Sarah Adelia menjalin kisah percintaan selama 7 tahun lebih dengan pacar pertamanya sewaktu kuliah bernama Reza Rahmawan.
Disela persiapan pernikahan yang mereka sudah rencanakan mendadak Reza dijodohkan oleh orang tuanya. Ditengan kegalauan menunggu Reza, datanglah seorang laki-laki yang ia ketahui berprofesi sebagai pengemudi taxi online.
Akhirnya ia memilih lelaki tersebut tanpa ia ketahui ternyata pengemudi itu merupakan bosnya di tempat kerja.
"Mbak mau gak jadi pacarku yang hanya seorang driver ini" tanya Ocep kepadaku
"Ehm aku gak pernah masalah dengan pekerjaan seseorang, harta kita bisa cari bersama tetapi kesetian dan komitmen untuk selalu bersama dalam suka dan duka itu yang utama" jawabku yakin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girang_Hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Sampailah kami di basement salah satu hotel diJakarta. Ocep memarkirkan mobilnya kemudian kami turun dan berjalan mencari ruangan yang menjadi tempat pernikahan temannya. Saat memasuki lift ia memberikan tangannya ke arah ku. Aku bingung melihatnya.
"Gandeng ya, takut hilang"
"Hah hilang enggak lah masa di tempat gini bisa hilang" aku menolaknya
"Jiaahhhh" ia memberikan wajah kecewa dan aku tertawa melihatnya. Saat keluar lift aku mengambil tangannya dan ia pun tersenyum kearahku. Ah aku tidak bisa menolak pesona Ocep.
"Cep temanmu kaya juga ya bisa nikah disini" aku heran dengan Ocep sepertinya pertemanannya bukan dengan orang-orang biasa. Saat kami datang acara belum dimulai, kemudian ia mengajakku berdiri disalah satu sudut ruang. Tak lama prosesi dimulai Mc menyambut para keluarga, pengantin, teman-teman memasuki ruangan tersebut. Saat para bridesmaids memasuki ruangan ada seorang wanita yang menatap kami dengan sangat tajam. Saat ini tangan kirinya sedang merangkul bahuku dan tangan kanannya tetap memegang tanganku. Setelah itu ia mengajakku untuk mengucapkan selamat ke pengantin. Ia menarik tanganku dan kami menaiki panggung tersebut.
"Congrats Bro" Ucap Ocep ke penganntin pria yang bernama Indra, aku dibelakangnya hanya ikut tersenyum
"Yoi thanks, cepet nyusul lah pak Bos, baru lagi nih" Indra melihat kerahku dan memainkan alisnya.
"Doain lah udah pengen kawin nih"
"Halahh lu sih kawin sering nikahin lah anak orang jangan dikawinin doang" mereka berdua pun tertawa dan kamipun kembali turun untuk sekedar mencari makanan dan minuman.
"Awas jangan makan kacang-kacangn lagi, nanti nginep dirumah sakit, mending di hotel aja sama saya" ia membisikkan kan kalimat itu di telingaku dan aku merasa kegelian, pintar sekali Ocep menggoda aku.
"Ihh apaan enggak lah, kemarin kan cuma mau manas-manasin, sekarang kan saya yang akting jadi pacar kamu, daritadi tuh dilihatin sampai bulu kuduk saya beridiri nih" aku mengarahkan pandangan Ocep ke arah kanan dimana para bridesmaid berdiri.
" Yang bagus ya actingnua jadi pacar saya" benar saja salah satu wanita itu datang dengan memakai gaun berwarna ungu muda dengan bahu terbuka badannya langsing, tinggi, cantik dan jalannya bak model menghampiri kami.
"Luis kamu datang" ia langsung mencium pipi kanan kiri Ocep dan melirikku dengan sinis.
"Iya datanglah Indra kan temen gue" Ocep kemudian merangkul bahuku dan aku memeluk pinggangnya
"Siapa yang?" aku bertanya ke Ocep
"Temen kenalin yang namanya Miranda"
"ohh hai kenalin aku Sarah pacarnya Ocep" sambil menjulurkan tangan mengajaknya berkenalan dan wanita ini tidak menanggapinya. Sial kataku rese banget ini perempuan. Kemudian aku memanasi lagi dengan membisikkan sesuatu ke Ocep.
"Yang aku mau minum"
"Iya tunggu sebentar ya" kemudian Ocep meninggalkan kami berdua
"Oh jadi lo cewe baru Luis, udah berapa lama"
"Yah beberapa minggu ini" jawabku santai
"Koq bisa ya pengganti gue jadinya kaya lu, downgrade banget Luis cari cewe kaya lu pasti lu pengen hartanya kan" ia melipat kedua tangannya ke arahku dan memandangku sinis
"Downgrade dalam hal apa nih Sis, emang sih gue lebih pendek, tapi kan service gue mungkin lebih memuaskan makanya Kuis ninggakin lu makanya jangan kepedean ya" entah lah apa yang aku bicarakan dengan perempuan ini yang pasti sikapnya sombong sekali dan aku juga sebenernya ingin tertawa tak lama Ocep datang menyerahkan gelas tersebut , aku meminumnya dan menyerahkan kembali ke Ocep sambil berkata.
