NovelToon NovelToon
Ketika Sinta Memilih Rahwana

Ketika Sinta Memilih Rahwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Hari penentuan tanggal pernikahan, Sinta memilih Wana untuk dijadikan suaminya. Semua itu bukan tanpa sebab. Melainkan, karena hati yang sudah lelah untuk berharap. Hati yang sudah sering terluka oleh sikap Rama yang mementingkan teman barunya.

Bagaimana jadinya saat Rama tahu, Sinta ternyata tidak memilih dia sebagai suami? Yuk! Ikuti kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

"Nak Rahwana, apakah ijab kabulnya bisa di mulai sekarang?"

Eh ... Wana malah masih terpaku akan tatapannya pada Sinta. Sinta yang dilihat semakin serba salah jadinya. Grogi Sinta bukan kepalang.

"Dia kenapa, Sin? Masih sadar nggak sih?" Lusi berbisik di telinga Sinta.

"Sssttt. Jangan ngomong sembarangan." Liliana juga ikut bisik-bisik.

"Nak Rahwana." Sekali lagi, penghulu itu memanggil nama Wana.

"Wana. Sadarlah." Kesal sang mama sekarang.

Lagi, satu cubitan di paha Wana mendarat mulus.

"Hah? Iy-- iya."

"Kamu tidur atau apa sih, Wana? Kok malah melamun terlalu lama." Bisik sang mama dengan nada yang sedikit kesal.

"Ma-- maaf. Sa-- saya .... "

"Kami tahu, kamu sudah tidak sabar lagi." Goda si penghulu yang langsung di sambut cie-cie hangat dari tamu yang hadir di sana.

Merekapun tertawa lepas akan apa yang sudah Wana perbuat sebelumnya. Sedangkan Wana, dia hanya bisa tersipu malu. Malu karena telah ketahuan memperhatikan si calon istri dengan teramat sangat.

"A-- aku ... maaf. Se-- sedikit gugup sampai melamun terlalu lama." Wana menjelaskan dengan suara yang sangat pelan.

"Iya. Kami tahu kok apa yang kamu rasakan." Lagi, untuk yang kedua kalinya, si penghulu berucap sambil menggoda. "Tenang saja. Dia akan jadi milikmu seutuhnya sebentar lagi."

"Hah? It-- itu .... "

"Pak penghulu. Aduh ... kasihan mempelai prianya. Jangan goda lagi. Ayo kita mulai," ucap salah satu saksi.

Tawa hangat diikuti bisik-bisik bahagia sambil tersenyum sedang memenuhi ruang pernikahan tersebut. Detik berikutnya, setelah suasana sedikit lebih tenang. Pak penghulu itu bertanya lagi pada Wana.

"Nak Wana. Sekarang, siap memulai ijab kabulnya?"

"S-- siap."

"Baik. Kita mulai," ucap pak penghulu itu sambil menyodorkan tangan untuk Wana jabat.

Wana yang gugup menyambut uluran tangan itu dengan gerakan yang terburu-buru. Maklum, selain gugup untuk menikahi Sinta. Wana yang tidak terbiasa akan keramaian itu harus membangun hati untuk tetap kuat di depan beberapa orang asing. Memang, tamu yang ada di sana tidak terlalu ramai. Tapi itu cukup untuk membuat gugup di hati Wana bertambah beberapa kali lipat.

Di sisi lain, tepatnya di rumah sakit. Rama tidak pulang. Karena saat rencana pulang itu hampir dia lakukan, mendadak saja, Risa mengalami syok entah karena alasan apa.

"Dokter. Apa yang terjadi?"

"Apakah ada rangsangan tiba-tiba yang pasien terima sebelumnya?"

"Se-- sepertinya ... seperti ada, Dokter. Sebelum Risa syok, dia menerima panggilan. Setelah panggilan itu selesai, Risa jadi histeris seperti barusan."

"Sudah bisa dipastikan kalau panggilan itulah pemicunya. Mungkin, dia di rangsang untuk ingat masa lalu. Makanya dia jadi seperti ini."

"Dokter. Sekarang bagaimana?"

"Sudah tenang. Tapi saya harap, kejadian serupa tidak akan terulang lagi."

"Baiklah, Dok. Syukurlah kalau begitu."

"Hm." Dokter itu mengangguk singkat. Kemudian langsung beranjak pergi.

Sesaat terdiam, Rama akhirnya memilih untuk masuk ke dalam. Dia putuskan kalau dia akan menjaga Risa dengan baik hari ini. Tidak akan ia tinggalkan gadis itu sendirian di rumah sakit. Meskipun kata-kata Dorin kemarin masih saja terdengar di telinga, dan cukup untuk membuat Rama resah. Namun, Rama menekan keresahan itu dengan rasa tanggung jawab atas Risa yang saat ini sedang terbaring di atas ranjang rumah sakit.

Sementara itu, karena terjebak macet, Dorin dan kedua mamanya masih belum tiba ke tempat pernikahan. Mamanya terlihat sangat resah akibat kejadian itu.

"Aduh, ya Tuhan. Ini gimana sih? Acaranya mungkin sudah di mulai. Tapi kita masih di sini. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

"Tidak ada, Ma. Kita hanya bisa menunggu. Mungkin sebentar lagi, jalan akan kembali bisa kita lalui dengan lancar." Papa Dorin berusaha menenangkan istrinya.

