NovelToon NovelToon
Jalur Baru

Jalur Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sengit

Hujan deras sudah berhenti.

Lalu suara petir sudah tidak terdengar lagi.

Batas malam sudah menembus waktu dini hari.

Semua orang di ruangan utama itu tertidur kecuali Mbah Buyut Boyo yang baru saja terbangun.

Boyo menunggu nostalgia dari teman main masa kecilnya dulu.

"Guk... Guk... ",

"Guk... Guk... ",

Akhirnya datang juga sesuai prediksi akurat sang pawang alas.

Suara gonggongan anjing itu membangunkan seluruh penghuni rumah penginapan yang ada sekarang.

Bono dan Davis yang tidur di sofa panjang terbangun.

"Suara apa itu?",

"Asu",

Liontin yang berselimut tebal di atas kasur busa juga langsung terbangun begitu mendengar suara gonggongan anjing yang begitu kencangnya.

Marco yang tidur di dalam sleeping bag seketika juga membuka mata.

Seorang petugas penginapan yang kebetulan berjaga malam hari ini yang tidur di bawah meja resepsionis berselimut jaket dan sarung juga terbangun.

"Apakah perlu aku siapkan sekarang Mbah?",

Barokah yang berlagak sebagai asisten Mbah Buyut Boyo sudah terlebih dahulu melek dan bangkit dari tidurnya dari kursi yang paling dekat dengan jendela.

"Jika kalian semua sudah terbangun",

"Kumpul lah kemari",

Boyo duduk di sebuah kursi goyang yang nyaman dan berbantal.

Satu per satu mereka berjalan di dalam gelap mendekat ke tempat dimana Mbah Buyut Boyo memanggil.

"Siapkan peralatan nya sekarang",

"Sebentar lagi pertunjukkan akan dimulai",

"Persiapkan badan dan mental kalian",

"Yang butuh pergi ke kamar kecil dulu silahkan",

"Tapi jangan lama-lama",

"Minumlah air hangat barang seteguk atau dua teguk",

Barokah menyiapkan kayu-kayu dan pewangi ruangan.

"Guk... Guk... ",

"Guk... Guk... ",

Gonggongan anjing itu kembali memanggil.

"Ambillah sebatang kayu dan satu pewangi ruangan",

"Anjing hitam itu tidak suka dengan bau harum",

"Semprotkan itu di depan hidung dan mulut mereka",

"Pentung lah dengan telak di bagian ekornya di atas pantat untuk mengalahkan mereka",

"Jangan sampai kalian terkena gigitan anjing hitam itu",

"Nyalakan lampunya",

Begitu lampu dihidupkan.

Mereka bisa melihat dengan jelas apa yang ada di luar sana sekarang.

Sosok anjing hitam pekat jadi-jadian sudah menunggu di halaman lingkungan rumah penginapan.

Tidak hanya seekor anjing hitam.

Tapi jumlahnya ada puluhan.

Badan mereka tegap dan besar.

Mata mereka bengis.

Moncong mereka bergigi tajam dan berliur.

"Jangan sekali-kali pun merasakan takut kepada mereka",

"Mereka adalah setan jelmaan dari bangsa jin yang bertabiat jahat",

"Jika kita tidak melawan mereka",

"Mereka akan menggonggong sampai gendang telinga kita pecah dan berdarah-darah",

"Guk... Guk... ",

"Guk... Guk... ",

"Guk... Guk... ",

"Guk... Guk... ",

Puluhan anjing hitam menggonggong.

Suara mereka mulai mengusik pendengaran.

"Buka pintunya",

Perintah Mbah Buyut Boyo yang akan memimpin peperangan dari kubu manusia.

"Serang!",

"Serang!",

Pertempuran sengit pun dimulai.

Pasukan anjing hitam pekat jadi-jadian antek-antek penguasa hutan jalur baru.

Melawan kelompok manusia yang terdiri dari Davis, Bono, Liontin, Marco, seorang petugas penginapan, Barokah dan dipimpin oleh Boyo.

Medan perkelahian di halaman lingkungan rumah penginapan.

Di bawah langit sepertiga malam yang cenderung menghitam.

Di atas tanah, rumput dan paving block yang masih basah.

Davis yang berlatar belakang mantan anggota penegak keadilan beraksi paling luwes.

Tangan kanan membawa tongkat kayu, memukul ekor-ekor anjing hitam yang menyerang liar.

Tangan kirinya memegang semprotan pengharum ruangan.

Begitu congor anjing hitam mendekat mau mengigit, semburan parfum rasa buah itu membuat anjing hitam mual-mual.

Ketika ekor anjing hitam dipukul dengan telak.

Sosok anjing jadi-jadian itu akan lenyap seketika menjadi kepulan asap.

Liontin yang gemar berolahraga seperti padel, tenis dan rutin pergi ke gym.

Tanpa kesulitan memberikan perlawanan yang tangguh.

Buatnya ini seperti sebuah permainan atau challenge games yang menyenangkan raga dan menyegarkan otak.

Marco dan seorang petugas penginapan yang masih muda-muda. Bertaruh siapa yang paling banyak membinasakan anjing hitam.

Mereka sama-sama menghitung.

"1, 2, 3, 4 ...",

"1, 2, 3, 4 ...",

Barokah bertarung dengan pelan tapi pasti dan hati-hati.

Pemuda lugu itu tidak perlu bernafsu untuk menghabisi semua anjing hitam yang berada di sekelilingnya dengan buru-buru.

Tugasnya yang lain adalah melindungi punggung atau belakang Boyo yang bertarung dengan santuy.

Umur Boyo yang hampir seratus tahun menyesuaikan diri dan tidak terlalu ngoyo.

Bagaimana dengan Bono?

Justru si sopir tembak inilah yang paling membuat heboh.

Yang lainnya harus tetap memberikan perhatian khusus kepada Bono di tengah duel mereka sendiri.

Bono tampak kocar-kacir ketika meladeni lebih dari seekor anjing hitam.

"Kenapa pak Bono lembek seperti ini?",

"Katanya pak Bono waktu muda belajar ilmu tenaga dalam?",

Liontin datang membantu Bono dalam pertarungan yang sengit melawan anjing-anjing hitam yang aslinya adalah wujud dari jelmaan setan.

"Aku hanya ikut latihan dua kali saja mbak",

"Habis itu aku tidak pernah berangkat",

"Aku tidak menguasai betul ilmu tenaga dalam",

Sambil cengar-cengir Bono mengungkap kejujuran.

"Katanya pak Bono yang mengejar para begal waktu di jalan jalur baru?",

"Sebenarnya yang mengejar dan menangkap para begal itu Davis mbak",

"Buka aku",

"Huft... ",

"Dasar payah",

Tidak sampai membuka waktu subuh.

Boyo dan para petarung dadakan berhasil menyingkirkan seluruh pasukan anjing hitam.

Langit yang semalam suntuk mendung dan berawan hitam kelabu perlahan menghilang tersapu angin kemenangan.

Langit di atas lingkungan rumah penginapan kembali cerah ceria.

Menampilkan bulan dan bintang-bintang yang bersinar megah tiada tara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!