NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.22 Cemburu

Perjalanan pulang dari rumah sakit. Suasana di dalam mobil mewah Daren sangat mencekam. Daren mencengkeram setir dengan erat, menahan amarah dan cemburu yang bergejolak di dadanya, sementara Nadia hanya diam menatap jalanan lewat jendela.

Mobil mewah Daren melaju membelah malam yang mulai turun, berisik suara kendaraan bermotor yang lalu lalang di jalan tidak mampu memecah keheningan yang sedang terjadi di antara dua insan ini.

Sejak keluar dari rumah sakit tadi Daren sudah menahan rasa cemburunya yang meluap-luap melihat kemesraan Dokter muda yang memapah Nadia keluar dari ruangan periksa tadi.

Banyak sekali sebenarnya yang ingin Daren pertanyakan pada Nadia tapi Daren tidak mampu melakukannya karena dia tahu dan sadar diri kalau Nadia pasti tidak akan senang dengan pertanyaan yang akan di lontarkan nya. Tapi semakin Daren menahan rasa cemburunya membuat Dia semakin tersiksa sendiri sementara Nadia tidak pernah mau mengerti atau pura-pura tidak mau tahu dengan gejolak perasaannya saat ini yang sedang di bakar rasa cemburu layaknya kecemburuan seorang suami pada istrinya.

Tidak tahan dengan keheningan itu, Daren akhirnya membuka suara dengan nada menginterogasi, "Sejak kapan kamu kenal dekat dengan dokter muda itu? Kenapa kamu tersenyum begitu manis padanya, padahal denganku kamu selalu memasang wajah es?"

Nadia menoleh perlahan, menatap Daren dengan pandangan yang sangat tenang namun menghujam. "Saya baru mengenalnya hari ini sebagai pasien, Tuan Daren. Dan soal senyuman... Dokter Adrian memperlakukan saya dengan sopan dan menghargai saya sebagai manusia. Wajar jika saya membalasnya dengan keramahan."

Nadia menambahkan kalimat yang membuat Daren tertusuk "Berbeda dengan Anda yang selama ini hanya tahu cara membentak dan merendahkan saya. Jadi, tolong jangan mengatur kepada siapa saya harus tersenyum." Daren langsung bungkam, tenggorokannya terasa kering karena kata-kata Nadia sama sekali tidak salah.

Daren langsung mengalihkan pandangannya yang sejak tadi menatap Nadia ke arah jalanan yang sedang mereka lalui, Daren mencengkeram setir mobilnya lebih erat lagi, Dia merasa kesal pada dirinya sendiri karena dulu sudah memperlakukan Nadia dengan kasar dan juga sering merendahkan Nadia di depan orang banyak akibat pengaruh Elsa juga.

Ingatan Daren kembali mengarah pada Elsa yang sudah mencuci otak dan pikirannya untuk ikut membenci Nadia dan karena rasa cintanya yang besar pada Elsa akhirnya dia ikuti apapun kemauan Elsa untuk menjatuhkan Nadia, Daren menghela napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan "Maafkan aku Nadia, Aku memang salah sudah memperlakukan kamu dengan tidak baik dulu, tapi tidak bolehkah aku untuk cemburu pada laki-laki lain yang mencoba mendekati istri aku sendiri?" Daren menoleh pada Nadia yang masih duduk dengan anggun di sebelahnya sambil memperhatikan jalanan di depan dari kaca mobil yang sedang mereka tumpangi.

Nadia menoleh perlahan pada Daren sambil tersenyum tipis " Cemburu? Untuk apa Tuan? Saya tidak pantas untuk Tuan cemburui dan Tuan juga tidak berhak untuk cemburu pada saya karena Tuan tidak pernah mencintai saya, Tuan terpaksa menikahi saya hanya karena takut tidak mendapatkan aset warisan dari Nenek Lusi bukan?"

Daren kembali bungkam dan terdiam seribu basa mendengar ucapan yang di lontarkan Nadia tadi memang benar adanya, Dengan perasaan yang dongkol Daren mencengkeram setirnya dengan erat dan mengemudikan mobil mewahnya dengan kencang membuat Nadia hampir menahan napas, Nadia tahu kalau Daren sedang kesal "Jangan ngebut Tuan, kalau masih sayang nyawa dan aset yang sedang menunggu," ucap Nadia memperingati dengan sedikit sindiran.

"Aku tidak perduli dengan nyawaku kalau orang yang mau aku perduliin juga tidak perduli sama aku," jawab Daren ketus sambil tetap fokus menyetir mobilnya yang masih ngebut itu.

"Apa Tuan juga tidak perduli dengan ribuan aset dari Nenek Lusi?" Nadia melirik Daren.

"Ciiiiiiit....." Tiba-tiba saja Daren mengerem mobilnya dengan mendadak membuat tubuh Nadia hampir tersungkur menabrak dashboard mobil.

