Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manusia cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai elemen Api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 : Dendam yang Membara
Hari mulai beranjak gelap. Setelah berjalan puluhan li tanpa henti, Shen Yifan akhirnya berhenti di bawah sebuah pohon tua yang rindang.
Ia mengembuskan napas pelan, lalu meletakkan tas rajutannya di samping batang pohon.
Setelah beristirahat sejenak, Shen Yifan bangkit dan mengumpulkan beberapa ranting serta kayu kering yang berserakan di sekitar hutan. Ia menyusunnya menjadi sebuah api unggun kecil.
"Flame Devouring."
Fsssh!
Nyala api berwarna merah muncul di ujung jarinya. Dengan satu sentuhan ringan, ranting-ranting itu langsung menyala tanpa menghasilkan banyak asap.
Shen Yifan kemudian mengeluarkan beberapa Umbi Roh Kuning yang sempat ia temukan di tepi hutan. Umbi itu memang bukan tanaman herbal berharga, tetapi cukup mengenyangkan dan mengandung sedikit energi spiritual. Ia menusuk beberapa umbi dengan ranting kayu, lalu memanggangnya perlahan di atas api unggun.
Aroma harum perlahan menyebar di antara pepohonan yang mulai diselimuti kegelapan malam.
"Banyak hal yang terjadi kemarin..." gumam Shen Yifan pelan sembari menatap nyala api yang bergoyang ditiup angin malam.
Mulai dari perebutan Anggrek Jiwa Langit, kejaran Keluarga Luo, hingga pertemuannya dengan Jian Chen, Nangong Bingxue, Mu Qian, dan Ye Han. Semua kejadian itu terasa begitu cepat, seolah berlalu dalam sekejap mata.
Shen Yifan menghela napas panjang. "Untung saja semuanya berjalan sesuai rencanaku..."
Setelah menghabiskan umbi panggangnya, ia memadamkan api unggun agar tidak menarik perhatian binatang buas maupun kultivator yang kebetulan melintas. Shen Yifan kemudian menyandarkan punggungnya pada batang pohon besar. Ia memejamkan mata, berniat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan esok pagi.
Namun, baru beberapa saat memejamkan mata, alis Shen Yifan perlahan berkerut.
"..."
Ia tidak bergerak sedikit pun.
Di dalam kegelapan hutan, samar-samar ia merasakan beberapa pasang mata sedang mengawasinya dari balik rimbunnya pepohonan. Suasana hutan yang semula diiringi derik jangkrik kini mendadak sunyi mencekam.
Shen Yifan perlahan membuka matanya. Tatapannya tetap tenang, namun seluruh indranya seketika bersiaga penuh. Hawa membunuh yang pekat tiba-tiba menusuk kulitnya.
"Siapa?!" berseru Shen Yifan waspada sembari melangkah mundur dengan cepat.
"Bocah... Kau tidak akan bisa lolos hari ini!"
Sebuah seruan parau memecah keheningan. Dari balik kegelapan semak belukar, sesosok bayangan melesat cepat ke arah Shen Yifan dengan tinju yang siap menghantam. Begitu sosok itu mendekat dan tersorot semburat cahaya bulan, pupil mata Shen Yifan seketika menyusut.
"Gu Lie?!" teriak Shen Yifan, mengenali wajah pria paruh baya di depannya.
Pria itu adalah mantan pemimpin Kota Azure Cloud—monster kejam yang telah membantai seluruh warga kota, termasuk kakek Lu Ming.
Tidak ada waktu untuk menghindar. Shen Yifan refleks mengangkat kedua lengannya, menyilangkannya di depan dada untuk menahan gempuran.
BOOM!
Tinju berat Gu Lie menghantam lengan Shen Yifan dengan dahsyat. Gelombang kejut yang tercipta seketika menyapu bersih dedaunan kering di sekitar mereka. Tubuh Shen Yifan terpental belasan langkah ke belakang. Kedua kakinya menyeret tanah dalam-dalam, meninggalkan dua jalur jejak yang panjang sebelum akhirnya ia berhasil berhenti.
"Ugh..."
Shen Yifan terbatuk kecil, setetes darah segar merembes dari sudut bibirnya. Benturan tadi membuktikan bahwa perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.
Meski demikian, tatapan Shen Yifan sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Sebaliknya, sepasang matanya perlahan memerah, diselimuti oleh kabut kebencian yang telah lama ia pendam.
"Gu Lie..." Suaranya terdengar lirih, namun sarat akan niat membunuh yang pekat. "Akhirnya... aku menemukanmu."
Seketika, memori berdarah di Kota Azure Cloud kembali berputar hebat di benaknya. Wajah tak berdaya kakek Lu Ming, jeritan histeris para penduduk, hingga kobaran api akibat ledakan ribuan partikel yang melalap habis seluruh kota—semua mimpi buruk itu berakar dari satu pria yang kini berdiri angkuh di hadapannya.
Aura di sekitar tubuh Shen Yifan mulai bergejolak tidak menentu. Ia mengepalkan tangannya begitu erat hingga urat-urat di lengannya menonjol tegang.
