NovelToon NovelToon
Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:306
Nilai: 5
Nama Author: Nyimas zaharah

Ini kisah seorang wanita introvert serta brokenhome, dalam segala hal tidak ada yang berjalan lancar baginya. Seorang wanita yang workaholic, soal percintaan jangan tanyakan. Sudah dapat dipastikan hancur juga sama seperti keluarga nya, Ia hanya dapat bertahan hidup untuk dirinya sendiri dengan cara menonton drama Korea kesukaannya, belanja di toko online, membeli makanan dan lain-lain.

Mei 1999 seorang wanita bernama Mahika Avisa Zalana, sejak lulus sekolah ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Jangan tanyakan alasannya, sudah dipastikan karna ia ingin bekerja dan tidak mau merepotkan keluarganya. Kalau ditanya kenapa tidak kuliah padahal keluarganya mampu bahkan sangat mampu untuk membiayai pendidikannya. Hanya saja ia terlanjur "Malas" yang berkaitan dengan keluarga nya lagi. Bukan berarti dia membenci keluarganya tapi ia ingin hidup tenang tanpa mengingat harus membayar hutang (tidak cuma-cuma) pendidikan yang ia pinjam pada keluarga nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas zaharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Aksa (Jauh)

...بسم الله الرحمن الرحيم...

.... ...

.... ...

...Semakin wanita menjaga jarak dengan laki-laki yang bukan mahramnya,  semakin mulia lah dia disisi Allah. ...

.... ...

.... ...

.... ...

...- Ustadzah Halimah Alaydrus  -...

______________

Diatas meja telah tersaji dua gelas kopi susu hangat dan sepiring kue tradisional,  menemani obrolan seorang pria dengan kepala desa.  Ia sangat menyimak ucapan dari kepala desa tentang seorang Mahika,  ia mendengarkan dan sesekali ikut menyambut obrolan kepala desa.

"Mahika sepertinya sebentar lagi lulus kuliah nak,  sudah cukup jarang dia keluar rumah.  Terkadang kalau bapak lewat ia sedang mengerjakan sesuatu dengan laptopnya"

"Saya baru ingat, sudah 3 tahun lebih Mahika berkuliah ternyata. " ucap pria tersebut sembari menyeruput gelas kopi susu nya.

"Iya, kalau siang dia mengajar di sekolah dan sore dia ngajar les anak-anak.  Kalau malam ia terkadang ikut pengajian di mushola desa.  Khusus hari ini karna libur anak sekolah ia bermain di pantai bersama anak-anak" jelas kepala desa.  " Kalau libur panjang begini biasanya dia jadi tour guide wisatawan yang datang, terlebih lagi dia cukup fasih dalam berbahasa Inggris.  Mahika anak yang pintar "

Pria itu hanya tersenyum mendengarnya,  bagaimana tidak setelah satu tahun mencari keberadaan Mahika akhirnya ia menemukan nya di desa ini.  Ia membuka ponselnya dan mengetik sesuatu di benda pipih yang sedang di genggam nya saat ini. 

Ting.. 

Sebuah notifikasi masuk ke ponsel kepala desa, kepala desa langsung membuka pesan tersebut tentang pemberitahuan informasi dari bank. Kepala desa langsung melihat ke arah pria tersebut dengan kebingungan,  apa maksud pria yang sedang berada di hadapan nya saat ini.

"Nak? "

"Iya Pak, itu uang untuk beberapa keluarga kurang mampu dari desa ini seperti biasa. Mohon di bagikan dan untuk gaji Mahika tolong rahasiakan ya pak.  Saya minta sekolah tolong di renovasi, saya sudah survei ke sekolah sudah seharusnya sekolah mulai di perbarui.  "

"Ini jumlah yang sangat besar dari yang biasanya,  bagaimana mungkin..  "

"Terima saja pak,  InsyaAllah halal uangnya.  Saya berharap anak-anak lebih di perbanyak asupannya, ya menurut saya anak-anak semakin berkembang dan membutuhkan nutrisi yang lebih banyak.  Tolong ya pak " pintanya lagi pada kepala desa. " Dan nanti setiap 2 minggu sekali saya akan mengirim cemilan ke sini untuk anak-anak, mungkin ada anggota yang akan mengantar."

"Terimakasih banyak nak..  Berkat kalian kami lebih terbantu tanpa campur tangan dari pemerintah Daerah.  Kami sangat-sangat bersyukur adanya donatur dermawan seperti kalian ini "

"Sama-sama Pak, karna sudah larut malam saya kembali dulu ke kota pak. Titip Mahika untuk beberapa bulan kedepan saya akan berkunjung kembali, soal renovasi sekolah jika ada kekurangan bisa hubungi saya. Seorang arsitek besok akan berkunjung ke sini, InsyaAllah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai kembali.  Sekolah sudah selesai di renovasi, kalau begitu saya pamit dahulu pak. Assalamu'alaikum"

"Waalaikumsalam"

Pria itu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kembali melewati rumah Mahika, ternyata Mahika masih duduk di teras rumahnya.  Pria itu terdiam sejenak memandangi Mahika,  Mahika yang sadar sedang di lihat oleh seseorang langsung bangkit dan masuk ke dalam rumah tanpa melihat siapa yang tengah menatapnya itu.

"Assalamu'alaikum" sapa pria itu terlebih dahulu sebelum Mahika sepenuhnya masuk ke dalam rumah.

