Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana yang penuh dengan nyanyian luka membuat seorang Aisyah tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri, pekerja keras, jujur, dan shalilah.Sehingga saat dewasa banyak pemuda yang ingin menjadikannya pendamping hidup. Namun siapakah yang akhirnya dapat menjadi pendamping hidup Aisyah ? Akan kah Nyanyian Takdir Aisyah berakhir bahagia?
ikuti kisah Novelku ya, dan jangan lupa dibaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SURAT CINTA LAGI
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Setelah dua minggu dirumah sakit kota, alhamdulillah sekarang keluarga Ais sudah kembali ke kampung, merajut kembali kisah bahagia keluarga mereka, semua sudah kembali beraktifitas seperti biasa, uang yang didapat dari seseorang kemarin digunakan untuk memperbaiki rumah keluarga Ais yang memang sudah harus direhab dan sebagian ditabung Ayah untuk keperluan yang tak terduga nantinya.
*****
Disekolah...
Ais sudah datang pagi - pagi sekali ke sekolah dan menunggu diruang guru karena ia mau berbicara dengan wali kelasnya.
"Assalamualaikum Ais... wellcome back to our schoool.." Ucap Maria tersenyum sambil memeluk Ais.
"I miss you Ais .." Ucap Maria lagi.
"Makasih Mar, Ucap Ais sambil membalas pelukan Maria.
"Ngapa in loe nunggu didepan ruang guru.." Ucap Maria
"Aku nunggu in wali kelas kita, untuk melaporkan absen ku kemarin.." Jelas Ais
"Baiklah... gue tunggu in dikelas aja ya.." Ucap Maria.
Ais tersenyum dan mengangguk sambil melambaikan tangannya kepada Maria.
*****
Tak jauh dari ruang guru seseorang berdiri sambil menopang kakinya kedinding sambil melipat kedua tangannya didepan dada, tersenyum menapatap ke arah Ais, namun Ais tidak menyadarinya karena menunduk sambil membaca bukunya.
"Syukurlah akhirnya aku bisa melihat wajah cantikmu lagi Ais... semakin hari aku semakin tak bisa memendam perasaan ini Ais.." Gumam lelaki itu.
Lama lelaki itu berdiri memandang Ais dari kejauhan, rasanya tak ada rasa puas atau cukup untuk memandang wajah Ais meski sudah hampir satu jam ia berdiri, setelah ibu guru datang dan mengajak Ais masuk baru lah ia beranjak menuju kelasnya.
*****
Ruang Guru......
"Silahkan duduk Ais.." Kata bu guru
"Ibu sudah tahu semuanya, dan untuk kamu pihak sekolah memberikan pengecualian.." Jelas Bu Guru dengan tersenyum.
Ais merasa sangat tersanjung, karena semua pihak sekolah sangat mengerti akan dirinya. Dan sangat bersyukur karena ia tak mendapat hukuman.
"Terima kasih banyak ya bu.." Ucap Ais tersenyum.
"Oh iya Ais... uang bukumu sudah lunas kamu nggak usah menyicil lagi karena sudah dilunasi oleh temanmu Maria.." Ucap bu guru.
"Iya bu terima kasih banyak.." Jawab Ais.
Ais berjalan meninggalkan ruang guru dengan perasaan campur aduk, ia ingin segera mengucapkan terima kasih pada Maria.
Sampai dikelas Ais meraih tangan Maria dan mengucapkan banyak terima kasih karena sudah membantunya.
"Mar... terima kasih banyak ya.. " Ucap Ais haru.
"Dirimu memang teman yang baik.." Ucap Ais lagi.
"Sama - sama Ais, oh iya nanti malam kamu sempat nggak, Papi sama Mami gue mau ngajakin loe makan malam.." Ucap Maria.
"Inshaa Allah ya Mar, kalau aku di izinin sama Ayah dan Ibu, nanti kita bisa pergi.." Ucap Ais.
Ais bejalan menuju mejanya, dan duduk dibangkunya, saat akan memasukkan tas nya ke dalam kolong meja Ais melihat sebuh surat dengan amplop berwarna pink sangat harum, tetapi tidak ada nama pengirimnya hanya tertulis to Ais manis.
Ais mengambil surat itu tanpa membukanya terlebih dahulu, langsung dimasukkan kedalam tasnya, Ais akan membacanya nanti setelah istirahat pertama, karena sudah sering menerima surat semacam ini tak lagi membuat Ais gelisah, berbeda dengan surat yang dulu diterimanya dari kak Rey, yang hampir membuatnya tidak bisa tidur.