"Aku bersumpah..." ucap Shen Yifan dengan nada sedingin es, "...suatu hari nanti, aku akan membuatmu membayar seluruh utang darah itu dengan nyawamu!"
Gu Lie hanya tersenyum sinis mendengar sumpah tersebut. Ia melangkah maju dengan santai, seolah sedang mempermainkan mangsanya. "Sayang sekali... hari yang kau maksud tidak akan pernah datang. Saat itu kau lolos karena anak buahku bodoh. Tapi hari ini, tidak akan ada kesempatan kedua."
Senyum sinis di wajah Gu Lie perlahan lenyap, digantikan oleh tatapan sedingin monster. "Kali ini... kau harus mati di tanganku."
Tanpa peringatan, aura yang selama ini disembunyikan Gu Lie meledak hebat. Energi spiritual berwarna merah kehitaman membubung tinggi ke langit, berputar-putar layaknya kobaran api neraka. Tekanan absolut yang mengerikan langsung mengunci seluruh area hutan.
Pepohonan di sekitar mereka berguncang hebat, dahan-dahannya patah, bahkan tanah di bawah pijakan kaki Gu Lie mulai retak dan amblas sedikit demi sedikit.
"Ranah Core Formation Tahap Menengah..." Shen Yifan menggertakkan gigi. Tubuhnya mendadak terasa luar biasa berat, seolah-olah ada gunung tak kasat mata yang sedang menekan pundaknya hingga runtuh.
Namun, bukan tingkat kultivasi Gu Lie yang membuat bulu kuduknya meremang, melainkan jenis energi yang dipancarkannya. Aura merah kehitaman itu dipenuhi hawa kematian dan kebrutalan yang teramat pekat. Seolah-olah, setiap helai energi spiritual yang mengalir dari tubuh Gu Lie tercipta dari jeritan serta tangisan jiwa-jiwa malang yang telah dibantainya.
Shen Yifan menatap musuhnya dengan pandangan muak. "Jadi, kau benar-benar menggunakan nyawa puluhan ribu penduduk Kota Azure Cloud sebagai tumbal dan pijakan demi menembus ranah ini!"
Gu Lie justru tertawa lepas, suaranya menggema parau di tengah hutan. "Hahaha! Apa yang salah dengan itu? Bagi seorang kultivator, mereka yang lemah memang ditakdirkan hanya untuk menjadi batu loncatan!"
Ia membuka kedua tangannya lebar-lebar, menikmati aliran energi pekat yang menyelimuti tubuhnya. "Darah puluhan ribu manusia itulah yang memberiku kekuatan tak tertandingi hari ini. Dan sekarang... giliranmu untuk menjadi bagian dari kekuatan ini."
Gu Lie menyipitkan matanya, menatap tas rajutan di bahu Shen Yifan. "Sebelum aku mencabik-cabik tubuhmu, serahkan Flame Devouring itu kepadaku. Jika kau penurut, setidaknya aku akan membiarkan jasadmu tetap utuh."
Mendengar hal itu, api kemarahan di mata Shen Yifan semakin berkobar hebat. "Tidak akan pernah..." desisnya dengan suara berat yang bergetar menahan amarah. "Sampai kapan pun... aku tidak akan sudi menyerahkannya pada monster sepertimu!"
Wajah Gu Lie seketika menggelap, diselimuti amarah yang meluap. "Bocah ingusan dari Ranah Condensation Qi... berani sekali kau membentakku!"
"Kalau begitu, jangan salahkan aku jika tubuhmu harus hancur berkeping-keping di tempat ini!"
Aura merah kehitaman milik Gu Lie kembali meledak dua kali lipat lebih dahsyat. Dalam sekejap mata, sosoknya lenyap dari pandangan, meninggalkan jejak tanah yang hancur berantakan saat ia melesat lurus menerjang Shen Yifan dengan niat membunuh yang mutlak.
Shen Yifan dengan cepat membentuk segel tangan. Telunjuk dan jari tengahnya lurus mengarah ke depan, memicu aliran Energi Spiritual murni di sekelilingnya.
"Spatial Distortion: Mirage Space."
Bzztt...
Shen Yifan tampak hanya berdiri diam. Namun dalam penglihatan Gu Lie, posisinya perlahan bergeser beberapa langkah ke arah kanan.
"Mati kau!" Gu Lie melesat sambil melayangkan tinjunya.
Pukulan itu membelah tubuh Shen Yifan tepat di tengah. Namun, tidak ada darah maupun jeritan; yang terbelah hanyalah bayangan semu akibat ruang yang terdistorsi.
"Apa?!" Mata Gu Lie membelalak. Sebelum sempat bereaksi, sebuah teriakan berang terdengar di dekatnya.
"Kau menyerang tempat yang salah, Tua Bangka!"
Tubuh Shen Yifan ternyata masih berdiri kokoh di posisi semula—ia bahkan belum menggeser kakinya satu inci pun.
"Hmm... Ilusi?" gumam Gu Lie sambil menyipitkan mata.
