Namaku Khoirunnisa, aku anak dari sepasang suami istri yang sholeh dan merupakan ustad dan ustadzah. namun aku bukanlah seorang wanita yang sholehah. aku selalu membuka auratku jika bepergian. aku tak mendengarkan nasihat kedua orang tuaku. hingga malam kelam itu terjadi. aku di nodai oleh orang yang tidak ku kenal. sejak saat itu aku memilih untuk menutup auratku dan tinggal di pesantren sambil meneruskan kuliahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin ngaji
Sore ini Alvin baru pulang dari kantor. dia menghampiri Ibunya yang sedang berkutat di dapur.
"Mah, Papah mana?" tanya Alvin sambil berjalan mendekati Ibunya.
"Papah lagi ke pesantren, memangnya kenapa cari Papahmu?" Bu Hilya sudah menoleh dan menatap anaknya.
"Alvin mau minta tolong untuk carikan guru ngaji." ucap Alvin
"Guru ngaji?" tiba-tiba Bu Hilya merasa heran karena anaknya mau belajar ngaji. karena selama ini Alvin tidak pernah mau belajar ngaji.
"Iya Mah, Alvin mau belajar ngaji. kalau ada Nisa sih bisa saja dia yang ajarin Alvin. tapi sekarang Nisa tidak ada." ucap Alvin kepada Ibunya.
Nah, kalau aku sudah pintar ngaji pasti Nisa makin cinta. kalau sudah cinta, pasti bisa dapat jatah lebih." batin Alvin sambil menyunggingkan senyumnya.
"Oke, nanti Mamah sampaikan ke Papahmu." ucap Bu Hilya
"Makasih Mah, kalau begitu Alvin ke kamar dulu." setelah mengatakan itu Alvin langsung bergegas melangkah pergi.
Bu Hilya masih menatap kepergian anaknya. dia senang karena Alvin sudah mulai berubah. bahkan dia sudah mau mengaji dengan niat sendiri tanpa paksaan.
Nisa memang sudah merubah Alvin. semoga saja seterusnya Alvin bisa lebih baik lagi." batin Bu Hilya
"Assalamu'alaikum" terdengar Pak Alex mengucapkan salam sambil berjalan mendekati Istrinya.
"Waalaikum'salam, Papah sudah pulang?" tanya Bu Hilya
"Sudah nih, Mamah lagi masak apa?"
"Em, masak makanan kesukaan Papah. oh iya Pah, tadi Alvin bilang sama Mamah. katanya dia ingin di carikan guru ngaji." ucap Bu Hilya menyampaikan permintaan Alvin.
"Guru ngaji? Papah tidak salah dengar? sejak kapan Alvin mau ngaji?"
"Papah harusnya bersyukur, semenjak menikah dengan Nisa, Alvin jadi sedikit lebih baik." kata Bu Hilya kepada suaminya.
"Iya Mah, Papah juga ikut senang sih. kita tidak salah dong sudah menikahkan Alvin dan Nisa." ucap Pak Alex yang merasa senang.
"Tidak dong Pah, Nisa membawa aura kebaikan untuk Alvin. maka dari itu Alvin sedikit-sedikit bisa berubah."
"Iya Mah, Papah jadi tidak mengkhawatirkan Alvin lagi."
Selesai mengobrol, Pak Alex memilih untuk pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Alvin yang sudah berada di kamar segera menyalakan ponselnya. dia melihat pesan masuk dari Istrinya.
❤Nisa
Jangan rindu, berat, biar aku saja.
Mas Alvin baik-baik yah di rumah. jangan main sama wanita itu lagi. aku pernah melihatnya saat itu kalian sedang berduaan di dalam ruang kerja Mas Alvin 😢
Alvin terkejut melihat balasan pesan dari Nisa.
Jadi Nisa pernah melihatku bersama Selena." gumam Alvin lalu mengusap wajahnya kasar. Hm, coba deh aku kerjain." Alvin tampak memikirkan ide jailnya.
❤Nisa
Hm, jadi kamu sudah pernah melihatku bersamanya. baiklah, jika kamu tidak pulang-pulang juga, mungkin aku akan berpaling.