*****
Mushola...
Istirahat pertama sudah dimulai Ais segera bergegas menuju mushola, ia ingin cepat bertemu Pak Amat, penjual bakso di kantin sekolahnya, dan Ais melupakan surat itu sesaat.
Setelah selesai sholat dan mengaji Ais hendak memakai sepatunya namun ia menemukan setangkai bunga mawar disamping sepatunya, dan tertulis sesuatu disecarik kertas.
"Jangan lupa baca suratnya Ais"
Begitulah tulisan disecarik kertas itu.
"Iya... aku hampir melupakan surat itu.." Pikir Ais.
"Biar lah nanti saja aku membacanya "gumam Ais.
Ais segera berlari menuju kantin Pak Amat.
"Assalamualaikum pak.." Ucap Ais.
"Waalaikumussalm neng Ais.." Jawab pak Amat.
"Ibumu udah sehat ya neng, Bapak sempet merasa kerepotan karena neng Ais nggak ada, sekarang alhamdulillah udah balik sekolah, masih mau to nyuci piring bantuin bapak.." Tanya Pak Amat.
"Alhamdulillah ibu udah sehat pak, saya makasih banget kalau Bapak masih mau mengajak saya membantu Bapak.." Ucap Ais yang segera membantu mencuci piring.
*****
Didalam kelas 12 IPA..
"Prennn..loe ngapain berjalan mundar mandir udah kayak setrikaan aja" Ucap Bram salah satu anak kelas 12 IPA.
"Nggak apa - apa Bram, gue gelisah aja, perasaan gue nggak tenang.." Jawabnya.
"Loe udah nembak tu anak ya.."Tanya Bram.
Dia sangat memahami sahabatnya itu, karena dia nggak pernah punya rasa suka pada seseorang sejak dari mereka SMP sampai sekarang udah kelas 3 SMA, baru inilah temannya yang super ganteng dan tajir menyukai seorang cewek.
"Ehmmm tapi lewat surat, nggak langsung gue ucapin.." Jawabnya singkat.
Dia Adalah Hanif, anak tunggal dari keluarga yang sangat terpandang dikota A karena ayahnya seorang CEO dari beberapa perusahaan hebat diberbagai kota, dan ibunya juga seorang pengusaha di salah satu perusahaan di Kota A, ibu nya sengaja memilih menjadi guru supaya punya banyak waktu untuk mengurus suami dan Anaknya.
*****
Sekolah sudah bubar hari ini dan Ais pun sudah bersiap untuk pulang.
"Mar... sepertinya besok ya aku buat keputusannya bisa apa nggak makan malam dirumahmu, soalnya hari ini aku izin dulu sama Ayah dan Ibu "Ucap Ais.
"Siap tuan putri.." Jawab Maria dengan senyum manisnya.
"Gue pulang dulu Ais, Assalamualaikum " Pamit Maria.
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, hati - hati dijalan Mar.."Jawab Ais.
*****
Taman sekolah...
Ais memutuskan akan membaca surat yang diterimanya dengan duduk ditaman sekolah.
*Dear Aisyah...
Pertama kali bertemu denganmu saat kau mengikuti ospek penerimaan siswa baru aku sudah mengagumimu.
Ais...jumpa kedua saat aku kehilangan sandal dimushola ternyata dipinjam olehmu untuk berwudhu aku merasa berdebar saat tahu itu
Dan sejak itu...
aku mulai merasa lesu kalau tak melihatmu sehari saja.
setiap hari aku selalu setia mendengar suaramu mengaji.
setiap hari aku melihatmu dari datang sampai pulang dari kejauhan.
Ais.... maafkan aku karena tak lagi mampu memendam rasa ini.
Mungkin aku egois karena sudah menyukaimu sejak pandangan pertama*.
*Ais... sebenarnya sangat berat harus bertepuk sebelah tangan.
Sambutlah tepukan tanganku Ais agar bisa berbunyi dengan irama yang seharusnya
Aku tahu mungkin kamu nggak mau pacaran
tapi kita bisa saling menjaga hati saja tanpa. harus pacaran, cukup tahu kau suka aku, dan aku suka kau*.
*Biarlah nanti sampai waktunya baru aku akan mengahalkanmu Ais dalam ikatan suci pernikahan.
Balas saja surat ini, dan titipkan dibawah kotak amal mushola.
yang mengagumimu*
Hanif*
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam