***
Bagi Raka, Naya adalah candunya ...
Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Rita terdiam cukup lama, "Udah hampir 5 tahun Raka, apa kamu masih mencintai gadis itu?" tanya Rita tak percaya.
"Raka juga nggak tau Ma, meskipun Naya udah ninggalin Raka, rasanya masih susah buat melupakan Naya mah." jelas Raka.
"Mama nggak akan ngelarang aku sama Naya lagi kan?" tanya Raka.
"Nggak, selama itu bisa membuat kamu bahagia, Mama nggak akan ngelarang lagi, Mama udah salah menilai wanita itu Raka." kata Rita.
"Apa maksud Mama?" tanya Raka.
"Sebenernya bukan Naya yang pergi ninggalin kamu, tapi Clara yang membuat Naya pergi karena Clara yang menjebak kamu dan Naya membuat kesalahpahaman ini, maaf Raka Mama juga ikut terlibat, Mama benar benar menyesal." kata Rita.
"Apa maksud Mama?" tanya Raka masih tak mengerti.
"Sebenernya waktu dulu Mama nyuruh kamu ke luar negeri selama 3 bulan itu bukan karena bisnis saja tapi karena Mama ingin menjauhkan kamu dari Naya, setiap kamu ngirim pesan ke Naya tidak akan masuk karena ponsel Naya sudah disadap oleh orang suruhan Clara, waktu itu Clara datengin Naya diapartemen dan bilang kalian akan menikah, bahkan Clara sampai membuat undangan palsu agar Naya pergi dari hidup kamu, jadi bukan Naya yang ninggalin kamu, tapi Mama dan Clara yang udah menjebak agar kamu merasa ditinggalkan dan benci dengan gadis itu, maafkan Mama Raka, mama salah sudah terlibat dalam permainan Clara." jelas Mama menangis, Rita khawatir jika Raka tak akan memaafkan nya namun Rita juga tak bisa menyembunyikan kenyataan ini selamanya, apalagi melihat putra satu satunya masih sangat mencintai Naya.
Raka yang mendegarkan penjelasan Mamanya cukup shock, tak menyangka Mama dan Clara bisa melakukan hal sejauh ini.
Pantas saja saat pertama kali pertemuan mereka dipanti malam itu, Naya terlihat sangat membencinya, sekarang Raka mengerti alasan Naya membencinya karena Naya merasa ditinggalkan dan dicampakan, lalu apa yang Ia lakukan sewaktu divilla, Raka dengan kejam memperkosa Naya.
Mengingat itu saja membuat Raka merasakan sakit.
"Kenapa Mama tega? padahal Mama belum kenal Naya itu wanita seperti apa? andai Mama tau sebaik apa Naya pasti Mama nggak akan ngelakuin ini sama Naya." kata Raka lirih.
"Maafin Mama Raka, Mama benar benar menyesal." kata Rita.
"Jika kau mau kembali padanya, Mama pasti akan langsung merestui kalian, Mama janji." kata Rita.
"Ada atau nggak ada restu dari Mama, Raka akan tetap menikahi Naya Ma, karena selama 5 tahun tanpa Naya, hidup Raka benar benar kosong." jelas Raka.
"Maafin Mama Raka, maafin Mama." kata Rita penuh penyesalan.
"Sudahlah Ma, semuanya sudah terjadi." kata Raka.
Keduanya kini sudah sampai dimansion Rita.
Malam ini Raka berencana menginap dimansion Rita karena Ia sedang tak ingin pulang kerumahnya.
Selesai membersihkan diri, Raka melihat jam sudah pukul 2 pagi, rasanya sudah terlambat untuk menelepon Naya, karena pasti Naya sudah tidur. Padahal Raka penasaran apa yang membuat Naya sakit. Raka masih berharap jika Naya sakit karena hamil.
Raka mengambil ponselnya untuk menghubungi Nathan yang tadi mengantar Naya.
Cukup lama panggilan Raka baru terjawab.
"Ck, lama amat sih." kesal Raka saat panggilan nya tersambung.
"Maaf Tuan, saya ketiduran." Balas Nathan.
"Apa yang terjadi dengan Naya?" tanya Raka.
"Sebenarnya saya tidak boleh memberitahu Tuan tentang ini, Non Naya melarang saya.'' kata Nathan.
