NovelToon NovelToon
Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Pusaka Ajaib / Roh Supernatural / Romantis / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Barat / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 5
Nama Author: Heri Kiswanto

Pengenalan Novel :

(BACA VOL 1 DULU, sebelum yang vol 2 ini)

Volume 2 dari novel Seven Deadly Child, petualangan Theo dalam upaya menaklukan Gaia Land.

Novel tentang : Senjata mistis, Roh item, Berburu harta (Item, sumber daya, dan manual teknik rahasia), Menjinakkan binatang buas, Pemanggilan (Hewan mistis, Iblis, dan Malaikat), Pembentukan sebuah dinasti, Dan tak lupa diselingi dengan kisah romance serta komedi-komedi ringan. ^^

Genre : Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Martial Arts, Romance, Supernatural, Xuanhuan.

Jadwal update : Setiap hari pukul 11.00 WIB dan 23.00 WIB (Masing-masing satu chapter)

Arc 2 (The Legend of The Wild Wolf) : Bab 1 - Bab 133
Arc 3 (Kastil Raja Dewa Air) : Bab 134 - Bab 189
Arc 4 (Simposium) : Bab 190 - Bab 239

Sinopsis :

"Namaku Theodoric Alknight. Periode pertama kehidupanku, aku mengalami pasang surut kehidupan. Lahir di ketinggian langit, hanya untuk kemudian dibenamkan kedasar dunia berlumpur."

"Namaku Theodoric Alknight. Di dasar dunia, aku bertemu seorang dermawan, seorang panutan, seorang pahlawan, dan seorang master untukku."

"Namaku Theodoric Alknight. Periode kedua kehidupanku, bimbingan masterku membuatku terlahir kembali. Menjadi manusia baru, manusia yang merangkak dari dasar berlumpur, manusia yang akan menaklukan tujuh dosa paling mematikan bagi umat manusia."

"Namaku Theodoric Alknight. Manusia penuh dosa yang merangkak dari kubangan lumpur. Dengan memikul tujuh dosa paling mematikan di punggungku, aku berkeliling dunia. Tanpa rumah, serigala tersesat menghadapi taring-taring dunia yang kacau."

"Namaku Theodoric Alknight. Periode ketiga hidupku, aku tak tertandingi. Dengan kepalan tanganku, aku menghancurkan gunung, membelah lautan, meraih langit tertinggi dan menyelam kedunia terbawah."

"Namaku Theodoric Alknight. Aku menantang surga, dan mengacaukan neraka. Memimpin seluruh umat manusia."

"Namaku Theodoric Alknight, aku seorang Knight."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heri Kiswanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 - Hydra Muda

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.

Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.

Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v

_____________________________________________

"Groooooaaaahhh….!!!"

Makhluk yang baru saja muncul di hadapan Theo, segera berteriak lantang begitu liar. Sembari menyemburkan riak enam atribut Mana dengan jenis berbeda dari masing-masing kepalanya.

"Hydra yang legendaris!" Gumam Theo. Menatap dengan pandangan bercampur antara kagum dan waspada di saat bersamaan.

"Tak kusangka, akan ada saat dimana aku bisa bertemu lagi dengan Demonic Beast jenis ini! Terlebih, dalam keadaan hidup!" Lanjut Theo. Segera merasakan satu perasaan nostalgia, teringat peristiwa di awal perjalanan panjangnya ketika harus mengahadapi jiwa sisa dari Hydra yang bersemayam di wilayah Desa Tersembunyi.

Jiwa sisa yang mengutuk Desa Tersembunyi selama ribuan tahun. Menyebabkan penduduknya tak bisa melangkah keluar dari wilayah Desa mereka.

Selain perasaan nostalgia kepada Desa Tersembunyi, satu sudut terdalam hati Theo juga mengalami sedikit getaran, ia kini mulai kembali teringat pada dua sosok penting yang sempat menemaninya dalam perjalanan awal menyusuri dunia Knight.

Dua sosok tersebut, tentu saja adalah Aria dan Arthur. Dua orang terdekat Theo yang menjadi korban, dan harus gugur pada pertempuran besar wilayah Hutan Pinus Beku antara House Alknight dan House True Alknight.

Aria adalah sosok yang bersama Theo ketika ia pertama kali memasuki Desa Tersembunyi. Menaklukan jiwa sisa dari Hydra. Sementara Arthur sendiri, telah lekat dalam ingatan Theo dengan Skull Hydranya yang begitu khas karena hanya satu-satunya yang ada di muka Gaia Land.

