NovelToon NovelToon
Dimanjakan Oleh Cintanya

Dimanjakan Oleh Cintanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Siapa?!" Sebuah suara berat, serak, dan penuh ancaman terdengar di kegelapan.

​Rayyan langsung mencengkeram pergelangan tangan Aira. Napas pria itu memburu, aroma maskulin yang bercampur dengan hawa panas menguar dari tubuhnya. Obat bius di dalam tubuh Rayyan bergolak hebat saat merasakan kulit halus seorang wanita menyentuhnya.

​"S-sakit... panas..." Aira tidak menjawab pertanyaan Rayyan. Gadis itu justru meracau, air matanya menetes karena rasa tidak nyaman yang asing di sekujur tubuhnya. Sentuhan tangan Rayyan yang dingin di pergelangan tangannya justru terasa seperti penawar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian di keheningan malam

​Di dalam kamar mandi yang mewah, di bawah guyuran air hangat yang membasuh sisa-sisa trauma dan ketakutannya, ingatan Aira mendadak berputar ke kejadian kemarin siang.

​Sebenarnya, rentetan peristiwa yang mengubah hidupnya berjalan jauh lebih cepat dari yang dibayangkan orang-orang. Kemarin, tepat setelah Aira sadar dari pingsannya di ruangan privat lantai teratas Menara Wijaya, Rayyan tidak menunda waktu bahkan untuk satu jam pun. Begiti dokter pribadi menyatakan kondisi Aira cukup stabil untuk melakukan perjalanan singkat, Rayyan langsung membawa Aira keluar melalui lift privat yang langsung terhubung ke basement.

​Tanpa kembali ke divisinya, dan tanpa memedulikan jam kerja yang masih berlangsung, Rayyan melajukan mobilnya sendiri bersama asisten Haris yang sudah menyiapkan seluruh dokumen penting. Tujuan mereka kemarin siang sangat jelas: Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

​Aira ingat betul bagaimana jantungnya berdebar sangat kencang saat duduk di dalam ruangan khusus yang sudah disiapkan oleh kepala catatan sipil—yang tentu saja langsung turun tangan menyambut kedatangan sang konglomerat terkaya. Prosesnya berjalan sangat cepat karena kekuasaan Rayyan yang mampu memotong semua birokrasi yang berbelit-belit.

​Di atas meja kayu jati yang bersih, beberapa lembar dokumen negara sudah tergelar. Aira menatap lembaran kertas itu dengan tangan yang mendingin. Di sana tertulis nama mereka berdua: Rayyan Wijaya dan Aira Kirana.

​"Tanda tangan di sini, Aira," ucap Rayyan kemarin dengan suara yang sangat tenang namun penuh keyakinan, menyerahkan sebuah pena berlapis emas kepada Aira.

​Dengan napas yang tertahan dan restu dari janin di dalam rahimnya, Aira menggoreskan tanda tangannya di atas meterai resmi, tepat di samping tanda tangan tegas milik Rayyan. Hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit, status mereka telah berubah total di mata hukum negara. Mereka telah sah menjadi suami istri.

​Setelah pendaftaran pernikahan yang super rahasia itu selesai, barulah Rayyan mengizinkan Aira pulang ke rumah lamanya untuk mengambil beberapa barang penting—yang berujung pada badai pengusiran oleh Hendra tadi sore.

​Aira mengembuskan napas panjang, mematikan kran shower, dan menyeka tubuhnya dengan handuk lembut. Dia memakai baju hamil berpotongan longgar yang sudah disiapkan di atas kasur. Begitu keluar dari kamar mandi, dia melihat Rayyan sudah mengganti kemeja basahnya dengan kaus rumahan santai berwarna hitam, sedang duduk di tepi ranjang sambil memandangi sebuah map hitam di tangannya.

​Mendengar langkah kaki Aira, Rayyan mendongak. Dia berdiri dan berjalan mendekati istrinya, lalu membuka map hitam tersebut. Di dalamnya, ada dua buah buku resmi dan selembar akta pernikahan yang baru saja diserahkan oleh Haris setelah diambil dari kantor catatan sipil sore tadi.

​"Ini bukti otentik kalau kamu sudah menjadi milikku sepenuhnya, Aira," ucap Rayyan, suaranya terdengar begitu dalam saat menunjukkan dokumen pernikahan mereka kemarin. "Hendra atau siapa pun di luar sana tidak akan pernah bisa menyentuhmu lagi. Kamu dilindungi oleh hukum negara dan oleh seluruh kekuasaan yang aku punya."

