Kisah perjalanan seorang manusia yang di anggap biasa bahkan lemah hingga mampu menjadi seorang penguasa alam semesta...
Satu hal yang selalu ia yakini adalah...
Tak perlu menjadi orang lain yang terlihat sangat hebat untuk membuktikan diri...
Cukup menjadi diri sendiri apa adanya dengan penuh tekad dan semangat juga perjuangan menggebu maka apapun yang ingin di capai akan tercapai...
Dan juga tak perlu membanggakan segala pencapaian tersebut sebab itu hanyalah anugrah, cukup diri sendiri dan orang yang tulus yang mengetahuinya jangan orang lain...
Sebab orang lain hanya mengetahui hasil dan tak menghargai proses yang dijalani...
orang lain hanya sebatas memanfaatkan pencapaian diri kita tanpa mau tau apa yang terjadi...
Ciptakanlah duniamu sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kangduda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latihan 5 Tahun Berakhir
Tapi sebelum berhasil melangkah, muncul deheman merdu seakan memberi isyarat sesuatu kepada mereka dan mereka bertiga yang mendengar deheman itu terpaksa menahan langkah mematung dengan merutuki diri. Di pelipis Fan Jiang terdapat berapa butiran air bening dan tubuhnya bergetar, yang sebenarnya dia ingin melangkah tapi sialnya dia seperti telah di paku hingga membuatnya mematung.
"Suamiku. Sepertinya ada yang mengganggu kita, apakah gege melihat?," tanya Yue Xi kepada suaminya yang di jawab gelengan oleh Fan An
"Maafkan aku saudaraku, kali ini aku tidak bisa membantu," kata Fan An dalam hati.
"Huh, siapa saja yang berani menggangguku saat tertawa bahagia akan aku ikat di pohon sana. Benarkan itu suamiku," ucap Yue Xi mengancam sembari menunjuk pohon di samping gazebo tempat mereka duduk dan bermanja di lengan Fan An.
Merasa di singgung dengan ancaman membuat Fan Jiang, Fan Kokcu dan Fan Kim menelan ludah kasar dan bertambah gemetar karena takut membayangkan seandainya benar akan di ikat di pohon.
"Ehem, maaf mengganggu kalian saudari Yue dan kami menyadari kedatangan kami tidak tepat. Tetapi ada satu hal yang ingin kami sampaikan kepada saudara Fan An, ini adalah titah raja Yong Jun dan harus kami sampaikan secepat mungkin karena akan di laksanakan nanti sore," kata Fan Kim memberanikan diri memberitahukan maksud kedatangan mereka.
"Eh apa? Kenapa berkaitan kepadaku?," tanya Fan An bingung
"Huh, sudahlah silahkan kalian bicara. Untung titah raja, kalau bukan, sudah ku ikat kalian. Huan'er mari kita masuk kerumah ya," ucap Yue Xi sengit karena kesal dan berlalu membawa Fan Huan dengan lebut masuk ke rumah.
Sesudah Yue Xi masuk ke rumah, Fan Jiang segera duduk dengan lega dan kemudian menuturkan maksud kedatangan mereka. Katanya,
"Saudara An, singkat cerita saja. Hasil rapat tadi telah membuat raja Yong Jun memutuskan menunjuk saudara An dan 2 orang jenderal kelas 2 untuk memimpin 100 prajurit membantu pasukan kekaisaran mengatasi pembuat onar yang selama ini makin meresahkan."
"Ah... Kenapa harus aku lagi pilihan tua bangka itu," keluh Fan An kesal.
Fan An sebanarnya tidak ingin terlibat dalam hal apapun tapi entah kenapa sejak raja tahu kekuatannya. Sejak saat itu apapun masalah yang tidak mampu di selesaikan petinggi kerajaan, maka pilihan raja untuk menyelesaikannya adalah dirinya. Hal tersebut membuat Fan An kadang kesal karena kebebasannya juga kebersamaannya dengan istri dan anaknya terganggu.
"Hahaha. Kamu memang selalu begitu saudaraku, selalu tidak bisa berubah. Raja selalu memilih saudara karena dia sangat percaya kepadamu saudaraku. Terbukti juga dari beberapa masalah yang di percayakannya kepadamu selalu berhasil saudara selesaikan, itulah yang membuat yang mulia raja selalu saja memilih saudara untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa kami selesaikan," ungkap Fan Jiang yang membuat mereka bertiga tertawa menanggapi keluhan Fan An.
Mereka bertiga bukan hanya kali ini terlihat seperti ini sejak dulu. Sejak Fan An di bawa oleh patriak sebelumnya dan menjadi salah satu bagian dari keluarga Fan, mereka bertiga pula yang tau cerita sesungguhnya kenapa Fan An bisa berada disini. Mereka bertiga juga yang merupakan kepercayaan patriak sebelumnya menjadi sangat cepat akrab terhadap Fan An dan sampai kini mereka menjadi sahabat yang tidak saling menghianati.
"Sudahlah saudaraku jangan mengeluh lagi, tidak ada hasilnya jika saudara terus mengeluh," ucap Fan Kokcu memberi semangat kepada Fan An.
"Ya... Ya, baiklah aku ikuti saja karena aku juga ingin menghilangkan beban pikiranku atas kejadian 5 tahun lalu. Mungkin bisa hilang jika aku berkelana sejenak," tutur Fan An sedih kembali mengingat kejadian yang di alami oleh Fan Zu.
Mendengar perkataan sedih Fan An yang kembali terbayang kejadian 5 tahun lalu membuat ketiga sahabat itu menjadi serba salah, menegur salah dan tidak menegur juga salah. jika menghibur juga akan salah karena takut akan menyinggung Fan An yang mengira di jadikan bocah.
Mereka bertiga hanya diam menghela nafas dengan pikiran masing masing, yang di lain sisi mereka dapat merasakan apa yang di rasakan oleh sahabat mereka.
"Kami juga berharap hingga sekarang, keponakan kami mendapatkan keajaiban dan baik baik saja. Tidak ada yang dapat kita lakukan karena kita pernah melakukan dan hasilnya kita tidak mendapatkan apa apa. Kalian sebagai orang tua tentu dapat merasakan jika sesuatu terjadi," ungkap Fan Jiang memberanikan diri mengatakan sesuatu walau dia tau hal itu akan menyinggung Fan An.
Hal tidak di duga duga pun terjadi kepada Fan An yang biasanya akan tersinggung jika di perlakukan demikian, sekarang Fan An tampak berubah dengan senyum tulus terlukiskan di wajahnya dan berkata,
"Iya saudaraku terima kasih sudah selalu ada membantu kami."
"Tidak perlu berterima kasih begitu saudara, di antara keluarga tidak perlu demikian karena seakan membuat kita jauh," ucap Fan Jiang.
"Sudahlah mari kita minum, aku akan pergi mengambil arak yang bagus dulu untuk kita. Hahahaha," kata Fan Kokcu riang.
"Hahahaha, ide yang bagus sebelum saudara An menjalani tugasnya," sambut Fan Kim sambil tertawa lepas.
Akhirnya mereka bercerita dan menikmati arak sekedarnya setelah sebelumnya Fan Kokcu kembali mengambil arak di luar. Sampai sudah waktunya Fan An menghadap raja, mereka menyudahi kegiatan menikmati arak tersebut, lalu Fan An menjelaskan kepada Yue Xi istrinya sembari berpamitan melaksanakan tugas dari raja Yong Jun.
...----------------...
Di wilayah inti hutan kematian.
Tengah hari.
Di dalam wilayah inti hutan kematian terdapat sebuah pohon yang sangat besar dan memiliki daun yang sangat lebat, membuat siapapun yang duduk di bawahnya akan merasakan kesejukan. Tidak jauh dari sana terdapat sebuah mulut goa di kelilingi oleh banyak rerumputan liar, dari dalam goa keluar seorang pemuda memakai baju dalaman hijau berjubah hitam dengan membawa pedang berwarna hitam hasil dari karyanya sendiri.
Ya pemuda itu adalah Fan Zu yang 5 tahun lalu memutuskan untuk berlatih dengan keras dengan di bantu oleh para hewan bawahannya, sekarang berada di wilayah inti hutan kematian karena telah di tetapkan untuk melanjutkan latihan yang lebih keras. Untuk berhasil dalam latihan yang lebih keras tersebut, Temtem menyarankan masuk ke wilayah inti yang memiliki tingkat bahaya 90% menurut analisanya.
Hal itu langsung di setujui oleh Fan Zu. Sebab menurutnya, dimana ada bahaya yang tinggi disitu ada kekuatan yang besar. Dia berkeinginan untuk sering mengasah kemampuannya dengan nekat menantang maut, 'kekuatan sesungguhnya bukan karena usaha tapi dengan menghadapi bahaya hidup dan mati.' Hal itulah yang menjadi mottonya mendapat kekuatan demi tujuan untuk melindungi orang berarti baginya, serta untuk mencapai harapan yang berada di pundaknya kini.
"Huh, hari ini aku harus melakukan apa?" tanya Fan Zu kepada para hewan bawahannya yg berada di masing masing posisi kesukaan mereka (kucing di kepala, elang di bahu kanan, anjing berdiri di sebelah kaki dan kuda menunggu di luar pintu goa).
"Hari ini adalah hari terakhirmu menyelesaikan semua latihanmu karena semua siluman dan hewan buas di semua wilayah hutan kematian sudah tidak dapat menjadi latihanmu lagi Zu'er, sebab semua mereka yang berada di wilayah hutan kematian ini hanya berada di tingkat bumi paling tinggi. Jadi sekarang taklukan semua raja dan ratu hewan siluman yang berkuasa di wilayah inti ini untuk di jadikan pasukan, Zu'er juga jangan lupa untuk sertakan para pasangan mereka masing masing dan semua pengikut mereka yang berada di tingkat tertinggi. Jika di tingkat rendah bebaskan mereka untuk melanjutkan hidup di wilayah inti ini." Begitulah penuturan Temtem.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sangat ber kelas
sukses author .....
cukup 1 - 2 halaman saja
pasti sma pmbaca jg pda di skip g di baca ....
kurang jauh jg maen nya author ini