NovelToon NovelToon
Karang Bolong Buana

Karang Bolong Buana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Di pesisir timur Kerajaan Pasir Langit, tepatnya di Kademangan Kerangilo, Kadipaten Pasirawan, ada gugusan batu karang purba yang disebut sebagai Karang Bolong Buana.
Gugusan karang itu memiliki lubang sempurna berdiameter satu depa seperti cincin raksasa. Saat purnama, lubang itu memancarkan cahaya biru redup.
Orang yang pertama yang menemukan keanehan Karang Bolong Buana adalah Purwasaga, putra Demang Bungi Pitam.
Saat berlatih di kala badai pada malam purnama total, Purwasaga tanpa sengaja terseret ombak dan masuk ke lubang bercahaya biru. Ketika si pemuda tersadar, ia sudah masuk ke Negeri Elindra, negerinya Bangsa Penjaga Biru yang bukan manusia.
Berdasarkan keterangan orang Elindra, Karang Bolong Buana terbuka setiap purnama sempurna. Jadi, Purwasaga harus menunggu sebulan lamanya untuk kembali ke alam manusia. (RH)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KBB 12 Menghukum Purwasaga

Makam Pasukan Penghancur.

Itulah nama daerah terlarang ini. Statusnya yang terlarang membuat Raja Hahambar menempatkan satu pasukan penjaga untuk memastikan tidak ada orang yang datang ke daerah tersebut.

Sedari jauh di jalan masuk menuju Makam Pasukan Penghancur telah diberi tulisan besar sebagai peringatan. “Daerah Terlarang! Makam Pasukan Penghancur!” Itulah tulisan peringatannya dalam aksara dan bahasa Bangsa Penjaga Biru.

Lima menit berkuda dari tulisan peringatan di atas tebing batu, ada sebuah pos penjagaan yang diisi oleh sekitar tiga puluh prajurit Kerajaan Elindra. Para prajurit itu memiliki model rambut botar bawah alias botak area bawah. Rambut hanya terpusat di area ubun-ubun dengan warna yang mengikuti gen sejak lahir.

Mereka mengenakan seragam yang berwarna merah-merah terang dan ketat. Semua prajurit menggendong benda logam besar di punggungnya seperti kura-kura menggendong cangkang, tetapi benda seperti tas ransel itu tidak memiliki pola. Adapun senjata yang mereka miliki bukan pedang ataupun tombak, tetapi empat buah kapak mata dua gagang pendek.

Selain pos tersebut, ada lagi satu pos yang lebih ke dalam dan menjadi gerbang masuk ke area Makam Pasukan Penghancur yang tertutup dari dunia luar. Maksud tertutup adalah tidak bisa diakses oleh sembarang orang dan tidak ada jalan terbuka untuk masuk ke dalam area makam yang luas.

Drap drap drap…!

Suara lari kuda yang jelas terdengar datang mendekati lokasi pos depan, membuat para prajurit Penjaga Makam Terlarang terkejut. Irama lari kuda itu sangat jelas tidak bersahabat.

Para prajurit tidak langsung melihat kuda yang datang karena belasan tombak di depan adalah rute berbelok yang terhalang oleh dinding batu.

Kuda yang ditunggangi oleh Purwasaga itu akan terlihat oleh para prajurit di pos jaga jika dia sudah berbelok.

Bluk!

“Hukh!”

Seeet!

Namun, sebelum Purwasaga dan kudanya sampai di belokan, tiba-tiba sesosok wanita berpakaian hitam dan berambut kuning melesat dari samping atas menerkam si pemuda dengan keras.

Wanita yang adalah Azhmar, muncul dari badan bukit dan melesat seperti seekor binatang predator menerkam Purwasaga. Seiring itu, ada tali sinar ungu melesat dari tangan kiri Azhmar yang ujungnya langsung melilit leher kuda.

Tali sinar ungu tersebut menahan paksa kuda dari larinya dan terbanting ke tanah.

Sementara itu, Purwasaga dan Azhmar jatuh bersama di tanah kering. Meski judulnya bersama, tetapi itu tidak ada indah-indahnya sedikit pun bagi Purwasaga.

