Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 Dengarkanlah sayang, hidupku hanya kamu
*********
*********
*********
Suara-suara lembut di kota yang hangat dengan langit biru, jingga di pagi hari yang cerah, jarum jam bergerak pkl 07:12 pagi, angin lembut menghembuskan wajah kulit dengan tidur tenang.
Eli terbangun saat merasakan hembusan angin di wajahnya, membuka mata terdiam sejenak, kedua tangan pegang selimut putih yang menutupi badannya. melihat kesamping, ternyata sudah tidak ada Chrely, sepertinya dia sudah pergi berangkat kerja. Sudah biasa bagi eli terbangun dari tidur pasti sudah tidak ada Chrely di sampingnya. Eli beranjak membuka selimut turun dari atas kasur, melangkah jalan hari ini harus berangkat kerja ke kantor. Eli akan bersiap-siap mandi lebih dulu, badan terasa bau
Sesuatu tidak biasa di rasakan Tera, yaitu melihat senyum full lebar di balik wajahnya Eli. keheningan terdiam mematung dengan ekpresi heran melihat Eli semaking aneh belakangan ini.
Eli terus tersenyum full lebar menatap mata Tera.
"kamu waras??" Tanya Tera bingung
"hemmmmm..."
"sudah gila kamu, nanti kerumah sakit jiwa kamu..." ujarnya melangah jalan pergi meninggalkan Eli
Eli tidak menjawab hanya bola matanya bergerak mengikuti Tera yang jalan pergi sambil tersenyum aneh
"malah di suruh rumah sakit jiwa pula" Eli berkata
Hati dan perasaan menjadi jauh lebih ringan, bahagia dan gembira di dunia bumi ini terasa ikut bahagia. Rasa ingin berteriak mengungkapkan perasaan yang selama ini eli simpan,
eli berjalan di lorong kantor dengan bertingkah senang bahagia, berjalan berputar seperti senang mendapatkan hadiah yang tidak pernah Eli duga. dunia terasa baik padanya, kebahagian di rasakan eli saat ini tidak akan pernah lupakan. Sampai Meja kerja duduk dengan gembira.
Seorang pria teman kerja Eli tampak heran, Melihat tingkah Eli semakin aneh, suka berubah-rubah sikap membuatnya geleng-geleng kepala heran.
Eli tidak menghiraukan setiap orang memperhatikannya dengan aneh, rasa bahagia tidak bisa Eli tahan.
********
*Di rumah Ayahnya Cherly*
Rasa gelisah dengan mata menunduk kebawah lantai, duduk di sofa bersama seorang pria tampan berjas hitam, Di hadapannya seorang pria tua dengan menatap datar pada mereka berdua.
Gavin dan Cherly duduk bersama, saat sebelum bangun dari tidur tadi pagi di suruh pulang ke rumah oleh ayahnya sendiri, Cherly tidak mengetahui kalau tunangannya ini sudah ada di rumah bersama ayahnya, Entah apa yang mereka bicarakan tadi.
"Secepatnya nikahin Cherly, Gavin. Saya tidak ingin ada hal menganggu" Ujar Leonor
Perasaan berat harus menjadi istrinya, tidak bisa Cherly tolak kemauan sang ayah. Pada akhirnya akan menyakiti perasaan Eli yang akan semakin perih hati. Bagai kan iris silet menahan gejolak ingin menolak, namun bibir tidak mampu bersuara hanya getar menatap bawah lantai.
"Tenang saja. secepatnya saya urus" Lantang Gavin dengan percaya diri
"Bagus" Jawab Leonor datar
Setelah selesai berbicara tadi di ruang tengah, Tampak Gavin dan Cherly berjalan-jalan di halaman rumah. Senyum senang Gavin bisa menikahi seorang wanita kaya, tidak bisa lepas begitu saja, walaupun Gavin tahu hubungan special Cherly dengan Eli bukan sekedar pasangan biasa.
Renungan perasaan Cherly dengan nafas berat, sebentar lagi akan meninggalkan kehidupan kebahagiaan Cherly.
Cherly mengerti kenapa sang ayah meminta perjodohan ini terjadi, Perusahaan harus ada yang mengurus dan mengganti kan posisi sang ayah. Seandainya Cherly seorang pria tidak ada perjodohan terjadi hanya saja______harus memiliki anak. Terkadang menjadi anak yang berada harus memiliki pasangan yang setara agar perusahaan tetap baik-baik saja. Rasa kesal tercampur sedih harus Cherly Terima.