"Yang kita pulang yuk ketempat kamu,pengen berduaan aja disini ramai banget banyak penggangu" aku bergelayut manja ditangannya.
"Siap Yang, yuk lah kita pulang" kemudian kami jalan berdua meninggalkan perempuan itu dan aku melambaikan tangan kearahnya terlihat ia tampak kesal.
"Kamu tunggu lobby aja ya, aku ambil mobilnya kasian kamu jalannya ke jauhan" aku mengangguk dan berjalan menuju lobby. Sambil menunggu Ocep aku membuka ponsel ku dan ada pesan dari Mama Reza menanyaiku ada dimana, ia memintaku untuk memasakkan gudeg karna Ia rindu masakkan ku. Aku bingung harus menjawab apa, maka ku iyakan saja. Tanpa aku sadari tiba-tiba ada seseorang yang mendorongku saat aku menuruni anak tangga yang terakhir menuju ke lobby dan akupun terjatuh. Aku mencoba bangun tapi tidak bisa, kemudian para petugas hotel membantu ku untuk berdiri dan menuntunku ke sofa yang ada disana, sakit sekali yang kurasakan di kaki kananku, ternyata kaki ku keseleo dan sudah membengkak. Aku melihat mantan Ocep berjalan menjauhiku, sial** perempuan itu lihat saja nanti kubalas. Kemudian Ocep menelponku menanyakan keberadaanku.
"Sar kamu koq gak ada di lobby"
"Cep aku jatuh ini lagi duduk di lobby hotel kamu kesini ya"
"Hah jatuh okey tunggu ya aku parkirin mobil dulu"
Tak lama ia datang dengan muka khawatir
"Koq bisa jatuh"
"Mantan kamu tuh dorong aku di anak tangga, untung aja gak tinggi jadinya cuma keseleo" kemudian ia melihat kakiku dan melepaskan kedua sepatuku. Mukanya langsung berubah marah. Ia membuka ponselnya dan menghubungi seseorang
"Main-main lu sama cewe gue, kita lihat ya nanti gimana" kemudian ia mematikan ponselnya dan memapahku.
"Kita kerumah sakit ya periksa kondisi kamu"
"2 kali kondangan sama kamu , dan 2 kali berakhir di rumah sakit" aku tertawa sambil menahan sakit kakiku.
"Iya juga ya Mbak" ia pun ikut tertawa, mukanya sudah tidak tegang lagi ia memapahku dengan sangat hati-hati dan saat akan memasuki mobilnya yang tinggi ia menggendongku, untung saja dia kuat batinku dan meletakkan sepatuku dikursi belakang kemudian ia memasuki bangku pengemudi.
"Maaf ya gara-gara aku kamu jadi kaya gini" ia mengelus kepalaku
"Ehm iya gak apa-apa, kayaknya gak usah kerumah sakit besok diurut aja"
"Jangan kaki keseleo itu gak boleh diurut nanti yang ada tambah parah dan ototnya bisa robek" kemudian Ocep melajukan mobilnya kerumah sakit. Aku meringis kesakitan dan mengelurkan air mata. Ocep menghapusnya dengan tangannya ah romantis sekali dia aku merasa memiliki kekasih kembali.
"Lagian kamu punya cewe gitu ditolak, mana cari cewe buat dipanasin dapatnya kaya aku, beda jauh kali mas, cari yang lebih cakep dari dia dong, kalau aku sih cuma diketawain sama dia" aku berbicara sambil meringis menahan sakit
"Tampilan luarnya doang dia bagus, isinya enggak, yakin aku dia tuh udah ada cowo lain, mana betah dia sama cowo kere kaya aku yang cuma supir" ia menatap lurus kearah jalan.
"Model ya mantan kamu"
"Iya model , masih kuliah juga makanya belum dewasa banget sukanya nuntut terus , emang aku gak kerja apa harus jemput dan anter kemana aja. Mana jajannya banyak banget lagi" ia menghela nafas.
"Ohh masih kuliah pantesan kelihatan masih muda ya, ehm sabar-sabar nanti dapat gantinya yang lebih baik koq yang sayang sama masnya apa adanya" aku menepuk-nepuk bahunya.
"Ini udah ada disebelah gantinya" ia melirikku dan menggenggam tangan kananku. "Ih apaan aku kan cuma pemeran pengganti doang" akupun tersipu malu dan kemudian terdiam tidak tahu berbicara apa lagi sampai tiba di rumah sakit.
___________________&&&&&&&&&&&&&&&&&&
Jangan lupa like dan komentarnya ya.
wkwkwkwk
jadi keinget kisah sendiri 😭😅🤣,,,
ingat karma itu ada, kamu rusak kebahagian org,. org lain jg akn merusak kebahagian mu kelak