Meca Aprillian menyukai tetangganya yang bernama Alvero miller dari dulu semenjak mereka masih kecil sampai ia dewasa,
Yang lebih konyol nya Meca sudah menganggap Vero sebagai tunangannya sejak dari kecil, itu berawal dari permainan pernikahan pernikahan yang mereka mainkan di waktu dulu
Meca tau jika Vero tidak menyukainya dan menbencinya tapi Meca yakin suatu saat Vero akan membalas cintanya
Namun,ada saat Meca berhenti dan menyerah untuk memperjuangkan Vero bahkan Meca rela pergi jauh dari tempat yang dia tinggali sedari kecil hanya untuk mengubur rasa yang di milikinya untuk tunangannya.
Ketika Meca pergi dalam beberapa tahun dan tak kembali, Kenapa Vero justru merasa kehilangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Author pov
Hujan deras menyapa bumi di pagi hari, Sehingga sang penghuninya enggan untuk bangun dari tidur masing masing.
Kringgg kringgg kringgg
Suara Alarm beker yang begitu nyaring sangat mengganggu pendengarnya sehingga mau tak mau Meca membuka mata nya dengan paksa.
"Mengganggu" Gumamnya sambil duduk di tepi ranjang dengan tangan mengucek ngucek pelan mata indahnya yang bermanik Hitam pekat.Setelah nyawanya sudah terkempul Meca segera membersihkan diri karena ada janji dengan para teman teman kampusnya yang ingin merayakan keberhasilan mereka.
Setelah kejadian 1 bulan kemaren di pesta orang tua Vero, Meca memutuskan untuk tidak mengganggu Vero lagi,bahkan tidak pernah lagi Membangunkan Vero dari balkon, Dan tidak pernah Membuatkan sarapan yang selalu di titipkan di Airin, bahkan Meca tak pernah Menyapa Vero lagi kecuali di Sapa duluan.
Nongkrong di balkon pun Meca sudah sangat jarang, Meca hanya ke balkon untuk menghirup udara pagi yang menurutnya sangat sejuk. Meca menyibukkan Diri nya dengan belajar, belajar dan belajar.
Tapi itu sangat menguntungkan diri nya karna sekarang Meca sudah mengantongi gelar sarjana hukum dengan Nilai paling terbaik.Meca mendapatkan tawaran beasiswa S2 penuh di perguruan tinggi yang ternama di salah satu kota lumayan terkenal di negaranya.
Sekarang dia baru menimang nimang tawaran baik itu, Antara di terima atau tidak.
Meca memikirkan Titan, kalau meca menerima tawaran itu Titan akan tinggal sendiri karna orang tua mereka jarang pulang kerumah di karenakan sibuk kerja di luar kota. Walaupun Meca sering di buat kesal dengan Titan tapi dia tetap sayang dengan Adik nya itu
**Skip** di Cafe
"Hey! Meca! Siniii!" panggil salah satu teman nya yang ada 5 orang sambil melambaikan tangannya.
Meca yang baru sampai pun mengedarkan pandangannya seketika mendengar namanya di panggil.
"Wah! uda kumpul aja nih! Maaf ya guys gue telat" kata Meca dengan rasa bersalahnya Lalu menarik kursi untuk duduk
"Nyantai aja Ca! kita juga belom lama kok!"
jawab salah satu dari mereka.
mereka pun dengan hikmat menikmati acara yang mereka buat sendiri sebagai tanda syukur kelulusannya.
Pengunjung Cafe hari ini sangatlah rame hampir semua Meja terisi. "Tumben Rame" gumam meca sambil mengedarkan penglihatannya.Meca yang memperhatikan setiap meja pengunjung tidak sengaja melihat Tasya dengan Seorang Laki laki yang tak kelihatan Wajahnya karna posisi duduk nya membelakangi Meja yang di tempati meca
"Huh! Kenapa harus ada Tasya sih? Pasti bersama Vero." Gumamnya sambil memainkan garpu dan sendok.
"Ca, di makan dong jangan di mainin gitu,Lo nggak suka makanannya? protes temannya yang melihat Meca hanya mengaduk ngaduk makanannya tanpa di makan.
"Suka kok! Cuma gue mau ke toilet, bentar yah!"
sambil berdiri dari kursinya.
"Ok" sahut teman temannya.
Meca yang ingin ke toilet terpaksa harus melewati meja Tasya yang sekarang di tempatinya. Dengan buru buru dia berjalan tanpa ingin menoleh ke arah Tasya.Tapi Meca tak sengaja mendengar percakapan mereka.Otomatis dia menoleh sekilas dan melototkan matanya tak percaya. Dimana sang pria itu menyatakan Cinta ke Tasya dan Tasya dengan wajah yang berbinar menerima Cintanya, dengan kedua tangan di genggam dan di kecup sekilas oleh seorang pria.
"Hah, Kok bukan Vero? Apa mereka sudah putus?" Batin Meca tak percaya.
"Bodoh ah! bukan urusan gue" gumamnya meninggalkan tempat itu.
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya