Akankah kehidupan pernikahan secara poligami bisa membawa kita ke sakinah mawadah warohmah, atau justru menjerumuskan kita ke dalam ketidakrelaan hati?
Jangan lupa follow aku yah,makasih.
Ig;Aininabila23
Akun wattpad;23ainifaizah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memulai Hidup Tanpa Kamu
Saat ini Halwa benar-benar bingung akan kemana, kalau dia pulang ke rumah orang tuanya, pasti orang tuanya akan cemas, bahkan mungkin mereka akan marah kepada Kevin, dan Halwa tidak mau itu terjadi.
Sudah hampir satu jam Halwa jalan, tapi dia tak kunjung tau arah kemana dia akan pergi membawa buah hatinya.
Sabar yah nak, batin Halwa mengusap perutnya dengan lembut.
"Halwa?" ujar Farel yang tiba-tiba datang.
"Ehk Farel," ujar Halwa.
"Kamu kenapa, kok pake bawa koper segala?" ujar Farel kaget.
"Ehm nggak kenapa-napa kok. Owh yah kamu tau nggak sih kontrakan yang murah dekat-dekat sini, itu dimana?" ujar Halwa.
"Halwa jujur sama aku apa yang terjadi sama kamu. Apa Kevin yang udah usir kamu?" ujar Farel.
"Mas Kevin hanya salah paham dengan hubungan kita Rel, yah jadinya aku sama dia, mungkin akan pisah," ujar Halwa berusaha menahan air matanya.
Kurang ajar Kevin, kenapa Halwa juga bodoh banget sih masih aja belain Kevin, batin Farel.
"Biar aku jelasin sama dia tentang kita Wa." ujar Farel hendak pergi, tapi tangannya di tahan oleh Halwa.
"Nggak perlu Rel, aku juga udah capek sama situasi didalam pernikahan aku, mungkin dengan perginya aku, itu jalan terbaik buat semua orang." ujar Halwa.
"Kevin itu jahat banget sih sama kamu, kalau aku jadi dia, aku nggak akan pernah sia-siain perempuan sebaik kamu," ujar Farel prihatin dengan kejadian yang menimpa Halwa.
"Mas Kevin hanya salah paham Rel, dia nggak jahat, malah dia sayang banget sama aku, mungkin karena cintanya sama aku makanya dia mudah emosi kalau lihat aku sama laki-laki lain," ujar Halwa.
Ya ampun Halwa, terbuat dari apa sih hati kamu itu, batin Farel terkagum-kagum dengan Halwa.
"Yaudah, kita nggak usah bahas itu, gimana kalau kita cari kontrakan aja buat kamu?" ujar Farel.
"Yaudah, makasih yah Rel," ujar Halwa.
Mereka pun pergi untuk mencari kontrakan, tak lama mereka pun mendapat kontrakan yang murah dan bagus.
"Ini uangnya bu, saya kontrak satu tahun yah." ujar Farel memberikan sejumlah uang kepada ibu kontrakan itu.
"Rel aku juga punya uang kok, nggak usah bu, ini aja," ujar Halwa menolak pemberian Farel.
"Halwa kamu butuh itu untuk persalinan kamu nanti, kamu simpan aja." ujar Farel.
"Tapi kan," ujar Halwa terpotong.
"Anggap ini bantuan dari seorang sahabat." ujar Farel tersenyum.
"Yaudah, tapi aku janji, aku pasti bakal ganti uang kamu." ujar Halwa.
"Nggak usah di pikirin, aku bukan rentenir kok." ujar Farel.
"Tetap Rel, secepatnya aku akan ganti." ujar Halwa.
"Iya, terserah kamu." ujar Farel.
Setalah ibu kontrakan itu pergi, Farel pun pamit pada Halwa untuk pulang, dan Halwa pun masuk ke dalam rumah kontrakannya itu
Semoga aku sanggup untuk hidup beberapa bulan tanpa kamu mas dan semoga setelah aku pergi, kamu mau merawat anak kita ini, batin Halwa sambil mengusap perut nya itu.
Sedangkan di tempat lain.
Kevin sedang memegang foto pernikahannya dengan Halwa.
"Kenapa kamu tega lakuin ini sama aku Halwa. Balas dendam kamu benar-benar sudah terbalaskan, aku benci kamu Halwa, aku benci!!" ujar Kevin teriak, lalu membuang foto pernikahannya itu sehingga menjadi pecah.
Alisha yang melihatnya pun menjadi ketakutan, dia benar-benar baru melihat sikap Kevin yang seperti ini, karena setau Alisha Kevin adalah orang yang lembut dan tidak suka marah-marah.
Alisha memberanikan dirinya untuk menyentuh bahu Kevin.
"Mas tenanglah!, kan masih ada aku." ujar Alisha.
"Diam kamu!!!. Ini semua gara-gara kamu Alisha, kalau bukan karena aku nikahin kamu, aku dan Halwa nggak mungkin bercerai," ujar Kevin membentak Alisha, dan membuat Alisha ketakutan sehingga air matanya jatuh dari matanya itu.
Ya ampun mas kenapa kamu jadi seperti ini, apa sebegitu besar cinta kamu sama mba Halwa, sampai-sampai kalau tidak ada dia, kamu begitu menyeramkan, batin Alisha.
**Jangan lupa vote dan komen yah
Saran dan kritik nya selalu Author nantikan
Makasih
Salam manis Author**