NovelToon NovelToon
Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafi'

Jangan lewatkan juga "DITAKDIRKAN MENCINTAIMU" dan "NGUMBARA CINTA"



Mengandung adegan dewasa 21+ jadi bijaklah dalam membaca.

Seorang dokter cantik bernama Ziya Almahiyra yang harus membayar hutang ayahnya dengan menjadi pembantu dirumah Aditya Dewa Bagaskoro tanpa gaji sedikitpun selama satu tahun.

Lalu bagaimana dengan cita citanya yang ingin mendirikan klinik sendiri,untuk menolong sesama, meringankan rasa sakit yang diderita pasien?

Ayahnya yang bangkrut karna hutang menggunung.Membuat sang ayah mengidap sakit jantung.Sang kakak bernama Nabila Sahara yang selalu pergi ke klub bersama teman temannya seperti tidak mau tau akan keadaan yang menimpa keluarga, adalah persoalan rumit bagaikan benang kusut yang tak mampu Ziya uraikan.

Aditya Dewa Bagaskoro menikahi Ziya. Kebahagiaan pun menghampiri keduanya. Namun apa jadinya jika ternyata ibunya tidak menyetujui pernikahan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

"Cieee yang lagi chat ria sama pak bos" Ziya yang tengkurap melonjak kaget.

"Hai, kau ya lancang sekali ngintip privasi orang." Mematikan hpnya.

"Habisnya di panggil panggil nggak jawab." Rafa duduk di sebelah Ziya.

Dia tadi disuruh Nabila uuntuk memanggil Ziya karna keluarga William sudah hadir, pintu kebuka sedikit, Rafa langsung aja masuk, dilihatnya Ziya asyik chat sampai tidak dengarkan panggilan nya. Akhirnya diapun mengintip, eh ternyata chat sama pak bos gambar profilnya juga iron man.

"Ada apa memangnya?"

Rafa malah membaringkan tubuhnya terlentang.

"Mereka sudah datang." memejamkan mata.

"Owh benarkah? aku akan turun setelah mandi ya, tadinya aku mau mandi, tapi aku post ini dulu, siapa tau ada customer yang minat, kan lumayan buat nambah penghasilan."

Ziya meletakkan hpnya, lalu berdiri.

"Emmh, bentar." menarik tangan Ziya hingga terduduk kembali.

"Ada apa?"

"Apakah kamu nyaman bekerja disana?"

"Maksudmu?" Ziya mengerutkan keningnya.

"Aku sudah tau semuanya dari kak Nabila, kenapa kamu tidak cerita saja padaku, aku akan bantu, ya walau tidak sepenuhnya lunas, karna aku juga belum bekerja!" Rafa nampak sedikit murung.

"Rafa, kamu sudah banyak membantuku dan ayah, jangan pikirkan lagi, kami sudah membayarnya separuh, jadi tinggal 6 bulan saja hutang itu dianggap lunas."

Ziya tersenyum menyakinkan Rafa, Ziya tau jika mau, Rafa bisa melunasi hutang itu dengan bantuan orang tuanya. Namun Ziya ingin berbakti kepada sang ayah dengan caranya sendiri, walau menjadi pembantu, tak masalah baginya.

"Ziya, berjanjilah jika ada apa apa segera hubungi aku ya. Jika dapat kesulitan apapun jangan sungkan hubungi aku." Memegang erat tangan Ziya.

"Iya brother rodhok, i am promise" Ziya tersenyum.

"Ziya, kenapa kak Nabila nggak minta duwit sama suaminya aja buat bayar hutang ituh."

"Kak Nabila sudah berubah Rafa, pasti dia malu lah, karna mas Steven sudah banyak juga bantu kita, bahkan mas Steven juga sudah membeli rumah ini lagi."

"Alasan kak Nabila menikah, apakah kamu tau Ziya." Menatap adiknya lekat.

"Aku tidak tau mas, kakak juga tidak cerita tentang itu. Tapi yang aku lihat, kak Nabila bahagia setelah menikah, itu tandanya mereka menikah berdasarkan cinta."

"Apa yang kamu katakan ada benarnya juga Ziya, tapi, aku mencurigai kak Nabila merencanakan sesuatu Ziya."

"Maksud kamu." Gantian kini Ziya yang menatap penuh selidik.

"Entahlah, mungkin hanya perasaan ku saja. Sepertinya ada rahasia yang dia sembunyikan."