Shen Yifan tidak memberinya waktu untuk berpikir. "Sekarang!"
Wusss!
Tubuhnya melesat dari samping. Seluruh Energi Spiritual di dalam dantiannya mengalir deras menuju kepalan tangan kanan.
"Haah!"
DUAK!
Tinju Shen Yifan menghantam keras pinggang Gu Lie. Namun, ekspresi Shen Yifan seketika berubah. "Apa?!"
Pukulan yang seharusnya mampu meremukkan batu besar itu hanya membuat jubah Gu Lie sedikit bergetar. Tubuh pria itu sama sekali tidak bergeming.
Gu Lie menoleh perlahan, lalu menyeringai sinis. "Cuma ini saja?"
(Biar aku saja yang mengambil alih!) Tiba-tiba sebuah suara membisik di dalam pikiran Shen Yifan.
"Hah?"
Seketika, tubuh Shen Yifan bergerak di luar kendalinya sendiri. "Ehh?!"
Siku kiri Gu Lie menghantam keras ke arah kepala Shen Yifan.
Swish!
Tubuh Shen Yifan refleks menunduk rendah hingga siku itu hanya menyapu rambutnya. Tanpa jeda, ia memutar tubuh lalu melayangkan tendangan rendah yang mengincar lutut Gu Lie.
BANG!
Lagi-lagi hanya terdengar benturan keras seolah tendangannya menghantam lempengan baja.
Gu Lie mengangkat kaki kanannya, lalu menginjak tanah dengan kekuatan dahsyat.
BOOM!
Tanah amblas seketika. Shen Yifan melompat mundur beberapa zhang, menghindari serangan mematikan itu tepat pada waktunya.
Belum sempat ia menstabilkan posisi, Gu Lie telah kembali muncul mendadak di hadapannya.
"Kau terlalu lambat!"
BANG! BANG! BANG!
Tinju dan hantaman telapak tangan Gu Lie menghujani Shen Yifan tanpa henti. Shen Yifan tidak berani menerima satu pun serangan itu secara langsung; ia hanya mengandalkan kelincahan gerakan kaki, memutar tubuh, menangkis seperlunya, dan menghindar secara presisi.
Suara benturan keras terus bergema membelah hutan. Meski terus-menerus terdesak, tatapan Shen Yifan tetap dingin dan terfokus. Ia tahu bahwa selama pertarungan ini berubah menjadi adu kekuatan fisik, mustahil baginya memenangkan duel melawan seorang kultivator ranah Core Formation Tahap Menengah. Ia harus mencari celah sekecil apa pun untuk membalikkan keadaan.
"Terlalu banyak berpikir saat bertarung adalah kematian!" sahut Gu Lie tiba-tiba.
Grip!
Tangan kanan Shen Yifan berhasil dicengkeram erat oleh Gu Lie.
"Apa?!" Shen Yifan berusaha menarik lengannya, tetapi cengkeraman itu mengunci bagaikan belenggu baja.
Gu Lie menyeringai kejam. "Kau pikir bisa terus menghindar?"
Sebelum Shen Yifan sempat bereaksi, Gu Lie mengangkat tubuhnya hanya dengan satu tangan.
"Lepaskan!"
Gu Lie membanting tubuh Shen Yifan keras-keras ke tanah. Hantaman itu membuat tanah retak dan membentuk kawah kecil. Belum sempat Shen Yifan menghirup napas—
Wusss!
Tubuhnya kembali diangkat, lalu dihempaskan dengan brutal ke arah kanan. Pepohonan berguncang hebat akibat benturan beruntun tersebut. Namun, Gu Lie sama sekali belum berhenti; ia kembali menarik tubuh Shen Yifan lalu mengayunkannya ke arah kiri.
BOOM!
Debu dan tanah beterbangan memenuhi udara. Gu Lie mengombang-ambingkan tubuh Shen Yifan seperti boneka kain—membanting dan menghantamkannya ke berbagai arah tanpa memberi jeda sedikit pun untuk membalas.
Darah segar menetes dari sudut bibir Shen Yifan. Meski seluruh tubuhnya dihantam rasa sakit yang luar biasa, tatapannya masih berkobar oleh kebencian yang mendalam.
Di dalam benaknya, suara misterius itu kembali bergema: (Kalau kau terus bertahan seperti ini... kau akan mati!)
Gu Lie kemudian melempar tubuh Shen Yifan dengan deras ke arah sebuah pohon raksasa hingga pohon tersebut tumbang dan runtuh.
(Sial... Tidak hanya tingkat kultivasinya yang tinggi, tubuh fisiknya juga sangat kuat,) batin Shen Yifan ringsek. (Kalau terus begini, aku benar-benar akan mati...)
"Haha! Ke mana amarahmu yang tadi, heh?!" gelak Gu Lie penuh kemenangan.
Tanpa membuang waktu, Shen Yifan dengan cepat membentuk segel tangan. Gerbang Misterius di dalam tubuhnya bercahaya terang, memicu aliran Energi Spiritual murni yang melonjak hebat di sekelilingnya.
"Spatial Distortion: Mini Cosmic Explosion!"