NovelToon NovelToon
Midnight Bell, Lovers From The Past

Midnight Bell, Lovers From The Past

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Reinkarnasi / Vampir / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:98.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Lonceng di menara yang sudah lama 'tidur' tiba-tiba berdentang di tengah malam. Tepat di hari pertama kedatangan Monica Steward; gadis kota yang baru pindah ke desa tersebut. Ada sebuah legenda yang di percaya penduduk desa mengenai dentang lonceng itu. Legenda yang mengatakan jika lonceng di menara berdentang dua belas kali tepat pukul dua belas tengah malam, menandakan akan adanya hal buruk yang terjadi. Hal buruk seperti apakah itu?
Di waktu lain muncul seorang pemuda asing membantu Monica. Anehnya pemuda yang sama sekali tidak di kenal itu bisa langsung mengetahui nama Monica. Sebuah peristiwa mengerikan perlahan membuka ingatan Monica melalui mimpi-mimpinya. Siapakah pemuda itu? Apa hubungannya dengan Monica?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23

Kejadian terakhir kali itu terus membayangi pikiran Monica. Sehingga membuatnya begitu tertekan. Ia bahkan tidak bisa tidur dengan tenang. Setiap tengah malam ia selalu menatap kosong ke arah menara lonceng. Lonceng yang dulunya dianggap berisik dan mengganggu tidurnya kini kesunyian di tengah malam malah membuatnya takut.

Dengan sedikit usaha Amariz berhasil memanggil Arthur kembali ke desa. Arthur kembali dengan segera begitu mendengar kabar Monica.

Monica sedang meringkuk di samping tempat tidurnya. Hari sudah gelap namun jendela kamar masih terbuka. Angin perlahan bertiup menggerakkan tirai jendela. Monica merasakan seperti ada sebuah sosok yang masuk melalui jendela kamar. Tapi kadang itu hanya perasaannya saja sehingga Monica tidak menghiraukannya. Namun kali ini bukan hanya perasaan. Saat Arthur menemukan Monica, Arthur langsung memeluknya.

"Monica!" Arthur mendekap Monica dengan erat.

Monica diam saja. Ia masih merasa halusinasinya sekarang begitu nyata. Dia bahkan berpikir mungkin dirinya sudah gila.

"Monica, kenapa kau jadi seperti ini? Kenapa kau diam saja?" tanya Arthur cemas.

"Apa aku sedang tidur dan bermimpi? Kalau iya jangan bangunkan aku," igau Monica.

Arthur melepas pelukannya dan menatap Monica penuh arti. Ia meraih tangan Monica dan menempelkan tangan gadis itu ke wajahnya.

"Monica, kau tidak bermimpi! Lihat ini aku! Aku di sini, Monica! Kau lihat!" ucap Arthur dengan lembut.

Monica menatap wajah Arthur. Tangannya membelai wajah Arthur. Ia benar-benar dapat menyentuh wajah Arthur dan melihatnya dengan jelas.

"Benarkah ini kau?!" tanya Monica pelan.

"Iya. Ini aku, Monica! Aku Arthur," jawab Arthur.

Monica langsung meneteskan air mata. Arthur kembali memeluknya. Monica menangis sejadi-jadinya di pelukan Arthur.

"Maafkan aku, Monica! Aku seharusnya tidak meninggalkanmu sendiri begitu lama. Aku minta maaf," ucap Arthur.

"Aku takut ... Aku sangat takut! Aku sudah melakukan kesalahan ..." rilih Monica.

"Tidak apa, tenanglah. Aku ada di sini. Semuanya pasti akan baik-baik saja," hibur Arthur.

Monica mulai lebih tenang. Hari sudah lewat tengah malam.

"Monica, sekarang kau tidurlah! Ini sudah lewat tengah malam. Besok baru kita bicarakan lagi," pinta Arthur sambil mengelus kepala Monica.

"Aku tidak bisa tidur. Aku takut!" ucap Monica lirih.

"Tidak perlu takut. Aku akan menemanimu di sini!" kata Arthur.

Ia kemudian mengangkat tubuh Monica membawanya ke atas tempat tidur. Kemudian menyelimuti tubuh Monica. Setelah menutup jendela, Arthur naik ke atas tempat tidur. Berbaring di samping Monica. Rasa lelah di wajah Monica nampak jelas. Lingkaran gelap di matanya juga mulai terlihat. Arthur mengusap wajah Monica dengan lembut.