"Sudahlah jangan dipikirkan, kak Nabila pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Kita tidak usah ikut campur."

"Iya, lagian juga sudah ada suaminya yang mendukung. Tapi, kamu kerja sebagai apa dirumah bos kamu yang bernama Aditya ituh." Rafa coba menggali info.

Berarti kak Nabila tidak cerita semuanya.

"Sudah sana keluar, aku mau bersiap ketemu sama keluarga mu."

Ziya tidak mungkin bercerita jika dia menjadi pembantu, pasti Rafa tidak akan tinggal diam.

"Ya ya baiklah, cepat turun ya, aku kebawah dulu." Rafa pun kebawah dan bergabung dengan yang lain.

"Lho Ziya nya mana Raf?"

"Lagi mandi mi, bentar lagi pasti turun. Paman dan bibi juga dari sini tadi pagi mi."

"Benarkah? mengapa tidak bareng saja dengan kita ya."

"Mereka juga katanya buru buru pi, saat kami kembali sudah tidak ada."

"Maksudmu?" Soraya pun bertanya.

"Iya, tadi pagi paman dan bibi hanya bertemu dengan kak Nabila, saya dan Ziya pergi ke makam terus ke pasar, jadi belum sempat ketemu mereka udah pulang duluan."

Padahal aku juga nggak pernah ketemu sama om dan tante, hanya satu kali, itupun aku masih kecil. batin Rafa.

"Mungkin mereka belum menemukan surat perjanjian itu mas, makannya mereka menghindari kita dan buru buru pulang." Soraya berbisik ditelinga suaminya.

"Biarkan saja, berarti mereka sudah gagal." Jawab William santai sambil menikmati kopinya.

"Tapi mas," Soraya belum melanjutkan ucapannya Ziya sudah menyapa mereka.

"Assalamualaikum semuanya." Menyalami mereka satu persatu.

"Waalaikum salam." hampir bersamaan jawabnya.

"Cucu eyang, makin cantik saja, duduk sini dekat eyang." menepuk sofa disebelahnya. Memeluk Ziya dengan sayang.

"Eyang, maaf ya Ziya belum sempat menengok eyang."

"Tidak apa apa, eyang juga minta maaf baru bisa kemari. Kapan kamu pulang dari Lampung nak?"

"Sudah empat bulan lalu eyang."

"Tuhkan lama dirumah tapi lupa sama eyangnya." pura pura marah.

Nenek kandung Ziya baik dari ayah ataupun ibu sudah meninggal semua, jadi Ziya sangat senang saat eyang Ifah menganggapnya sebagai cucu sama seperti Rafa.

"Mau bagaimana lagi eyang, semua terjadi begitu saja." Ziya mulai murung kembali.

"Sudah, jangan diingat terus, semua yang ada didunia ini milik Tuhan, sudah semestinya akan kembali ke sisi Nya. Kamu yang sabar ya. Jangan sedih, kami semua adalah keluarga mu."

"Terima kasih eyang." memeluk erat.

"Manja banget kalau ada eyang." Nabila keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi camilan dan es kopyor.

"Hehe kangen kak, lama banget nggak ketemu." Turun dari sofa lalu ikut menyajikan camilan.

"Om, tante, eyang, nanti menginap saja ya." Nabila memberi tawaran, dia ingat saat ibunya meninggal William dan Sora menginap.

"Aku seh, ikut apa kata nyonya William aja." Menoleh pada istrinya meminta pendapat sambil tersenyum.

"Tante seh pengen Nabila, tapi kayaknya nggak bisa, karna besok tante ada pameran di Semarang. Sekalian mampir ke rumah om Dede ya kan Pi." Sambil mencomot kue klepon diatas meja.

"Ya... kirain menginap."

"Lain kali saja ya Nabila." menawar balik.

"Nabila, kenapa kamu menikah kok gak mengundang om dan tante?" Soraya menggoda Nabila.

"Jangankan Tante, Ziya aja nggak diundang kok." cemberut.

"Maaf, om, tante, semuanya dadakan, acaranya juga sangat sederhana." Nabila merasa bersalah, tapi tidak mungkin baginya untuk bercerita hal yang sebenarnya.

"Asal kamu bahagia, om dan tante tidak masalah kok."

