NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

memacu andrenalin

pandangan dimas tak lepas memandang Olivia di atas stages. setelah 4 jam berada di event itu. Olivia bersiap untuk pulang

"mau pulang vi?" sapa widuri

"iya mbk, besok acaranya jam berapa mbk?"

"besok jam 10 vi, kalau bisa datang setengah jam sebelum acara ya"

"siap mbk. sampai jumpa besok mbk" pamit Olivia

dimas yang duduk di belakang mereka merasa di kacangi

"kejar mas" widuri memerintahkan dimas untuk mengejar Olivia

"vi... " dimas mengejar Olivia

"Olivia... " panggil dimas sekali lagi tapi tak di hiraukan Oleh Olivia

"sayang... tunggu... " dimas mengajar Olivia dan menarik tangannya

"kenapa? sudah mau bicara sama aku?" Olivia menepis tangan dimas berjalan secepat mungkin masuk kedalam taksi online

"vi... tunggu... " dimas mengejar Olivia tapi tidak bisa.

****

Setibanya di rumah

"hay sis.." sapa Olivia

"hay vi... nih kunci mobilmu" Siska melempar kunci mobil Olivia

"makasih cinta... "

"kembali kasih cinta... kapan mulai belajar nyetir vi?"

"aku sudah bisa sis"

"oh ya?"

"selama ini aku les mengemudi"

"ciieee... mobil baru" goda Siska

"sis... aku mau istirahat"

"oke via..." Siska kembali sibuk dengan ponselnya

******

Mobil dimas masuk kehalaman kontrakan Olivia

"sis... " dimas memanggil Siska

"Siska.... " dimas melepas handsfree dari telinga siska

"apaan sih mas???"

"habis kamu dari tadi aku panggil ndak dengar"

"ada apa?"

"Olivia mana?"

"tidur" jawab Siska singkat "ehh.. kamu mau kemana mas?" Siska melihat dimas hendak pergi kesalahan satu kamar

"ke kamar Olivia"

"emangnya kamu tau kamar Olivia yang mana?"

"ndak tau, tinggal aku buka aja, kalau ada dia ya berarti kamarnya"

"ngawur kamu. via istirahat mas"

"sebentar aja sis"

"coba aja kamu bangunin. tuh kamarnya yang di depan"

dimas pergi ke kamar Olivia

dimas mengetuk pintu kamar Olivia, sekali dua kali baru di buka.

"siapa?" dimas tak menjawab

Olivia membuka pintu kamarnya, begitu melihat dimas, langsung di tutup lagi, namun di tahan Oleh dimas

"vi.. vi.. tunggu" dimas menahan pintu itu

"buat apa? masih perlu dengan ku?"

"tunggu sayang..." dimas berhasil membuka pintu kamar itu

Olivia kembali keluar duduk bersama Siska

"kok bangun lagi vi?" tanya Siska

"tuh... ganggu aja" ujar Olivia sambil mengganti channel TV

"sayang.. jangan marah"

"kamu yang marah mas. bukan aku. kenapa mau bicara lagi sama aku?"

"tapi jangan seperti ini"

"mau kamu seperti apa? dari kemarin aku kamu kacangi mas. ndak mau dengar penjelasanku" cerocos Olivia "kamu ndak mau mendengarkan penjelasanku, kenapa aku sama mas ujang di pesta kemarin. bilang aja kalau kamu memang mencari cari kesalahanku"

"hey sayang... kok jadi kamu yang marah? seharusnya aku yang marah, laki-laki mana yang rela melihat pacarnya bergandengan mesra seperti itu"

"kamu dengarkan dulu penjelasanku dunk mas" Olivia masih tetap bersih kukuh dengan penjelasannya

"oke katakan"

Olivia menjelaskan kenapa sampai dia dan ujang di pesta pernikahan itu

"oke... seandainya aku di mintai tolong sama temanku, yang sama seperti kamu. boleh dunk?"

"terserah lah mas" gerutu Olivia

"lucu kamu ini vi... kalau aku ndak cinta sama kamu aku ndak akan se cemburu ini sayang" dimas memegang tangan Olivia memastikan jika dia memang benar-benar cemburu

"kenapa sih kalian ini... ndak capek apa bertengkar terus" celetuk Siska

"mas dimas ini sis... lebay banget. egois. ndak mau dengar penjelasanku langsung main marah aja"

"kamu bilang aku lebay sayang? ayo katakan lagi" dimas meremas mulut Olivia

"auuhhh sakit mas"

"biar... ayo bilang lagi aku lebay" ucap dimas gemas

"sudah selesai? kalau sudah aku mau istirahat"

"kamu ngusir aku?"