"Sekarang tidurlah! Aku akan menjagamu di sini!" ucap Arthur.

Monica menurut. Ia langsung memejamkan matanya. Perasaannya jauh lebih tenang bersama Arthur di sampingnya. Setelah sekian malam yang panjang, malam itu akhirnya Monica dapat tidur dengan perasaan tenang.

Cahaya terang matahari menerobos masuk melalui kaca jendela. Monica terbangun. Ia membuka matanya dan mendapati Arthur masih tidur di sampingnya. Monica memiringkan badannya. Memperhatikan wajah pucat Arthur yang menawan. Cukup lama ia menikmati pemandangan itu. Monica mengangkat telunjuknya mendekati hidung Arthur.

"Sudah puas menatap wajahku?" Tiba-tiba Arthur berbicara kemudian ia membuka mata.

Monica menurunkan jarinya. Ia jadi salah tingkah.

"Kau sudah bangun dari tadi?"

Arthur tersenyum.

"Ya. Aku tahu kau terus menatapku," godanya.

Monica jadi malu ketahuan sedang memperhatikan wajah Arthur. Ia membalikkan badannya membelakangi Arthur.

"Kenapa tidak langsung bangun saja kalau begitu!" sungutnya.

Arthur mendekat dan memeluk Monica.

"Sebenarnya aku tidak benar-benar tidur. Aku tahu kau sudah bangun. Aku hanya ingin membiarkan kau menatapku sampai puas. Monica, aku sangat rindu padamu!" ucap Arthur.

"Memangnya aku tidak?" ucap Monica dengan pelan.

"Benarkah kau merindukanku juga?" Arthur merasa senang mendengarnya.

"Ya," jawab Monica pelan.

"Aku tidak percaya. Kau masih belum membalikkan badanmu," goda Arthur.

Monica membalikkan badannya. Wajah Arthur berada tepat di depannya. Melihat wajah Monica yang sedikit tirus dan pucat membuatnya sedih. Ia mengecup kening Monica dan mendekapnya untuk beberapa saat.

Arthur bangun menyiapkan makanan untuk Monica. Setelah Monica selesai makan keduanya duduk di samping jendela kamar untuk berbicara.

"Jadi, kau mau ceritakan padaku apa yang terjadi?" tanya Arthur dengan lembut.

"Maaf, Arthur ... Aku sudah melakukan kesalahan besar," jawab Monica dengan penuh penyesalan.

Kemudian ia menceritakan kejadian saat ia melukai Betsy.

"Tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Apakah ada yang menolongnya atau tidak. Aku benar-benar merasa bersalah. Memikirkan hal itu setiap hari sampai-sampai membuatku takut dan tidak bisa tidur."

Monica menutup wajahnya dengan kedua tangan.

"Aku sangat takut sampai tidak berani meninggalkan kamar. Aku takut tiba-tiba aku berubah dan melukai lebih banyak orang. Aku sudah berubah menjadi makhluk jahat!" isaknya.

Arthur memeluknya.

"Tidak. Kau bukan makhluk jahat. Kau masih Monica. Masih gadisku yang baik. Itu semua hanyalah kecelakaan yang tidak di sengaja," hibur Arthur.

"Tidak, bagaimana kalau aku tidak bisa mengontrol diriku? Hal yang sama akan terus terulang. Sekarang kakak Betsy pasti takut padaku! Dia pasti membenciku!" sangkal Monica.

"Dia tidak akan membencimu! Kau harus tenangkan dirimu!" kata Arthur.

"Jika tahu akan jadi seperti ini! Seharusnya waktu itu kau tidak usah menyelamatkanku," ucap Monica putus asa.

Arthur melepaskan pelukannya. Wajahnya nampak tidak senang.

"Monica! Aku tidak ingin mendengar kata-kata itu. Bagaimana bisa aku membiarkan orang yang ku cintai tiada begitu saja!"

"Orang yang kau cintai adalah Monica Countess. Bukan aku!" balas Monica dengan lirih.

Arthur terkejut mendengar kata itu. Ia menatap Monica dengan sedih.

"Monica, jika kau bukan Monica yang sama, kau pasti sudah lari saat melihat diriku yang sebenarnya. Kau juga tidak mungkin tahu tentang pesta dansa. Apa kau ingat, bagaimana rasanya ketika anak panah itu menancap di punggungmu?"