Sekiranya seperti itu balasan pesan Alvin.
Nisa yang sedang online langsung membaca pesan yang di kirim oleh suaminya. Nisa tak lagi membalas pesan itu. dia hanya membacanya saja.
Alvin sejak tadi memandangi ponselnya. namun tidak ada balasan dari Nisa.
Apa dia marah? apa aku salah membalas pesan seperti itu?" Alvin melempar ponselnya asal. dia berguling-guling di atas kasur sambil merutuki kebodohannya.
°°°
Keesokan harinya Pak Alex membawa salah satu santri terbaik di pesantrennya. karena semua ustad banyak jadwal untuk mengajar. jadi memilih untuk mengutus santri terbaik yang merupakan Asisten ustad.
"Assalamu'alaikum" ucap Pak Alex dari depan pintu rumahnya. lalu Pak Alex membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci.
"Waalaikum'salam"jawab Bu Hilya yang hendak membukakan pintu. namun sudah terlebih dahulu di buka dari luar.
Pak Alex dan Bu Hilya saling bersalaman. lalu Bu Hilya mempersilahkan lelaki yang bersama suaminya itu untuk duduk.
"Silahkan duduk dulu Nak. saya mau bikinin minum dulu." ucap Bu Hilya
"Tidak usah repot-repot Bu." ucap Iqbal sambil menatap Bu Hilya.
"Tidak sama sekali kok." setelah mengatakan itu Bu Hilya segera berlalu pergi menuju ke dapur.
"Sebentar Nak Iqbal, saya panggilkan anak saya dulu."
"Baik Pak" jawab Iqbal.
Pak Alex melangkah pergi menuju ke kamar Alvin untuk memanggilnya.
Kini keduanya sudah berada di ruang keluarga. Alvin duduk di depan Iqbal.
"Silahkan di minum" Bu Hilya menaruh minum di meja untuk Iqbal dan Pak Alex.
"Makasih Bu" ucap Iqbal ramah
"Sama-sama Nak" Bu Hilya kembali ke dapur untuk menaruh nampan yang tadi dia bawa.
"Alvin, kenalin ini Iqbal yang akan mengajarkan kamu ngaji." ucap Pak Alex memperkenalkan Iqbal kepada Alvin.
Mereka berdua saling berjabat tangan memperkenalkan diri.
Alvin berbisik di telinga Pak Alex.
"Pah, dia masih muda loh. masa Alvin di ajari sama yang lebih muda sih." bisik Alvin
"Tidak apa-apa, belajar itu tidak pandang usia. mau yang tua belajar sama yang lebih muda itu lebih baik loh. apalagi kalau yang lebih muda ilmunya lebih bagus." ucap Pak Alex sedikit berbisik.
"Tapi Pah"
"Tidak ada tapi-tapian, kamu sendiri loh yang meminta guru ngaji."
"Baiklah" akhirnya Alvin hanya pasrah. yang penting dia di ajari ngaji.
Pak Alex menatap Iqbal dan mulai bicara.
"Nak Iqbal, mulai besok Nak Iqbal bisa memulai untuk mengajari anak saya. untuk waktunya saya serahkan sama Nak Iqbal." ucap Pak Alex
"Mungkin sekitar jam tiga sore saya bisa." kata Iqbal
"Bagaimana Al?" tanya Pak Alex sambil menoleh menatap anaknya.
"Tapi Alvin masih kerja Pah."
"Kamu bisa pulang lebih awal. lagian kamu Bosnya. mau pulang jam berapapun terserah kamu." ujar Pak Alex
"Baik Pah" jawab Alvin
Hanya sebentar Iqbal berada disana. sekarang dia berpamitan untuk kembali ke pesantren karena harus membantu mengajar ngaji.
°°°
emng nya org hamil gmpang kn trgntung d kasih nya sm Allah swt .
nyatanya nisa hamil.. tapi... jgn" trlnjur nikah sama c nita lg hadehhhhh hncur hatiku kata nisa .. ikut sedih aku thorr mrskn hti ny nisa