NovelToon NovelToon
SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTRIKU SUDAH TAU

Gina benar benar menangis sesegukan.

Abraham mencoba menenangkan.

"Aku akan menebus kesalahan ku sama kamu. Aku akan meratukanmu, sayang. Aku akan memenuhi kebutuhanmu tanpa kamu harus bekerja sampai lembur lembur" ucapnya.

"Aku tidak butuh. Ceraikan aku saja" sahut Gina.

Abraham semakin erat memeluk istrinya dari belakang sambil rebahan miring kesamping.

"Tidak mungkin aku menceraikan mu. Kamu satu satunya wanita di hatiku sekarang dan selamanya. Aku hanya ingin kamu yang jadi ibu dari anak anakku" ucap suami yang sedang mode membujuk sang istri.

Gina mengatur nafasnya dan menghentikan tangisnya.

"Baiklah, jika kamu ingin seperti itu. Aku akan memberikanmu pilihan" ujarnya.

"Aku tidak ingin memilih dari opsi mu" sahut Abraham langsung.

"Tapi kamu harus, ini konsekuensi dari penipu sepertimu" balas Gina.

Wanita ini berusaha mendudukan dirinya. Abraham pun melepaskan pelukannya.

Kini Gina sudah duduk dan menatap wajah sang suami tajam.

"Kamu memilih menceraikan ku tapi anak ini aku pertahankan, atau kamu tetap ingin mempertahankan pernikahan tapi kamu kehilangan anak ini?" pilihan dari wanita yang tersakiti.

"TIDAK!! AKU TIDAK AKAN MEMILIH ANTARA KAMU ATAUPUN ANAK KITA, GINA" sahut Abraham penuh penekanan.

Gina menghela nafas panjang.

"Baiklah, jika kamu tidak memilih. Aku akan memilih diriku sendiri" balasnya lalu hendak turun brankar namun ditahan oleh Abraham.

"No! Jangan turun brankar, kondisimu masih lemah" larang samg suami.

"BIARKAN! LEPASKAN AKU!!" seru Gina memberontak.

"TIDAK SAYANG! PLEASE, MAAFKAN AKU!!" bujuk Abraham lalu langsung memeluk Gina dari depan, menahan wanita ini agar tidak lepas kendali.

"Aku akan menuruti semua keinginanmu, kecuali perceraian dan soal memilihmu atau anak kita. Aku ingin kita bersama" lanjutnya.

Gina diam. Lagi lagi perutnya bergejolak mual. Tapi aroma Abraham membuatnya lebih tenang untuk meredakan mual karena posisinya saat ini sedang dipeluk lalu hidungnya tepat di pundak sang suami.

Tiba tiba Gina melakukan sesuatu membuat Abraham terkejut.

"Aaawwwk!!" rintih Abraham saat lehernya digigit oleh sang istri.

Tapi ia tidak marah.

"Lepasin nggak pelukan ini atau aku gigit lagi lehermu" ancam Gina.

"Kalau aku lepasin pelukan ini, aku mohon kamu duduk dengan tenang, minum lalu makan mengisi perutmu sesuatu" tawar Abraham.

Gina memilih mengigit leher sang suami lagi tapi kali ini Abraham tidak merintih dan menahan sakit.

Sampai berdarah pun, Abraham masih diam.

Gina merasa asin dimulutnya karena terkena darah sang suami.

"Kayaknya, anak kita nanti jadi vampir" canda Abraham.

Gina malah mengigit bagian selain leher suaminya di posisi lain yaitu pundaknya namun Abraham kembali menahan sakit padahal pundaknya sampai berdarah menembus pakaian.

"Lepasin nggak pelukannya!" minta Gina.

"Janji gak bakal tantrum lagi dan mau ngisi perut" bujuk Abraham.

Gina menghela nafas panjang. Suaminya ini memang semakin keras kepala dan tidak bisa dibantah sekarang.

Apalagi sosok dominan suaminya ini sesuai dan sama seperti pria yang membelinya sebulan lalu artinya bisa dipastikan jika suaminya benar benar telah menjebaknya.

"Oke, aku akan menurut padamu. Tapi lepaskan aku" minta Gina dan Abraham menuruti.

Plak!

Plak!

Plak!

Plak!

Plak!

Plak!

3 kali tamparan di pipi kanan lalu 3 kali tamparan di pipi kiri, membuat wajah Abraham memerah menahan sensasi panas diwajahnya.

"Kamu benar benar pria malam itu! Ternyata suaramu terdengar familiar, sikapmu juga pemaksa seperti ini. Apakah kamu akan selalu menjadi pria brengsek hah?" serang Gina.

Abraham menatap Gina dengan pandangan pasrah sambil bertekuk lutut di bawah sang istri yang duduk di brankar.

"Aku tidak akan jadi pria brengsek lagi, sayang. Aku akan menjadi Abraham Louis Alexander yang sesuangguhnya tanpa topeng atau drama" mohonnya.

"Kamu...kamu bener jahat...kamu bener bener menyakiti ku, Abraham" lirih Gina dengan suara bergetar menahan tangis.

Abraham tak kuasa melihatnya, Gina tak sekuat apa yang ia kira. Sejak kejadian keguguran 9 bulan lalu, Gina terlihat kuat meskipun ia perlakukan tidak baik seperti mendiamkannya.

Kini tembok Gina runtuh setelah mengetahui kebenaran dari suaminya.

