NovelToon NovelToon
TAKDIR

TAKDIR

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintamanis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:184.8k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

REVISI BERJALAN

Jika memang ini takdir yang dipilihkan Tuhan untukku, maka aku menerimanya dengan ikhlas.

Sejak kecil aku sudah terbiasa sendiri, bahkan disaat aku kesepian aku hanya bisa berdoa padamu.

Kini engkau hadirkan ujian baru dalam hidupku, ujian yang bahkan aku tak memintanya, tapi jika memang ini terbaik untukku, maka aku ikhlas.

Tuhan, ijinkan aku bahagia meskipun itu tidak mungkin terjadi. Ijinkan aku untuk bisa bernafas lebih lama lagi, agar aku bisa membagiakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESEPAKATAN

"Jadi begini, pasien atas nama Aqila Zalfa Sabira sudah mengalami presentase penambahan pada tingkat stadium di kankernya."

"Untuk lebih jelasnya silahkan lihat pada layar!"

Kedua lelaki itu menatap layar secara bersamaan. Salah satunya menjelaskan secara rinci dan detail apa-apa saja yang sudah terjadi pada tubuh Zara, terutama pada kepala Zara.

Sedangkan yang satunya mendengarkan dengan seksama sembari memahami maksud dari perkataan dokter.

Dalam monitor cukup terlihat area-area yang sudah dihinggapi tumor itu. Bagian-bagian penting itu juga sudah ditandai oleh dokter. Ia juga menjelaskan jika dalam satu bulan saja, tumor itu sudah mengganas di dalam kepala Zara.

Sangat berbeda sekali dengan kondisi Zara di bulan kemarin yang besarnya masih jauh lebih kecil dari saat ini.

Ia pun menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi dan terus menekan kesadaran Zara, sehingga membuat Zara sering pingsan beberapa hari terakhir.

Bahkan efeknya sampai mengakibatkan pasien mual-mual.

"Mungkin sepertinya dalam minggu-minggu terahir, hal ini sudah sering dialami pasien!" ucap dokter sembari memandang monitor lalu bergantian ke arah Andrew.

"Apa pasien tidak rutin mengkonsumsi obat yang sudah diresepkan kemarin?"

Andrew kaget dengan pertanyaan dokter barusan, bagaimana dokter bisa tahu. Lalu bagaimana ia bisa menjelaskan hal itu, sedangkan ia sama sekali tidak nengetahui apakah Zara sudah rutin minum obat atau belum.

Karena tidak ada jawaban dari Andrew, dokter menyimpulkan bahwa prediksinya tepat sasaran. Ia pun menyarankan agar Zara segera ditangani dengan prosedur selanjutnya. Hal itu dimaksudkan untuk menekan laju pertumbuhan tumor agar tidak mengganas. Tentu saja alasan utamanya agar bisa menyelamatkan nyawa Zara.

Setelah cukup lama berdiam, ahirnya ia pun menyerahkan satu botol obat pada sang dokter.

Dengan menghela nafas panjangnya ia pun mencoba siap, jikalau ia dimaki oleh sang dokter karena kelalaiannya menjaga Zara.

"Maaf dokter, tadi saat pasien masih di dalam ruang ICU, saya sempat menemukan benda ini di dalam tas pasien, apakah ini yang dokter maksudkan tadi?"

Dokter mengambil botol itu lalu menganggukan kepalanya.

"Sesuai dugaan saya, dalam satu bulan ini pasien hanya beberapa kali mengkonsumsi obat ini, dan sekarang bisa anda lihat kondisi pasien."

"Andai ia lebih rajin mengkonsumsi obat ini, mungkin saat ini kondisinya bisa dipastikan tidak akan selemah ini."

"Lalu apa yang harus saya lakukan agar Zara mendapatkan perawatan yang terbaik?"

"Jika pasien mau mengkonsumsi obat tetapi dengan dosis yang lebih dari kemarin mungkin setidaknya bisa menekan laju pertumbuhan tumor di otaknya."

"Tetapi saya lebih menyarankan agar pengobatan kali ini disertai dengan kemoterapi."

Deg ...

"Tidak mungkin! Zara tidak mungkin suka dengan tindakan medis kali ini," gumam Andrew.

"Apa tidak ada hal lain?"

"Maaf kali ini tindakan kali ini sudah cukup tepat untuk menekan laju pertumbuhan tumor itu."

Andrew menghela nafasnya. "Lakukan yang terbaik untuk pasien!"

Lalu terjadilah kesepakatan antara Andrew dengan dokter.

Sementara itu tindakan medis masih berlangsung di ruang ICU.

Ini adalah kedua kalinya Zara berada dalam ruang perawatan ICU. Mau tak mau ia harus memberitahukan keadaan Zara pada nenek.

Ia pun mengambil ponselnya lalu menghubungi nenek.

Dari seberang sana ia bisa merasakan nenek sangat terpukul, apa yang dikhawatirkan olehnya kini terjadi. Ia pun memiliki rencana untuk mempercepat pertunangan Zara dan segera mengirim Zara ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan terbaik.

.

.

.

"Akankah kita bisa melihat keajaiban untuk Zara kali ini?"

.

.

"Lakukan apapun yang terbaik untuk Zara!" ucap nenek di seberang sana.

"Baik nek."

Sebenarnya tanpa disuruhpun Andrew akan melakukan apapun yang terbaik untuk keponakannya itu.

Lalu Andrew juga menghubungi beberapa kolega bisnisnya yang berada di luar negeri, sekaligus bertanya dimana tempat rekomendasi perawatan medis terbaik untuk penyakit Zara.

