NovelToon NovelToon
Asrama Hati

Asrama Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Sinopsis

Zain Arvendra Atmaja, seorang remaja yang seakan tak pernah lelah terlibat masalah di sekolahnya. Setelah berbagai kejadian yang menumpuk, ayahnya akhirnya mengambil keputusan Zain harus pindah ke sebuah SMA berbasis asrama yang dikenal mampu membimbing anak-anak yang sedang kehilangan arah.

Awalnya Zain menolak keras. Namun seiring berjalannya waktu, ia perlahan mulai menerima kenyataan itu. Di asrama inilah ia bertemu dengan Vanya, seorang gadis ceroboh yang dengan polosnya kerap menyeret Zain ke dalam berbagai situasi baru yang tak terduga.

Cerita terasa semakin rumit ketika Keira Cattleya Wiratama, kekasihnya yang selama ini jauh dari sana, tiba-tiba memutuskan untuk pindah ke asrama yang sama pula.

Tiga orang, satu atap, dan hati-hati yang mulai saling bersilang. Bagaimana kelanjutan cerita mereka ? Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 DI ANTARA SENYUM DAN KECEMBURUAN

Kabar bahwa Keira pindah ke asrama yang sama dengan Zain menyebar dengan cepat, di sekolah yang tidak terlalu besar, hal seperti ini memang menjadi pembicaraan hangat. Bagi Zain, kehadiran Keira terasa seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia senang karena ada seseorang dari masa lalunya yang ia kenal dengan baik. Namun di sisi lain, ia juga merasa canggung terlebih lagi ketika Keira mulai terlihat selalu berada di dekatnya setiap ada kesempatan.

Pagi itu, Zain baru saja keluar dari pintu kelas ketika ia melihat Keira menunggunya di koridor, sambil tersenyum ramah kepada siapa pun yang lewat. Saat melihat Zain, ia melambaikan tangan.

"Zain ! Aku sudah menunggumu sejak tadi" Ucapnya lembut begitu Zain mendekat.

"Aku bawakan bekal tambahan dari asrama putri, rasanya terlalu banyak untuk dimakan sendiri jadi aku pikir kita bisa makan bersama di taman belakang sekolah" Ujar Keira

Zain tertegun sejenak, ia tidak ingin menolaknya secara langsung, tapi ia juga sadar teman-teman sekelas mulai melirik mereka berdua.

"Terima kasih, Keira. Tapi aku janji hari ini akan makan bersama Vanya dan yang lain di kantin" Ucap Zain dengan menyebut nama Keira secara formal

Senyum di bibir Keira sedikit memudar, meski ia berusaha tetap terlihat tenang.

"Oh... begitu, baiklah kalau begitu. Mungkin besok saja ya ?" Balas Keira

"Besok kita lihat saja" Jawab Zain pelan, lalu berjalan pergi menyusul langkah kakinya yang terasa sedikit terburu-buru.

Saat Zain tiba di kantin, Vanya melambaikan tangan dari meja di sudut ruangan.

"Zain, di sini. Kami sudah pesankan minuman untukmu" Teriak Vanya

Zain duduk di samping Vanya, yang langsung menyodorkan segelas jus jeruk segar.

"Kamu lama sekali tadi, ada apa di depan kelas ?" Tanyanya polos sambil menyuap nasi goreng ke mulutnya.

"Tidak ada apa-apa, hanya sedikit terhambat urusan kelas" Jawab Zain singkat, berusaha mengalihkan pembicaraan. Namun matanya tak sengaja melirik ke arah pintu masuk, di mana Keira baru saja melangkah masuk dan menatapnya tepat saat Vanya tertawa lebar sambil menyenggol pelan bahu Zain.

*****

Sore harinya, suasana di halaman asrama terasa lebih sejuk dari biasanya. Zain duduk sendirian di bawah pohon mangga besar, menatap tanah dengan pikiran yang berkecamuk. Ia merindukan kebersamaan yang dulu ia miliki dengan Keira, tapi di tempat baru ini, ia juga mulai menemukan kenyamanan yang tak terduga bersama Vanya dan teman-teman sekamarnya. Ia tidak ingin menyakiti siapa pun, namun rasanya semakin sulit untuk berjalan di antara dua dunia yang berbeda ini.

Belum lama ia duduk di sana, langkah kaki terdengar mendekat. Bukan Vanya, melainkan Keira. Gadis itu duduk di sampingnya, namun tidak terlalu dekat.

"Kamu menghindar dariku, Zain ?" Tanya Keira tiba-tiba, suaranya pelan namun tegas.

"Sejak aku datang ke sini, kamu selalu mencari alasan untuk tidak bersamaku. Apakah aku salah datang ke sini ?" Lanjut Keira

Zain menghela napas panjang.

"Bukan begitu, Leya. Aku senang kamu ada di sini, dan ini bukan sekolah kita yang dulu. Di sini ada aturan, ada teman baru, dan ada kehidupan yang sedang aku coba jalani" Jawab Zain

"Tapi bukankah kita berjanji akan selalu saling mendukung, apa pun yang terjadi ?" Tanya Keira dengan mata mulai berkaca-kaca.

