliling tubuh Tianchen berubah secara drastis. Tekanan spiritualnya meroket tajam, menembus batas-batas kultivasi yang semula tertahan.

Maharaja Menengah...

Maharaja Akhir...

Maharaja Puncak...

CRACK!

Sebuah hambatan tak terlihat di dalam jiwanya hancur berkeping-keping. Sinar keemasan bercampur ungu meledak dari tubuh Tianchen, menembus atap aula leluhur dan melesat lurus ke langit Perbukitan Wuji, membuat awan di atasnya berputar membentuk pusaran raksasa.

Maharaja Agung Tingkat Akhir!

1
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Ngk kuno ngk moderen tetep waee ada iblis dan saiton dalam berbagai bentukk
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Cieeee udah pangil istri... kalian baru mempersatukan tp blom sahh .. jdi tahan dulu yahh suamii🤭🤭
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Hedehhhh embah uyut mau nikahh.. yukk para cicit kita restui uyut kita menjadi wahhhh dan awet muda selamanya 🤣🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh murid cerdass .. baru juga diangkat jd murid udah paham semua hal itu.. danpaham btull gurunyaa🤣
tenann yunnn... tuan Tian sangat tampan kokk JD nikmatin aja🤭
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
apalagi sih itu baru juga ziyan mau seneng lagi tau² ada suara ledakan gitu
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Luar biasa donk kalau bisa tambah awet muda karena pegobatan yg intimm🤭
murid yg pintar langsung bisa tepat sasaran 🤣🤣🤣
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
siapa ya itu perasaan si tiancheng itu gapunya leluhur deh apa kira² itu ada penjaga perpustakaan nya ya
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
Wahh akhirnya ziyan kamu berhasil juga , ehh suara apa itu
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
baru juga mau happy taunya tantangan yg sebenarnya baru Dateng yg sabar aja ya ziyan 🤣
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
nah baru masuk udh ditanya , tapi suara siapa itu yang nanya ke yuanling
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
nah denger kata ayahmu mending fokus menambah ilmu daripada ngelakuin hal sia2
ziyan ayo pasti bisa kamu ngelewatin ini 🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
wahh semoga pemersatu nya berhasil dan bisa saling melengkapi🤭
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Masalah ya tuhh metode kudu saling mengisi dalam pemersatu bangsa jd.. ku di sahhhhhhhh🤣🤣🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
wahh teryata .. ngk perlu cari murid
udah pada datang sendiri..
hanya tinggal bersatuu dan bangkit
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Wkwkwk bukan hanya jantung yg berdetak kencang pasti nihh 🤣🤣
SENJA
laaaah itu tiancheng terkuat diantara manusia lainnya 😂
SENJA
iya tinggal cari 3 lagi 🤣 itu siluman rubah suruh jadi manusia terus kultivasinya di turunin
SENJA
buseeeh siluman 😂
🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪ˢ⍣⃟ₛ
Ngeri, Ziyan naik tingkatnya secepat kilat
🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪ˢ⍣⃟ₛ
Lah, ada orang lain juga? Kirain Sekte Pedang cuma empat orang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!