"ndak mas... aku benar-benar capek"

"masih marah?" tanya dimas, menatap serius

"ndak"

"yakin"

"he em"

"kiss me sayang" sosor dimas

"hey hey hey... ada orang di sini helloo... main sosor -sosor aja" protes Siska melihat dimas Memoncongkan bibirnya

"berisik... " dimas melempar bantal kursi ke arah Siska

"sudah mas, aku mau tidur"

"oke sayang.. nanti aku jemput ya"

Olivia beranjak dari duduknya, matanya sudah tidak kuat lagi untuk terbuka

"tidur yang nyenyak sayang" dimas mengantar Olivia sampai di depan pintu kamarnya "kiss me sayang"

"apaan sih mas. malu itu ada Siska"

"kalau kamu ndak mau cium berarti kamu masih marah sama aku"

"sudah pulang sana, aku ndak marah"

"yakin?"

"iya"

dimas memeluk Olivia

"maaf ya sayang, aku ndak rela kamu dengan orang lain" bisik dimas

"he em... by mas"

"nanti aku jemput" dimas memegang dagu Olivia, tanpa ijin Olivia, dimas mencium mesra bibir ranum itu

"i love u sayang"

"love u too mas"

Bantal kursi mendarat di punggung dimas

"apa sih sis... sirik"

dimas pergi dari kontrakan itu.

*****

malam hari di cafe senja

dimas datang bersama Olivia, mata Mely terbelalak melihat pemandangan itu

"hey Mel... mereka bareng lagi?" protes ujang

"kamu lihat bagaimana?"

"gagal donk Mel"

Olivia bergabung dengan rekan home band yang lain

"Olivia... aku tunggu di ruangan" suara keras dimas mengagetkan Olivia dan yang lainnya. dimas mendahului masuk kedalam ruang kerjanya

"nah vi... kayaknya mas dimas marah" ucap kakok

"apa karena aku keluar tanpa ijin ya mas?"

"aku bantu jelaskan vi" ujang berlagak ingin membela Olivia

"ndak usah mas, aku sendiri aja"

"kamu dapat masalah karena aku. ayo" ujang menarik tangan Olivia masuk kedalam ruang kerja dimas

"selamat malam mas"

"malam... masuk" dimas melihat ujang menggandeng tangan Olivia, seketika itu Olivia melepaskan tangannya

"maaf mas, kemarin Olivia aku ajak ke pesta pernikahan temanku"

"kalian sudah ijin apa belum?" hardik dimas

"belum mas" ujang menjawab, Olivia hanya diam. Olivia tau dimas sedang memerankan drama

"kapan-kapan kalau mau keluar ijin dulu jang, apa lagi ijin mau pacaran" sindir dimas. ingin sekali Olivia menjitak kepala dimas

"iya mas. maaf. seandainya boleh juga aku ijin untuk menjadikan Olivia pacarku" lirik ujang

"apa sih mas... aku kan sudah bilang aku sudah punya pacar"

"wah sepertinya cintamu bertepuk sebelah tangan jang" ledek dimas "ya sudah sana. jangan di ulangi lagi"

Ujang dan Olivia berniat untuk pergi dari ruang kerja dimas

"kamu tetap di sini vi, masih ada yang aku bicarakan untuk event besok"

Ujang meninggalkan Olivia di ruang kerja dimas. setelah ujang benar-benar jauh dari ruangan itu

"bagaimana sayang? sudah bagus apa belum acting ku"

"lebay" jawab Olivia

"lebay?? kamu bilang aku lebay??" dimas menarik tangan Olivia kedalam pelukannya

"katakan lagi aku lebay" dimas mendekatkan wajahnya

"jangan seperti ini mas... ini di kantor"

"memangnya kenapa? hmmm? ini ruangan ku, terserah aku mau berbuat apa"

"nanti ada yang lihat mas"

"kamu tau ndak, rasanya Dada ini lihat tanganmu di gandeng ujang?"

"maaf mas. kan aku tadi sudah bilang maaf"

"ndak semudah itu sayang, ada harga yang harus di bayar bukan dengan kata maaf"

"mas.. nanti ada orang" Olivia mencoba melepaskan pelukan dimas

tanpa aba-aba dimas mencium bibir Olivia, Olivia memejamkan matanya, menikmati ritual indah itu

"jangan di ulangi lagi ya sayang" bisik dimas mengusap bibir Olivia. Olivia mengangguk dan dimas kembali melumat bibir Olivia. hasrat keduanya sudah memuncak. Olivia mendorong tubuh dimas

"sudah mas"

"belum sayang.. aku masih kangen"

"ndak enak sama yang lainnya"

"biar" Untuk kesekian kalinya dimas mencium Olivia dengan liar

"kalau mau adu mekanik jangan disini sayang" bisik Olivia menantang dimas. kejantanan dimas seolah di tantang

"tunggu saja nanti sayang.. aku akan bikin kamu sampai ndak bisa jalan"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!