"Kenapa dia melarangmu?" tanya Raka heran.
"Non Naya takut, Tuan jadi tidak bisa fokus pada Non Raisa." kata Nathan dengan sedikit kekehan.
"Lelucon apa itu? bahkan kau tau sendiri jika Raisa bukan putriku, dan aku buru buru pulang karena ingin membongkar kebohongan Clara, ini adalah momen yang pas, kau tau itu jadi cepat katakan apa yang terjadi?" tanya Raka tak sabar.
"Baiklah Tuan, tapi bagaimana ya, saya sudah terlanjur berjanji pada Non Naya.'" kata Nathan sedikit mengoda Raka.
"Sialan, cepat katakan atau kau akan kupecat!" kata Raka.
"Maafkan saya Tuan, saya hanya ingin mengucapkan, selamat sebentar lagi Tuan akan menjadi seorang Papa." kata Nathan yang langsung membuat Raka tersenyum lega.
"Benarkah? kau tidak sedang bercanda kan?" tanya Raka memastikan.
"Tidak Tuan, Nona Naya memang sedang hamil." jelas Nathan.
"Baiklah, jaga Naya selama aku tidak ada! mungkin aku akan kembali lagi minggu depan karena masih harus mengurus surat perceraianku dengan Clara." kata Raka.
"Baiklah Tuan." balas Nathan, Raka pun memutuskan panggilan.
"Hey, kenapa kau mengatakan pada Raka? bukankah Mbak Naya sudah melarangmu?" tanya Anna yang ternyata ada disamping Nathan yang berbicara dengan Raka. setelah mengantar Naya sore tadi memang Nathan tidak pulang karena seperti biasa setiap malam Ia harus melakukan olahraga malam dengan Anna.
"Kenapa memangnya? kau mau aku dipecat jika tak mengatakan nya pada Raka?" tanya Nathan.
"Bukan seperti itu, tapi Raka nanti jadi tidak fokus merawat anaknya disana." kata Anna.
"Tentu saja tidak akan fokus karena Raisa bukanlah putri kandung Raka," balas Nathan santai.
"Apa maksudmu bukan putrinya?" tanya Anna penasaran.
"Clara selingkuh hingga hamil, jadi jelas sekali itu bukan putrinya Raka karena Raka tak pernah menyentuh Clara selama mereka menikah." jelas Nathan membuat Anna memandang tak percaya.
"Raka itu sangat mencintai Naya, jadi percayalah padaku, dia tidak akan mengkhianati Naya." kata Nathan.
"Jadi jangan mengkhawatirkan apapun lagi, Raka pasti akan menikahi Naya, lagipula sekarang Raka sedang mengurus surat perceraian nya disana." jelas Nathan lagi.
"Syukurlah jika memang seperti itu, karena mbak Naya pun juga sangat mencintai Raka." jelas Anna.
"Sudahlah, lupakan tentang mereka, lebih baik kita lanjutkan percintaan panas kita." Ajak Nathan.
"Bosmu memang menyebalkan, bisa bisanya dia menganggu percintaan kita." kata Anna sebal membuat Nathan hanya terkekeh.
Sementara itu, setelah medengar kabar jika Naya sudah hamil membuat Raka sangat bahagia, rasanya sudah tak sabar untuk bertemu dengan Naya dan mengelus perut Naya yang sudah berisi calon buah hatinya bersama Naya.
Ternyata bahagia rasanya jika kita memiliki anak dari rahim orang yang kita cintai.
Jika Raka terlihat sangat bahagia, berbeda dengan Naya yang terlihat sedih. Kala mengetahui jika dirinya hamil dan tanpa ada ayah dari bayi yang Ia kandung.
Seharusnya Raka disini bersamanya, tapi nyatanya Raka lebih memilih putrinya yang sedang sakit.
Naya sedih membayangkan dirinya yang sudah dinomerduakan oleh Raka, takut jika nanti ketika anaknya lahir juga akan merasakan hal yang sama.
Rasanya Naya menjadi tidak siap untuk menerima kehamilanya.
Bahkan hingga sekarang Raka belum mengabarinya padahal sedari tadi Naya sudah menunggu telepon dari Raka hingga Naya belum tidur sama sekali.
Mungkin Raka sedang asik dengan keluarga kecilnya hingga melupakan dirinya.