Purwasaga meringis kesakitan dalam posisi yang tidak berkutik. Pertama dia kesakitan karena menghantam tanah keras, kedua kesakitan karena satu lutut Azmar menekan kejantanannya tanpa sungkan, ketiga dia kesakitan karena tangan kanan gadis itu mencekik lehernya dengan kuat di saat tangan lain dengan perkasa menahan sang kuda.

Dengan wajah yang merah kelam karena cekikan Azhmar, Purwasaga terkejut melihat wajah cantik gadis itu terlihat menyeramkan. Bukan karena wajah itu berubah wujud, tetapi muncul syaraf darah berwarna ungu dan bagian putih mata berubah ungu muda yang menunjukkan kemarahan.

Drap drap drap…!

Terdengar suara lari kuda milik Monek yang kencang.

Azhmar menengok memandang kepada Monek. Dia kemudian memberi kode gerakan wajah yang dibalas anggukan oleh pemuda berambut abu-abu tersebut.

“Hae hae!” Monek terus menggebah kudanya, melewati kuda Purwasaga yang masih tersandera tali sinar ungu.

Monek terus melesat dan kemudian berbelok menuju ke pos penjagaan pertama.

Azhmar beralih kepada Purwasaga yang hampir kehabisan napas di bawahnya.

“Jangan bertingkah bodoh, Lelaki Manusia!” desis Azhmar pelan tapi penuh penekanan yang menunjukkan kemarahannya. “Jika kau tadi melewati tikungan itu, maka kau tidak akan pernah bisa pulang ke negerimu.”

“Akhrrr!” erang Purwasaga.

Sebenarnya Purwasaga ingin memberontak, tetapi tekanan lutut Azhmar di kejantanannya membuatnya lemas dan cekikan di lehernya membuatnya sulit bernapas. Karena itulah Purwasaga berinisiatif menepak-nepakkan telapak tangannya di tanah tanda menyerah, seperti petarung campuran yang sudah menyerah.

Pak pak pak!

Azhmar memahami. Dia lebih dulu melepas cekikannya.

“Haaah!” Purwasaga seketika menghirup udara sebanyak-banyaknya, seperti orang yang baru saja terhenti napasnya.

Wajah Azhmar kembali normal. Syaraf darah wajahnya yang ungu menghilang dan putih matanya kembali muncul. Ia pun menarik kembali tali sinar ungunya lepas dari leher kuda.

Si kuda segera bangkit, tetapi dia tidak pergi berlari.

Purwasaga yang sudah mulai berdaya karena sudah bebas bernapas, masih meringis kesakitan. Dia menepuk paha Azhmar, memberi kode agar gadis itu mengangkat lututnya dari burung si pemuda. Namun, Azhmar tidak segera menanggapi. Lututnya tetap di posisi nyamannya.

“Kau tinggal pilih, berkuda terus ke daerah terlarang atau berbalik arah. Kalau kau mau dipenjara sampai mati, teruslah berkuda ke sana,” kata Azhmar memberi pilihan. Setelah itu, barulah dia bangkit berdiri, membebaskan Purwasaga dari penderitaan nan luar dalam.

Azhmar lalu berbalik dan langsung berkelebat ke tanah bukit di seberang jalan. Dia meninggalkan Purwasaga sendirian. Dengan gerakan yang cepat, Azhmar menaiki bukit lalu menghilang di balik pepohonan.

Purwasaga hanya memandangi kepergian gadis yang ternyata memendam kebuasan.

Mau tidak mau, Purwasaga harus lebih dulu mengumpulkan tenaganya sebelum dia pergi ke kudanya. Toh, sang kuda pun tidak bergi ke mana-mana.

Drap drap drap…!

Para prajurit berseragam merah-merah yang melihat kemunculan kuda yang tadi mereka dengar suaranya segera bereaksi. Sekitar sepuluh orang prajurit segera berlari maju dan berbaris menutup jalan. Mereka semua segera mencabut satu kapak di tangan kanan. Mereka menunggu ketibaan orang berambut abu-abu.

Monek yang telah dihadang segera melakukan pengereman beberapa tombak dari barisan prajurit.

“Itu Rungga Muda Monek, putra Menteri Pulau!” teriak salah satu prajurit yang mengenali si penunggang kuda. Maksudnya agar tidak ada yang gegabah melempar senjata.