Abraham memeluk Gina lembut.

Kali ini Gina memeluk balik suaminya yang sudah ia tampar sangat keras sebagai pelampiasan amarah.

Gina menangis sesegukan di pelukan Abraham.

Abraham pun ikut merasa sedih atas apa yang ia lakukan.

"Ternyata aku bodoh karena telah menyakitimu seperti ini" lirihnya.

"Aku berjanji setelah ini tidak ada kebohongan yang ada pada diriku, aku akan selalu jujur padamu" lanjut Abraham.

Gina mengeratkan pelukannya. Ia sungguh merindukan suaminya yang bersikap lembut padanya seperti ini.

Kebohongan Abraham memang menyakitinya namun sikap suami yang selalu menyalahkannya, tidak mau disalahkan, dan menyudutkannya lebih menyakitkan.

Setelah beberapa saat mencurahkan perasaan, Gina melepaskan pelukannya.

Lalu memegang tanda gigitannya di leher sang suami.

"Sakit?" tanyanya dan Abraham menggeleng.

"Nggak, sayang. Nggak sakit" jawab pria itu dengan senyuman.

Lalu Gina mengelus pipi Abraham yang masih memerah karena tamparannya.

"Ini sakit?" tanya Gina lagi dan lagi lagi suaminya menggeleng sambil tersenyum.

"Lebih sakit melihatmu seperti ini, menangis karenaku, terlihat tidak bahagia bersamaku" jawab Abraham.

"Sebenarnya.." lirih Gina.

"Aku sudah tau jika malam itu, pria yang bersamaku adalah kamu, Abraham, meskipun kamu memakai mata lensa berwarna biru dan memberikan tompel di wajahmu serta memanjangkan rambutmu" lanjutnya membuat Abraham terdiam sambil menatap tak percaya wajah istrinya.

"Menurutmu, aku tidak mengenali tubuh suamiku sendiri?" tanya Gina.

"Hmmm...aku kira dalam kondisi terkena obat perangsang itu, pandanganmu jadi tidak jelas" jawab Abraham.

Puk!

Gina memukul dada sang suami.

"Saat aku masuk kamar hotel waktu itu, meskipun kamu memakai parfum yang berbeda, tapi aroma asli tubuhmu masih melekat padamu saat memelukku dari belakang" jelasnya.

"Awalnya aku tidak percaya kamu yang telah menjebakku seperti ini, tapi kupikir pikir selama kita menikah, uangku kugunakan untuk orang tuaku dan kita tetap bisa hidup dengan baik menggunakan gajimu, menyewa apartemen tanpa kekurangan" lanjut Gina.

"Tidak mungin jika kamu hanya sebagai supir" analisis seorang pengacara.

"Terus kenapa kamu tidak membongkar kedok ku saat itu juga? Kenapa kamu membiarkanku lanjut berbohong kepada mu?" tanya Abraham.

"Ya karena aku ingin kamu sendiri yang jujur kepadaku" jawab Gina.

"Aku tau juga siapa kamu sebenarnya. Putra kedua yang terbuang dari keluarga Alexander di London. Haile adalah sepupu mu kan? Keluarga Jackson adalah keluarga ibumu" jelasnya.

Abraham menatap tak percaya jika istrinya sudah mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

"Aku tau juga kamu yang mendanai pengobatan ibuku sampai mendapatkan donor kemarin. Tapi aku sungguh...sungguh marah kamu tidak menemaniku saat ibu tiada" lanjut Gina sambil menitihkan air mata.

Abraham menyeka air mata sang istri.

"Maafkan aku, sayang..aku memang bodoh dan bersalah" lirihnya.

"Aku akan menebus kesalahanku dengan hidupku" lanjutnya.

"Ya harus. Hidupmu sekarang jadi milikku, Abraham. Kamu tidak bisa lepas dariku. Mengerti" ujar Gina.

Abraham mengangguk dan tersenyum menurut pada ucapan sang istri.

Lalu ia menatap perut Gina dan memegangnya.

"Jadi kamu menerima anak kita kan? Ini anak kita kan?" tanya Abraham.

Gina mengangguk.

"Ya pasti anakmu. Kamu yang membuatnya. Aku benar benar menjaganya dengan baik. Membiarkannya tumbuh sebulan ini di rahim ku dan dia benar benar ada" ujarnya dengan mata berkaca kaca bahagia.

Abraham juga ikut terharu.

"Terima..terima kasih sayang" lirihnya.

Gina tersenyum.

Lalu Abraham ingat bahwa istrinya harus mengisi perut.

"Udah mau ngisi perut kan? Apa yang kamu inginkan? Buah? Roti?" tawar Abraham.

"Air putih dulu aja, aku sangat haus" sahut Gina.

Abraham mengambilkan minuman air putih untuk sang istri. Lalu Gina menginginkan roti dan Abraham lagi lagi mengambilkannya.

Setelah itu buah apel, Abraham mengupaskannya untuk sang istri.

Hingga 1 jam kemudian, barulah Gina beristirahat lagi setelah mengisi perut.

Abraham merasa sangat lega saat ini setelah membongkar kebohongan dan sandiwaranya.

1
Yesi Yesi
ah suka ma cerita nya♥️♥️
lanjut thor
SariRani: Terima kasih banyaaaaak mbak yesi 🥹 agak pesimis karena dikit banget yg suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!