"Terima kasih atas pengertiannya ya om, Tante, ketika itu ayah masih sakit, jadi hanya ijab kabul saja, tidak ada pesta pernikahan." Raut wajah Nabila nampak bersalah.

"Sudah, jangan dibahas lagi, yang penting sekarang kamu bahagia ya nak." menepuk bahu Nabila lembut.

"Lalu, dimana suamimu Nabila?" Eyang Meri bertanya.

"Belum pulang eyang, tadi subuh sudah berangkat, katanya ada klien penting yang harus dia temui."

"Apakah itu foto pernikahan kamu?" William menunjuk sebuah foto.

"Benar om."

"Kamu istrinya tuan Steven ternyata."

"Apakah om mengenalinya."

Apakah dia orang begitu kaya raya sehingga om William juga mengenalnya. batin Nabila.

"Tentu saja, dia termasuk pengusaha muda yang sukses. Selain itu dia juga meraih gelar Doktor dalam ilmu hukum diusia 30 tahun. Sambil tetap menjalankan perusahaannya. Tidak seperti Rafa yang senang keluyuran tak jelas."

"Lho kok aku yang kena lagi sih Pi." Rafa nampak kesal.

"Lawong, nyatane lho. faktanya kan gitu. Kalau nggak tidur ya pergi ngluyur nggak jelas."

"Tapikan nggak harus dibandingkan juga papi." Rafa kesal.

Semua terkekeh melihat wajah Rafa yang ditekuk. Tiba tiba...

"Assalamualaikum..wahh ada tamu rupanya!"

**Bersambung...

Selamat membaca karya receh saya.

semoga suka dan terhibur, sehingga saya dikasih like, komen, vote dan rate lima.

Author kok ngarep banget sehh

Ya kali aja net, namanya juga usaha hehe**

1
Ita Mei Lestari
Marina thoorr
Ran Tea
Luar biasa
Les Tary
zea adalah ziya yg lupa ingatan ya thor
Les Tary
sepertinya mama Maya hrs dikasih pelajaran biar kapok
Putri: Hai Kak, mampir yu ke karya ku "Dia Rain" seru kok walau baru terbit/Drool/
total 1 replies
Thasiroh Dita
luar biasa
Thasiroh Dita
luar biasa
Indh Fitrya
aditya lemot udh tau gitu kenapa g langsung menegahi malah udh di tabrak baru datang
Indh Fitrya
sebenarnya kembar gak sih,,,kog kayaknya malah marina yg tau rahasia tisya dan syita.harusnya kalo kembarkan aditya udh curiga.
Indh Fitrya
apakah syita kembar?????
rosalia rosalia
hadehhjjj....crtnya membuat q bingung.....hmmmmmmm
Elwi Chloe: Hai, ka. Baca novelku juga yuk! "Benih Tuan Leon"

Suatu hal yang harus dia pertaruhkan untuk mendapatkan uang, yakni tubuhnya sendiri. Jecy berakhir menghabiskan satu malam bersama seorang milyarder muda bernama Leon, pria yang terkenal dengan tempramen buruk. Hidupnya kacau ketika sang nenek meninggal dan dia mengetahui bahwa dia hamil.
total 1 replies
Dyon Ayaskelana
😅😅😅
ending yang membanggongkan
suti markonah
masa iya ada novel pemeran utama ny mati smua,aneh
Li5naJait
ngak jelas, berliku2 hanya utk mematikan zeya aza, untung diskip
Li5naJait
trlalu berbelit2 dan makin pusing ngak ada ujung, mana pemerannya banyak bgt, bingung dgn semua hubungan yg ada
Li5naJait
Nabila sgt egois, saat dia sndiri tahu dr awal bahwa kedua org tua Zafran masih hidup
Li5naJait
kenapa aku merasa bahwa Maya sgt hebat dgn semua kejahatannya, hingga saat ini dia masih baik2 aza, padahal semua org tahu perbuatan jahatnya trhadap ziya trmasuk Aditya
Lina Tobing
kasih senyum buat ceritanya ...ok di lanjut thor..semanggat💪
Nafi' thook: terima kasih
total 1 replies
Lina Tobing
Bismillah semoga ceritanya seru yaa
Betty Nurbaini
ujung2nya jatuh cinta... blum perna nemu cerita cewek yg pada akhirnya gak menikah sama penganiaya...
Mercy Sondakh Watti
haaaaa!!!
Nafi' thook: kenapa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!