"Hahhh…! Perasaan melankolis, selalu saja membuat tak nyaman!" Gumam Theo. Kemudian segera untuk sekali lagi memfokuskan seluruh konsentrasinya, pada makhluk buas yang kini sedang tak henti memberinya tatapan serta hawa menekan yang begitu berat.

"Groooooaaaahhh…!!!"

Bersamaan dengan tatapan tajam Theo kearah Hydra, sang Demonic Beast yang melihat tatapan mata tanpa rasa takut Theo tersebut, segera berteriak lantang untuk kedua kalinya.

"Ohhhh… Apa ini pertama kalinya ada makhluk lain yang memberimu tatapan tanpa rasa takut? Kau sudah terbiasa dengan para Demonic Beast disini yang memandangmu dengan penuh penyembahan sehingga menjadi marah saat melihat aku tak takut padamu?" Ucap Theo. Seraya mulai memasang seringai lebar. Merasa bahwa Hydra yang sedang ada di hadapannya ini, tampaknya masih memiliki usia relatif muda jika dibandingkan dengan jiwa sisa Hydra Desa Tersembunyi yang dulu sempat ia kalahkan.

Hydra Desa Tersembunyi yang pernah di lawan Theo, meskipun hanya tinggal wujud jiwa sisa tanpa tubuh, masih memberinya satu hawa keberadaan yang lebih menekan dari pada Hydra yang kini sedang ia tatap.

Selain intensitas hawa keberadaan, satu hal lain yang cukup mencolok dimana membedakan antara dua sosok Hydra yang di temui Theo adalah, jika Hydra Desa Tersembunyi memiliki mutasi Mana berbentuk kendali atas racun, Hydra yang bersarang di puncak gunung misterius dunia kecil ini, memiliki mutasi Mana berbentuk pembusukan.

Sejak awal kemunculan makhluk tersebut, Theo sudah bisa merasakan satu aliran Mana yang memiliki efek korosif. Mengurai dengan cepat segala bentuk hal yang secara tak sengaja tersentuh oleh aliran Mana mutasi ini. Bahkan tak terkecuali udara.

Hal inilah yang menjadi penyebab, dimana hembusan udara yang ada di sekitar lokasi tubuh Hydra berada, terasa begitu pengap dan panas. Jika saja Theo tak memiliki tubuh fisik yang sangat kuat, ia yang telah banyak menghirup udara sekitar, mungkin saat ini sudah akan jatuh tak sadarkan diri. Sebelum untuk beberapa waktu kemudian, mati lemas dengan tubuh terkorosi dari dalam. Di urai oleh aliran Mana mutasi pembusukan milik Hydra.

*Woooshhhh…!!!

Theo masih memandang dengan tatapan tanpa rasa takut yang dibarengi seringai lebar penuh provokasi kearah Hydra, sampai secara tiba-tiba, sang Demonic Beast yang sudah tak bisa lagi menahan amarah, melakukan gerakan melompat. Mengepakkan sayapnya yang bagai layar kapal raksasa, untuk menerjang maju kedepan. Berniat menyerang Theo.

*Woooshhhh….!!!

Disisi lain, Theo sendiri tentu tak tinggal diam saat melihat makhluk buas tersebut hendak memangsanya. Dengan satu ayunan tangan ringan, Theo mengeluarkan Raja Naga Hitam dari dalam gelang ruang-waktu.

"Groooooaaaahhh….!!!"

Raja Naga Hitam yang baru keluar dari dalam gelang ruang-waktu, segera berteriak liar untuk beberapa saat ketika melihat ada satu makhluk yang saat ini sedang menerjang cepat mendekat, tampak jelas berniat menyerang tuannya.

*Woooshhhh….!!!

Dalam sekali kepakan sayap, Raja Naga Hitam melakukakan gerakan menerjang balik kearah Hydra. Sebelum ketika posisi kedua makhluk raksasa ini sudah saling berhadapan, Raja Naga Hitam mendadak melakukakan satu manuver membalik tubuh.

*Booommmmmm….!!!

Tanpa ampun menghantam dada Hydra dengan ujung ekornya yang berbentuk kepala Gada raksasa penuh duri tajam.

"Groooooaaaahhh….!!!"

Serangan Raja Naga Hitam yang berhasil mendarat dengan telak, menyebabkan Hydra berteriak lantang kesakitan, sedangkan tubuhnya sendiri, terdorong mundur cukup jauh kebelakang. Terluka parah pada area dada. Dimana kini terus mengucurkan darah segar.

"Groooooaaaahhh….!!!"

Teriakkan penuh rasa sakit bercampur dengan amarah yang di teriakkan Hydra muda, disambut oleh Raja Naga Hitam dengan teriakan balik yang tak kalah liar. Sebelum dengan gerakan sangat cepat, Raja Naga Hitam kembali menerjang kedepan. Terlihat benar-benar tak ingin melewatkan momentum yang telah ia dapat untuk memberi serangan lanjutan pada pihak lawan.

*Slaaaassshhh…!!!

*Slaaaassshhh….!!!

Menggunakan kedua sayapnya yang begitu tajam, Raja Naga Hitam menebas luka di dada Hydra, menyebabkan luka tersebut, berkembang menjadi lebih parah lagi.

"Groooooaaaahhh….!!!"

Hydra muda yang kembali mendapat serangan telak, segera berteriak lantang kesakitan untuk kedua kalinya, sebelum kemudian, dengan pandangan penuh kebencian pada tiap-tiap pasang mata di keenam kelapanya terarah sepenuhnya pada Raja Naga Hitam, sang Demonic Beast dengan langkah menyeret, bergerak mundur. Berniat kembali memasuki sarangnya.

Disisi lain, melihat lawannya hendak kabur, Raja Naga Hitam tampak akan kembali melancarkan serangan, sampai tiba-tiba, Theo menahan sang Raja langit. Memberi intruksi agar Raja Naga Hitam tak lagi menyerang.

"Sudah cukup!" Gumam Theo, seraya melakukakan gerakan mengayunkan tangan. Menarik kembali Raja Naga Hitam kedalam Gelang ruang-waktu.

"Hydra ini masih terlalu muda! Kita akan menyimpannya terlebih dahulu untuk beberapa waktu kedepan, hanya memanen ketika sudah di usia matang!" Ucap Theo. Dengan ekpsresi wajah antusias.

"Bagaimanapun juga, mutasi Mana yang dimiliki makhluk ini, jelas akan sangat berguna!" Tambah Theo. Merasa benar-benar telah menemukan harta karun tersembunyi dalam pendakiannya di gunung misterius dunia kecil.

"Jika suatu saat nanti akhirnya bertemu dengan Panglima Cinta-Kasih, aku harus menyempatkan sekedar mengucapkan terimakasih sebelum melakukan bertarungan hidup mati!"

"Istana Emas yang secara kebetulan ia tinggalkan di realm kelas rendah ini, tak hentinya terus memberiku manfaat! Hahahahha….!" Gumam Theo. Menutup dengan tawa lantang.

'Tuan, sepertinya ada sedikit masalah diluar! Sebaiknya kita hentikan dulu proses latihan para anggota kelas rendah yang ada di sini!' Ucap Sasi, menggunakan transmisi suara, mendadak memberi laporan.

Mendengar kata-kata Sasi, Theo segera memasang ekspresi wajah mengerti. "Sepertinya orang-orang yang telah lama mengekor kita, semenjak memasuki wilayah Kepulauan, akhirnya tak bisa menunggu lebih lama lagi!" Ucap Theo. Dengan langkah cekatan, bergerak cepat kearah portal pintu keluar dunia kecil Istana Emas.

Satu hal yang sama juga dilakukan oleh Sasi.

1
Muhammad Haris
ini karya nya lanjut di mana kang heri
Heri Kiswanto: Informasi ada di Ig sdcrealm kang
total 1 replies
Putra Pratama
bang sdc kenapa gak lanjut di sini?
gula aren't
seri SDC udah tamat bang author? belum lanjut baca karena pindah apk
gula aren't: wow keren thor, mau lanjut baca tapi susah kumpul poinnya. mau bayar tapi uang jajan kurang. maaf bang😔😔
total 2 replies
RiellCh
bang author, gw mau baca volume berikutnya SDC kok terkunci, harus bayar kah atau ada cara lain buat buka?
Heri Kiswanto: Bisa baca pakai poin kang. Selesaikan misi di sebelah
total 1 replies
Asura
masih ada kaitannya sama SDC kah Thor??
Heri Kiswanto: Ada Sinbad kang. Masih bagian dari 1 diantara 10.000 Realm kelas rendah
total 2 replies
Yudianto Ahmad
Luar biasa
Wh1sky Drum
x
Wh1sky Drum
xxx
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
ahmad fauzan dzakiri
o
(^_^♪)
cuma ngikut komentar
Amar Faturrahman
wew
Amar Faturrahman
A saja
cute
serigala lagi/Speechless/
cute
tunjukan padanya kondisi anata pada gerbang nafsunya hahaha
M Yusuf
yyyyyy
M Yusuf
y
M Yusuf
yyyyyy
M Yusuf
y
M Yusuf
yy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!