NovelToon NovelToon
Langit Untuk Luna

Langit Untuk Luna

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Tamat
Popularitas:218.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewiluna

HIATUS

"Pilihlah masa depanmu, dan yakinlah ada aku di dalamnya..."

Sekarang Luna sudah punya pacar! Bagaimana rasanya mendapatkan apa yang selama ini dia idam-idamkan?

Season 1 sudah tamat.

Luna, seorang siswi SMA biasa. Kehidupan sekolah yang biasa. Teman-teman yang biasa. Tidak ada yang spesial. Yang berbeda cuma kenyataan bahwa ia memiliki 4 orang adik laki-laki. Adik-adik usil ini selalu menggagalkan rencana kisah cinta SMA nya.


Bak cerita Cinderella yang selalu diganggu kakak tirinya, Luna selalu diisengin adik kandungnya.

"Dek,,, pleaseeeeee,, biarin kakak pacaran sekali aja!" ~Luna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewiluna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Sendok

"Aku mau bilang sesuatu sama kakak," Luna sangat tegang. Dia membuka es krimnya untuk mengurangi ketegangan.

"Apa?" ucap El menghabiskan es krimnya.

Luna mencicip es krimnya dulu, sambil mengulur waktu untuk mengurangi debaran jantung nya.

"Aku minta maaf ya, kak."

Luna menghela napas dan melanjutkan ucapannya. "Karena adik-adik aku."

Diam sejenak. "Aku bakal ganti kerusakannya."

"Oke." El menjawab pendek.

"Aku harus bayar berapa kak?"

"Kakak udah ke bengkel, habis tiga juta." El menjawab kalem.

"HAH?!" Es krim terlepas dari tangan Luna.

Kebiasaan. El menangkap es krim Luna.

Tiga juta... tiga juta...

"Lun?"

"Eh, eh. Iya kak,"

"Kakak makan es krim nya ya?"

"Iya, kak."

Duit darimana tiga juta???

"Luna!!!" El mengetuk meja sebal karena Luna melamun.

"Iya kak." Luna mencoba fokus ke El. "Kenapa kak?"

"Es krim nya habis. Beliin lagi dong?"

Es krim? Loh? Es krim gue kemana? Dia makan juga??

"Beliin es krim lagi," ulang El yang dari tadi melihat Luna ga fokus.

"Iya kak." Luna berdiri kemudian berjalan masuk ke supermarket. Beberapa saat kemudian Luna keluar lagi.

Luna mendekat. "Kak,"

"Mana es krimnya?" El protes.

"Uang aku habis."

"?"

"Aku ga punya uang."

"Oh..." El akhirnya mengerti. "Ya udah duduk sini, tunggu." El masuk ke dalam supermarket.

Luna duduk kembali dengan pikiran yang dipenuhi uang tiga juta.

Tiga juta? Tiga juta! TIGA JUTAAAA?!?!!!

Semakin lama pikiran Luna semakin runyam. Luna merasa emosi dan menjadi gerah seketika. Dia mengipas-ngipaskan tangannya kesal. Kemudian membuka jaketnya kasar. Sebuah sendok jatuh dari saku jaketnya.

Sendok.

Tanda disadari El sudah memperhatikan Luna.

"Kamu ngapain?" El menatap sendok di tangan Luna.

"Sendok lagi?" El duduk di kursi di hadapan Luna.

"Kamu bawa sendok dari rumah? Emang mau makan apa sih?"

Luna sedang malas mencari alasan. "Bukan buat makan, kak. Tapi buat ini," Luna memukulkan sendoknya ke meja.

"Kenapa?" El bertanya bingung.

"Aku lagi kesel banget!" Memukulkan sendok berkali-kali ke meja.

El menahan senyum. "Kenapa sendok?"

"Harus sendok. Karena dia kuat. Nih liat nih ya..." Luna memukulkan sendok dengan kasar.

"Daripada ngerusak barang, mending pakai sendok aja." Tetap memukulkan sendok.

"Daripada mukulin orang kalau lagi kesel, mending gini aja." Memukulkan sendok dengan semakin brutal.

"Kakak bayangin aja, ni sendok orang yang bikin kesel, terus pukul aja terus sampai dia bengkok." Terus memukulkan sendok.

El menatap Luna dengan tatapan lucu. Yang ditatap tidak perduli dan lebih tertarik pada pelampiasan amarahnya pada sendok.

"Kamu ga capek?" El membuka bungkus biskuit dan mengambil satu dan menyodorkannya ke Luna, menyuruh Luna membuka mulut. Luna membuka mulutnya dan memakannya.

El mengambil lagi dan menyodorkan ke Luna. Luna memakannya lagi.

El mengambil lagi dan Luna memakannya lagi.

"Udah lah," El mengambil sendok dan menukar nya dengan bungkus biskuit. "Nih, makan aja."

El membuka es krim dan menghabiskannya sambil terus memperhatikan Luna yang sebentar lagi sudah menghabiskan makanannya.

El membukakan makanan lagi dan memberikannya pada Luna.

Haus.

El membuka botol air mineral dan memberikan nya pada Luna.

Kok dia tau? Beneran bisa baca pikiran gitu?

"Cepet minum. Kamu haus kan?"

"Makasih," Luna menyambut botol yang diberikan El.

Bersambung...

EPILOG

"Kak, mana sendok aku?" tanya Luna saat dia sudah menghabiskan semua makanan yang dibeli El.

"Sendok terosssss...."

1
Devi Ratna Sari
😂😂😂😂😂😂
Devi Ratna Sari
Membangongkan 🤣🤣🤣
👊🅼🅳💫
udh nugu seAbad gk crazy up jugs 😭😭😭 kpn lnjut lagi nihh....
Sinta Vidia
q padamu thor 💋💋💋
Sinta Vidia
karyamu keren thor q ketwa terus 👍👍👍👍👍👍
Dhina ♑
Luna, aku ingin mengatakan sesuatu
Linda Lindha
kak el 😍kangen banget
Yulia Aurel Alvaro
sekian lamanya akhirnya up juga 😘
Yulia Aurel Alvaro
kapan up Thor?
👊🅼🅳💫
seruuu thor, tiap hr g sabar nugu next eps nya😊😊😊👍
👊🅼🅳💫
luna g th perjuangan el buat bahagiain dia😣😣😣
krn el th, luna pgn kuliah ambil jurusan psikologi.
👊🅼🅳💫
kpn luna bahagia seutuhnya, thor. tidak ckp kah dia khilangan org2 terkasih, nyesekkk😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
blm jg jelasin alasanya main putus tlp aj....
el mah aneh, smpe g kpikiran bln madu😒😒
👊🅼🅳💫
ayo ambil,lun.kesempatan g dtg 2x...sma untuk masa dpn mu
👊🅼🅳💫
kenapa pd pergi semuaaa... tegaaaa amaat yaa😭😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
emak durjana kena batunya 😒😒😒
👊🅼🅳💫
Luna mo pensiun jd kakak 😂😂😂
👊🅼🅳💫
ternyata udh jodoh dr lahir
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Waahh jadi pen ikut mojok ini cerita nya maah
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Sa ae.. Krupuk kulit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!