Meskipun di Indonesia rumah sakit yang ia gunakan ini sudah terbaik tetapi jika ada rumah sakit terbaik lagi di luar negeri, ia akan tetap membawa Zara kesana.

.

.

...⚜⚜⚜...

...Kediaman Abraham...

"Daripada aku terus memikirkannya lebih baik aku mencari udara segar di luar sana."

Wanita cantik itu melangkahkan kakinya ke luar kamar untuk mencari keberadaan putrinya.

"Dimana Tasya?"

Ia pun meneliti disetiap ruangan yang ada di rumah itu. Lalu ia mendengar suara gelak tawa anak kecil dari halaman belakang rumah.

Mayra melangkahkan kakinya menuju halaman belakang. Ternyata benar, suara itu berasal dari putrinya yang sedang bermain ayunan didampingi beberapa pelayan wanita di rumah itu.

"Mommy ... " teriaknya dari arah kejauhan disertai lambaian tangan ke arahnya.

"Hai sayang, kemari nak."

Setelah menyelesaikan ayunan terahir, Tasya turun dan mendekati ibunya. Mayra berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan putrinya.

"Sayang mau ga jalan-jalan ke wahana bermain."

"Mau mom."

"Oke, kalau begitu sekarang bersih-bersih dan segera ganti baju!" titahnya.

"Siap!"

Tasya segera berlari ke dalam rumah untuk melaksanakan perintah ibunya. Sedangkan dirinya masih asik memandangi halaman belakang rumah De sembari bergumam.

"Pasti kakak sangat bahagia disana, karena Kak Roy sangat menjaga peninggalan kakak saat ini."

"Andai hari itu kakak bisa memahami alasan sesungguhnya dari kakak, mungkin saat ini kita masih bisa berbincang di tempat ini."

Tak terasa buliran air mata mengalir di kedua pipi Mayra, kenangan bersama ibunya De cukup membuatnya berduka. Ia tau betul kalau kakaknya itu orang yang baik, hanya saja kelakuan Ayah De yang sudah gelap mata saat itu membuatnya semuanya telah berubah.

Lalu sesudah menghapus air matanya itu, ia pun berinisiatif untuk menelpon De untuk meminta ijin.

Bagaimana pun ini adalah rumah De dan kakaknya, ia hanyalah seorang tamu. Alangkah lebih baiknya jika ia meminta ijin pada pemilik rumah sebelum ia pergi.

Ia pun kembali ke kamarnya untuk mengambil ponselnya yang berada diatas nakas.

.

.

...Perusahaan....

De masih sibuk dan berkutat dengan tugas-tugasnya yang menumpuk di depan meja kerjanya. Tak terasa waktu sudah bergulir cukup lama.

Matahari pun sudah mulai berada di ufuk barat. Semburat jingga mulai menghiasi cakrawala sore itu. Pemandangan indah pun tercipta di ufuk barat, mengisyaratkan kalau sore ini sudah waktunya untuk para pekerja pulang ke rumahnya masing-masing.

Penunjuk waktu sudah menunjukkan jam setengah lima sore. Nona Chang pun mulai merapikan map-map dan berkas-berkas yang ada di depan mejanya.

Lalu ia beranjak berdiri dan berjalan menuju meja kerja De.

"Bagaimana apa sudah selesai?"

"Sedikit lagi Nona."

"Baiklah, aku permisi dulu, masih ada beberapa berkas yang harus aku selesaikan di ruang kerja ayahmu."

Setelah berpamitan, ponsel De mulai berbunyi. Di dalam layar datar milik De, menampilkan sebuah nama Mayra.

"Ada apa tante menelponku?"

.

.

Jangan lupa tekan ❤ dan semakin suka dengan karya author ... Terimakasih yang sudah membaca dan terus menanti update dari author 🙏

1
Shifa Burhan
sad ending bukan berarti ceritanya tidak bagus tapi bagi aku cerita sad ending bisa buat galau berbulan2 karena itu aku sangat menghindari novel2 sad ending
Darah Biru (Bangsawan)
⭐⭐⭐⭐⭐
Darah Biru (Bangsawan)
fav and rate🥰 keren sayang🥰
Darah Biru (Bangsawan)
jangan bahas kata menikah 😄
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: mampir di karya terbaru dong kak🤭
total 1 replies
Anonim
kecewa sudah pasti sama author....
Fransiska Siba
kenapa harus meninggal
mama Al: mampir kak ke istri kesayangan Rangga
total 1 replies
Risky Titi sarlinda
kalau bisa si satukanlah mereka
Risky Titi sarlinda
Semoga udah liat wajah anak nya dia jadi luluh dan mereka bahagia ya
EuRo
halo kak aku mampir ... semangat terus. Salam buat Zara dari Langit Jingga.
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
bintang 5 buat takdir ,,selalu senyum y kak
Luki Lintang
lanjut kan jangan kelamaan nunggu
Risky Titi sarlinda
ia KK semoga ada keajaiban KK selalu sehat dan selalu bahagia
Luki Lintang
lanjut
Risky Titi sarlinda
wah ini juga alamat cinta akan kandas 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Risky Titi sarlinda: KK serius ini cerita KK sendiri
total 2 replies
Ardi mrongos
semua terjadi dgn adanya sahabat dan cinta, semua bs indah tp terluka jg jk tdk bijak menyikapi
Ardi mrongos
bnr itu anugerah terindah hny bs dinimati bahagia brsm org trkasih
Ardi mrongos
sehat selalu thor, biar bs up segera
💋ShasaVinta💋
get well very soon othor 🙏
Ryan cha
semangat terus upnya👍keren ceritanya
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: terima kasih kak, smoga suka🙏😊
total 1 replies
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
semoga othor cpt sembuh dan sehat kembali.. ttp semangat ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!