"Eli itu... cewek yang berani! ". Ucap Gavin
Kalimat dari Gavin tidak bisa Cherly paham maksud berkataanya itu. Cherly terdiam sejenak melihat wajah Gavin
Gavin menoleh terdiam tersenyum. " Aku penasaran apa dia... benar-benar berani mendapatkan mu. Eli sangat Posesif padamu" Ujarnya
Cherly merasa Gavin tahu hubungan gelap bersama Eli. entah bagaimana Gavin mengetahui ini semua. Rasa takut tercampur cemas akan membuat sang ayah kecewa besar, Bukan takut di benci oleh sang ayah. Tapi takut jantung sang ayah kumat dan akan di larikan rumah sakit hingga tak sadar kan diri
"Kamu....? ".
" Tenang aku tidak akan cerita kan pada ayahmu. Hanya saja. Si Eli itu tidak akan pernah menyerah, kamu pasti tahu iyakan!? ".
Benar sekali apa yang di katakkan Gavin, satu hal paling di takutkan Cherly adalah Eli mencoba bertindak seenaknya, apalagi kalau Eli mengetahui Cherly menikah, pikiran Cherly merasa Eli akan menggagalkan acara dan menjadi ribut besar.
Rasa gelisah menghadapi semua yang harus Cherly lakukan, walaupun ini akan menyakiti perasaan Eli. Tapi hati dan perasaan tidak bisa berbohong, Cherly begitu cinta dan sayang pada Eli sulit baginya untuk melepaskan Eli begitu saja. rasa sesal dan berasal membiarkan Eli hadir kehidupan Cherly..
*******
Geming suara lembut saat Eli meletakkan piring di atas meja makan, Menyiapkan makan malam bersama. adalah sesuatu kesenangan bagi Eli, Tampak sudah siap hanya tinggal menunggu Cherly pulang. Senyum bahagia sangat jelas di wajah Eli.. Sambil menunggu Cherly pulang, Eli memutus mandi lebih dulu, melangkah jalan memasuki kamar setelah menyimpan kan segala hal, badan terasa tidak nyaman seharian banyak bergerak hingga bau keringat.
Beberapa menit kemudian, Keheningan di ruang apartemen berubah suara air mengalir.
Klak
Suara pintu dibuka, Cherly masuk melepaskan sepatunya, melangkah jalan memasuki ruangan, Cherly heran Melihat meja makan ada makanan di atasnya, melangkah mendekat. Melihat bermacam aneka lauk dan nasi putih terlihat enak, Entah siapa yang menyiapkan makanan di atas meja ini. Cherly melihat sekitar tidak ada siapapun begitu hening dan sepi. Cherly berfikir mungkin saja Eli yang menyiapkan makanan seperti ini. Tapi rasa ragu yang tidak mungkin Eli bisa masak. rasa bingung tercampur penasaran ingin mencicip makanan di atas meja ini.
Cherly mengambil sendok makan, ambil satu rebus udang, saat Cherly makan, hanya menggangguk senyum tipis, Rasa Rebus udang begitu enak, dengan rempah-rempah yang Cherly suka. Seperti rasa asem, manis, asin dan gurih. Ternyata masakan rebus udang ini sengat Cherly sukai. Perut sudah keroncongan ingin makan, Cherly memutuskan duduk di kursi depan meja makan. mengambil piring kosong dan nasi putih. Saat Cherly sibuk mengambil makan, tanpa di sadari Eli muncul sehabis mandi.
Eli terkejut melihat Cherly sedang makan sendirian, Eli melangkah mendekat.
"Lagi makan enak Cantik.. " Senyum Eli mengoda Cherly
"Uhuk... uhk... " Seketika Cherly keselek kaget dengan batuk-batuk. Langsung mengambil segelas air minum .
Eli hanya tersenyum duduk di samping Cherly
Setelah beberapa tegukan air, Gelas di letakan atau atas meja.
"Ini kamu yang menyiapkan?? ".
" Iya.., Untuk kita makan bersama " Ucap Eli sambil mengambil piring dan nasi putih.
Cherly terdiam kagum sambil memperhatikan Eli
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