"Sudah sampai," ucap Daren yang kemudian langsung keluar dari mobilnya dan membanting pintu mobil dengan kasar karena kesal.

Dengan wajah penuh amarah Daren melangkah masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Nadia yang berjalan di belakangnya dengan tenang membiarkan Daren yang masih emosi.

Daren terus melangkah menaiki tangga lantai dua menuju ke kamarnya dan segera masuk ke kamar sambil melemparkan jas kerjanya begitu saja ke kursi sofa yang ada di sudut kamarnya, Kemudian Dia menghempaskan tubuhnya ke atas spring bad, Daren menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya "Nadia...andai kamu tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini, Aku benar-benar cemburu sama Adrian dan aku tidak akan rela kalau sampai dia mendekati kamu," ucap Daren bermonolog.

Sementara itu Nadia yang juga masuk ke dalam kamarnya segera beristirahat di sana, setelah hampir seharian tadi dia berada di rumah sakit memeriksakan kakinya yang luka itu.

...----------------...

Daren mencoba menebus kesalahannya lagi. Saat makan malam, Daren sengaja meminta koki rumah untuk memasak makanan kesukaan Nadia yang diam-diam dia tanyakan dari pelayan.

Daren masuk ke dapur dan berjalan menghampiri Bibik yang sedang memasak menu makan malam.

"Bik," panggil Daren pada Bibik.

"Iya Tuan," Bibik menoleh setengah terkejut melihat kehadiran Daren yang tidak biasa di dapur itu.

"Malam ini kamu masakin makanan kesukaan Nadia ya," perintah Daren pada Bibik.

"Baik Tuan, saya akan masak makanan kesukaan Nyonya Nadia," kata Bibik menyanggupi perintah Tuannya.

"Biasanya makanan apa yang Nadia suka?"tanya Daren pada Bibik.

"Sepertinya kalau tidak salah Nyonya Nadia suka sama udang asam manis Tuan," ucap Bibik tersenyum.

"Kalau begitu sekarang Bibik masakin udang asam manis buat makan malam nanti," kata Daren.

"Baik Tuan."

Daren kembali ke ruang tengah dan membiarkan Bibik mengeksekusi masakan kesukaan Nadia.

Daren duduk di sofa tunggal ruang tengah itu sambil menonton salah satu acara televisi, Daren bergumam dalam hatinya membayangkan kalau nanti Nadia akan senang dengan masakan surprise darinya itu.

"Pasti nanti Nadia akan tersenyum senang karena aku sudah memberikan surprise makanan kesukaannya," Daren tersenyum sendiri.

Masakan pun sudah selesai dan Bibik mulai menghidangkan semua makanan yang sudah di masaknya malam ini terutama makanan kesukaan Nadia.

Daren dan Nadia pun sudah duduk di meja makan untuk menyantap makan malam mereka, Daren yang duduk di hadapan Nadia tersenyum bahagia melihat reaksi Nadia nanti kalau tahu makanan kesukaannya yang sudah terhidang di meja makan.

Daren dengan canggung menyendokkan lauk ke piring Nadia, "Makanlah yang banyak, dokter bilang kamu butuh banyak nutrisi agar kakimu cepat pulih." Namun, Nadia justru menghentikan makannya, menatap lauk pemberian Daren, lalu menggeser piringnya sedikit. "Terima kasih, Tuan. Tapi saya alergi dengan udang . Sepertinya Anda memang tidak pernah tahu apa pun tentang saya." Daren kembali merasa tertampar dan sangat bodoh.

Daren terdiam karena usahanya kali ini pun gagal untuk membuat Nadia tersenyum "Bodohnya kamu Daren....makanan kesukaan Nadia saja kamu tidak tahu," umpat Daren dalam hatinya.

Mereka berdua pun menyelesaikan makan malam dengan suasana yang makin canggung.

Malam harinya saat mereka berada di ruang tengah, ponsel Nadia berdenting. Ada pesan WhatsApp masuk. Daren yang duduk tidak jauh dari sana diam-diam melirik ke layar ponsel Nadia yang menyala.

Nama pengirimnya adalah Dokter Adrian. Pesan itu berisi pengingat yang sangat manis: "Nona Nadia, jangan lupa minum obatnya malam ini ya. Dan ingat, jangan terlalu banyak berjalan dulu. Kalau butuh sesuatu, hubungi nomor pribadi saya ini saja."

Melihat pesan itu, Daren langsung berdiri dari duduknya dengan wajah memerah menahan cemburu. Dia tidak tahan lagi melihat ada pria lain yang lebih perhatian pada istrinya sendiri. Bab ditutup dengan Daren yang berjalan cepat ke kamarnya sambil membanting pintu, sementara Nadia hanya menatap kepergian Daren dengan gelengan kepala heran, menganggap kecemburuan Daren adalah hal yang konyol.

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!