Berdiri di depan pagar hanya diam melihat Mahika, Mahika sama sekali tidak menoleh ke arah pria tersebut berada.  Hanya ada diam diantara mereka yang lalu akhirnya Mahika membuka suara terlebih dahulu.

"Wa'alaikumussalam. Semakin wanita menjaga jarak dengan laki-laki yang bukan mahramnya,  semakin mulia lah dia disisi Allah." ujar Mahika setelah itu langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rapat-rapat.

Pria itu hanya tersenyum mendapat ucapan dari Mahika yang tidak ia duga sama sekali, wajahnya bersemu merah mendengarnya.  Kembali berjalan menuju parkiran mobil dan melanjutkan perjalanannya menuju arah pulang.

"Mahika Avisa Zalana,  selamat tidur dan mimpi indah calon bidadari surgaku"

Di satu sisi, Mahika yang sedang bersiap untuk tidur mencoba mengingat wajah pria yang menyapanya tadi.  Ia merasa familiar pada pria tersebut, tapi ia mencoba menghiraukannya dan bersiap untuk tidur.

"Bismika Allahuma ahya wabismika amut.. "

Lampu kamar telah di matikan, bapak-bapak yang bertugas jaga keliling kampung juga sudah mulai berjalan, sesekali mengecek keadaan rumah Mahika apakah pintu pagar telah terkunci apa belum. Post jaga sengaja di bangun tak jauh dari rumah Mahika,  Kepala desa yang memerintah kan hal tersebut karna di desa ini hanya Mahika seorang yang tinggal sendirian terlebih lagi ia seorang wanita dan juga putri angkat dari masyarakat desa.

Segelas kopi dan beberapa snack roti yang dibuat oleh ibu-ibu sebagai teman jaga malam,  hari ini ada 5 bapak-bapak yang bertugas termasuk kepala desa.  Mereka duduk di sebuah pondok yang sangat kokoh berdiri di tepi jalan membelakangi pantai.

"Sruuuphh..  Jadi tadi pria yang menjaga Avisa sejak 3 tahun lalu itu pak? Saya kira dari pemerintah " tanya pak Bambang setelah menyeruput kopi panasnya.

"Iya, sekaligus donatur desa kita. " ucap kepala desa menghidupkan televisi jadul di pondok jaga.

"Apa pekerjaannya pak? Soalnya saya kan tidak tahu tentang pria itu.  Saya juga tidak pernah melihat dia " tanya pak Sumardi.

"Rahasia." jawab kepala desa singkat dan padat sembari tersenyum.

"Pak kades ya gini mainnya kerahasiaan.  Tapi saya sangat bersyukur pak, berkat mereka desa kita lebih berkembang dan banyak wisawatan yang sering berkunjung dan berkat itu perekonomian warga meningkat.  " ujar bapak lainnya.

"Ya benar" sahut bersamaan para bapak-bapak.

"Pak Bambang sudah tau siapa pria yang sebagai donatur desa kita? " tanya pak Sumardi yang melihat Pak Bambang hanya diam saja.

"Sudah, saya juga tau pekerjaannya" jawab Pak Bambang santai kembali menikmati kopinya.  " yang pasti dia orang baik dan sangat cocok dengan nona Avisa"

"Sudah tau ternyata, ah- nanti juga akhirnya tau siapa pria itu " Pak Sumardi yang kembali melihat keadaan sekitar.

"Dalam beberapa bulan kedepan juga pria itu akan sering berkunjung, jadi mungkin saja bapak-bapak akan bertemu dengan nya" ujar pak kepala desa.

"Iya Pak"

***

Mobil sudah terparkir di halaman parkir,  wajahnya yang tampak lelah setelah seharian berada di luar kembali masuk ke sebuah bangunan dengan dinding berwarna biru muda itu.  Di dalam sana ada beberapa pria yang sedang bersantai atau sekedar menyetrika pakaian mereka,  ada beberapa ranjang tingkat serta lemari yang tersusun rapih.

Ia berjalan ke ranjangnya yang berada di sudut ruangan,  ia duduk membuka sepatunya dan membuka jas PDU nya. 

"Selamat malam ndan..  Baru sampai? " tanya anggota nya yang baru saja masuk.

"Iya"

"Butuh sesuatu ndan? "

"Tidak, saya mau mandi saja.  Kalian jangan lupa kajian besok malam ya.  "

"Siap ndan, silahkan beristirahat"

"Terimakasih"

Baru beberapa langkah menuju kamar mandi, pria itu dihadang oleh seorang pria yang tak lain adiknya sendiri. Abri Fian Al-Ghifari.

"Bang..  Bawa oleh-oleh? " tagihnya pada Mahija yang sudah mengalungkan handuk di lehernya.

"Di mobil, ambil kuncinya di atas tempat tidur. Bagikan ke seluruh anggota sekalian "

"Si-si-siaaaaaap" hormat Fian langsung berlari meninggalkan Mahija yang kembali berjalan menuju kamar Mandi.

Rasa lelah di badannya sedikit berkurang setelah membersihkan dirinya, ia langsung duduk di depan barak kebanggaan TNI AU.  Melihat ke arah sudut barak,  dimana para anggota nya sedang berkumpul bersama Fian.  Mereka melambaikan tangan pada Mahija agar segera bergabung dengan mereka, namun Mahija memilih untuk duduk bersandar pada dinding biru yang menjadi kebanggaan nya.

"Kurang dari beberapa bulan lagi, saya akan kembali. Kini Aksa tak akan menjadi penghalang lagi. InsyaAllah"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!