"Aku pindah ke sini sebagian karena aku tidak ingin jauh darimu, dan sekarang rasanya seolah kamu sedang menjauhiku perlahan-lahan" Lanjut Keira

Zain merasa sesak di dadanya.

"Aku tidak menjauh, aku hanya mencoba menyesuaikan diri. Beri aku waktu ya ?" Balas Zain

Keira mengangguk pelan, lalu berdiri.

"Baiklah, aku akan menunggu, Zain. Tapi tolong jangan buat aku menunggu terlalu lama sendirian" Ucap Keira

Setelah Keira pergi, Zain masih duduk di sana dalam diam. Hingga suara langkah kaki yang lebih ringan terdengar, langkah yang sudah sangat ia kenal sekarang. Vanya berdiri agak jauh, seakan ragu apakah ia boleh mendekat atau tidak. Di tangannya ada dua buah buku yang sepertinya ingin ia pinjamkan.

"Maaf kalau aku mengganggu" Ucap Vanya pelan, ingin berbalik pergi.

"Aku bisa kembali lagi nanti" Lanjut Vanya

"Tunggu, Vanya" Panggil Zain dengan lembut.

"Kamu tidak mengganggu, silakan duduk saja" Tambah Zain

Vanya berjalan mendekat dan duduk, namun tetap menjaga jarak.

"Aku tidak bermaksud mendengarkan pembicaraan tadi, aku hanya lewat dan melihat kamu di sini. Kamu terlihat sedih sekali, Zain. Kalau ada yang ingin kamu ceritakan, aku siap mendengarkan tanpa menghakimi" Ujar Vanya

Kata-kata sederhana itu justru membuat dada Zain terasa semakin penuh, dia tidak menjelaskan apa pun tentang Keira namun kehadiran Vanya yang tulus tanpa menuntut apa-apa justru terasa seperti pelipur lara yang paling ia butuhkan saat ini.

"Terima kasih, Vanya. Nanti saja ya, sekarang aku ingin diam sebentar" Jawab Zain pelan.

"Tentu saja, aku akan duduk di sini sampai kamu merasa lebih baik. Tidak perlu bicara kalau belum siap" Kata Vanya lembut, lalu membuka bukunya dan mulai membaca dalam keheningan yang menenangkan.

*****

Malam harinya, Zain berbaring di tempat tidurnya sambil menatap langit-langit kamar. Di satu sisi ada Keira bagian dari masa lalunya yang penuh kenangan dan harapan, di sisi lain ada Vanya bagian dari masa kini yang sederhana namun tulus. Ia belum tahu ke mana arah hatinya akan berlabuh, namun satu hal yang ia sadari dengan pasti keputusan yang akan ia ambil selanjutnya akan mengubah segalanya, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk dua orang yang berbeda yang kini ada di dalam hidupnya.

1
Miu.Nuha
betul. keputusan apapun yg kamu ambil akan mempengaruhi hidupmu nanti.
😏 jdi jalanin seadanya aja, gk usah milih
hehe pis ya mas Zain...
Luneya
dua figura hadir dalam masa yang sama..yang mana satu Zain akan memilih..tapi Aku sama Vanya..🌹
Hamzah [Hiatus]
waduh.. akankah balikan sama mantan. gak mungkinlah gak mungkin😁
Hamzah [Hiatus]
loh kenapa ditutup🤔
Myz Pena
keira.. kamu harus sadar dan tahundiri sepertinya zain nggak nyaman dekat dengan mu sekaligus segala perhatian mu padanya.. jadi stop
Myz Pena
jadi bagaiaman zain ,, apa kaira sikapnya itu membuatmu sangat tidak nyaman kah ?
aefpe fp
ah kalau gini ceritanya jadi bestie sahabat aja ndak si...kayaknya lebih seru daripada pacaran pacaran🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ya Allah akhirnya Zain bisa dapetin kawan yang pas sejauh ini... Ya Semoga semakin berubah juga Zain... 💪💪💪
Maya 摩耶
kenapa tidak keduanya saja? 👀 ahik ahik ahik kwkwkw
Siti Aisyah
Gimana nih membuat hati zain jadi bimbang antara memilih vanya atau keira😆
Maya 摩耶
naah she is just wanna impress you 🤭
Pencari Cerita
pikirin matang matang zain sebelum memilih ya
ginevra
pantas saja Zain merasa nyaman di dekat vanya. karna vanya tidak pernah memaksa dan menekan Zain.
aefpe fp
bakal banyak drama kehidupan yang akan menantimu bersiaplah dan itu tidak akan sesederhana yang kau kira💪
Hamzah [Hiatus]
kamu menemukan seseorang yang berharga di masa depan nanti Zain, jangan lupakan itu 🗿
Myz Pena
ia memang banyak suka dan dukanya.. intinya kamu akan belajar banyak hal lagi.. jadi kuatlah
Luneya
Mereka benar-benar sama geng. Mereka saling membantu. bagus sekali jika ada teman satu komplotan.☺️
Myz Pena
berarti zain sekarang kamu dah nyaman ya di asrma berkat vanya hari hari mu lebih ceria dan bwrwarna 😂👍
Maya 摩耶
emang matanya kenapa? ada saringgannya kah? 🤭
Maya 摩耶
mo balikan kah kamu? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!