Pemimpin dari para prajurit itu segera maju seorang diri mendatangi Monek dan kudanya.

Monek yang telah berhenti segera turun. Ketika pemimpin prajurit itu tiba di depannya dan menghormat dengan cara menunduk sambil menjalin kesepuluh jari tangannya di depan dada, Monek hanya mengangguk.

“Apa keperluan Rungga Muda Monek sehingga mendatangi daerah terlarang ini?” tanya si prajurit dengan badan yang sudah tegap kembali.

“Aku sedang mengejar teman. Aku kira dia berbelok masuk ke jalan ini,” jawab Monek.

“Tidak ada orang lain yang datang selain Rungga Muda,” kata si prajurit.

“Berarti aku salah mengejar. Sebab, temanku tidak hapal jalan, tetapi berkuda di depan,” kata Monek.

“Jika Rungga Muda salah, aku minta Rungga Muda kembali keluar dari jalan ini,” tandas si prajurit.

Drap drap drap…!

Tiba-tiba terdengar suara lari kuda. Terkejut para prajurit. Monek pun pura-pura terkejut.

Namun, setelah menyimak sejenak, terdengar bahwa suara itu menjauh, menunjukkan bahwa kuda itu tidak menuju ke tempat itu.

“Ternyata dia bersembunyi,” ucap Monek bersandiwara. Lalu katanya kepada si prajurit, “Maafkan aku telah melanggar, Prajurit!”

Monek lalu buru-buru naik kembali ke punggung kudanya. Ia pun segera memutar arah dan meninggalkan tempat itu untuk kembali ke persimpangan jalan.

Setelah melewati tikungan, Monek bisa melihat punggung Purwasaga dan bokong kudanya nun jauh di depan. (RH)

1
rajes salam lubis
zonk udah kena suap,ciri khas warga +62
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
burung yang suka menggelitik sampai ketawa Kik Kik Kik 🤣🤣🤣😁😆
Om Rudi: burung apakah itu?
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
wahhhh kendaraan yang di pakai cukur , pakai rem cakram om 🫢😃
Om Rudi: kayaknya 🤭
total 1 replies
rajes salam lubis
pinisirin
rajes salam lubis
alamak
rajes salam lubis
gak perlu di jelaskan la om,buang buang tenaga..bukan buang hajat y!
Om Rudi: 🤣🤣🤣 biar jumlah katanya cepat terpenuhi
total 1 replies
rajes salam lubis
terong ungunya y terang om
Om Rudi: heheheheh
total 1 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
oseng kates wae om dr pada kol wes lah mboh om mumet aq enek rendang enek oon
hahhhh
Om Rudi: 🤣🤣🤣🤣sing sabar Mbak Ayu
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
gak handukan dulu om kan masih basah kuyup abis berenang 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: widihhhh 🤣🤣
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
terong dicabein maknyuzzz 🤤😂😂
Om Rudi: jiahahahah
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Selabak level berapa om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: pedes cukupan 😃😄
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
kalo pepatah negeri Konoha " walau bapak salah asal bahagia kita diam saja" 🤣🤣🤣😁😆🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: ok gas polll mpe jeboll 😂😂😂
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
nama singa jantannya siapa om 🤔🤔😆
Om Rudi: aduh, lupa Om kasih nama
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Ozeng Bazo lebih enak om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: minta tolong istri suruh masakin 😉
total 2 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
Azhmar itu bangsa Demit om
Om Rudi: Om juga belum tahu🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
hatiku gak sedalam itu lho Om. cukup dengan menyentuh dadaku, pasti Om dapatkan hatiku 🙄😘🤣
Om Rudi: hihihihi 🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
ingat, Om. yg oon nya gak boleh nular ke authornya itu kan?😂
Om Rudi: kenapa?
total 1 replies
👣Sandaria🦋
asli ini pasangan kodok, Om🙄😂
Om Rudi: asli dong🤣🤣
total 1 replies
👣Sandaria🦋
anak didiknya Rajes Salam pasti🙄
👣Sandaria🦋
plus tali pengikat burungnya kemarin 🤣
Om Rudi: Om mah sudah lupa, Mak Imut mah ingat aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!