Bagaskara Raditya Anugrah, nyaris gagal menikah karena mendapati rumah calon istrinya kosong, tak berpenghuni.
Ramalia Az-zahra nyaris gagal menikah dengan laki-laki yang dijodohkan dengannya.
Entah kenapa tiba-tiba keduanya menikah. Nama yang sama membuat pernikahan itu terlaksana, walau ada sedikit perbaikan data.
bagaimana akhirnya. Apakah pernikahan itu bisa langgeng.
apa reaksi Ram ketika mengetahui bahwa pria yang mestinya menikah dengannya. Ternyata bukan suaminya kini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
BERTEMU
Hari ini, adalah jadwal Ram untuk melakukan kontrak kerja dengan PT Aditya Co.
Ram yang memang tidak mengetahui sama sekali, jika CEO dari PT Aditya Co. adalah mantan calon suaminya.
"Selamat datang, Nona Ramalia Az-zahra!" sambut Bagas tersenyum sambil mengulurkan tangan.
"Terima kasih, Tuan. Tapi, saya sekarang sudah seorang Nyonya," balas Ram sambil mengatupkan dua tangannya di dada.
Bagas menurunkan tangan ketika Ram melakukan itu. Sedari tadi ia menunggu, gadis eh wanita yang dahulu dijodohkan padanya menyadari sesuatu.
Namun, setelah perjalanan rapat nyaris usai. Ram, sama sekali tidak merespon apapun kecuali jalannya rapat.
Kebetulan Kenan, tidak bersama Ram saat ini. Pria itu tengah bertemu dengan klien di tempat yang lain.
"Ram!" panggil Bagas.
Ram menoleh asal suara. Wanita itu sedikit mengernyit, ketika ada pria yang sok akrab dengannya.
"Maaf, anda memanggil saya?" tanya Ram bingung.
"Eh ... hmmm. Iya."
"Apa kita saling akrab tadinya?" tanya Ram lagi.
"Jadi, kau tidak mengingat ku?" tanya Bagas balik.
Ram menyipitkan mata. Otaknya bekerja begitu keras untuk mengingat sosok wajah yang kini menatapnya lekat.
Sayang, setelah sekian menit berusaha. Ram tidak mengingat apapun.
"Maaf Tuan. Saya tidak ingat," jawab Ram lagi.
"Oh, ya. Kesepakatan sudah diputuskan. Saya akan mempelajari kembali diskusi hari ini!" ujar Ram lalu berdiri dan mengambil tasnya.
Bagas mencekal lengan Ram ketika wanita itu hendak pergi.
"Tuan Aditya!' Ram langsung menepis tangan Bagas.
"Apa kau benar-benar tidak mengingatku Ram!' Bagas nyaris berteriak untuk mengingatkan wanita itu.
"Maaf. Saya tidak ingat!" jawaban tegas Ram membuat Bagas makin tersulut emosi.
"Lihat sekali lagi, Ram! Aku Bagas, calon suamimu!'
Ram terkejut, ia terdiam sesaat ketika Bagas mengatakan hal itu.
"Cobalah ingat, Aku adalah laki-laki yang harusnya menikah denganmu!' ujar Bagas lagi-lagi memaksa Ram.
"Tapi, suamiku sekarang bukan anda Tuan!" tegas Ram.
"Iya ... Aku minta maaf, waktu itu aku tidak datang ... Aku ...."
"Cukup Tuan. Apapun alasan Anda sekarang, itu tidak menjadi masalah lagi, dan saya tekankan lagi, suami saya, bukan anda!' potong Ram tegas. "Permisi! Saya rasa kerja sama ini kita batalkan saja!"
Dengan terpaksa Ram membatalkan kerja samanya dengan perusahaan Bagas. Walau ia tahu ini akan berimbas dengan perusahaannya. Tapi, ia rasa itu tidak masalah.
Ram pun pergi meninggalkan Bagas yang mematung.
Sepeninggalan wanita itu, Bagas menjambak rambutnya sambil berteriak.
"Kau adalah milikku Ram!"
"Tidak akan kubiarkan kau dimiliki siapapun!"
"Aarggh!"
Wajah Bagas berubah datar dan dingin. Jika pria itu sudah memasang mimik begitu. Maka tak ada satupun orang yang mau berurusan dengannya.
"Dino!" panggilnya pada sekretaris sekaligus asisten pribadinya.
"Sa-saya Pak!" sahut Dino gugup.
"Buat lagi pertemuan ulang dengan PT. Sinar Berkah, bagaimana pun caranya. Kita harus menjalin kerja sama dengan perusahaan itu!' titah Bagas datar.
"Tap ... i!"
"Kerjakan atau kau boleh angkat kaki dari perusahaan ini!' titah Bagas lagi.
"Saya tidak mau ada kegagalan sedikit pun!" lanjutnya lagi sambil berlalu meninggalkan tempat itu.
Dino hanya bisa pasrah. Entah cara apa yang harus ia lakukan agar bisa kembali menjalin kerja sama yang barusan dirusak oleh Bossnya sendiri.
"Nasib jadi anak buah, andai gue nggak butuh gaji," keluh Dino.
Drrtt ... drrtt !
Ponsel Dino bergetar, tanpa melihat pria itu langsung mengangkat.
"Halo!' ujarnya malas.
"Aku mau laporan AS SOON AS POSIBLE!'
Sambungan telepon terputus. Lagi-lagi Dino hanya bisa menghela napas berat.
Mengecek iPad nya. Melihat peluang walau sedikit. Setelah memutar otak cukup sulit, akhirnya ia mendapat ide untuk mengadakan kerja sama lagi.
"Kali ini, CEO PT Sinar Berkah, pasti tidak bisa menolak kerja sama ini. Semangat Dino!' ujarnya bermonolog memberi semangat pada diri sendiri.
bersambung.
hai ... hai
i'm back
maaf klo update lama banget yaa...
tapi, othor pastiin karya ini akan berjalan kembali
berawal dari sama-sama ditinggal pasangan saat hari pernikahan, akhirnya dipertemukan dengan jodoh yg sebenarnya..
btw, nasib Amelia dan Aditya akhirnya gimana ya kak?
Terima kasih udah bikin cerita sebagus ini..
semoga sehat terus ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕💕💕