​Aira menyentuh lembaran akta pernikahan mereka kemarin dengan ujung jarinya yang gemetar, bukan karena takut, melainkan karena rasa lega yang luar biasa. Pernikahan rahasia yang terdaftar kemarin siang kini menjadi benteng kokoh yang akan melindunginya dari kehancuran yang hampir saja menimpanya hari ini.

Rayyan menyimpan kembali map hitam berisi akta pernikahan mereka ke dalam laci meja kerja privatnya yang bersistem pengunci sidik jari. Setelah memastikan dokumen paling berharga itu aman, dia kembali menghampiri Aira yang masih berdiri di dekat ranjang dengan rambut yang dibungkus handuk kering.

​"Kemari," panggil Rayyan lembut, menepuk sisi ranjang di sebelahnya.

​Aira melangkah pelan dan duduk di tempat yang ditunjuk Rayyan. Tanpa diduga, Rayyan meraih handuk di kepala Aira dan mulai mengeringkan rambut istrinya yang setengah basah dengan gerakan yang sangat telaten. Pria yang biasanya memegang pena untuk menandatangani kontrak miliaran rupiah itu, kini dengan sabar mengusap helaian rambut hitam Aira.

​"Pusingnya sudah benar-benar hilang?" tanya Rayyan tanpa menghentikan kegiatannya.

​"Sudah jauh lebih mendingan, Rayyan," jawab Aira, masih agak canggung mengucapkan nama suaminya tanpa embel-embel formal. Namun, dia bisa melihat kilat kepuasan di mata Rayyan setiap kali nama itu lolos dari bibirnya.

​"Bagus. Karena setelah ini kamu harus makan yang banyak. Dokter bilang tubuhmu terlalu kurus untuk ukuran wanita yang sedang hamil empat bulan," ketus Rayyan, meski nadanya terdengar lebih seperti kecemasan seorang suami yang protektif.

​Tok, tok, tok.

​Pintu kamar ketuk perlahan. Suara asisten Haris terdengar dari balik pintu. "Pak Rayyan, makan malam khusus untuk Ibu Aira dan dokter pribadi Anda sudah tiba di ruang tengah."

​"Masuk," jawab Rayyan pendek.

​Rayyan meletakkan handuk Aira, lalu membantu istrinya berdiri. Saat berjalan menuju ruang tengah, Aira tertegun melihat meja makan yang sudah dipenuhi oleh berbagai hidangan bergizi tinggi—mulai dari sup ayam herbal, sayuran segar, hingga buah-buahan yang kaya akan asam folat. Semua menu itu tampaknya telah dikonsultasikan langsung dengan ahli gizi.

​Dokter pribadi Rayyan yang sudah menunggu langsung membungkuk hormat. "Selamat malam, Pak Rayyan, Nyonya Aira. Mari kita lakukan pemeriksaan singkat terlebih dahulu sebelum Anda menikmati makan malam."

​Aira sempat melirik cemas ke arah pintu masuk, takut jika ada pelayan lain atau orang luar yang melihat. Rayyan yang sadar akan ketakutan istrinya segera menggenggam jemari Aira, menyalurkan kehangatan.

​"Tenanglah. Semua orang yang menginjakkan kaki di penthouse ini adalah orang-orang kepercayaanku yang sudah menandatangani perjanjian kerahasiaan berlapis. Rahasiamu aman bersamaku, Aira," bisik Rayyan tepat di telinga Aira, meruntuhkan sisa-sisa dinding kecemasan yang sempat membayangi hati sang istri.

1
Adinda
panggil itu ayang beb, honey, atau mas begitu Aira
Brenda
akhirnya 😄
Ryuu
cepet updateeee
Ryuu
👍
beybi T.Halim
aira payah.,🙈seharusnya dia faham apa yg terbaik untuk dirinya,yg punya suami penguasa bisnis, kesel lah akhirnya babynya jadi korban
Ryuu
Huhhh kerenn bgt
Ryuu
Baguss nggk ngebosenin sejauh ini
Ryuu
Keren bgt thor ceritanyaa
beybi T.Halim
🤭🤭hedeh..berbunga2 kertas tuu...dah bilang cinta aja susah bener lahh😁
beybi T.Halim
masa panggil nama?.,panggil mas kek apa daddy. kan romantis..sekalian jagiya lah🤭
beybi T.Halim
asek...ketahuan deh..lagi baby boom
beybi T.Halim
ada adegan pingsan gak yaa.,br ketahuan aira hamil,kok aku nunggu2 pov kepajikan seorang rayyan wijaya😁
beybi T.Halim
yaa semoga gak ada drama ulat2 lah br terkendali semua keromatisan sang penguasa🤭
beybi T.Halim
kesini dl...suka deh cerita romantis spek2 daddy 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!