NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Terkejoet

Bel masuk berbunyi.

Di tengah amarah yang belum sepenuhnya padam akibat ulah Salsabila, serta rasa sesak dan galau karena penolakan tajam dari Laila, Arjuna akhirnya memutuskan untuk tidak masuk ke kelas.

Saat berjalan menyusuri lorong yang sepi, ia tak sengaja berpapasan dengan Rian yang sedang memapah Laila—berniat mengantar gadis itu sampai ke kelasnya dengan hati-hati.

Mereka pun berhenti, berdiri berhadapan satu sama lain. Arjuna menatap Laila dengan tatapan dingin tanpa ekspresi, sementara Laila membalasnya dengan pandangan yang datar dan sulit dibaca. Rian yang masih memegang bahu Laila agar tidak terjatuh seketika merasa canggung, persis seperti orang yang tertangkap basah berselingkuh. Ia segera berusaha menjelaskan agar tidak disalahpahami.

“B-Bos… itu… anu… gue cuma…”

Belum sempat Rian menyelesaikan kalimatnya, Arjuna sudah melangkah pergi dan melewati mereka begitu saja. Gibran dan Bowo yang berjalan di belakangnya hanya menepuk bahu Rian pelan untuk menenangkan.

“Tenang aja, Juna nggak marah sama lu kok,” ucap Gibran meyakinkan, lalu keduanya menyusul kepergian Arjuna.

Dengan perasaan gelisah, Rian kembali menuntun Laila melanjutkan perjalanan. “udah Rian, sampai sini aja. Gue tau kok apa yang lu takutin,” kata Laila sambil berusaha melepaskan pegangan laki-laki itu.

"dah santai aja La, Bos gue emang kejam tapi dia tetep bakal dengerin penjelasan gue dulu." jawab Rian sambil tersenyum tipis.

Sesaat kemudian ia menanyakan sesuatu dengan nada iseng. " Eh btw, lu pakai pelet apa sih sampai Bos gue kesemsem sama lu?”

Laila terkekeh pelan mendengar pertanyaan itu. “Pelet apa sih? Gue mana tau yang begituan. Lagian bukannya Juna memang begitu ya ke semua cewek? Nanti juga sebentar lagi dia bakal cari yang lain kok.”

Rian menggangguk pelan sambil melangkah. “Iya sih kalau dipikir-pikir emang bos gue begitu… tapi kayaknya kalau ke lu tuh beda deh, baru kali ini Bos gue nyuruh gue beliin makanan buat cewek. Biasanya dia yang selalu di kasih ini-itu sama para ceweknya. Dan lu satu-satunya cewek yang pernah dibeliin makanan sama si bos.”

Mendengar ucapan itu, hati Laila seketika bergetar pelan. Banyak pertanyaan mulai bermunculan di benaknya: Apa benar gue satu-satunya? Apa Juna benar-benar punya perasaan yang beda sama gue?

Di tempat lain, Arjuna beserta Gibran dan Bowo kini berada di atas atap sekolah. Tempat itu memang menjadi tempat favorit mereka saat ingin menenangkan diri. Gibran sibuk dengan ponselnya, sementara Arjuna dan Bowo duduk di tepi tembok sambil menikmati asap rokok.

Melihat suasana hati Arjuna terlihat lebih tenang sedikit, Bowo memberanikan diri membuka suara.

“Bos… sebenernya kenapa lu bisa semarah itu? Bukannya udah biasa ya Salsabila berbuat begini ke cewek yang deket sama lu? Dan setau gue lu selalu masa bodoh soal cewek-cewek lu. Terus kenapa sekarang lu kelihatan emosional banget? Apa lu beneran suka sama Laila?”

“Lu kalau mau tanya satu-satu njir, kaya wartawan aja lu,” timpal Arjuna sambil menghembuskan asap panjang.

Bowo menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum canggung. “Maaf Bos… habisnya gue kepo banget. Baru kali ini liat lu marah besar cuma gara-gara cewek. Biasanya lu mah cuek aja walau cewek itu mau jungkir balik di depan lu.”

Arjuna terdiam sejenak. Mungkin ini saatnya ia jujur...meski rasanya agak gengsi mengakuinya, mengingat dirinya yang dikenal sebagai si playboy, tapi kini benar-benar jatuh hati pada satu gadis.

“Iya… gue suka sama Laila. Dan gue juga udah pernah nembak dia… yaa walaupun ditolak mentah-mentah,” ucapnya pelan.

Bowo melongo tak percaya. Gibran yang tadinya fokus ke layar ponsel pun langsung mendongak.

Suasana di atap seketika hening sepi. Tak lama kemudian, Gibran dan Bowo langsung tertawa terbahak-bahak. Mereka tak menyangka bahwa seorang Arjuna yang biasanya selalu dikejar-kejar oleh banyak cewek...kini justru ditolak mentah-mentah oleh satu orang, yaitu Laila.

Arjuna hanya mendengus kesal, ia sudah menduga pasti begini reaksi mereka kalau ia mengaku. “Terus aja ketawa sampai puas. Nanti siap-siap aja kita adu jotos satu lawan satu di ring markas kita.”

Namun mereka tak peduli. Kapan lagi bisa menertawakan ketua Geng Petir karena ditolak perempuan.

Saat mereka sedang asyik tertawa, pintu atap tiba-tiba terbuka dan muncul sosok Rian. “Wih, ada apa nih ketawa-ketawa begitu? Kayaknya lagi ada berita panas nih?”

Arjuna langsung melirik sinis ke arahnya. “Mau apa lu ke sini? udah puas ngerangkul cewek gue tadi?”

Rian segera mengangkat kedua tangannya tanda menyerah sambil menyengir lebar. “Maaf Bos, gue cuma niat bantu aja kok.”

Gibran langsung menyahut sambil tersenyum jahil. “Idih, cewek lu katanya? Bukannya udah ditolak ya?”

Rian yang belum tahu apa-apa langsung mengerutkan kening bingung. “Hah? Ditolak? Siapa yang ditolak?”

Bowo pun segera merangkul bahu Rian. “Hari ini lu ketinggalan berita banyak. Sini gue ceritain semuanya.”

Mulai dari video rekaman perundungan, kemarahan besar Arjuna pada Salsabila, hingga penolakan Laila, diceritakan semuanya. Setelah paham mendengar cerita itu, Rian berusaha menahan tawa sekuat tenaga sampai menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak terlepas tertawa.

“Kalau mau ketawa ya ketawa aja. Nggak usah ditahan-tahan gitu,” ucap Arjuna kesal. Ia sudah yakin, dalam beberapa hari ke depan dirinya bakal terus diejek habis-habisan oleh teman-temannya.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!