"Iya, Ma. Tenang saja. Mungkin, kita tidak akan ketinggalan acara. Karena aku yakin, acaranya pasti belum mulai jam segini." Dorin berucap dengan nada penuh akan keyakinan.

Si mama tidak menjawab. Ia hanya melirik kesal ke anaknya sesaat. Lalu sibuk lagi dengan rasa cemas yang sebelumnya ada di hati dan pikiran.

Di kediaman Wijaya. Tangan Wana yang sudah di jabat oleh pak penghulu itu kini sedang sedikit bergetar. Gugup Wana semakin menjadi-jadi. Bahkan, bukan hanya bergetar pelan saja. Tangan itu juga sedikit basah akibat keringat dingin akibat rasa gugup yang Wana rasakan.

"Tenang saja, Nak Wana. Tenang dan santai."

"Iy-- iya."

Pak penghulu sedikit mengencangkan salaman tangan itu. Hal tersebut semakin membuat Rahwana berdebar hebat.

Ijab kabul diucapkan dengan lantang. Namun sayangnya, bibir Wana malah kaku sampai tidak bisa ia gerakkan sedikitpun. Rasa gugup yang menyerang ternyata melenyapkan semua kepercayaan diri Wana yang susah payah pria itu bangun sebelumnya.

"Nak Wana. Kita ulangi sekali lagi."

"Iy-- iya. Baik."

Satu kali lagi, ijab kabul yang sakral itu terucap. Sayangnya, Wana masih belum bisa menjawabnya dengan lancar. Masih terpotong-potong dengan beberapa kata yang salah di ucapkan.

Sinta sadar akan kegelisahan yang susah payah Wana sembunyikan. Pelan tapi pasti, Sinta menyentuh tangan Wana yang satunya lagi. Tangan itu memang sedang berkeringat dan terasa cukup dingin. Sinta menyentuhnya dengan lembut.

Reflek, sentuhan Sinta membuat Wana menoleh. Senyum kecil dan tatapan tenang langsung terlihat. Senyum yang mampu membuat Wana sedikit lebih tenang. Anggukan kecil yang Sinta berikan seakan menjadi semangat yang sangat besar buat Wana. Keyakinan diri Wana kembali.

Lalu, ijab kabul ketiga pun berjalan dengan lancar. "Bagaimana para saksi semuanya? Sah?"

"Sah."

"Sah."

"Sah!"

Kata sah bergemuruh memenuhi ruangan tersebut. Kebahagiaan tergambar dengan sangat jelas di sana. Dua orang yang bersama, semua yang hadir ikut merasakan kebahagiaannya.

Di luar kediaman Wijaya, keluarga Dorin baru saja tiba. Sang mama langsung memperlambat langkah kakinya saat mendengar kata sah yang terucap.

"Ya Tuhan. Kita benar-benar terlambat kan?"

"Ya ... harus bagaimana lagi? Kita terjebak macet yang tidak bisa kita hindari. Ini bukan salah kita," ucap papa Dorin dengan nada pasrah.

Sementara itu, Dorin sendiri terpaku tanpa bisa berkata-kata. Kata sah yang menandakan pernikahan telah usai. Batinnya mempertanyakan satu hal yang sangat pasti. Bagaimana bisa? Bukankah sepupunya telah bersikeras mengatakan untuk menunda pernikahan sebelumnya? Atau, mungkin sepupunya di bawa pulang dengan paksa.

Dorin kini melanjutkan langkah kakinya untuk masuk ke dalam dengan cepat. Langkah besar dia buat. Namun, saat dia sudah masuk. Matanya menangkap sosok yang duduk di samping Sinta dengan sangat jelas. Langkah kaki itu langsung terhenti.

"Kak ... Wana?" Dorin berucap dengan nada tak percaya. Namun sepertinya, ucapan itu tidak ada yang menghiraukan sedikitpun. Karena mereka yang ada di ruangan tersebut sedang berbahagia saat ini.

1
Dew666
😍😍😍😍
Soraya
lanjut
Anonim
Ayo dong thor buat sinta tau kalau wana sebenar nya udah suka dia dari dulu buat mereka benar benar bersatu,jangan biarin rama nanti ganggu sinta lagi
Anonim
Ayo dong sinta buat rahwana g merasa minder ayo buka topeng nya liat ketampanan nya
Patrick Khan
cuaca panas gerah ya wana😄😄
Patrick Khan
sah sahhhhhh
Anonim
Yah payah ni wana,sinta ngomong donk kalau kamu gapapa tidur sekasur
Anonim
Up lagi donk thor jangan kelamaan
Dew666
💎💎💎💎
Soraya
irit bgt ya thor lanjut
Anonim
Pelit banget sih thor up nya tambah donk
Soraya
Rama otaknya labil
Anonim
Lanjut up thor,semangat
Esti 523
harus lanjut ka jgn mamgkrak lho
Rani: eh, hehehe....
total 1 replies
falea sezi
😒 lama amat sinta nikah ma awan😒
perahu kertas
semangat terus ya kak
perahu kertas
Damn, Risa Risa ada ada saja akal bulus mu
ini juga satu dokter nya di byar brpa kmu sma Risa🙂‍↔️🙂‍↔️
Dew666
🪭🪭🪭🪭
Anonim
Lama banget sih up date nya thor,kapan sinta nikah sama ka awan thor jangan lama lama keburu rama sadar
Rani: sabar ya... sabar. aku up pelan. lagi gak fit soalnya.
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!