Monica terdiam.

'Ya, aku selalu ingat bahkan sampai memimpikannya dengan jelas. Rasanya sakit. Sangat sakit sampai ke tulang-tulang,' batin Monica.

"Kau juga pasti ingat bagaimana rasanya ketika kau melukai dirimu sendiri malam itu."

Arthur kembali melanjutkan.

"Rasa sakit itu sama dengan rasa sakit saat aku tidak bisa menyelamatkanmu dan hanya bisa melihatmu terluka parah. Saat ini aku tidak peduli apakah kau Monica Countess atau Monica Steward. Aku hanya mengenal satu Monica. Hati ku memang sudah mati. Tapi perasaan ini, rasa cinta yang tidak pernah lekang oleh waktu. Aku tidak pernah melupakannya. Meski pun satu abad sudah berlalu. Monica, kau telah menghidupkan hatiku kembali. Sejak pertama kali melihatmu, aku sudah yakin kau memang orang yang selama ini aku tunggu."

Setelah berkata demikian, Arthur membalikkan badan. Ia berjalan keluar dari kamar Monica. Cukup lama Monica duduk berdiam diri merenungi ucapan Arthur. Monica berjalan keluar kamar menyusul Arthur. Namun Arthur sudah tidak ada di apartemennya. Monica kembali meringkuk sendiri menahan kesedihannya. Rasa sakit, terasa menusuk hatinya saat ini.

Lama sekali Monica berdiam diri. Sampai ketukan di pintu apartemen menyadarkannya.

"Siapa?" tanya Monica.

"Aku. Sander!" jawab Sander dari balik pintu.

Monica berpikir,

'Sander?! Kenapa tiba-tiba dia datang kemari?' Monica langsung membuka pintu.

"Sander, ada hal apa sampai kau datang kemari?" tanya Monica.

"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu, Nona!" jawab Sander.

bersambung....

1
💖 sweet love 🌺
awalnya seru sih, tp makin kesini makin kyk drama..
💖 sweet love 🌺
mustahil, dia itu vampir murni..
bisa lihat apa aja yg udah terjadi, bahkan yg akan terjadi
Riris Marpaung
Biasa
Riris Marpaung
Buruk
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖: terima kasih sudah mengikuti karya ini kakak. kalau boleh tahu bagian mananya yang buruk ya? mungkin untuk kedepannya akan saya perbaiki.
total 1 replies
gian rasyid
waahhhh....seru banget....aq suka cerita nya
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖: terima kasih. ikuti terus ceritanya ya😊
total 1 replies
〈⎳🥑⃟HIATUS
namanya juga manusia
〈⎳🥑⃟HIATUS
jangan-jangan hantu
〈⎳🥑⃟HIATUS
kasihan banget
Zuu
Isabelle blak2an banget moga aja hati Monica tidak tertusuk oleh kata2 itu
༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§ ᴮᵉᵉ ⃝•Offff👏 🅠🅛
kasian Sera teman nya malah mengatainya dengan si mulut bencana padahal dia cuman memberitahu mereka
༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§ ᴮᵉᵉ ⃝•Offff👏 🅠🅛
wah ada apa dengan lonceng itu??
༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§ ᴮᵉᵉ ⃝•Offff👏 🅠🅛
wah keren ceritanya kak author
𝔉𝔢𝔯𝔬𝔫𝔦𝔫𝔞ʚɞ⃝🍀ᰔᩚ℠
apakah betsy kenal dengan Archen?
𝔉𝔢𝔯𝔬𝔫𝔦𝔫𝔞ʚɞ⃝🍀ᰔᩚ℠
ciee Archen cemburu nih!
𝔉𝔢𝔯𝔬𝔫𝔦𝔫𝔞ʚɞ⃝🍀ᰔᩚ℠
begitu kali hidup sebagai seorang putri bangsawan. apa-apa dilayani
Zuu
Nathan baik banget 😭
Zuu
untung Monica gak terpeleset
Zuu
ikut nimbrung tiba2
Zuu
kasian Monica udah ditinggal orang tuanya, diusir pula sama keluarga Allen padahal Monica udah gak punya siapa2
Ira Zayn
sungu luar biasa
i'm really really
Like
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖: terimakasih sudah mampir n mendukung karya ini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!